Pak Syaiful dan rekan-rekan yang budiman,  

Mang Okim mohon rebu dihapunteun  kalau posting mang Okim tentang Pak Kuntoro 
ada yang menafsirkan sebagai kampanye. Mang Okim sendiri tidak tahu warna 
politik Pak Kuntoro. Yang mang Okim tahu dan rasakan adalah kecintaan Pak 
Kuntoro yang begitu besar akan negerinya tercinta Indonesia. Beliau begitu 
dekat dengan para pencinta alam yang tergabung dalam keluarga besar Wanadri. 
Dikala beliau terlempar dari ketinggian, didirikannya perkumpulan Masyarakat 
Cinta Citarum di Bandung. Beberapa kali mang Okim mendengarkan " tauziah " 
beliau , baik ketika beliau menjabat sebagai Dirjen ataupun  Menteri. Isinya 
sering memotivasi  kita untuk berani berubah menuju ke situasi dan kondisi yang 
lebih baik ( istilah kerennya di Rotary : Leading The Way ). Dan yang penting 
sekali bagi mang Okim, beliau adalah seorang Gem-Lovers yang dalam banyak 
kesempatan tak pernah lupa mempromosikan dan meng-encourage  usaha mang Okim - 
- - he - hee. 

Mengenai keberhasilan BRR di Aceh dan Nias, yang mang Okim simak dari laporan 
pertanggung-jawaban Pak Kuntoro adalah seni kepemimpinan  beliau yang begitu 
mengesankan. Sungguh tidak mudah bagi seorang Jawa yang namanya mengandung 4 
huruf O memimpin suatu daerah , yang selain porak poranda dihantam gempa dan 
tsunami, dendam kesumat masyarakatnya kepada orang Jawa telah begitu karatan. 
Dengan pendekatan yang beliau sebut sebagai Paralel Holistic Approach yang 
dilaksanakan dengan penuh integritas dan dengan konsep Full Community 
Participation serta bebas KKN,  maka jadilah kini Aceh dan Nias sebagai 
provinsi yang dapat dibanggakan, provinsi yang telah memiliki Asset Management 
System yang canggih  ( konon selain beberapa negara di luar negeri, sistem BRR 
sudah akan diadobsi juga oleh provinsi-provinsi di Papua ). 

Last but not least, tadi pagi mang Okim sempat membaca hasil penelitian Dr. 
Anthony Campolo terhadap 50 orang berumur lebih  dari 95 tahun. Mereka ditanya 
tentang apakah  yang akan mereka kerjakan kalau Tuhan memberikan kesempatan 
mengulangi hidup kembali. Jawaban mereka : 1. Akan lebih banyak berpikir . 2. 
Akan lebih banyak mengambil resiko. 3. Akan melakukan lebih banyak hal yang 
akan tetap hidup setelah mereka mati !!! Nah, silahkan rekan-rekan khususnya 
yang masih mude-mude memilih, yang mana maunye - - - ta' iya !

Salam batu mulia,
Mang Okim

Sujatmiko
e-mail : [email protected] or [email protected]
www.gemafia.co.id

  ----- Original Message ----- 
  From: [email protected] 
  To: Milis PP-IAGI 
  Sent: Monday, March 09, 2009 2:33 AM
  Subject: Re: [iagi-net-l] PUBLIC LECTURE PAK KUNTORO DI ITB MENDAPAT STANDING 
OVATION


  Terimakasih ceritanya, mang Okim. Aceh adalah kasus khusus, tentu semua 
paham. Namun, apakah keberhasilan BRR di Aceh juga dapat diaplikasikan kepada 
Indonesia yang 'tidak khusus'?

  Atau, apakah seluruh Indonesia perlu ditsunamikan (baca: dipurukkan, 
disengsarakan, dulu hingga titik terbawah) sampai pada kondisi dimana hal2 yg 
telah terjadi di Aceh juga dapat dilaksanakan untuk seluruh Indonesia?

  Jika seluruh Indonesia pantas dibutuhkan BRR, maka perlu seorang pemimpin yg 
berpengalaman. Dalam hal ini, tentu saya dukung bila pak Kunto orangnya 
(mumpung mau pemilu ya, he..he..).

  Salam,
  Syaiful

  Mohammad Syaiful
  * handphone: +62-812-9372808
  * business: [email protected]



------------------------------------------------------------------------------
  From: "miko" 
  Date: Sun, 8 Mar 2009 05:04:45 +0700
  To: <[email protected]>
  Subject: [iagi-net-l] PUBLIC LECTURE PAK KUNTORO DI ITB MENDAPAT STANDING 
OVATION


  Rekan-rekan  yang budiman,

  Dalam rangka HUT Emas ITB dan memenuhi undangan Pak  Kuntoro Mangkusubroto,  
Direktur Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh - Nias  yang disampaikan 
lewat pesan sms , maka kemaren pagi, Jum'at 6 Maret 2009 , mang Okim datang ke 
Aula Timur ITB untuk mendengarkan Public Lecture beliau berjudul : Jumpstarting 
Indonesia's Reform : A Case Study from Building Back Aceh - Nias Better. 
Sebelum public lecture dimulai,  para undangan dipersilahkan meninjau pameran 
poster  tentang " Aceh-Nias Risen from Tsunami , 4 - year Humanitarian Journey 
of a United World ".   Usai menyaksikan pameran poster, mang Okim masuk ke Aula 
Timur yang masih kosong dan mencari tempat di deretan agak ke depan.   
Kebetulan sekali mang Okim melihat tokoh dunia hukum Indonesia dan mantan Hakim 
Agung yaitu Bapak Benjamin Mangkoedilaga  yang duduk sendirian dengan  HP di 
tangan beliau. Bagaikan anggota panitia, mang Okim menyapa beliau dan mengawani 
beliau mengobrol sampai tamu-tamu undangan lainnya mulai berdatangan. 

  Pak Kuntoro memulai public lecturenya pada pukul 9.15 dan berakhir pada pukul 
10.45 . Selama itu , lebih dari 500 undangan yang hadir di Aula Timur seolah 
terhipnotis oleh kehebatan Pak Kuntoro dalam menyampaikan orasinya. Bagaikan 
seorang deklamator , dengan suaranya yang jernih dan  berlagu , Pak Kuntoro 
menyampaikan orasinya . Topik demi topik  tentang hal-hal yang berkaitan dengan 
 situasi dan kondisi di Aceh dan Nias serta strategi beliau dalam me- manage 
BRR  disampaikannya tanpa  teks . Public lecture  yang merupakan juga Public 
Accountibility Report BRR tersebut diawali dengan  flash back dialog beliau 
dengan Pak SBY ketika pertama kali beliau diminta untuk menjadi komandan  BRR . 
Beliau menyampaikan keyakinannya  bahwa  keberhasilan dan model management BRR 
dalam mereformasi Aceh dan Nias selama 4 tahun insyaallah dapat dijadikan  
Model Reformasi Pemerintahan di seluruh Indonesia dan dunia ( telah diadobsi di 
 China, Myanmar, dan Afganistan ).

  Keberhasilan yang monumental

  Hal mengesankan yang disampaikan oleh  Pak Kuntoro antara lain  tentang Asset 
Management System dan terobosan beliau to overcome bureaucratic hurdles ( 
mengatasi hambatan birokrasi ) seperti antara lain tidak perlu visa masuk dan  
izin kerja  bagi orang asing , angkatan bersenjata asing dan peralatannya yang 
boleh masuk untuk tujuan kemanusiaan, barang masuk yang bebas pajak import , 
dll. Berkat terobosan-terobosan ini maka 8000 sukarelawan asing dapat melakukan 
tugas kemanusiaannya dengan tenang dan 600 NGO termasuk Komunitas Yahudi Dunia  
dan banyak NGO non-Muslim lainnya diterima oleh masyarakat Aceh dan Nias untuk 
merehabilitasi dan merekonstruksi wilayah mereka. Keberhasilan BRR  ini 
dibuktikan oleh tersalurkannya dana sebesar 7.1 milyar USD dari 7,2 milyar USD 
yang dipercayakan oleh negara dan dunia kepada BRR untuk selama 4 tahun 
merehabilitasi dan merekonstruksi Aceh dan Nias yang porak poranda secara fisik 
dan mental. 

  Ketika Pak Kuntoro mengakhiri orasinya, seluruh hadirin di Aula Timur 
serentak berdiri untuk memberikan standing ovation kepada beliau . Selama 
beberapa menit , tepuk tangan bergemuruh di Aula Timur , dan di podium, Pak 
Kuntoro yang tampak sangat terharu  menyampaikan kata-kata : Thank you, it is 
the first time I get a standing ovation.

  Setibanya di rumah dan usai sholat Jum'at, mang Okim menulis pesan sms 
berikut ke Pak Kuntoro : 

  Yth Pak Kuntoro, dari sekian banyak  menghadiri seminar / kuliah umum, baru 
tadi pagi saya benar-benar menyaksikan kuliah umum yang begitu mempesona dan 
inspirative. Selama hampir 11/2 jam seluruh hadirin dibuat terpukau. Tidak 
heran kalau Bapak menerima standing ovation. Selamat Pak Kuntoro, Wass., miko

  Semoga jejak langkah Pak Kuntoro yang begitu mengesankan  dan penuh dengan 
kejujuran dan ketulusan dalam mengabdi dan memperjuangkan kepentingan bangsa 
dan negaranya  diridhoi Allah SWT dan semoga akan diikuti oleh para pemimpin 
kita lainnya. Amiin.

  Wassalam,

  Mang Okim 

                              
  PUBLIC LECTURE PAK KUNTORO YANG MENDAPATKAN  STANDING OVATION



  Sujatmiko
  e-mail : [email protected] or [email protected]
  www.gemafia.co.id

<<P1030241-KUNTORO-500-4.jpg>>

Kirim email ke