Yth Abah Yanto,

Jawaban atas pertanyaan Abah ditulis langsung di bawah pertanyaan tersebut :


 1. APAKAH DALAM SERTIFIKAT TIDAK DIHARUSKAN  PEMBERI SERTIFIKAT MEMBERIKAN 
OPINI MENGENAI ASAL SAMPEL YANG DIPERIKSA ASLI ATAU SYNTHETIS 

1. Tidak harus Abah, bisa seenak gue deeh. Kadang-kadang ada yang langsung saja 
ke kesimpulan tanpa penjelasan. Kan resep dokter sulit juga dibaca - - - ta' 
iya !

2. KALAU DILIHAT BESARNYA UANG YANG  AKAN DIDAPATKAN OLEH PEMBUAT BATU SYNTETIS 
, WAJAR KALAU INDUSTRI  INI BANYAK YANG BERMINAT . APAKAH MANG OKIM TAHU DIMANA 
SAJA SENTRA-SENTRA  NYA ?

2. Nah itu dia Abah , pembuatan batu mulia sintetis sudah dimulai sejak tahun 
1700 dan telah menghasilkan milyaran dolar kepada pencipta dan pabrikannya. Di 
Indonesia ,  ilmu ini belum tersentuh sampai detik ini . Ada juga siih instansi 
yang namanya BATAN, yang cukup berhasil meng-enhanced warna safir atau topas 
dari abu-abu atau kuning menjadi biru. Itupun tampaknya jalan ditempat.  
Mengenai sentra batumulia sintetis, ada di mana-mana Abah, tidak saja di 
Bangkok atau Hongkong, tetapi juga di Pasar Rawa Bening Jatinegara.

> 3. KOK BISA MIRIP BANGET YA ? BAGAIMANA SIH TEKNOLOGINYA  MATERIAL PEMBENTUK 
> , PROSES KIMIA /FISIKA DSB.

3. Wah, jawabannya panjang Abah. Prosesnya bermacam-macam , ada yang namanya 
metode Verneuil, Chatham, Chochrosky, Hydrothermal, Skull Melting, dan lain 
sebagainya. Di bawah ini mang Okim lampirkan potret sampul halaman depan dari 
laporan yang mang Okim bikin untuk Menristek tahun 2006 ( melalui Deputy 
Menristek yaitu Prof. Dr. Lilik Hendrajaya ).

SI ABAH
Mang Okim

Sujatmiko
e-mail : [email protected] or [email protected]
www.gemafia.co.id


<<P1030200-buku.jpg>>

Kirim email ke