Febrie, Sebagai tambahan saja dari keterangan pak Awang, phenomena yang ada dapat ditafsirkan:
1. Berubahnya maturity depth ke tingkat yang lebih dangkal dapat disebabkan oleh event aliran fluida panas dari level lebih dalam ke lebih dangkal yang dapat terjadi kapan saja sepanjang sejarah geologinya. Kejadian ini tidak terpantau dari BHT saat ini. Tetapi data fluid inclusion dapat menunjukan hal tersebut 2. Dalam kasus penurunan heatflow dari 63 ke 40 bisa saja terjadi dalam satu cekungan yang sama seandainya terdapat zona over pressure jauh dibawah sumur. Zona overpressure ini tidak mentransfer energi panas, tetapi menahannya. Phenomena ini sering disebut "blanketing effect". Sedangkan zona over pressure biasanya terjadi di zona dimana terjadi laju sedimentasi sangat cepat. Wassalam, Safrizal -----Original Message----- From: Awang Satyana [mailto:[email protected]] Sent: Thursday, May 07, 2009 11:38 PM To: [email protected] Cc: Forum HAGI; Geo Unpad; Eksplorasi BPMIGAS Subject: Re: [iagi-net-l] basin modelling Febrie, Dalam pemodelan termal, baik untuk membangun modelnya maupun untuk kalibrasinya, dua hal harus dicek dulu : BHT dan Ro. BHT dari log header sumur harus dikoreksi dulu dikembalikan ke panas asalnya sebelum didinginkan oleh sirkulasi lumpur sebelum logging (koreksi a.l. bisa dilakukan melalui Horner plot). Publikasi BHT mestinya telah corrected BHT. Ro, memang suka mengalami supresi, sebandingkan dengan nilai T-max di kedalaman yang sama, bila Ro tersupresi lakukan koreksi juga Bila sumur A-B-C terjadi di setting tektonik yang sama dengan tipe basement yang sama, biasanya heatflow menunjukkan nilai yang tak sampai bervariasi di atas 10 mW/m2. Artinya nilai heatflow 61-63.7 mW/m2 masih dalam satu kelompok. Tetapi bila heatflow di sumur C sebesar 40 mW/m2, jelas anomali terhadap sumur A dan B. Di tempat dalam biasanya sedimen diendapkan dengan cepat, kadang-kadang ia memicu terjadinya diapir. Karakteristik termal diapir, ia cenderung mengangkat maturity window karena proses aquatermal di dalam diapir. Dalam kasus ini, maturity window bisa mendangkal meskipun geological setting-nya mendalam, nilai BHT akan lebih tinggi dibandingkan dengan BHT di sekitarya. Nilai heatflow di kerak benua dengan tektonik aktif tak mungkin hanya kurang dari 1 HFU atau sekitar 40 mW/m2 (Allen and Allen, 2005). Kalau wilayahnya extensional basin, HF pada saat active (synrift) back arc basins rata2 70-85 mW/m2, kalau synrift passive margin 60-80 mW/m2. Nilai sekitar 40 mW/m2 itu hanya ada di wilayah forearc basin yang tak berhubungan dengan arc magmatism, HFU sekitar 40-50 mW/m2 ada di thermally subsiding (postrift)rift or passive margin. Coba cek dulu setting tektonik wilayah sumur A-B-C ini dan bandingkan dengan sebaran nilai HFU di atas. Modeling termal yang menghasilkan HF 40 mW/m2 kelihatannya tidak benar. salam, awang --- On Wed, 5/6/09, Febrie Ekaninggarani <[email protected]> wrote: > From: Febrie Ekaninggarani <[email protected]> > Subject: [iagi-net-l] basin modelling > To: "[email protected]" <[email protected]> > Date: Wednesday, May 6, 2009, 4:56 PM > Pak Awang, > > Saat ini saya sedang melakukan 1D basin modeling pada > beberapa sumur di suatu daerah. Sumur2 tersebut arahnya > relative barat-timur, dimana semakin ke timur sumur semakin > dalam. > Tujuan dari 1D basin modeling ini adalah untuk melakukan > korelasi maturity window di sumur2 tersebut. > > Pada sumur A, yang paling barat, saya masukkan data > corrected BHT. Saya masukkan juga data Tmax dan data Ro > untuk kalibrasi. Sudah saya pastikan bahwa Ro tidak > mengalami supresi berdasarkan ciri suppressed Ro yang dulu > pernah Bapak sebutkan (kandungan HI, persentase exinite). > Hasil kalibrasi bagus (menggunakan data BHT), saya dapatkan > nilai heatflow sekitar 61 mW/m2. Untuk sumur A ini, mid > mature berada pada depth (katakan saja) 4000 ft > > Pada sumur B yang berada 4 km di sebelah timurnya (lebih > dalam), saya masukkan juga data Tmax dan Ro. Sudah saya > pastikan juga bahwa Ro tidak mengalami supresi. Hasil > kalibrasi juga bagus (juga menggunakan data BHT), saya > dapatkan nilai heatflow sekitar 62 mW/m2. Mid mature berada > pada depth (katakan saja) 4200 ft. > > Kemudian saya lakukan analisa basin modeling pada sumur C > yang berada 10 km di sebelah timurnya. Sudah saya pastikan > juga bahwa Ro tidak mengalami supresi. Namun hasil kalibrasi > amat jelek (menggunakan data BHT). Ronya tidak matang. > Tmaxnya lumayan matang. Maturity hasil pemodelan malah > kelewat matang. > - Jika saya anggap maturity pemodelan adalah > benar, heatflow yang saya dapatkan adalah 63.7 mW/m2 ~ 1.5 > HFU. Masih dalam range yang sama dengan sumur2 sebelumnya. > Tapi mid mature berada pada depth (katakan saja) 2500 ft > padahal sumur ini lebih dalam daripada 2 sumur sebelumnya > - Jika saya anggap data Ro adalah benar, saya > dekatkan maturity hasil pemodelan ke data Ro, maka heatflow > yang saya dapatkan adalah 40 mW/m2 = 1HFU. Mid mature > terletak pada depth (katakan saja) 5000 ft. > > Terus terang, saya bingung, data apa yang saya pakai > sebagai patokan, Pak. Data BHT rasanya tidak salah karena > sudah pernah institusi2 lain membuat peta gradien geothermal > dan memang begitu adanya. Sedangkan data Ro juga sudah > dianalisa dengan lengkap dan bagus, rangenya pun rapat. > > Jika yang benar adalah data BHT, apa memang bisa terjadi > maturity window yang semakin dangkal dimana posisi sumur > semakin dalam, Pak? Kira2 apa sebabnya? Sebagai info, disini > basement belum dapat dipetakan. > Jika yang benar adalah data Ro, apa yang menyebabkan > pengukuran BHT menjadi jauh lebih tinggi? Apa mungkin di > kerak benua dan daerah tektonik yang aktif, nilai > heatflownya hanya sekitar 40 mW/m2? > > Mohon pencerahannya. > > Terima kasih sebelumnya, > -febrie- > > ________________________________ > This e-mail and any information contained are confidential > and legally privileged. It is intended solely for the use of > the individual or entity to whom it is addressed and others > authorized to receive it. If you are not the intended > recipient, you are hereby notified that any disclosure, > copying, distribution or taking any action in reliance on > the contents of this e-mail is strictly prohibited and may > be unlawful. If you have received this e-mail in error, > please notify us immediately by responding to this e-mail or > by telephone MedcoEnergi IS Division Helpdesk on +62 21 > 83991234 then delete this email including any attachment(s) > from your system. MedcoEnergi does not accept liability for > damage caused by any of the foregoing. This e-mail is from > PT MedcoEnergi Internasional Tbk and Subsidiaries, having > Registered Address at Graha Niaga Level 16, Jakarta, > Indonesia. ------------------------------------------------------------------------ -------- PP-IAGI 2008-2011: ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... ------------------------------------------------------------------------ -------- tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!! akan dilaksanakan di Semarang 13-14 Oktober 2009 ------------------------------------------------------------------------ ----- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. --------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2008-2011: ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... -------------------------------------------------------------------------------- tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!! akan dilaksanakan di Semarang 13-14 Oktober 2009 ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

