Pemberitaan soal Ambalat dan Bukat perlu dilihat dengan kacamata berbeda dengan blok-blok yang lain. Adakalanya perlu pemberitaan yang agak bombastis untuk memberikan stimulus supaya sesuatu yg dianggap sangat penting menjadi pusat perhatian. Bahasa maduranya "gaining attention" ... seperti membunyikan "mercon bantingan Aceh" dulu itu :)
Bagi negara Indonesia blok ini sangat penting tidak hanya sisi tehnis dan ekonomis tetapi bermakna strategis teritorial. Sepertihalnya Amrik yang punya NSA. Kalau sudah dibilang "for national security" semua tunduk dan "mendukung". Dan dukungannyapun "All Out !". Tentusaja kalau bicara national security banyak hal akan dilanggar. KIta ndak bisa melankolis harus ngikuti ini itu sesuai aturan. Lah wong yang ndak ada hubungan dengan NS saja dilanggar kok ... wupst ! Nah kalau toh ada "dispute" dari sisi tehnis karena ungkapan atau penerimaan wartawan, sakjane wartawan ya sering rada ngawur, namun juga sebagai anggota organisasi profesi, semestinyalah memberitahukan bagaimana sebaiknya. Wartawan emang sering "kupluk" ngikuti karepe dewe. Namun kita-kita yang harus tidak kenal lelah memberitahukan ke khalayak ramai. Nggrundel ... gemrememeng ... rueruerueuruer di mailist ini saja ya ndak ada habisnya, dan pasti akan terulang salamanya. Aku ya ndak yakin Bu Evita atau Pak Menteri ndak ngerti aturan tehnisnya, ini kalau untuk blok-blok di Sumatra ya akan didendangkan dengan berbeda "nada dan iramanya". Secara pribadi aku salut dengan pemberitaan "bombastis" untuk masalah strategis. Tidak hanya sal teriotorial, bahkan discovery apapun mestinya diberitakan dengan gegap gempita. Aku sepakat bahwa menyebutkan reserves 30-40 juta barel sehari itu jelas kleru. Tetapi misalnya testing gas dengan walau hanya 3-5 mmcf/d pun kalau perlu press release. Dengan demikian gaung kesuksesan itu bisa sampai kemana-mana. Jangan hanya kalau drilling terkena gas kick dikit aja berita sudah membahana. Memang untuk angka-angka seringkali orang ngga nyimak angka besar atau kecil. Tapi sukses atau failure itu lebih menyimpan di otak. Salam sukses buat Pak Mario, ENI ! RDP -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2008-2011: ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... -------------------------------------------------------------------------------- tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!! akan dilaksanakan di Semarang 13-14 Oktober 2009 ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

