>Ma Miko  dan Riyadi 

Oh ada acara seperti itu
tokh , saya memang tidak sempat lihat detail karena dari awal rasanya kok
ndak sreg ya.
Ya , itulah  dunia , mungkin ???????????????? ada
balasan ya (wah saya kejam nih ) , karena saya dengar dari beberapa
penonton setia infotainment bang Helmy lagi diselingkuhin sama isterinya .
Kasihan juga ya !!!!
Bukan mupuas ini mah RI.

Si Abah
 
_________________________________________________________________________

  Pak Miko yang budiman,
> Bapak tidak perlu 'kesal'
dengan Pak Mahmud, karena beliau adalah
> entertainment object . .
. jadi siapapun mereka pasti akan melakukan hal
> yang relatif
sama.
> 
> Pak Miko . . . namanya juga GAMES - permainan,
yang dikemas sedemikian
> rupa.
> Baik miskin maupun kaya,
. . . kalau sudah 'bermain' mereka tidak bisa
> dilihat dari
'ketamakan', tetapi lebih menggunakan 'competitive strategy'
>
.
> Tidak jauh dengan permainan anak-anak atau orang tua pada
acara
> 17-agustusan
> . . .
> 
>
Sayangnya . . . versi Helmy Yahya; selalu mengemas permainan dengan
> melibatkan orang-orang miskin -nelongso. Di satu sisi emosi pemirsa
dibawa
> hanyut untuk melihat kemiskinan/perjuangan (sebagai
background), namun
> diakhiri dengan 'permainan' yang bersifat
'survival' dan 'kegelian' bagi
> pemirsa khas gaya entertainment
produk Helmy Yahya.
> 
> *"Jadi saya mah . . . sudah
antipati kalau entertainment produk Helmy
> Yahya
> dan
kebanyakan jenis entertainment tv swasta teh akan bahaya kalau
>
ditonton
> cucu-cucu dan anak-anak termasuk oleh saya pak . . .
suka memicu adrenalin
> teu puguh"*
> 
>
Salam ti penggemar Gamestone, (bukan Games diatas?!)
> Slamet
Riyadi
> 
> 
> 2009/5/19 miko
<[email protected]>
> 
>>  *Rekan-rekan  yang
budiman,*
>>
>> Acara *Duit Kaget* yang ditayangkan
oleh RCTI  pada hari Minggu  17 Mei
>> 2009 pukul 14.00-15.00
tentang kisah *Pak Mahmud*  yang selain menjabat
>> sebagai
*Kepala Sekolah Yayasan Pendidikan Islam  Sannatul  Husna* ,
>>
juga sebagai *pemulung di TPS* dekat rumahnya di kawasan Cengkareng ,
>> Tanggerang , pada awalnya menimbulkan rasa simpati dan  rasa
haru yang
>> sangat mendalam. Sayang sekali bahwa  menjelang
akhir kisah , rasa
>> haru  tersebut berubah menjadi  rasa
antipati karena  yang
>> dipertontonkan
>> bukanlah
suatu  ketulusan hati melainkan  sifat  ria dan kesombongan 
>>
yang
>> sangat menyebalkan .
>>
>>
Bukanlah rahasia umum di negeri gemah ripah loh jinawi , toto tentrem
>> karto
>> raharjo ini , bahwa jabatan sebagai Kepala
Sekolah tidak menjamin  suatu
>> penghasilan yang mencukupi
untuk mengatasi biaya hidup sehari-hari.
>> Demikian
>> jugalah dengan Pak Mahmud yang Kepala Sekolah YPI Sannatul
Husna di
>> Cengkareng. Hidupnya jauh dari kemewahan ,
rumahnyapun sangat sederhana
>> bahkan tidak layak untuk
seorang pemangku jabatan terhormat sebagai
>> Kepala
>> Sekolah.  Keteguhan imannya untuk tidak melakukan hal-hal yang
haram dan
>> di
>> luar kemampuannya memaksa Pak
Mahmud menekan rasa malu dan harga dirinya
>>  ,
>>
sehingga sepulangnya dari pekerjaan di sekolah, tanpa ragu  melakukan
>> kegiatan sebagai pemulung . Hal ini dipicu juga oleh
kebutuhan
>> pengobatan
>> isterinya yang menderita
kanker dan telah 3 bulan tidak dicek ke dokter
>> karena tidak
adanya biaya.
>>
>> Kegiatan Pak Mahmud sebagai
pemulung di Tempat Pembuangan Sampah di
>> kawasan
>> Cengkareng ditayangkan dengan sangat baik  oleh kameraman RCTI
dan
>> reporternya , seorang perempuan remaja yang rupanya elok
menawan. Dengan
>>  narasinya yang menghanyutkan, para pemirsa
dibuat tak kuasa
>> menyembunyikan
>> rasa haru dan
linangan air matanya. Dialog reporter cantik tersebut 
>>
dengan
>> isteri Pak Mahmud yang terbaring tidak berdaya di
kasurnya yang terletak
>> di
>> atas lantai, melipat
gandakan rasa haru tersebut.
>>
>> *Rekan-rekan
Rotarian yang budiman,*
>> **
>> Ketika selebritis 
*Pak Helmy Yahya* dengan seragam feodalnya muncul di
>>
tayangan sambil  menyerahkan Duit Kaget sebesar *Rp 11.000.000*,- yang
>> disambut dengan isak tangis  Pak Mahmud dan isteri serta
seorang
>> puterinya,
>> di situlah klimak rasa haru
dari para pemirsa. Sungguh sangat
>> disayangkan
>>
bahwa uang sebesar itu bukannya diinstruksikan untuk pengobatan Ibu
>> Mahmud ,
>> melainkan untuk membeli beragam barang
antara lain emas 25 gram ,
>> kulkas,
>> kipas
angin, beras 2 karung, dan lain-lain, dan hanya menyisakan uang
>> tunai
>> Rp 150.000,-, maka di situlah letak
anti-klimaknya. Hal ini diperparah
>> dengan ketentuan bahwa 
pembelajaan barang-barang tersebut harus
>> dituntaskan dalam
waktu 30 menit saja dengan ancaman pinalti hangus
>> untuk
>> uang yang tersisa.
>>
>> Perburuan
barang-barang dengan total nilai Rp 11.000.000,-  di atas yang
>> ditayangkan dengan jelas oleh RCTI menggambarkan betapa
rakusnya manusia
>> di
>> muka bumi ini. Tanpa
memikirkan keselamatan jiwanya demi menyelamatkan 
>> Duit
>> Kaget yang tersisa, Pak Mahmud beberapa kali terlihat jatuh
terjerembab
>> ke
>> tanah karena kelelahan.
Beberapa kali pula Pak Mahmud terlihat lunglai
>> dan
>> hampir pingsan.  Harga dirinya sebagai Kepala Sekolah di
Yayasan
>> Pendidikan
>> Islam tidak dipertimbangkan
dan dicampakkan begitu saja oleh RCTI. Rasa
>> kagum akan
program RCTI ini mendadak menjadi rasa sebal yang
>>
menyakitkan.
>> Hal ini diperparah oleh tayangan terakhir
dimana Helmi Yahya meminta
>> puteri
>> Pak Mahmud
yang masih sekolah di SLTA untuk menghadap  ke kantornya
>>
dengan
>> janji akan mendapatkan pekerjaan dan  bukan untuk
membantu kelancaran
>>  sekolahnya .
>>
>> Semoga ulasan atas program Duit Kaget dari RCTI di atas
dapat
>> meningkatkan  kepekaan spiritualisme kita  sehingga
dalam setiap sikap
>> dan
>> perbuatan kita , akan
selalu ingat akan Asmaul Husna atau 99 sifat-sifat
>> Ilahi.
Amiin,
>>
>> Wassalam,
>> Miko
>> **
>> *KETERANGAN GAMBAR  (langsung dijepret dari
tayangan  RCTI , Minggu, 17
>> Mei 2009 , pkl. 14-15.000) :*
>> **
>> *Atas :* *Di ruang kerjanya, Pak Mahmud
menjelaskan tentang jabatannya
>> sebagai Kepala Sekolah YPI -
Sannatul Husna.*
>> *Tengah : **Dengan pakaian feodalnya, Pak
Helmy Yahya menyampaikan Duit
>> Kaget sebesar Rp 11.000.000,-
yang harus dibelanjakan habis selama 30
>> menit.
>>
*
>> *Bawah : **Pak Mahmud disertai isterinya yang konon sedang
menderita
>> sakit
>> kanker dan telah 3 bulan tidak
cek ke dokter karena tidak ada biaya,
>> bergegas ke pusat
pertokoan untuk membelanjakan habis Duit Kaget 
>> sebesar
Rp
>> 11.000.000,- ( membeli emas 25 gram, kulkas, kipas angin,
beras 2
>> karung,
>> dan lain-lain ).*
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
www.gemafia.co.id
>>
> 


-- 
_______________________________________________
Nganyerikeun hate
batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate jalma hirupna pada
ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan.

Kirim email ke