Yang saya bingung.....:

- cadangan sekitar 30-40 ribu barel per hari.....(?)
- akan dilakukan DST selama 2-3 bulan...(angka 30-40 ribu itu berarti bukan 
dari DST ya..?)
- DST ini akan menentukan apakah target produksi pada 2010 bisa tercapai...(?)
- Kalau sekarang masih uji produksi, apa mungkin tahun depan lapangan bisa 
produksi..? (tentunya harus bikin platform dll dulu yah...)
- nah yang terakhir ini yang paling membingungkan: > ENI sendiri rencananya 
akan membangun LNG terminal terapung (floating LNG
terminal) di blok Ambalat ==> lho ini lapangan gas atau minyak sih..

Mudah2an ada yang mau membantu mengurangi kebingungan saya.


salam,

2009/4/17 Soegiri <[email protected]>:
> http://www.detikfinance.com/read/2009/04/17/101616/1116906/4/eni-targetkan-blok-ambalat-mulai-produksi-2010
>
> Jakarta - ENI telah menemukan cadangan minyak sekitar 30-40 ribu barel per
> hariĀ  di lapangan Aster, blok Ambalat. Jika pengembangan berjalan lancar,
> maka produksi minyak dari lapangan tersebut bisa dilakukan pada 2010.
>
> Demikian disampaikan Dirjen Migas Evita Legowo usai Launching Pelayanan
> Investasi Migas Terpadu dan Gerakan Hemat BBM di Gedung Ditrektorat Jenderal
> Minyak dan Gas Bumi, Plaza Centris, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat
> (17/4/2009).
>
> "Indikasi awal terdapat 30-40 ribuĀ  barel per hari ini minyak dari lima
> sumur di lapangan Aster di wilayah Ambalat," jelas Evita.
>
> Evita menjelaskan, tahap selanjutnya adalah pelaksanaan Drill Stand Test
> (DST) di lapangan Aster selama 2 -3 bulan. Tes inilah yang menentukan apakah
> target produksi pada 2010 bisa tercapai.
>
> "Kita akan lakukan Drill Stand Test (DST) dulu dalam 2-3 bulan. Ini test
> pertama, kalau berhasil maka tahun 2010 bisa mulai produksi, kita hati-hati
> karena letaknya di perbatasan," kata Evita.
>
> Terkait letak lapangan yang berbatasan dengan Malaysia, Menteri ESDM Purnomo
> Yusgiantoro menghimbau agar tidak ada kekhawatiran terkait hal tersebut.
>
> "Ambalat adalah bagian dari wilayah NKRI karena itu sebetulnya wilayah kita
> di klaim mereka karena mereka bisa klaim wilayah Sipadan dan linggitan, ini
> tidak bisa," tegasnya.
>
> Bahkan Purnomo mengakui pihak Malaysia telah meminta agar wilayah tersebut
> dijadikan sebagai wilayah operasi bersama.
>
> "Memang mereka minta agar ini dijadikan sebgai wilayah operasi bersama. Saya
> menolaknya karena kalau menerima itu sama saja kita mengakui ambalat itu
> masuk ke wilayah mereka," tandas Purnomo.
>
> Untuk membahas berbagai persiapan pengembangan lapangan, pemerintah akan
> segera bertemu dengan CEO ENI dalam waktu dekat.
>
> "Kami akan segera bertemu dengan CEO ENI untuk membahas hal ini," katanya.
>
> ENI memang sudah meminta dukungan keamanan dari pemerintah Indonesia untuk
> pengembangan lapangan Ambalat. Lokasinya yang berbatasan dengan Malaysia
> membuat negeri Jiran itu juga tergiur akan potensi blok Ambalat.
>
> ENI sendiri rencananya akan membangun LNG terminal terapung (floating LNG
> terminal) di blok Ambalat.



      

Kirim email ke