Senin 6 April 2009 pukul 03.32 waktu setempat (08.32 WIB) sebuah gempa 
berkekuatan 6.3 Mw (data USGS) membangunkan penduduk kota L'Aquila, Italia 
Tengah, yang tengah lelap tertidur. Serentak, sekitar 10.000 bangunan runtuh, 
menewaskan 150 orang dan melukai 1500 orang (data kerusakan gedung dan korban 
berdasarkan USGS). 
 
Tak lama setelah itu, ribuan orang memenuhi jalan-jalan di kota berjarak 90 km 
sebelah timurlaut kota Roma itu, lari pada subuh yang masih dingin dan gelap 
menghindari bangunan-bangunan yang mungkin akan segera runtuh oleh getaran 
susulan. Bisa dibayangkan kengerian yang terjadi kemarin subuh itu. 
 
Gempa ini, berdasarkan USGS centroid moment tensor solution, berasal dari suatu 
patahan normal berarah 337 deg NE dengan kemiringan 42 deg. Plotting lokasi 
episentrum pada peta tektonik Italia menunjukkan bahwa gempa dengan kedalaman 
10 km ini (data USGS sementara) berlokasi di bagian tengah Pegunungan Apennina, 
sebuah jalur pegunungan yang membujur BL-Tenggara di seluruh wilayah Italia, 
dari Teluk Taranto di Italia selatan sampai tepi selatan Cekungan Po di Italia 
utara. Dapat dilihat, bahwa jurus pematahan penyebab gempa ini sejajar dengan 
jalur Pegunungan Apennina.
 
Secara geologi, Pegunungan Apennina adalah kompleks akresi (mungkin melange) 
hasil subduksi kerak samudera di sebelah timur Italia. Secara tektonik 
regional, wilayah di sekitar Laut Tengah ini, meskipun kecil, sangat kompleks. 
Ada subduksi lempeng kecil Adriatik di bawah jalur Apennina dari timur ke barat 
- poisis subduksi di bawah Laut Adriatik,  ada benturan skala benua antara 
Lempeng Afrika dan Eurasia yang membangun Pegunungan Alpina di sebelah utara 
Italia, kemudian ada juga pembukaan cekungan Tyrrhenia di sebelah barat Italia. 
Dapat dianalisis lebih jauh apakah pembukaan kerak Tyrrhenia ini sebagai akibat 
benturan Afrika dan Eurasia di utara - sebagai respon escape tectonics; atau 
sebagai back-arc spreading oleh subduksi lempeng mikro Adriatik.
 
Pengepungan wilayah Italia oleh kompleks tektonik yang berlainan ini (subduksi, 
collision, dan pembukaan kerak) telah menghasilkan berbagai tectonic 
styles yang rumit di wilayah Italia maupun Laut Tengah bagian tengah. Gempa 
L'Aquila 6 April kemarin berhubungan dengan suatu patahan normal akibat 
regangan barat-timur yang memang mendominasi hampir seluruh jalur Pegunungan 
Apennina. Regangan ini sebagai akibat respon terhadap pembukaan kerak cekungan 
Tyrrhenia di sebelah barat Italia yang membuka lebih cepat dibandingkan dengan 
kompresi antara Afrika dan Eurasia. 
 
Menurut catatan USGS, wilayah Apennina bagian tengah ini, tempat gempa kemarin 
terjadi, telah mengalamai beberapa kejadian gempa penting. Korban terbesar 
tercatat pada tahun 1980, ketika sebuah gempa besar >7.0 Mw menggoyang wiayah 
Irpiona pada 23 November, menewaskan 2570 orang, melukai 8850 orang, dan 
membuat 30.000 orang menjadi pengungsi.
 
Gempa sebenarnya hanyalah reaksi atas suatu aksi regangan, gesekan atau desakan 
di antara kerak-kerak batuan di bawah permukaan Bumi. Tetapi, saat gaya gempa 
menggoyang kuat permukaan tanah di mana di atasnya hidup manusia dan 
pemukimannya, ceritanya menjadi lain.
 
salam,
awang
 
 
 


      

Kirim email ke