Febrie,

Dalam pemodelan termal, baik untuk membangun modelnya maupun untuk 
kalibrasinya, dua hal harus dicek dulu : BHT dan Ro. BHT dari log header sumur 
harus dikoreksi dulu dikembalikan ke panas asalnya sebelum didinginkan oleh 
sirkulasi lumpur sebelum logging (koreksi a.l. bisa dilakukan melalui Horner 
plot). Publikasi BHT mestinya telah corrected BHT. Ro, memang suka mengalami 
supresi, sebandingkan dengan nilai T-max di kedalaman yang sama, bila Ro 
tersupresi lakukan koreksi juga

Bila sumur A-B-C terjadi di setting tektonik yang sama dengan tipe basement 
yang sama, biasanya heatflow menunjukkan nilai yang tak sampai bervariasi di 
atas 10 mW/m2. Artinya nilai heatflow 61-63.7 mW/m2 masih dalam satu kelompok. 
Tetapi bila heatflow di sumur C sebesar 40 mW/m2, jelas anomali terhadap sumur 
A dan B. 

Di tempat dalam biasanya sedimen diendapkan dengan cepat, kadang-kadang ia 
memicu terjadinya diapir. Karakteristik termal diapir, ia cenderung mengangkat 
maturity window karena proses aquatermal di dalam diapir. Dalam kasus ini, 
maturity window bisa mendangkal meskipun geological setting-nya mendalam, nilai 
BHT akan lebih tinggi dibandingkan dengan BHT di sekitarya.

Nilai heatflow di kerak benua dengan tektonik aktif tak mungkin hanya kurang 
dari 1 HFU atau sekitar 40 mW/m2 (Allen and Allen, 2005). Kalau wilayahnya 
extensional basin, HF pada saat active (synrift) back arc basins rata2 70-85 
mW/m2, kalau synrift passive margin 60-80 mW/m2. Nilai sekitar 40 mW/m2 itu 
hanya ada di wilayah forearc basin yang tak berhubungan dengan arc magmatism, 
HFU sekitar 40-50 mW/m2 ada di thermally subsiding (postrift)rift or passive 
margin.

Coba cek dulu setting tektonik wilayah sumur A-B-C ini dan bandingkan dengan 
sebaran nilai HFU di atas. Modeling termal yang menghasilkan HF 40 mW/m2 
kelihatannya tidak benar.

salam,
awang

--- On Wed, 5/6/09, Febrie Ekaninggarani <[email protected]> 
wrote:

> From: Febrie Ekaninggarani <[email protected]>
> Subject: [iagi-net-l] basin modelling
> To: "[email protected]" <[email protected]>
> Date: Wednesday, May 6, 2009, 4:56 PM
> Pak Awang,
> 
> Saat ini saya sedang melakukan 1D basin modeling pada
> beberapa sumur di suatu daerah. Sumur2 tersebut arahnya
> relative barat-timur, dimana semakin ke timur sumur semakin
> dalam.
> Tujuan dari 1D basin modeling ini adalah untuk melakukan
> korelasi maturity window di sumur2 tersebut.
> 
> Pada sumur A, yang paling barat, saya masukkan data
> corrected BHT. Saya masukkan juga data Tmax dan data Ro
> untuk kalibrasi. Sudah saya pastikan bahwa Ro tidak
> mengalami supresi berdasarkan ciri suppressed Ro yang dulu
> pernah Bapak sebutkan (kandungan HI, persentase exinite).
> Hasil kalibrasi bagus (menggunakan data BHT), saya dapatkan
> nilai heatflow sekitar 61 mW/m2. Untuk sumur A ini, mid
> mature berada pada depth (katakan saja) 4000 ft
> 
> Pada sumur B yang berada 4 km di sebelah timurnya (lebih
> dalam), saya masukkan juga data Tmax dan Ro. Sudah saya
> pastikan juga bahwa Ro tidak mengalami supresi. Hasil
> kalibrasi juga bagus (juga menggunakan data BHT), saya
> dapatkan nilai heatflow sekitar 62 mW/m2. Mid mature berada
> pada depth (katakan saja) 4200 ft.
> 
> Kemudian saya lakukan analisa basin modeling pada sumur C
> yang berada 10 km di sebelah timurnya. Sudah saya pastikan
> juga bahwa Ro tidak mengalami supresi. Namun hasil kalibrasi
> amat jelek (menggunakan data BHT). Ronya tidak matang.
> Tmaxnya lumayan matang. Maturity hasil pemodelan malah
> kelewat matang.
> -          Jika saya anggap maturity pemodelan adalah
> benar, heatflow yang saya dapatkan adalah 63.7 mW/m2 ~ 1.5
> HFU. Masih dalam range yang sama dengan sumur2 sebelumnya.
> Tapi mid mature berada pada depth (katakan saja) 2500 ft
> padahal sumur ini lebih dalam daripada 2 sumur sebelumnya
> -          Jika saya anggap data Ro adalah benar, saya
> dekatkan maturity hasil pemodelan ke data Ro, maka heatflow
> yang saya dapatkan adalah 40 mW/m2 = 1HFU. Mid mature
> terletak pada depth (katakan saja) 5000 ft.
> 
> Terus terang, saya bingung, data apa yang saya pakai
> sebagai patokan, Pak. Data BHT rasanya tidak salah karena
> sudah pernah institusi2 lain membuat peta gradien geothermal
> dan memang begitu adanya. Sedangkan data Ro juga sudah
> dianalisa dengan lengkap dan bagus, rangenya pun rapat.
> 
> Jika yang benar adalah data BHT, apa memang bisa terjadi
> maturity window yang semakin dangkal dimana posisi sumur
> semakin dalam, Pak? Kira2 apa sebabnya? Sebagai info, disini
> basement belum dapat dipetakan.
> Jika yang benar adalah data Ro, apa yang menyebabkan
> pengukuran BHT menjadi jauh lebih tinggi? Apa mungkin di
> kerak benua dan daerah tektonik yang aktif, nilai
> heatflownya hanya sekitar 40 mW/m2?
> 
> Mohon pencerahannya.
> 
> Terima kasih sebelumnya,
> -febrie-
> 
> ________________________________
> This e-mail and any information contained are confidential
> and legally privileged. It is intended solely for the use of
> the individual or entity to whom it is addressed and others
> authorized to receive it. If you are not the intended
> recipient, you are hereby notified that any disclosure,
> copying, distribution or taking any action in reliance on
> the contents of this e-mail is strictly prohibited and may
> be unlawful. If you have received this e-mail in error,
> please notify us immediately by responding to this e-mail or
> by telephone MedcoEnergi IS Division Helpdesk on +62 21
> 83991234 then delete this email including any attachment(s)
> from your system. MedcoEnergi does not accept liability for
> damage caused by any of the foregoing. This e-mail is from
> PT MedcoEnergi Internasional Tbk and Subsidiaries, having
> Registered Address at Graha Niaga Level 16, Jakarta,
> Indonesia.



      

--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!!
akan dilaksanakan di Semarang
13-14 Oktober 2009
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke