Aku ngobrol dengan kawan yang kebetulan juga sarjana T Nuklir konon katanya ledakannya dua kali energi si gintung !
RDP ---------- Forwarded message ---------- From: Ma'rufin Sudibyo <[email protected]> Date: 2009/5/26 Subject: Re: Fwd: [iagi-net-l] Ledakan Nuklir Korea Utara Timbulkan Gempa 25 Mei 2009 To: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> Yap yang dulu memang fizzle atau lengkapnya partially detonation. Artinya ada sebagian material fissil (alias bahan nuklir) yang terkompresi terlebih dahulu sehingga timbul ledakan pendahuluan atau predetonation dengan yield (energi/kekuatan ledakan) 0,2 kiloton TNT. Predetonation pada uji nuklir Korea Utara 2006 itu kemungkinan disebabkan oleh kekurangakuratan mereka dalam menempatkan bahan-bahan peledak konvensional yang harus dibentuk sferis/lensing menyelubungi bahan nuklir sehingga implosi (gelombang kejut ke pusat bangun sferis) yang seharusnya seragam di setiap titik dan berguna untuk menaikkan massa jenis bahan nuklir yang digunakan secara singkat ternyata tidak seragam. Sebagai catatan, nuklir Korea Utara itu menggunakan bahan nuklir Plutonium-239 yang lebih simple (karena massa kritisnya hanya 10 kg, dibandingkan Uranium-235 yang bisa mencapai 50 kg) dan untuk itu satu-satunya metode yang bisa digunakan adalah metode spherical implosion dimana Plutonium dibentuk menjadi bola sempurna dengan pusat bola diisi sumber neutron (biasanya Berilium dicampur Curium-244). Kemudian Plutonium dan sumber neutron ini ditempatkan dalam sebuah pusat bola bahan peledak konvensional. Untuk uji nuklir 2009 ini, sepertinya mereka sukses dan berhasil memperbaiki kesalahan uji nuklir 2006. Namun angka yield-nya tidak sampe 20 kiloton TNT-lah seperti yang dikatakan Kementrian Pertahanan Russia itu. Sebab dengan body-wave magnitude (Mb) ledakan = 4,7 skala Richter, bisa dideduksi bahwa energi ledakan yang terkonversi menjadi energi getaran (gempa) hanyalah 0,17 kiloton TNT atau setara dengan 170 ton TNT (alias dua kali lipat energi amukan Situ Gintung). Dengan demikian fraksi pengubahan energi ledakan ke energi gempa hanyalah = 0,17 / 20 = 0,008 saja. Angka ini terlalu kecil untuk kejadian peledakan nuklir bawah tanah dalam, dan hanya berlaku untuk kejadian peledakan permukaan tanah atau bawah tanah dangkal saja. Untuk peledakan bawah tanah dalam, fraksinya biasanya 0,2 - 0,33. Ada persamaan empirik yang menghubungkan body-wave magnitude gempa produk ledakan dalam skala Richter (Mb) dengan yield ledakan dalam kiloton TNT (W), dalam bentuk : Mb = C + 0,75 log W Dengan C = konstanta kestabilan geologi lokasi peledakan nuklir bawah tanah dalam, yang secara rata-rata berharga 7,9 - 4,5. Namun untuk uji nuklir Korea Utara 2006, ternyata didapatkan konstanta C disana sebesar 4,7. Dengan C = 4,7 ini dan karena uji nuklir 2009 ini dilakukan pada lokasi yang sama, maka untuk Mb = 4,7 skala Richter kita mendapatkan W = 1 kiloton TNT. Dengan demikian fraksi energi ledakan yang terkonversi menjadi energi gempa adalah sebesar = 0,17/1 = 0,17 atau dibulatkan saja menjadi 0,2. Fraksi ini sesuai dengan data empiris dari eksperimen bawah tanah yang pernah dilakukan AS dan Perancis. Dengan W = 1 kiloton TNT, bom nuklir Korea Utara ini masuk ke dalam kategori TADM (Tactical Atomic Demolition Munition) alias bom nuklir taktis. Bom taktids ini terlalu kecil untuk dimasukkan ke dalam hululedak rudal karena tak sanggup memberikan penghancuran berskala luas alias berskala strategis. Namun karena Korea Utara sudah menguasai teknologi spherical implosion ini dan ada gelagat mereka juga sedang giat mempelajari salah satu dari dua metode perakitan bom hidrogen/termonuklir, yakni antara metode layer cake/alarm clock/sloika Sakharov dengan metode staged radiation implosion/Teller-Ulam cake, so jika keadaan seperti ini terus berlangsung, dalam jangka 5 tahun ke depan kemungkinan Korea Utara sudah bisa melahirkan bom-bom termonuklir dengan yield rata-rata 100 kiloton TNT. Salam, Ma'rufin *From:* Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> *To:* Ma'rufin Sudibyo <[email protected]> *Sent:* Tuesday, May 26, 2009 8:43:06 AM *Subject:* Fwd: [iagi-net-l] Ledakan Nuklir Korea Utara Timbulkan Gempa 25 Mei 2009 Kalau ga salah yang dulu crap ! Yang kali ini nuklirnya nggembos atau mejen lagi ndak ? RDP ---------- Forwarded message ---------- From: Awang Satyana <[email protected]> Date: 2009/5/26 Subject: [iagi-net-l] Ledakan Nuklir Korea Utara Timbulkan Gempa 25 Mei 2009 To: IAGI <[email protected]>, Geo Unpad <[email protected]>, Forum HAGI <[email protected]>, Eksplorasi BPMIGAS <[email protected]> 9 Oktober 2006, Korea Utara menguji bom nuklirnya dengan meledakkannya di sebuah terowongan gunung di pantai timur laut wilayahnya. Ledakan ini menimbulkan gempa berkekuatan 4,2 Mb (body wave magnitude). Uji coba ini langsung diprotes banyak negara, terutama tetangga terdekatnya Korea Selatan dan Jepang. Lihat ulasan saya tentang hal ini sekitar 2,5 tahun yang lalu (dilampirkan di bawah). Rupanya Korea Utara tak mempedulikan protes-protes itu sebab yang namanya protes biasanya hanya ramai pada awal kejadian dan segera menghilang tertiup angin... Maka, Korea pun menguji kembali bom nuklirnya pada Senin kemarin, 25 Mei 2009, pukul 09.54 waktu setempat (pukul 07.54 WIB). Kali ini, bom nuklir dikubur di kedalaman 300 meter dan diledakkan. Menurut militer Rusia, uji nuklir tersebut berkekuatan sekitar 20 kilo ton (satu kilo ton setara dengan 1000 ton bahan peledak TNT -tri nitro toluena, 1000 ton TNT setara dengan kekuatan bom atom yang dijatuhkan Tentara Sekutu di Nagasaki, Jepang pada akhir Perang Dunia II Agustus 1945). Berarti, bom nuklir yang diuji Korea Utara kemarin kekuatannya sebesar 20 bom atom Nagasaki. Tentu saja getaran terjadi dan menimbulkan gempa. Gelombangnya tertangkap stasiun2 gempa dan dilaporkan USGS (United States Geological Survey). Berikut data detailnya : Earthquake Details Magnitude 4.7 Date-Time Monday, May 25, 2009 at 00:54:43 UTC Monday, May 25, 2009 at 09:54:43 AM at epicenter Time of Earthquake in other Time Zones Location 41.306°N, 129.029°E Depth 0 km (~0 mile) set by location program Region NORTH KOREA Distances 70 km (45 miles) NNW of Kimchaek, North Korea 95 km (60 miles) SW of Chongjin, North Korea 180 km (115 miles) SSW of Yanji, Jilin, China 375 km (235 miles) NE of PYONGYANG, North Korea Location Uncertainty horizontal +/- 3.8 km (2.4 miles); depth fixed by location program Parameters NST= 75, Nph= 75, Dmin=371.4 km, Rmss=0.57 sec, Gp= 72°, M-type=body wave magnitude (Mb), Version=A Source USGS NEIC (WDCS-D) Masih menurut USGS, perbandingan seismogram antara gempa 9 Oktober 2006 dan 25 Mei 2009 menunjukkan kesamaan, mengartikan bahwa kedua gempa yang disebabkan ledakan nuklir ini secara spatial berdekatan dan sejenis, tetapi gempa kemarin lebih besar (4.3 Mb vs. 4.7 Mb). Apakah gempa karena ledakan nuklir ini telah memicu gempa sesungguhnya (karena gaya endogen), itu bisa dilihat di waveform-nya, melihat kemunculan P-wave pertama, P-wave kedua, dan S-wave pertama, sambil melihat kapan munculnya. Dalam waktu bersamaan, Korea Utara juga menguji peluru kendalinya yang berdaya jelajah pendek (130 km). Sebagai informasi, Korea Utara memiliki rudal antar benua (bernama Taepodong-2 / Unha-2) yang punya daya jelajah sampai 6700 km dari titik lontarnya. Itu artinya bila rudal ini ditembakkan dari Pyongyang ia bisa mencapai Australia Utara, termasuk Indonesia. Wilayah Indonesia, yang lautannya luas, dengan pulau-pulau terluar yang berpencar ke segala penjuru, mestinya dijaga dengan ketat sebelum diakui dan dirampas pihak asing. Bagaimana bisa begitu, bila untuk sarana persenjataan pun main kanibalisme, persis seperti yang suka dilakukan montir di jalanan. Manakala kanibalisme dilakukan kepada pesawat, siap-siaplah suatu hari nanti pesawat itu akan jatuh...! Banyak kasus telah terjadi, termasuk malapetaka Hercules kemarin ini. Tragedi sebuah negara bersumberdaya Bumi kaya, laut luas, tetapi minim pengamanan. salam, awang LAMPIRAN [iagi-net-l] Percobaan Nuklir Korea Utara 9 Oktober 2006 Menggetarkan Bumi Awang Harun Satyana Mon, 09 Oct 2006 20:09:29 -0700 Saat Yogyakarta digoncang gempa Mei 2006, ramai diributkan issue bahwa gempa tersebut akibat percobaan nuklir di bawah Samudra Hindia. Issu ini kita tahu tidaklah benar. Tetapi, kemarin pagi Korea Utara sukses menguji peledakan bom nuklirnya, dan ledakan ini jelas menimbulkan gempa, walau kekuatannya kecil (3,58 SR-skala Richter atau 4.2 Mb - body magnitude). USGS mencatat getaran ini. Mohon diperhatikan bahwa kedalaman pusat gempa adalah 0 km sebab percobaan bom nuklir ini dilakukan Korea Utara di sebuah terowongan horizontal di sebuah gunung berketinggian 360 meter dpl di kawasan Kilju, pantai timur laut Korea Utara. Bagaimana dampak uji coba nuklir ? Di permukaan ia akan : memusnahkan semua benda di muka tanah, mencemari dalam jangka panjang, awan radioaktif menjangkau kawasan luas. Di bawah tanah : energi ledakan akan diserap, merusak struktur tanah, kebocoran radiasi, pencemaran jangka panjang. Di bawah laut : ledakan gelombang merusak struktur dasar laut, pencemaran jangka panjang. Di atmosfer : gelombang elektromagnetik merusak sistem elektronik satelit dan ionosfer Bumi, cahaya silaunya merusak retina mata. Tetapi pejabat berwenang mengatakan "uji coba nuklir telah berhasil dilakukan dalam keadaan aman. Uji coba ini adalah peristiwa bersejarah dan sangat menggembirakan rakyat dan tentara Korea (Utara) yang sudah lama menginginkan sistem pertahanan mandiri dan kuat" Saat ini, sistem senjata nuklir di dunia dimiliki oleh : AS, Rusia, Inggris, Prancis, Cina, India, Pakistan, Israel (katanya), Korea Utara. Walaupun AS punya senjata nuklir, mereka mengecam Iran yang tengah mengembangkan tenaga nuklirnya untuk keperluan energi. Percobaan nuklir Korea Utara dikecam seluruh dunia, tetapi secara geologi ia juga menggetarkan Bumi. Earthquake Details Magnitude <http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/recenteqsww/glossary.php#magnitude> 4.2 (Light) <http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/recenteqsww/glossary.php#class> Date-Time <http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/recenteqsww/glossary.php#date > * Monday, October 9, 2006 at 01:35:27 (UTC) = Coordinated Universal Time * Monday, October 9, 2006 at 10:35:27 AM = local time at epicenter Time of Earthquake in other Time Zones <javascript:void()> Location <http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/recenteqsww/glossary.php#location> 41.294°N, 129.134°E Depth <http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/recenteqsww/glossary.php#depth> 0 km (~0 mile) set by location program Region <http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/recenteqsww/glossary.php#region> NORTH KOREA Distances <http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/recenteqsww/glossary.php#distances> 70 km (40 miles) N of Kimchaek, North Korea 90 km (55 miles) SW of Chongjin, North Korea 180 km (115 miles) S of Yanji, Jilin, China 385 km (240 miles) NE of PYONGYANG, North Korea Location Uncertainty <http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/recenteqsww/glossary.php#uncertainty> horizontal +/- 9.6 km (6.0 miles); depth fixed by location program Parameters <http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/recenteqsww/glossary.php#parameters> Nst= 17, Nph= 17, Dmin=371.4 km, Rmss=0.86 sec, Gp= 83°, M-type=body magnitude (Mb), Version=7 Source <http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/recenteqsww/glossary.php#source> USGS NEIC (WDCS-D) Event ID < http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/recenteqsww/glossary.php#eventid> ustqab * This event has been reviewed by a seismologist. Salam, awang -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2008-2011: ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... -------------------------------------------------------------------------------- ayo meriahkan PIT ke-38 IAGI!!! yg akan dilaksanakan di Hotel Gumaya, Semarang 13-14 Oktober 2009 ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. --------------------------------------------------------------------- -- http://rovicky.wordpress.com/2009/05/15/pak-boediono-diperlukan-dimana/ -- http://rovicky.wordpress.com/2009/05/15/pak-boediono-diperlukan-dimana/

