Benar, evolusi dan sifat Investigator Ridge (IR) (98 deg East Longitude)ini perlu dilihat untuk memahami gunung yang baru ditemukan itu sebab lokasi gunung dan ujung utara IR berdekatan. Kebanyakan publikasi menyebutkan IR sebagai transform fault zone sebab lokasinya di peta anomali magnetik Indian Ocean menggeser lajur-lajur anomali magnetik (magnetic boundary zone). Karena itu, oleh publikasi klasik di wilayah ini (Sclater dan Fisher, 1974 : GSA Bull. v. 85, n. 5, Evolution of the East: Central Indian Ocean, with Emphasis on the Tectonic Setting of the Ninetyeast Ridge) IR disebut juga Investigator Fracture Zone.
Tetapi, IR tidak sekedar transform fault zone, ia juga merupakan topographic rise setinggi 2 km; maka ia bukan sekedar transform fault zone ala Tuzo Wilson fault (1965). Ia juga punggungan samudera, bagaimana sebuah transform fault lantas menjadi ridge juga ? Inilah yang kompleks dan menimbulkan banyak perdebatan. Sayangnya, IR tak sebanyak diteliti seperti tetangganya : Ninety East Ridge (pada 90 deg East Longitude). Kalau Ninety East Ridge diperkirakan sebagai batas antara Indian dan Australian Plates. Joseph Curray yang banyak meneliti Indian Ocean menganggap IR sebagai jalur hotspot yang sekarang terletak di Kergeulen Plato. Eksperimen analogue modeling untuk transform fault oleh Gilliland dan Meyer (1976 : GSA Bulletin; August 1976; v. 87; no. 8 : Two classes of transform faults) menemukan bahwa ada dua tipe transform fault : boundary transform fault (inilah kelas fault yang ditemukan Tuzo Wilson 1965), dan ridge transform fault (inilah Ninety East Ridge dan Investigator Ridge di Indian Ocean). Tahun 1956, Warren Carey, yang terkenal dengan konsep expanding earth-nya telah menjadikan Ninety East transform Ridge sebagai kendaraan berpindahnya India menohok Eurasia di Tibet. Masih menurut Carey, Ninety East transform ridge ini juga segaris dengan orocline (belokan tajam jalur pegunungan) di sebelah timur India-Burma (Assam syntaxis). Konsep2 Carey ini masih menarik untuk dikaji dalam keseluruhan evolusi Indian Ocean. Kembali ke hubungan IR dengan gunung di dekat palung lepas pantai Bengkulu itu, bila ia memang berhubungan dengan IR, maka gunung ini adalah semacam rampart transform ridge. Ujung IR saat ini mendekati palung. Geometri dan kecepatan subduksi, prisma akresi, forearc basin dan sekitarnya akan dipengaruhi oleh keberadaan IR ini. Bisa saja gunung ini sekedar pecahan (rampart) IR, tetapi itu masih harus dibuktikan dengan deep seismic yang menghubungkan IR dengan gunung tersebut. Akan halnya hubungan IR ke termal history Cekungan Sumatra Tengah yang anomali, saya pikir tak ada sebab IR bila ditarik lurus ke utara jatuhnya bukan ke Sumatra Tengah, tetapi ke Cekungan Sumatra Utara bagian selatan, dan tak ada sejarah termal yang anomali di Sumatra Utara. Anomali termal di Cekungan Sumatra Tengah lebih karena mekanisme seperti yang diselidiki oleh Pulunggono dan Cameron (1984 -IPA Proceedings), yaitu ia duduk di suture Mutus, dan Mutus tak punya hubungan dengan IR. Mutus suture merupakan lokasi upwelling mantle plume, jelas ia akan punya heatflow yang tinggi, sehingga tidak mengherankan sumur2 Minas dan Duri termasuk lapangan2 dengan GG tertinggi di dunia (4.5 deg F/100 ft). salam, Awang --- On Mon, 6/1/09, Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> wrote: > From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> > Subject: Re: [iagi-net-l] RE: [Forum-HAGI] [iagi-net-l] RE: Ditemukan Gunung > Api Raksasa Bawah Laut Sumatera > To: [email protected] > Cc: "Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia" <[email protected]> > Date: Monday, June 1, 2009, 8:59 AM > Kalau menengok Investigator Rigde, > maka posisi gunung ini ada di deket IR. > Kalau memperhatikan kecepatan spreading centre di > selatannya, maka kecepatan > di sisi barat dan sisi timur IR memiliki kecepatan yang > berbeda. Ada > kemungkinan bahwa IR mungkin "failed spreading" atau "major > transform". > Kalau diperhatikan gejala secara global, pada umumnya major > transform akan > memiliki aktifitas thermal yag cukup tinggi serta kegempaan > yang lebih > aktif. Disebelah utara dari IR ini ada Central Sumatra > Basin yang memiliki > gradient geothermal paling tinggi di SEAsia basins. Dulu > ada artikel yang > menjelaskan bahwa IR menerus ke CSB yang memungkinan GG di > CSB sangat > tinggi. > > Yang terpenting kita sudah mengetahui keberadaaanya dan ada > kesadaran untuk > menelitinya. > > RDP > > 2009/6/1 Muharram Jaya Panguriseng <[email protected]> > > > Yth. Pak Awang, > > > > Apabila tidak ada kemungkinan "gunung" tersebut > sebagai bagian dari Woyla > > Arc maka kecil sekali peluangnya sebagai "gunung api", > apalagi setelah > > membaca penjelasan Pak Iyung yang diposting Ibu > Yuriza, "Posisi dari gunung > > ini betul bukan di jalur vulkanik dan bukan juga di > Palung Sunda, melainkan > > berada di atas oceanic crust ...". Jika gunung ini > merupakan bagian dari > > oceanic crust yang sekarang maka sudah barang tentu > itu adalah bagian dari > > Lempeng Samudra Hindia yang terbentuk belakangan > akibat spreading yang > > memisahkan India dan Australia. Meso-tethys telah > lenyap lebur dalam akresi > > sebagaimana penjelasan Pak Awang. Ceno-tethys sendiri > pun saya kira sudah > > menutup sejalan dengan menyatunya India dan Euroasia. > > > > Terima kasih banyak atas pencerahannya Pak Awang. > > > > Salam, > > --mjp-- > > > > -----Original Message----- > > From: [email protected] > [mailto:[email protected]] > On Behalf > > Of Awang Satyana > > Sent: Friday, May 29, 2009 4:34 PM > > To: 'Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia'; [email protected] > > Cc: 'Eksplorasi BPMIGAS'; 'Geo Unpad'; 'IAGI' > > Subject: Re: [Forum-HAGI] [iagi-net-l] RE: > Ditemukan Gunung Api Raksasa > > Bawah Laut Sumatera > > > > > > Pak Muharram, > > > > Memang berdasarkan terrane concept (Howell, 1982) > yaitu bahwa lempeng itu > > tersusun dari amalgamasi (persatuan) banyak terrane > (satuan geologi yang > > punya ciri tersendiri dan berbeda dari sebelahnya), > Sumatra paling tidak > > disusun oleh sekitar 5-6 terrane (bergantung kepada > delineasi terrane itu). > > Pulunggono dan Cameron (1984) merupakan para peneliti > pertama yang > > mengajukan terrane fabric untuk Sumatra. Beberapa > peneliti yang menekuni > > terrane seperti Hutchison (1989) dan Metcalfe (1996) > merevisi peta terrane > > Sumatra. Terakhir adalah Barber (2005), termasuk > mendetailkan rekonstruksi > > akresi Woyla Arc/Nappe pada tepi barat Sumatra. > > > > Sumatra pada mid-Jurassic berhadap-hadapan ke sebelah > barat dengan sebuah > > oceanic island arc besar yang bernama Woyla Arc. Saat > itu tepi barat > > Sumatra > > tentu tak seperti sekarang, batas baratnya hanya > sampai sekitar Rawas > > (Jambi) dan melulu hanya dilandasi oleh terrane > kontinen West Sumatra. > > Jalur > > gunungapi sudah terbentuk, yaitu volcanic arc berumur > Middle Jurassic-Early > > Cretaceous. Sumatra Arc dan Woyla Arc, seperti kata > Pak Muharram, memang > > dipisahkan oleh kerak samudera besar bernama > Meso-Tethys. > > > > Karena "slab pull" yaitu gerak tarikan subduksi di > sisi luar kedua Arc ini, > > maka Woyla Arc dan Sumatra Arc makin mendekat, makin > menutup Meso-Tethys, > > sampai akhirnya mereka berbenturan pada Late > Cretaceous. Woyla Arc > > berakresi > > secara nappe -overthrusting tetapi lepas dari akar > thrust-nya dan berjalan > > sepanjang decollement (sehingga disebut Woyla Nappe) > ke tepi barat Sumatra. > > Maka kerak di barat Sumatra semuanya punya kaitan ke > Woyla oceanic terrane. > > > > Itu adalah kisah sekitar 200-70 juta tahun yang lalu. > Meso-Tethys telah > > lenyap, lebur dalam akresi. Sekarang Ceno-Tethys yang > berada di barat > > Sumatra, yang dilahirkan oleh lepasnya India dari > Gondwana. Maka, Pak > > Muharram, tak mungkin bahwa gunung/guyot yang > diidentifikasi Tim Riset itu > > adalah sisa Woyla Arc. Sebuah peristiwa akresi dengan > overthrusting akan > > membawa semua penumpangnya ke tempat baru -yaitu ke > Sumatra. > > > > Saya pikir, gunung/guyot itu hanyalah sebuah seamount > yang papak puncaknya > > yang duduk di atas kerak samudra masa kini. Pendapat > Pak Muharram bisa > > diuji > > atau diklarifikasi bila kita punya penampang seismik > mega regional yang > > bisa > > meresolusi kerak setebal 50 km yang menghubungkan > gunung/guyot itu ke > > forearc basin Sumatra. > > > > Christmas Island adalah volcanic island yang extinct > sejak puluhan juta > > tahun yang lalu, saat pipa magmatiknya terputus tak > berdaya mengikuti laju > > kerak Samudra Hindia ke utara. > > > > salam, > > awang > > > > --- On Fri, 5/29/09, Muharram Jaya Panguriseng <[email protected]> > > wrote: > > > > > From: Muharram Jaya Panguriseng <[email protected]> > > > Subject: [iagi-net-l] RE: [Forum-HAGI] Ditemukan > Gunung Api Raksasa Bawah > > Laut Sumatera > > > To: "'Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia'" > <[email protected]> > > > Cc: "'Eksplorasi BPMIGAS'" <[email protected]>, > "'Geo > > Unpad'" <[email protected]>, > "'IAGI'" <[email protected]> > > > Date: Friday, May 29, 2009, 4:02 PM > > > Pak Awang and all, > > > > > > Selain diprediksi sebagai sebuah seamount > sebagaimana > > > penjelasan dibawah, > > > adakah kemungkinan "gunung baru" ini adalah > bagian dari > > > Woyla Arc yang 150 > > > Ma (Late Jurassic) lalu nangkring di utara > lempeng > > > India-Australia? Pada > > > Late Jurassic, Woyla Arc (juga Incertus Arc) > dipisahkan > > > dengan Sunda Land > > > oleh Meso-Tethys yang oceanic, sekarang Woyla Arc > nempel > > > pada sisi SW Pulau > > > Sumatra. Adakah kemungkinan "gunung api" temuan > BPPT ini > > > adalah gunung api > > > yang terbentuk 150-135 juta tahun lalu sepanjang > Woyla Arc > > > dan hingga kini > > > masih menyisakan morfologi gunung api ditempatnya > yang > > > baru, SW Sumatra? > > > > > > Kita menunggu publikasi lebih lanjut dari BPPT, > apakah > > > kenampakan "kaldera" > > > ditengah-tengah gunung ini memang kaldera atau > guyot > > > seperti yang > > > disampaikan Pak Awang. Tetapi sekalipun itu > positif > > > kaldera, saya kira > > > gunung apinya sudah tidak aktif lagi. Yang patut > dicatat > > > sebagai peringatan > > > untuk anak cucu kita kelak seperti disampaikan > Pak Awang > > > adalah bahayanya > > > ketiga gunung ini tertelan Palung Sumatra, hampir > pasti > > > akan tersedak dan > > > batuk-batuk besar. > > > > > > Salam, > > > --mjp-- > > > > > > > > > -----Original Message----- > > > From: [email protected] > > > [mailto:[email protected]] > > > On Behalf > > > Of Awang Satyana > > > Sent: Friday, May 29, 2009 8:56 AM > > > To: Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia > > > Cc: Eksplorasi BPMIGAS; Geo Unpad; IAGI > > > Subject: Re: [Forum-HAGI] Ditemukan Gunung Api > Raksasa > > > Bawah Laut Sumatera > > > > > > > > > Pak Prajuto dan rekan2, > > > > > > Bila struktur conical yang baru ditemukan > gabungan tim > > > riset di offshore > > > West Sumatra itu benar sebuah gunung (sebenarnya > jangan > > > segera menafsirkan > > > itu sebagai gunungapi), maka jelas mekanisme > kejadiannya > > > akan berbeda dengan > > > gunung-gunungapi di sepanjang Pegunungan Bukit > Barisan > > > -Jawa-Nusa > > > Tenggara-Banda-Sulawesi Utara-Halmahera. > Gunungapi2 yang > > > kita kenal itu > > > terjadi melalui partial melting kerak > > > samudra-astenosfer-kerak benua. > > > > > > Setting tektonik gunung "baru" ini mestinya ada > di prisma > > > akresi atau kerak > > > oseanik. Satu-satunya tipe gunungapi yang muncul > di setting > > > tektonik seperti > > > itu adalah melalui mekanisme hot-spot. Kita > mengenalnya > > > misalnya di > > > pulau-pulau Hawaii gunung-gunungapi yang muncul > dari kerak > > > Samudra Pasifik > > > dan di Christmas Island, gunungapi beratoll di > Samudra > > > Hindia. > > > > > > Hot-spot muncul karena upwelling mantle plume > (material > > > mantel yang naik) > > > menerobos kerak samudra dan menjadi gunungapi > (baik > > > submarine maupun > > > subarial volcanoes). Sifat hot-spot volcano > selalu basaltik > > > dengan tipe > > > letusan effusive, tak pernah eksplosif seperti > gunungapi2 > > > Sumatra-Jawa > > > sampai Halmahera. Letusan effusive hanya > melelerkan lava > > > secara kontinyu > > > seperti anak kecil ingusan. > > > > > > Misalnya Christmas Island, yang dekat dengan > kita. Pulau > > > ini berasal dari > > > sebuah gunungapi dengan mekanisme hotspot yang > menerobos > > > kerak Samudra > > > Hindia 60 juta tahun yang lalu, ia tumbuh besar > sampai > > > muncul ke dekat > > > permukaan. Lalu ia ditumbuhi terumbu karbonat > atoll. > > > Sekitar 20 juta tahun > > > yang lalu, pulau ini tenggelam, dan terumbunya > membentuk > > > cincin mengitari > > > bekas pulau sebagai coral sank. Kemudian 10 juta > tahun yang > > > lalu pulau ini > > > muncul lagi membuat terumbu yang mengitarinya > berkembang > > > sebagai kompleks > > > terumbu bertingkat (teras) oleh kombinasi > mekanisme > > > fringing reefs dan sea > > > cliff. Itu terjadi sampai sekarang. The Island is > believed > > > to be on a > > > tectonic plate moving northwards a few > centimetres a year > > > that puts its > > > present location some 700 km, or about 15 degrees > of > > > latitude, north of > > > where it first emerged from the sea. > > > > > > Dan, semua gunungapi hotspot akan bergerak > mengikuti arah > > > majunya kerak > > > samudera sebab ia hanya penumpang pasif di atas > rakit kerak > > > samudera yang > > > terapung di atas astenosfer. Maka, Pulau > Christmas pun > > > bergerak ke utara > > > beberapa cm setiap tahun. Perhitungan sederhana > saja dengan > > > menganggap > > > kecepatan lempeng konstan, saat ini Pulau > Christmas telah > > > bergerak sejauh > > > 700 km (sekitar 15 derajat garis lintang) dari > titik semula > > > ia muncul > > > sebagai submarine volcano. Begitupun gunung2api > di Hawaii. > > > Keunikan di > > > Hawaii yang tak terdapat di Christmas Island > adalah bahwa > > > akar plume > > > materialsnya tak putus dari pulau2 itu (Oahu > dkk.), > > > sehingga mereka terus > > > aktif, dan makin baratlaut pulau Hawaii, makin > tua umurnya, > > > karena kerak > > > Samudra Pasifik saat ini bergerak ke baratlaut. > > > > > > Akan halnya gunung "baru" di barat Sumatra itu. > Kita baru > > > mengenal > > > morfologinya saja dari data seismik CGG Veritas. > Jangan > > > segera mengumumkan > > > itu sebuah gunungapi hanya gara-gara ada semacam > kaldera > > > berkembang di > > > tengahnya. Hamparan datar semacam itu wajar > ditemukan pada > > > seamount (bukan > > > gunungapi) yang dulu di atas muka laut lalu > sekarang > > > tenggelam karena > > > mengikuti konvergensi lempeng. Dalam tektonik, > morfologi > > > datar di tengah > > > yang ditunjukkan bentukan conical semacam itu > terkenal > > > sebagai "Guyot" > > > (dibaca "giyoo"). Guyot terbentuk karena seamount > (belum > > > tentu volcano) yang > > > ada di atas laut, puncaknya dierosi sampai rata, > kemudian > > > ia tenggelam, dan > > > maju mengikuti konvergensi lempeng samudera yang > > > ditumpanginya sebagai > > > gunung2 dengan flat-topped morfologi. Pemetaan > dasar laut > > > untuk pertama > > > kalinya pada akhir tahun 1959 oleh Mary Tharp, > Bruce > > > Heezen, Maurice Ewing, > > > atau Harry Hess menemukan banyak guyot di semua > samudera di > > > dunia, dan > > > itulah yang membidani > > > lahirnya teori tektonik lempeng. > > > > > > Maka secara singkat, seperti biasanya, kita harus > hati-hati > > > melihat fenomena > > > apa yang baru diamati di baratlaut offshore > Bengkulu itu, > > > jangan terburu > > > mengumumkan itu gunungapi, apalagi mengatakan > kalau meletus > > > bisa sangat > > > membahayakan sebab dimensinya yang besar. Tak ada > hotspot > > > yang eksplosif, > > > meskipun memang aktif. Hawaii (yang masih aktif) > atau > > > Christmas Island (yang > > > sudah mati) atau guyot di banyak samudera bisa > menjadi > > > referensi. > > > > > > Sebuah guyot akan berbahaya bila ia masuk ke > palung, > > > terjepit dan > > > menghentikan konvergensi di wilayah itu, itu akan > mengunci > > > aktivitas > > > tektonik sekian lama, kemudian saat release, > energinya akan > > > sangat besar. > > > Maka daripada berspekulasi soal letusan gunung > baru ini, > > > lebih baik > > > menghitung kapan gunung itu akan ditelan oleh > Palung > > > Sumatra, sebab ia akan > > > mencekik palung itu saat tertelan, kemudian saat > > > dilepaskan, akan terjadi > > > batuk yang sangat keras. (chocking cough !). > > > > > > salam, > > > awang > > > > > > > > > > > > > > > > > > --- On Fri, 5/29/09, Prajuto <[email protected]> > > > wrote: > > > > > > > From: Prajuto <[email protected]> > > > > Subject: Re: [Forum-HAGI] Ditemukan Gunung > Api Raksasa > > > Bawah Laut Sumatera > > > > To: "Forum Himpunan Ahli Geofisika > Indonesia" <[email protected]> > > > > Date: Friday, May 29, 2009, 7:27 AM > > > > Apa ada gunung api lainnya dengan > > > > posisi geologi seperti ini lainnya dan > bagaimana > > > ceritanya > > > > bisa terjadi....Pak Awang? > > > > > > > > Salam, > > > > > > > > pjt > > > > > > > > -----Original Message----- > > > > From: [email protected] > > > > [mailto:[email protected]] > > > > On Behalf Of [email protected] > > > > Sent: Thursday, May 28, 2009 11:33 PM > > > > To: Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia > > > > Subject: Re: [Forum-HAGI] Ditemukan Gunung > Api > > > Raksasa > > > > Bawah Laut Sumatera > > > > > > > > > > > > Pak Rovicky, > > > > > > > > Berdasarkan salah satu data seismik yang > diukur di > > > daerah > > > > barat daya sumatera selatan (Bahar et al., > > > 2005),kedalaman > > > > laut mencapai 3 sec (~ 4500 m). Lokasi data > seismik > > > ini > > > > kira2 200 km tenggara Pulau Enggano. > Kedalaman laut > > > > disekitar fore-arc basin barat daya Sumatera > relatif > > > sangat > > > > dalam. Kalau saya bandingkan kedalaman laut > pada > > > lokasi data > > > > seismik tersebut menggunakan gambar satelit > (google) > > > , > > > > kedalaman laut disekitar gunung api tersebut > (330 km > > > > Bengkulu) bisa mencapai lebih dari 4500 km. > Apa ada > > > bukti > > > > lain, selain bentukan kaldera, bahwa > struktur > > > tersebut > > > > adalah benar gunung api bawah laut? > > > > > > > > Fikril > > > > > > > > > > > > --- On Thu, 5/28/09, Rovicky Dwi Putrohari > <[email protected]> > > > > wrote: > > > > > > > > > From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> > > > > > Subject: [Forum-HAGI] Ditemukan Gunung > Api > > > Raksasa > > > > Bawah Laut Sumatera > > > > > To: "IAGI" <[email protected]>, > > > > "Forum HAGI" <[email protected]> > > > > > Date: Thursday, May 28, 2009, 10:58 AM > > > > > Kok dimilist sini sepi-sepi saja ya > > > > > ? > > > > > Berapa sih kedalaman laut disitu ? kok > tinggi > > > > gunungnya > > > > > bisa 4600 meter ? > > > > > > > > > > RDP > > > > > === > > > > > Ditemukan Gunung Api Raksasa Bawah Laut > Sumatera > > > > > Kamis, 28 Mei 2009 | 18:08 WIB > > > > > > > > > > JAKARTA, KOMPAS.com - Tim yang terdiri > dari > > > gabungan > > > > para > > > > > pakar > > > > > geologi Indonesia, AS, dan Perancis > berhasil > > > > menemukan > > > > > gunung api > > > > > raksasa di bawah perairan barat > Sumatera. Gunung > > > api > > > > > tersebut > > > > > berdiameter 50 km dan tinggi 4.600 > meter dan > > > berada > > > > 330 km > > > > > arah barat > > > > > Kota Bengkulu. > > > > > > > > > > Para ahli geologi ini berasal dari > Badan > > > Pengkajian > > > > dan > > > > > Penerapan > > > > > Teknologi (BPPT), Lembaga Ilmu > Pengetahuan > > > Indonesia > > > > ( > > > > > LIPI), > > > > > Departemen Energi dan Sumber Daya > Mineral, > > > CGGVeritas > > > > dan > > > > > IPG > > > > > (Institut de Physique du Globe) Paris. > > > > > > > > > > "Gunung api ini sangat besar dan > tinggi. Di > > > daratan > > > > > Indonesia, tak ada > > > > > gunung setinggi ini kecuali Gunung > Jayawijaya di > > > > Papua," > > > > > kata Direktur > > > > > Pusat Teknologi Inventarisasi Sumber > Daya Alam > > > BPPT > > > > Yusuf > > > > > Surachman > > > > > kepada wartawan di Jakarta, Kamis > (28/5). > > > > > > > > > > Gunung api bawah laut berada di Palung > Sunda di > > > barat > > > > daya > > > > > Sumatera, > > > > > 330 km dari Bengkulu, di kedalaman 5,9 > km dengan > > > > puncak > > > > > berada di > > > > > kedalaman 1.280 meter dari permukaan > laut. > > > Meskipun > > > > gunung > > > > > ini > > > > > diketahui memiliki kaldera yang > menandainya > > > sebagai > > > > gunung > > > > > api, para > > > > > pakar mengaku belum mengetahui tingkat > keaktifan > > > > gunung api > > > > > bawah laut > > > > > ini. > > > > > > > > > > "Bagaimanapun gunung api bawah laut > sangat > > > berbahaya > > > > jika > > > > > meletus," > > > > > katanya. Survei yang menggunakan kapal > seismik > > > > Geowave > > > > > Champion > > > > > canggih milik CGGVeritas itu adalah > yang pertama > > > di > > > > dunia > > > > > karena > > > > > menggunakan streamer terpanjang, 15 km, > dari > > > yang > > > > pernah > > > > > dilakukan > > > > > oleh kapal survei seismik. > > > > > > > > > > Tujuan dari survei ini adalah untuk > mengetahui > > > > struktur > > > > > geologi dalam > > > > > (penetrasi sampai 50 km) yang meliputi > Palung > > > Sunda, > > > > prisma > > > > > akresi, > > > > > tinggian busur luar (outer arc high), > dan > > > cekungan > > > > busur > > > > > muka (fore > > > > > arc basin) perairan Sumatera. > > > > > > > > > > Sejak gempa dan tsunami akhir 2004 dan > > > gempa-gempa > > > > besar > > > > > susulan > > > > > lainnya, terjadi banyak perubahan > struktur di > > > kawasan > > > > > perairan > > > > > Sumatera yang menarik minat banyak > peneliti > > > asing. > > > > > > > > > > Tim ahli dari Indonesia, AS, dan > Perancis > > > kemudian > > > > bekerja > > > > > sama > > > > > memetakan struktur geologi dalam untuk > memahami > > > > secara > > > > > lebih baik > > > > > sumber dan mekanisme gempa pemicu > tsunami > > > menggunakan > > > > citra > > > > > seismik > > > > > dalam (deep seismic image). > > > > > > > > > > WAH > > > > > Sumber : Antara > > > > > > > > > > > ______________________________________________ > > > > > The Indonesian Assosiation Of > Geophysicists > > > mailing > > > > list. > > > > > [email protected] > > > > > | www.hagi.or.id > > > > > * PIT HAGI ke 34, 8-13 November 2009, > Yogyakarta > > > > > * Kunjungi http://pit34hagi.web.id/ untuk info > > > lebih > > > > lanjut > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ______________________________________________ > > > > The Indonesian Assosiation Of Geophysicists > mailing > > > list. > > > > [email protected] > > > > | www.hagi.or.id > > > > * PIT HAGI ke 34, 8-13 November 2009, > Yogyakarta > > > > * Kunjungi http://pit34hagi.web.id/ untuk info lebih > > > lanjut > > > > > > > > This e-mail and any information contained > are > > > confidential > > > > and legally privileged. It is intended > solely for > > > the > > > > use of the individual or entity to whom it > is > > > addressed and > > > > others authorized to receive it. If > you are not the > > > > intended recipient, you are hereby notified > that any > > > > disclosure, copying, distribution or taking > any action > > > in > > > > reliance on the contents of this e-mail is > strictly > > > > prohibited and may be unlawful. If you > have > > > received > > > > this e-mail in error, please notify us > immediately by > > > > responding to this e-mail or by telephone > MedcoEnergi > > > IS > > > > Division Helpdesk on +62 21 83991234 then > delete this > > > email > > > > including any attachment(s) from your > system. > > > > MedcoEnergi does not accept liability for > damage > > > caused by > > > > any of the foregoing. This e-mail is > from PT > > > > MedcoEnergi Internasional Tbk and > Subsidiaries, > > > having > > > > Registered Address at Graha Niaga Level 16, > Jakarta, > > > > Indonesia. > > > > > > > > > ______________________________________________ > > > > The Indonesian Assosiation Of Geophysicists > mailing > > > list. > > > > [email protected] > > > > | www.hagi.or.id > > > > * PIT HAGI ke 34, 8-13 November 2009, > Yogyakarta > > > > * Kunjungi http://pit34hagi.web.id/ untuk info lebih > > > lanjut > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ______________________________________________ > > > The Indonesian Assosiation Of Geophysicists > mailing list. > > > [email protected] > > > | www.hagi.or.id > > > * PIT HAGI ke 34, 8-13 November 2009, Yogyakarta > > > * Kunjungi http://pit34hagi.web.id/ untuk info lebih > lanjut > > > > > > > _____________________________________________________________________ > > > > > > Note: The information contained in this e-mail is > intended > > > only for the use of the individual or entity > named above and > > > may contain information that is privileged, > confidential and > > > exempt from disclosure under applicable law. If > you are not > > > the intended party to receive the message and > its > > > attachment(s), you are hereby notified that any > > > dissemination, distribution or copy of the > message is > > > strictly prohibited. Please immediately notify > the sender > > > and delete the message as soon as possible. Thank > you for > > > kind attention. > > > > > > Catatan: Informasi yang terdapat dalam e-mail ini > ditujukan > > > hanya untuk penggunaan individu atau kelompok > yang > > > disebutkan di atas dan mungkin berisi informasi > yang > > > istimewa, rahasia dan dikecualikan dari > pengungkapan menurut > > > hukum yang berlaku. Jika Anda bukan pihak yang > ditujukan > > > untuk menerima pesan ini beserta lampirannya, > dengan ini > > > Anda diberitahukan bahwa penyebaran, > pendistribusian atau > > > penyalinan pesan ini adalah sangat dilarang. > Harap segera > > > memberitahu pengirim dan menghapus pesan ini > secepatnya. > > > Terima kasih atas perhatian Anda. > > > > > > > > > > > ---------------------------------------------------------------------------- > > ---- > > > PP-IAGI 2008-2011: > > > ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] > > > sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] > > > * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, > banyak > > > biro... > > > > > > > > ---------------------------------------------------------------------------- > > ---- > > > ayo meriahkan PIT ke-38 IAGI!!! > > > yg akan dilaksanakan di Hotel Gumaya, Semarang > > > 13-14 Oktober 2009 > > > > > > > > ---------------------------------------------------------------------------- > > - > > > To unsubscribe, send email to: > > > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > > > To subscribe, send email to: > > > iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > > > No. Rek: 123 0085005314 > > > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > > > No. Rekening: 255-1088580 > > > A/n: Shinta Damayanti > > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > > > --------------------------------------------------------------------- > > > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with > regard to > > > information posted on its mailing lists, whether > posted by > > > IAGI or others. In no event shall IAGI and its > members be > > > liable for any, including but not limited to > direct or > > > indirect damages, or damages of any kind > whatsoever, > > > resulting from loss of use, data or profits, > arising out of > > > or in connection with the use of any information > posted on > > > IAGI mailing list. > > > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > > > > > > > > > > > ______________________________________________ > > The Indonesian Assosiation Of Geophysicists mailing > list. > > [email protected] > | www.hagi.or.id > > * PIT HAGI ke 34, 8-13 November 2009, Yogyakarta > > * Kunjungi http://pit34hagi.web.id/ untuk info lebih > lanjut > > > > > _____________________________________________________________________ > > > > Note: The information contained in this e-mail is > intended only for the use > > of the individual or entity named above and may > contain information that is > > privileged, confidential and exempt from disclosure > under applicable law. If > > you are not the intended party to receive the message > and its attachment(s), > > you are hereby notified that any dissemination, > distribution or copy of the > > message is strictly prohibited. Please immediately > notify the sender and > > delete the message as soon as possible. Thank you for > kind attention. > > > > Catatan: Informasi yang terdapat dalam e-mail ini > ditujukan hanya untuk > > penggunaan individu atau kelompok yang disebutkan di > atas dan mungkin berisi > > informasi yang istimewa, rahasia dan dikecualikan dari > pengungkapan menurut > > hukum yang berlaku. Jika Anda bukan pihak yang > ditujukan untuk menerima > > pesan ini beserta lampirannya, dengan ini Anda > diberitahukan bahwa > > penyebaran, pendistribusian atau penyalinan pesan ini > adalah sangat > > dilarang. Harap segera memberitahu pengirim dan > menghapus pesan ini > > secepatnya. Terima kasih atas perhatian Anda. > > > > > > > -------------------------------------------------------------------------------- > > PP-IAGI 2008-2011: > > ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] > > sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] > > * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak > biro... > > > > > -------------------------------------------------------------------------------- > > ayo meriahkan PIT ke-38 IAGI!!! > > yg akan dilaksanakan di Hotel Gumaya, Semarang > > 13-14 Oktober 2009 > > > > > ----------------------------------------------------------------------------- > > To unsubscribe, send email to: > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > > To subscribe, send email to: > iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > > No. Rek: 123 0085005314 > > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > > No. Rekening: 255-1088580 > > A/n: Shinta Damayanti > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > > --------------------------------------------------------------------- > > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard > to information posted > > on its mailing lists, whether posted by IAGI or > others. In no event shall > > IAGI and its members be liable for any, including but > not limited to direct > > or indirect damages, or damages of any kind > whatsoever, resulting from loss > > of use, data or profits, arising out of or in > connection with the use of any > > information posted on IAGI mailing list. > > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > > -- > http://rovicky.wordpress.com/2009/05/30/seamount-si-gunung-raksasa-dibawah-laut-1-proses-terbentuknya/ > -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2008-2011: ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... -------------------------------------------------------------------------------- ayo meriahkan PIT ke-38 IAGI!!! yg akan dilaksanakan di Hotel Gumaya, Semarang 13-14 Oktober 2009 ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

