Perlu juga ambil sample nya supaya bisa memperkirakan minyaknya berasal dari 
formasi mana (source dan reservoir nya).
sekalian juga lumpurnya di analisa lagi. apakah lumpur ini utamanya dari 
Plio/Pleistocene atau dari Eocene (sampai sekarang masih banyak pendapat yang 
berbeda kan?)

Kalau gas CO2 apa juga banyak yang keluar?  daerah sana kan terkenal dengan 
kandungan CO2 yang tinggi.
mungkin juga perlu diwaspadai H2S nya yang beracun   dan  CH4 yang rawan 
terbakar.

fbs





________________________________
From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]>; Forum HAGI <[email protected]>
Sent: Sunday, March 22, 2009 4:36:59 AM
Subject: [Forum-HAGI] BP Migas Ambil SampelLumpur Lapindo : (? minyak)

Yang berdebat penyebab masih juga belum berakhir.
Tapi si Lumpur masih menambahkan fenomena-fenomena menariknya.

Bagi geologist mungkin hal aneh, apalagi dengan teori terbentuknya
minyak di daerah ini memang sudah terbukti (Proven Petroleum System).
Bagi orang awam nanti bumbunya bisa macam-macam. Faktor politis dan
sosial akan selalu membumbui opini publik
Atau barangkali dampak Ponari sudah sampai ke Sidoarjo ?

RDP
========================================
21/03/09 18:10
BP Migas Ambil Sampel Lumpur Lapindo

Sidoarjo (ANTARA News) - Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak
dan Gas Bumi (BP Migas), Sabtu, mengambil sampel lumpur Lapindo
menyusul ditemukannya cairan pekat yang menyerupai minyak mentah yang
keluar dari semburan lumpur Lapindo.

Pengambilan sampel itu juga didampingi Badan Penanggulangan Lumpur
Sidoarjo (BPLS) dan ahli Geologi. "Untuk sementara kami akan
mengumpulkan data terlebih dahulu untuk diteliti di dalam
laboratorium," kata tim BP Migas, Yonathan, saat dikonfirmasi di
Sidoarjo, Jatim.

Untuk kesimpulan sementara, kandungan yang terdapat pada cairan itu
adalah Hidrokarbon (gas dan minyak), namun untuk memastikan minyak
atau bukan tentunya masih harus menunggu hasil laboratorium.

"Untuk memastikan hasilnya, kami harus menunggu hasil laboratorium
sekitar dua pekan lagi," katanya.

Sementara itu, Humas BPLS, Ahmad Zulkarnain mengatakan, belum bisa
melakukan langkah konkret yang akan dilakukan BPLS. "Untuk sementara
ini, kami masih menunggu hasil penelitian yang dilakukan BP Migas,"
katanya.

Bila kandungan minyak di dalam cairan itu ditemukan, katanya, pihaknya
akan melaporkan kepada dewan pengarah lumpur Lapindo di Jakarta.

Sebelumnya, dugaan minyak mentah berwarna hitam mengkilap keluar dari
dalam perut bumi di area pusat semburan. Fenomena itu muncul sejak 19
Maret lalu dan hingga kini masih terus mengalir bersama lumpur yang
menyembur/meluap.

BPLS mencatat dalam tiga tahun terakhir, minyak serupa muncul sudah
dua kali. Posisinya minyak mentah berada diatas lumpur panas yang
mengalir keluar dari pusat semburan.

"Kalau melihat dari dekat tanggul utama, akan kelihatan cairan hitam
yang tidak menyatu dengan lumpur itu," kata Zulkarnain.

Namun, ia mengaku tidak tahu debit minyak yang keluar mengiringi
lumpur panas itu. "Jumlah debit minyak mentah yang keluar dalam setiap
harinya, saya tidak tahu," katanya. (*)

COPYRIGHT © 2009

--
Dongeng anget :
http://rovicky.wordpress.com/2009/03/20/dunia-semakin-mbritish/

______________________________________________
The Indonesian Assosiation Of Geophysicists mailing list.
[email protected]
www.hagi.or.id

Kirim email ke