Dalam kasus sengketa Ambalat, wajar kita semakin emosi sebab tahun-tahun 
belakangan ini negara serumpun itu (Malaysia) seolah mengganggu kita 
(Indonesia) dengan berbagai pengakuan, mulai dari mengakui Reog Ponorogo, 
rendang Padang, batik sebagai milik mereka; mengakuisisi banyak lahan di 
Sumatra dan Kalimantan untuk ditanami sawit dan CPO (crude palm oil-nya) diolah 
mereka lalu minyak sawitnya dijual ke Indonesia dan dibeli rakyat Indonesia 
dengan harga mahal (lihat ulasan saya "Tragis Rayuan Pulau Kelapa"); memborong 
naskah-naskah kuno Melayu ke Riau daratan dan Riau kepulauan sampai ke Pulau 
Penyengat agar mereka layak disebut aslinya Melayu; sampai kasus terakhir ala 
sinetron Manohara; dan kini Ambalat.

Kedaulatan dan hak berdaulat (secara hukum internasional ini dua terminologi 
berbeda) harus ditegakkan dan dibela tidak saja dengan PELURU tetapi juga 
dengan PENGETAHUAN. Maka, sebaiknya kita harus siapkan dua hal itu apabila kita 
kelak berkonfrontasi dengan negara-negara tetangga soal perbatasan. PELURU 
penting untuk menggebrak musuh, PENGETAHUAN penting untuk berjaya dalam 
meja-meja perundingan.

Penyelesaian sengketa perbatasan dengan PELURU tidak dianjurkan sebagaimana 
diatur dalam Piagam PBB Pasal 2 Ayat 3. Negara-negara penandatangan UNCLOS 1982 
(United Nations Convention on the Law of the Sea) seperti Indonesia harus 
mematuhi ketentuan bahwa penyelesaian suatu sengketa mengenai penafsiran dan 
penerapan Konvensi melalui jalan damai. Bila ada sengketa, maka UNCLOS akan 
menugaskan empat lembaga ini : Mahkamah Internasional, Pengadilan Internasional 
untuk Hukum Laut, Arbitrasi Umum, atau Arbitrasi Khusus. Maka, kita harus siap 
dengan PENGETAHUAN kita untuk duduk di perundingan2 tersebut.

Akan halnya kekalahan Indonesia di Sipadan dan Ligitan (sebelah utara Ambalat) 
adalah karena Indonesia tidak bisa menunjukkan bukti bahwa Belanda (penjajah 
Indonesia) telah memiliki kedua pulau itu; sementara Malaysia bisa menunjukkan 
bukti bahwa Inggris (penjajah Malaysia) memiliki dan mengelola kedua pulau itu. 
Dalam Hukum Internasional dikenal istilah "Uti Possidetis Juris" yang artinya 
negara baru akan memiliki wilayah atau batas wilayah yang sama dengan bekas 
penjajahnya. Dalam sengketa Sipadan-Ligitan, Indonesia dan Malaysia bersepakat 
istilah "warisan penjajah" itu berlaku untuk wilayah-wilayah yang dikuasai 
sebelum tahun 1969. Jadi Mahkamah Internasional memenangkan Malaysia saat itu 
bukan karena Malaysia pada tahun 1990-an telah membangun resort di kedua pulau 
itu; tetapi karena Inggris sebelum tahun 1969 telah menununjukkan penguasaan 
yang efektif atas kedua pulau itu berupa pungutan pajak atas pemungutan telur 
penyu, operasi mercu suar, dan
 aturan perlindngan satwa.

Tentang sengketa Ambalat, yang diributkan Indonesia dan Malaysia saat ini 
dengan ketegangan, adalah bukan sengketa pulau, tetapi sengketa sebuah blok 
dasar laut yang dikenal dengan landas kontinen yang disebut Landas Kontinen 
Ambalat. 

Indonesia telah mengeluarkan UU terbaru tentang Wilayah Negara (UU RI Nomor 43 
Tahun 2008). Dalam UU itu, yang mengacu kepada UNCLOS 1982, jelas daitur soal 
definisi dan penguasaan Landas Kontinen. Dan, dalam hal ini para ilmuwan 
geosains (geologi, geofisika, geodesi, oseanografi dan sejenisnya akan besar 
peranannya dalam membangun PENGETAHUAN untuk membela hak berdaulat Indonesia 
atas Landas Kontinen Ambalat). UU RI No. 43/2008 Bab I (Ketentuan Umum) Pasal 1 
mendefinisikan Landas Kontinen Indonesia meliputi dasar laut dan tanah di 
bawahnya dari area di bawah permukaan laut yang terletak di luar laut 
teritorial, sepanjang kelanjutan alamiah wilayah daratan hingga pinggiran luar 
tepi kontinen, atau hingga suatu jarak 200 (dua ratus) mil laut dari garis 
pangkal dari mana lebar laut teritorial diukur, dalam hal pinggiran luar tepi 
kontinen tidak mencapai jarak tersebut, hingga paling jauh 350 (tiga ratus lima 
puluh) mil laut sampai dengan jarak 100
 (seratus) mil laut dari garis kedalaman 2500 (dua ribu lima ratus) meter.

Jelas, bahwa Landas Kontinen Indonesia ke arah Sabah Malaysia bisa 
didefinisikan dengan berbagai kriteria :

a. jarak sampai 200 mil laut jika tepian luar kontinen tidak mencapai jarak 200 
mil laut tersebut;

b. kelanjutan alamiah wilayah daratan di bawah laut hingga tepian luar kontinen 
yang lebarnya tidak boleh melebihi 350 mil laut yang diukur dari gars dasar 
Laut Teritorial jika di luar 200 mil laut masih terdapat daerah dasar laut yang 
merupakan kelanjutan alamiah dari wilayah daratan dan jika memenuhi kriteria 
kedalaman sedimentasi yang ditetapkan dalam UNCLOS 1982;

c. tidak boleh melebihi 100 mil laut dari garis kedalaman (isobath) 2500 meter.

Menjawab pertanyaan Pak Andik, apapun jenis tepi kontinen (active & passive 
margin) akan ditentukan dengan kriteria-kriteria di atas. Maka, para geosaintis 
Indonesia, mari kita bangun PENGETAHUAN kita dengan ketentuan2 di atas, kita 
periksa Landas Kontinen Indonesia di wilayah Ambalat agar kita siap di 
meja-meja perundingan kalau kasus ini sampai ke Mahkamah Internasional. Sejauh 
ini, perundingan2 bilateral Indonesia-Malaysia soal Ambalat tak membuahkan 
hasil. Memang perundingan2 sengketa perbatasan selalu alot, dan bisa 
bertahun-tahun; dari 5 tahun (kasus perbatasan dengan Singapura) -30 tahun 
(kasus perbatasan dengan Vietnam).

Tentu banyak data geologi, seismik, multibeam, dll. dapat berperan sangat 
signifikan dalam hal ini.

Tetapi bila kapal perang Malaysia pertama kali melontarkan PELURU ke kapal 
perang Indonesia maka balas saja mereka. Lawan Indak Dicari, Basuo Pantang 
Dielakkan !

salam,
Awang

--- On Wed, 6/3/09, Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> wrote:

> From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
> Subject: Re: [Forum-HAGI] Ambalat
> To: "Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia" <[email protected]>
> Date: Wednesday, June 3, 2009, 2:55 PM
> Dulu (dua tahun lalu) sewaktu ada
> kasus yang sama, JK sudah jadi
> wapres, tapi JK diem aja ! Mboh dia wektu itu sedang kemana
> :P
> Wektu itu SBY langsung mendatangi daerah perbatasan.
> Memberikan arahan
> dan semangat kepada prajurit gugus depan. Namun memang
> harus diakui
> peralatan serta suply logistik tentara Indonesia-nya cukup
> mengkhawatirkan dibandingkan Malesa.
> Yang penting jangan lengah, walaupun sibuk ada Philprez
> 
> RDP
> 'bukan tim pemenangan Chaprez'
> 
> 2009/6/3 Sasongko Hadipandoyo <[email protected]>:
> > Saya bukan anggota tim pemenangnya JK, tapi kok
> rasanya saya setuju
> > buanget dengan komentar JK: ..... tembak saja".
> > Simbah saya bilang "di wenehi ati ngrogoh rempelo
> ...". Apa KRI kita
> > bisa-bisanya cuma nakut-nakutin aja dan ndak berani
> nembak?
> > Kali anggarannya ndak ada buat beli pelor ya ....
> >
> > SH
> >
> > -----Original Message-----
> > From: [email protected]
> [mailto:[email protected]]
> On
> > Behalf Of Muharram Jaya Panguriseng
> > Sent: Wednesday, June 03, 2009 12:16 PM
> > To: 'Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia'
> > Subject: Re: [Forum-HAGI] Ambalat
> >
> > Kekeluargaan sudah Pak tetapi gagal, Manohara sudah
> kembali dari misi
> > berurai air mata he he he ...
> >
> > -----Original Message-----
> > From: [email protected]
> [mailto:[email protected]]
> On
> > Behalf
> > Of Sunardi Hulu
> > Sent: Wednesday, June 03, 2009 11:05 AM
> > To: Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia
> > Subject: Re: [Forum-HAGI] Ambalat
> >
> > Pak,
> >
> > Bukankah harus kita selesaikan dengan ketegasan dan
> kekeluwargaan ??
> >
> >
> > sunardi
> >
> > -----Original Message-----
> > From: [email protected]
> [mailto:[email protected]]
> On
> > Behalf Of Hendri Ruslan
> > Sent: Wednesday, June 03, 2009 9:50 AM
> > To: Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia
> > Subject: Re: [Forum-HAGI] Ambalat
> >
> > Jadi ingat dengan kasus kepemilikan tanah. Kalau kita
> sudah punya SHM
> > atau
> > sudah menguasai sekian puluhan tahun, kemudian
> tiba-tiba ada orang yang
> > merasa memiliki, jangan diladeni... , usir aja. Begitu
> juga dengan
> > Ambalat,
> > usir aja..., jangan diladeni ..., jika masih membandel
> beri pelajaran
> > dengan
> > cara yang cerdas, misalnya tembak dengan memakai kapal
> penangkap ikan
> > yang
> > dipersentajatai.
> >
> > Jika kita ladeni berarti... kita ragu dengan
> kepemilikan Ambalat dan
> > secara
> > tidak langsung mengakui juga kepemilikan Malaysia,
> seperti komentar
> > Bapak X
> > dari Deplu pada acara diskusi di TV One semalam.
> Padahal sebelumnya
> > Menhan
> > Malaysia dengan cerdas mengatakan bahwa kapal yang
> nerobos tsb bukan
> > kapal
> > angkatan laut, tetapi kapal polisi pantai dibawah
> koordinasi Mendagri
> > dan
> > berjanji akan membicarakan dengan Menteri terkait.
> >
> > Sejarah membuktikan, tim deplu kita lemah sehingga
> Sipidan-Ligitan
> > lepas-pas-pas.
> >
> > Slm,
> > HR
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: "Muharram Jaya Panguriseng" <[email protected]>
> > To: "'Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia'" <[email protected]>
> > Sent: Wednesday, June 03, 2009 7:55 AM
> > Subject: Re: [Forum-HAGI] Ambalat
> >
> >
> >> Iya ya Pak, harusnya pengalaman yang lampau
> menjadi bahan yang sangat
> >> berharga untuk problem solving persoalan
> berikutnya. Sayangnya
> > pengalaman
> >> itu kurang dikelola dengan baik (dalam KM tentunya
> he he he ...)
> > sehingga
> >> setiap menghadapi persoalan (bahkan yang sama)
> kita memulai proses
> > mencari
> >> jawab dari nol lagi, lagi dan lagi ...
> >>
> >> Bravo KM,
> >>
> >> --mjp--
> >>
> >> -----Original Message-----
> >> From: [email protected]
> [mailto:[email protected]]
> On
> > Behalf
> >> Of Prajuto
> >> Sent: Wednesday, June 03, 2009 6:47 AM
> >> To: Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia
> >> Subject: Re: [Forum-HAGI] Ambalat
> >>
> >> Setiap kejadian apa saja selalu proses
> Sebab-Akibat (ada
> > root-cause-nya)
> >> dan
> >> kita harus hadapi dengan kepala dingin
> ber-strategi (jangan emosi).
> > Kita
> >> lihat apa kontribusi kita sehingga hal tersebut
> bisa terjadi dan baru
> >> tindakan apa yang bisa kita lakukan next, agar
> kita tidak kalah melulu
> >
> >> (win
> >> saja juga tidak bagus, usahakan win-win).
> >>
> >> Kejadian yang lalu seharusnya menjadi lesson
> learned atawa best
> > practice,
> >> o.k.i kita perlu KM (lho kok...?). Sepertinya kita
> nggak pernah
> > belajar
> >> (atau belajar asal lulus)...
> >>
> >> Pjt
> >>
> >> -----Original Message-----
> >> From: [email protected]
> [mailto:[email protected]]
> On
> > Behalf
> >> Of Muharram Jaya Panguriseng
> >> Sent: Tuesday, June 02, 2009 4:00 PM
> >> To: 'Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia'
> >> Subject: Re: [Forum-HAGI] Ambalat
> >>
> >> Kalo "jahat" gimana Pak? He he he ...
> >>
> >> -----Original Message-----
> >> From: [email protected]
> [mailto:[email protected]]
> On
> > Behalf
> >> Of Prajuto
> >> Sent: Tuesday, June 02, 2009 3:17 PM
> >> To: Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia
> >> Subject: Re: [Forum-HAGI] Ambalat
> >>
> >> Wah Pak kalau nakal biasanya cuma dijewer.....
> >>
> >> -----Original Message-----
> >> From: [email protected]
> [mailto:[email protected]]
> On
> > Behalf
> >> Of Handoyo Eko Wahono
> >> Sent: Tuesday, June 02, 2009 3:05 PM
> >> To: Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia
> >> Subject: Re: [Forum-HAGI] Ambalat
> >>
> >> Sekedar informasi saja. Malaysia itu memang nakal.
> dengan
> > dimenangkannya
> >> wilayah Sipadan-Ligitan, maka batas negara
> bergeser ke arah Indonesia
> > dan
> >> melihat peluang untuk mengklaim Ambalat dengan
> menghitung batas negara
> >
> >> dari
> >> satu pulau yang tiba2 muncul ke permukaan laut
> karena tumbuh (reef).
> >> Secara
> >> ilmiah yang namanya reef tidak akan tumbuh
> melewati permukaan laut.
> >> Menurut
> >> Inteligent kita pulau itu memang buatan Malaysia
> dengan cara menimbun
> > tiap
> >> malam. Itu terbukti dari peta PBB dimana pulau itu
> memang tidak pernah
> >
> >> ada.
> >> Kesimpulannya memang Ambalat sah milik kita,
> karena Malaysia dahulu
> > tidak
> >> pernah ribut ketika kita membangun mercusuar
> disitu.
> >>
> >> Salam,
> >>
> >> Handoyo Eko Wahono
> >>
> >> ________________________________________
> >> From: [email protected]
> [[email protected]]
> On Behalf Of
> >> Andreas Tyasbudi Waluyo [[email protected]]
> >> Sent: Tuesday, June 02, 2009 1:58 PM
> >> To: Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia
> >> Subject: [Forum-HAGI] Ambalat
> >>
> >> Rekan-2 HAGI,
> >>
> >> Adakah landasan keilmuan (geofisika / geologi  /
> geokimia /
> > geo-biologi)
> >> yang bisa disumbangkan sebagai landasan klaim kita
> terhadap Ambalat,
> >> selain
> >> dari sisi kesejarahan?
> >>
> >> Setahu saya, salah satu penentuan batas negara
> kelautan di daerah
> > subduksi
> >> adalah dengan memakai batasan lempeng tektonik
> (mohon koreksi kalau
> >> salah).
> >> Nah, kalau daerah itu bukan sebuah zona subduksi,
> bisakah batasan-2
> >> geologi/geofisika yang lain dipakai? Misalnya
> batas cekungan, sebaran
> >> batuan
> >> sejenis, dll?
> >>
> >> Dalam kasus Ambalat ini, diam saja jelas salah.
> >> Tetapi teriak-2 mengumbar kemarahan pun juga
> kurang tepat.
> >> Lebih tepat kalau sebagai kumpulan ilmuwan, kita
> memberi sumbangan
> > dalam
> >> kapasitas kita sebagai ilmuwan, dengan segala
> batasannya tentu saja.
> >>
> >>
> >> Salam,
> >> Andreas T. Waluyo (Andik)
> >>
> >> ______________________________________________
> >> The Indonesian Assosiation Of Geophysicists
> mailing list.
> >> [email protected]
> | www.hagi.or.id
> >> * PIT HAGI ke 34, 8-13 November 2009, Yogyakarta
> >> * Kunjungi http://pit34hagi.web.id/ untuk info lebih
> lanjut
> >>
> >> This e-mail and any information contained are
> confidential and legally
> >> privileged.  It is intended solely for the use of
> the individual or
> > entity
> >> to whom it is addressed and others authorized to
> receive it.  If you
> > are
> >> not
> >> the intended recipient, you are hereby notified
> that any disclosure,
> >> copying, distribution or taking any action in
> reliance on the contents
> > of
> >> this e-mail is strictly prohibited and may be
> unlawful.  If you have
> >> received this e-mail in error, please notify us
> immediately by
> > responding
> >> to
> >> this e-mail or by telephone MedcoEnergi IS
> Division Helpdesk on +62 21
> >> 83991234 then delete this email including any
> attachment(s) from your
> >> system.  MedcoEnergi does not accept liability
> for damage caused by
> > any of
> >> the foregoing.  This e-mail is from PT
> MedcoEnergi Internasional Tbk
> > and
> >> Subsidiaries, having Registered Address at Graha
> Niaga Level 16,
> > Jakarta,
> >> Indonesia.
> >>
> >> ______________________________________________
> >> The Indonesian Assosiation Of Geophysicists
> mailing list.
> >> [email protected]
> | www.hagi.or.id
> >> * PIT HAGI ke 34, 8-13 November 2009, Yogyakarta
> >> * Kunjungi http://pit34hagi.web.id/ untuk info lebih
> lanjut
> >>
> >>
> _____________________________________________________________________
> >>
> >> Note: The information contained in this e-mail is
> intended only for
> > the
> >> use
> >> of the individual or entity named above and may
> contain information
> > that
> >> is
> >> privileged, confidential and exempt from
> disclosure under applicable
> > law.
> >> If
> >> you are not the intended party to receive the
> message and its
> >> attachment(s),
> >> you are hereby notified that any dissemination,
> distribution or copy
> > of
> >> the
> >> message is strictly prohibited. Please immediately
> notify the sender
> > and
> >> delete the message as soon as possible. Thank you
> for kind attention.
> >>
> >> Catatan: Informasi yang terdapat dalam e-mail ini
> ditujukan hanya
> > untuk
> >> penggunaan individu atau kelompok yang disebutkan
> di atas dan mungkin
> >> berisi
> >> informasi yang istimewa, rahasia dan dikecualikan
> dari pengungkapan
> >> menurut
> >> hukum yang berlaku. Jika Anda bukan pihak yang
> ditujukan untuk
> > menerima
> >> pesan ini beserta lampirannya, dengan ini Anda
> diberitahukan bahwa
> >> penyebaran, pendistribusian atau penyalinan pesan
> ini adalah sangat
> >> dilarang. Harap segera memberitahu pengirim dan
> menghapus pesan ini
> >> secepatnya. Terima kasih atas perhatian Anda.
> >>
> >> ______________________________________________
> >> The Indonesian Assosiation Of Geophysicists
> mailing list.
> >> [email protected]
> | www.hagi.or.id
> >> * PIT HAGI ke 34, 8-13 November 2009, Yogyakarta
> >> * Kunjungi http://pit34hagi.web.id/ untuk info lebih
> lanjut
> >>
> >> This e-mail and any information contained are
> confidential and legally
> >> privileged.  It is intended solely for the use of
> the individual or
> > entity
> >> to whom it is addressed and others authorized to
> receive it.  If you
> > are
> >> not
> >> the intended recipient, you are hereby notified
> that any disclosure,
> >> copying, distribution or taking any action in
> reliance on the contents
> > of
> >> this e-mail is strictly prohibited and may be
> unlawful.  If you have
> >> received this e-mail in error, please notify us
> immediately by
> > responding
> >> to
> >> this e-mail or by telephone MedcoEnergi IS
> Division Helpdesk on +62 21
> >> 83991234 then delete this email including any
> attachment(s) from your
> >> system.  MedcoEnergi does not accept liability
> for damage caused by
> > any of
> >> the foregoing.  This e-mail is from PT
> MedcoEnergi Internasional Tbk
> > and
> >> Subsidiaries, having Registered Address at Graha
> Niaga Level 16,
> > Jakarta,
> >> Indonesia.
> >>
> >> ______________________________________________
> >> The Indonesian Assosiation Of Geophysicists
> mailing list.
> >> [email protected]
> | www.hagi.or.id
> >> * PIT HAGI ke 34, 8-13 November 2009, Yogyakarta
> >> * Kunjungi http://pit34hagi.web.id/ untuk info lebih
> lanjut
> >>
> >>
> _____________________________________________________________________
> >>
> >> Note: The information contained in this e-mail is
> intended only for
> > the
> >> use of the individual or entity named above and
> may contain
> > information
> >> that is privileged, confidential and exempt from
> disclosure under
> >> applicable law. If you are not the intended party
> to receive the
> > message
> >> and its attachment(s), you are hereby notified
> that any dissemination,
> >
> >> distribution or copy of the message is strictly
> prohibited. Please
> >> immediately notify the sender and delete the
> message as soon as
> > possible.
> >> Thank you for kind attention.
> >>
> >> Catatan: Informasi yang terdapat dalam e-mail ini
> ditujukan hanya
> > untuk
> >> penggunaan individu atau kelompok yang disebutkan
> di atas dan mungkin
> >> berisi informasi yang istimewa, rahasia dan
> dikecualikan dari
> > pengungkapan
> >> menurut hukum yang berlaku. Jika Anda bukan pihak
> yang ditujukan untuk
> >
> >> menerima pesan ini beserta lampirannya, dengan ini
> Anda diberitahukan
> >> bahwa penyebaran, pendistribusian atau penyalinan
> pesan ini adalah
> > sangat
> >> dilarang. Harap segera memberitahu pengirim dan
> menghapus pesan ini
> >> secepatnya. Terima kasih atas perhatian Anda.
> >>
> >> ______________________________________________
> >> The Indonesian Assosiation Of Geophysicists
> mailing list.
> >> [email protected]
> | www.hagi.or.id
> >> * PIT HAGI ke 34, 8-13 November 2009, Yogyakarta
> >> * Kunjungi http://pit34hagi.web.id/ untuk info lebih
> lanjut
> >
> >
> > ______________________________________________
> > The Indonesian Assosiation Of Geophysicists mailing
> list.
> > [email protected]
> | www.hagi.or.id
> > * PIT HAGI ke 34, 8-13 November 2009, Yogyakarta
> > * Kunjungi http://pit34hagi.web.id/ untuk info lebih
> lanjut
> >
> > ______________________________________________
> > The Indonesian Assosiation Of Geophysicists mailing
> list.
> > [email protected]
> | www.hagi.or.id
> > * PIT HAGI ke 34, 8-13 November 2009, Yogyakarta
> > * Kunjungi http://pit34hagi.web.id/ untuk info lebih
> lanjut
> >
> >
> _____________________________________________________________________
> >
> > Note: The information contained in this e-mail is
> intended only for the
> > use of the individual or entity named above and may
> contain information
> > that is privileged, confidential and exempt from
> disclosure under
> > applicable law. If you are not the intended party to
> receive the message
> > and its attachment(s), you are hereby notified that
> any dissemination,
> > distribution or copy of the message is strictly
> prohibited. Please
> > immediately notify the sender and delete the message
> as soon as
> > possible. Thank you for kind attention.
> >
> > Catatan: Informasi yang terdapat dalam e-mail ini
> ditujukan hanya untuk
> > penggunaan individu atau kelompok yang disebutkan di
> atas dan mungkin
> > berisi informasi yang istimewa, rahasia dan
> dikecualikan dari
> > pengungkapan menurut hukum yang berlaku. Jika Anda
> bukan pihak yang
> > ditujukan untuk menerima pesan ini beserta
> lampirannya, dengan ini Anda
> > diberitahukan bahwa penyebaran, pendistribusian atau
> penyalinan pesan
> > ini adalah sangat dilarang. Harap segera memberitahu
> pengirim dan
> > menghapus pesan ini secepatnya. Terima kasih atas
> perhatian Anda.
> >
> > ______________________________________________
> > The Indonesian Assosiation Of Geophysicists mailing
> list.
> > [email protected]
> | www.hagi.or.id
> > * PIT HAGI ke 34, 8-13 November 2009, Yogyakarta
> > * Kunjungi http://pit34hagi.web.id/ untuk info lebih
> lanjut
> >
> > No virus found in this incoming message.
> > Checked by AVG - www.avg.com
> > Version: 8.5.339 / Virus Database: 270.12.51/2151 -
> Release Date:
> > 06/02/09 17:53:00
> >
> > ______________________________________________
> > The Indonesian Assosiation Of Geophysicists mailing
> list.
> > [email protected]
> | www.hagi.or.id
> > * PIT HAGI ke 34, 8-13 November 2009, Yogyakarta
> > * Kunjungi http://pit34hagi.web.id/ untuk info lebih
> lanjut
> >
> 
> 
> 
> -- 
> http://rovicky.wordpress.com/2009/05/30/seamount-si-gunung-raksasa-dibawah-laut-1-proses-terbentuknya/
> 
> ______________________________________________
> The Indonesian Assosiation Of Geophysicists mailing list.
> [email protected]
> | www.hagi.or.id
> * PIT HAGI ke 34, 8-13 November 2009, Yogyakarta
> * Kunjungi http://pit34hagi.web.id/ untuk info lebih lanjut
> 




--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
ayo meriahkan PIT ke-38 IAGI!!!
yg akan dilaksanakan di Hotel Gumaya, Semarang
13-14 Oktober 2009
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke