Pak Adie,

Basement granitik dan metamorfik Banggai micro-continent sebenarnya tidak 
terlibat dalam thrust sheet (imbricated zone) yang dihasilkan oleh collision 
antara Banggai-Sula micro-continent dengan East Sulawesi ophiolite. Yang 
terlibat dalam thrust sheet ini adalah ofiolitnya dan sedimentary covers di 
atas basement Banggai, yaitu Tomori-Matindok-Minahaki carbonates. Slah satu 
thrust sheet kan jadi lapangan juga, yaitu Tiaka. Ini terjadi sebab duplex 
structure sering berjalan sebagai thin-skinned tectonics, bukan thick-skinned 
tectonics yang basement-involved.

Meskipun demikian, basement Banggai punya juga peluang fractured terutama 
sebagai akibat sesar2 normal tua yang menjadi bagian passive margin di depan 
mikro-kontinen Banggai. Setelah collision terjadi, bagian Basement ini 
tertindih multiple thrust sheets, mungkin itu bisa mendorong deformasinya 
meskipun tak signifikan. Fractured basement ini harus dicari di posisi yang 
saat ini mesti lebih tinggi dari kitchen Miosen dari source Matindok, atau 
kitchen Mesozoics, tetapi biomarker semua minyak/kondensat di wilayah ini 
secara geokimia tak menunjukkan kontribusi source dari Mesozoik; sehingga 
keberadaan active kitchen dengan source Mesozoik menjadi diragukan.

Ampana-Balantak wrench fault yang mendeformasi bagian utara Lengan Timur 
Sulawesi kelihatannya tak akan punya efek apa-apa kepada deformasi basement 
granit Banggai sebab basement Banggai yang membentur Lengan Timur ada di bagian 
tengah Lengan tersebut, bukan di sisi utaranya. 

Tentang volumetrik kitchen sebenarnya kita harus bisa definisikan dulu outline 
kitchen-nya. Ini tak mudah sebab source Miosen yang ada di kitchen saat ini 
terdapat di bawah Batui thrust sheets dan tak mudah melihatnya di 
seismik-seismik yang ada. Sebelum kita bisa memetakan outline kitchen-nya 
dengan baik, kita tak akan tahu besar/kecil potensi kitchen dan chargingnya ke 
perangkap-perangkap di wilayah Matindok/Tomori/Senoro-Toili.

Kemudian, jarang ada reefs yang terisi sampai spill point, apalagi reefs yang 
dimensinya besar. 

Salam,
Awang

--- On Thu, 6/18/09, Permana Citra Adi <[email protected]> wrote:

> From: Permana Citra Adi <[email protected]>
> Subject: Re: [Forum-HAGI] [iagi-net-l] Gas Seeps in Ophiolite Complex
> To: "'Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia'" <[email protected]>, 
> [email protected]
> Cc: "'Eksplorasi BPMIGAS'" <[email protected]>, "'Geo 
> Unpad'" <[email protected]>
> Date: Thursday, June 18, 2009, 1:22 PM
> Pak Awang menarik sekali paparannya,
> Apakah mungkin basement yang ada di kawasan Matindok
> (granite) ini berpotensi sebagai reservoir juga mengingat
> intensnya aktifitas struktur yang ada, terutama keberadaan
> dari wrench fault (ampana fault complex). Selain itu pak
> apakah cukup besar HC yang digenerasikan dari source rock
> nya mengingat sumur2 di area ini relative tidak sampai ke
> spill pointnya. Mohon pencerahannya pak.
> 
> Salam
> 
> -Adie-
> 
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> [mailto:[email protected]]
> On Behalf Of Awang Satyana
> Sent: Thursday, June 18, 2009 12:52 PM
> To: [email protected]
> Cc: Eksplorasi BPMIGAS; Geo Unpad; Forum HAGI
> Subject: Re: [Forum-HAGI] [iagi-net-l] Gas Seeps in
> Ophiolite Complex
> 
> 
> Gas seeps yang mungkin sejenis muncul di sebelah timurnya
> mendekati ujung Lengan Timur Sulawesi, yaitu di sekitar Poh,
> Tanjung Batuhitam. Rembesan gas muncul di retakan ofiolit
> yang mengalami deformasi oleh imbrikasi Batui Duplex. Tahun
> 1996 dalam rangka pemetaan Pertamina saya mengunjungi tempat
> ini. Analisis gas menunjukkan asal termogenik baik secara
> komposisi maupun isotop karbon-13.
> 
> Rembesan gas di retakan ofiolit Poh-Batui Thrust ini masih
> bagian geographic extent of petroleum system Banggai. Saat
> Banggai-Sula micro-continent membentur East Sulawesi
> ophiolite pada Mio-Pliosen, banyak sedimen di passive margin
> Banggai-Sula (artinya yang terletak di depan mikro-kontinen
> ini) tertekuk atau underthrusting di bawah ofiolit yang
> terobduksi di atas mikro-kontinen. Kelompok sedimen ini
> diyakini termasuk yang berumur Mesozoik, dan yang sudah
> jelas adalah yang Paleogen-Miosen. Sebagian sedimen ini
> punya kapasitas sebagai source rocks, misalnya yang telah
> terbukti secara geokimia adalah Middle Miocene Matindok
> Formation. Penekukan kelompok sedimen ini oleh thrust sheets
> di atasnya (imbricated ophiolite) akibat benturan telah
> "menjerumuskannya" masuk ke hydrocarbon windows (oil and gas
> windows). Di situlah terjadi generasi minyak dan gas.
> Hidrokarbon kemudian mengalir ke tempat tinggi ke arah timur
> menuju paparan Banggai yang tidak tertekuk
>  dan mengisi perangkap2 yang ada baik reefs Minahaki maupun
> perangkap struktur Minahaki akibat deformasi collision.
> 
> Dengan demikian, sebenarnya ada kitchen source Miosen di
> bawah ofiolit East Sulawesi hasil penekukan sedimen Miosen
> di depan Banggai akibat collision. Maka ofiolit yang
> terimbrikasi oleh collision ini tentu retak-retak, dan
> banyak faultsnya yang jadi konduit vertikal untuk membawa
> petroleum dari kitchen Miosen dan keluar sebagai rembesan
> gas/minyak di retakan ofiolit di permukaan. Sayang saat
> analisis sample gas itu tak dilakukan analisis isotop
> karbon-13 secara detail ke setiap fraksi komposisi (metan,
> etan, propan, butan). Bila dilakukan, akan bisa dievaluasi
> kontributor gas ini dari sedimen Miosen atau Mesozoik yang
> Australoid.
> 
> Akan halnya rembesan gas di Ampana-Tanjung Api (pernah jadi
> acara TV di Jelajah Nusantara) karena lokasinya yang jauh ke
> barat dari geographic extent petroleum system Banggai,
> mungkin ia kepunyaan petroleum system Tomini. Hanya, tak ada
> sejarah collision di Teluk Tomini seperti di Banggai,
> sehingga tak ada cerita sejarah penekukan sedimen source
> rocks di bawah ofiolit di Ampana. Yang mungkin adalah ada
> vertical conduit faults dari sedimen synrift Paleogen Tomini
> yang mungkin terus ke permukaan sampai ke ofiolit di Ampana
> yang membatasi basins di Tomini.
> 
> Ofiolit bisa saja jadi reservoir kalau fractured. Sumur
> Dongkala-1 Union Texas di wilayah Sulawesi Timur, menembus
> ibricated ophiolite Sulawesi Timur dan menemukan shows di
> dalamnya.
> 
> Trodoos Massif di Oman, singkapan ofiolit terbesar di
> dunia, juga mengandung hidrokarbon. Kalau ini lain ceritanya
> sebab hidrokarbon di Trodoos Massif sering dipakai sebagai
> referensi untuk hidrokarbon asal anorganik. Dalam anorganic
> petroleum, hidrokarbon bisa dibentuk melalui proses yang
> dikenal sebagai “Fischer-Tropsch” (FT) synthesis. Selama
> Perang Dunia I, Jerman banyak membuat minyak anorganik
> melalui sintesis industri teknik kimia ini. Minyak anorganik
> inilah yang dipakai sebagai bahan bakar mesin2
> perangnya.  Bahan minyak sintetik ini adalah CO atau
> CO2 dan H2 yang direaksikan dalam lingkungan reduksi
> menggunakan katalisator  metallic iron atau
> iron-oxide.
> 
> Proses ini ternyata juga terjadi di alam / lingkungan
> geotektonik terutama di wilayah subduksi atau collision.
> CO2-nya berasal dari thermal degassing 
> subducted carbonates. H2-nya dari water-induced
> serpentinization of ophiolites. Sementara katalisnya
> adalah  iron oxides magnetite dan hematite yang
> tersedia banyak di lingkungan geotektonik semacam ini.
> 
> Langkah pertama adalah melakukan sampling gas di Ampana itu
> secara benar (bukan dengan botol air mineral, balon, apalagi
> kantong plastik), tetapi dengan botol khusus dari lab
> geokimia, lalu lakukan analisis detail komposisi, isotop
> karbon-13 metan s.d. propane, dan isotop deuterium. Dari
> hasil analisis ini baru kita bisa merangkai cerita.
> 
> salam,
> Awang
> 
> --- On Thu, 6/18/09, Adhyaksa Buana Nicaksana <[email protected]>
> wrote:
> 
> > From: Adhyaksa Buana Nicaksana <[email protected]>
> > Subject: Re: [iagi-net-l] Gas Seep in Ophilite
> Complex
> > To: [email protected]
> > Date: Thursday, June 18, 2009, 6:52 AM
> > Pak Andri
> > 
> > Apakah gasnya sudah dianalisa?
> > apakah termasuk biogenic atau thermogenic gas?
> > 
> > Thanx
> > 
> > Icha
> > 
> > --- On Wed, 6/17/09, Andri Slamet Subandrio <[email protected]>
> > wrote:
> > 
> > From: Andri Slamet Subandrio <[email protected]>
> > Subject: [iagi-net-l] Gas Seep in Ophilite Complex
> > To: "[email protected]"
> > <[email protected]>
> > Date: Wednesday, June 17, 2009, 3:47 PM
> > 
> > Rekan-rekan yang budiman,
> > 
> > Dalam penjelajahan di kompleks ofiolit dalam rangka
> > prospeksi nikel laterit di Sulawesi Tengah, kami
> sempat
> > terpukau oleh keindahan terumbu karang yang tumbuh
> pada
> > batuan dasar ultrabasa. Terumbu karang ini berkembang
> pada
> > kawasan teluk yang ketika kami disana lautnya tidak
> > bergelombang, alias tenang. Bintang laut, ikan
> napoleon,
> > nemo (ikan badut), koral, rumput laut, ganggang
> tampak
> > begitu jelas dari perahu. Namun semakin mendekati
> pantai,
> > kami banyak mendapati gelembung yang terus keluar
> diantara
> > terumbu yang ternyata dapat diikuti hingga kedataran
> pantai.
> > Menurut nelayan setempat gelembung-gelembung gas ini
> bisa
> > dibakar! Di pantai nampak hamparan bebatuan ultrabasa
> yang
> > diantaranya nampak jelas kontang dengan batugamping
> terumbu!
> > Gelembung-gelembung gas ini terlihat pada
> cekungan-cekungan
> > kecil diantara batuan ultrabasa yang terisi air, pada
> > beberapa sudut hanya terdengar bunyi desis. Karena
> > perlengkapan kami kurang, kami mencoba mencari batok
> kelapa
> >  dan bambu yang terdampar dipantai untuk
> menampung gas!
> > Berhasil! Ternyata gas memang terbakar dan
> terus-menerus
> > mengeluarkan api! Mungkinkah batuan ultrabasa
> bertindak
> > sebagai reservoir rekahan ? Ataukah hanya penyalur
> saja ?
> > Batuan magmatik ultrabasa ini berumur kamur (65-100
> juta
> > tahun yang lalu), umumnya berasosiasi dengan mantel
> (puluhan
> > kilometer dari permukaan bumi) yang merupakan bagian
> paling
> > dalam kerak samudra! Secara scientific daerah ini
> menarik
> > untuk diteliti.
> > 
> > Penduduk daerah Tojo Una-una hingga kini masih miskin
> > energi listrik! Mungkinkah resapan gas dapat dipakai
> sebagai
> > petunjuk untuk ekplorasi migas dikawasan ofilit ini ?
> Bila
> > memang endapan migas di kompleks ini ada, siapa tahu
> bisa
> > bermanfaat untuk menjadikan daerah yang cukup
> terpencil
> > menjadi lebih hidup.
> > 
> > Bagi IAGI netter, ada lampiran gambar! Bila tidak
> sampai
> > bisa buka japri!
> > 
> > Salam
> > Andri Subandrio
> > 
> >
> --------------------------------------------------------------------------------
> > PP-IAGI 2008-2011:
> > ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
> > sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
> > * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak
> > biro...
> >
> --------------------------------------------------------------------------------
> > ayo meriahkan PIT ke-38 IAGI!!!
> > yg akan dilaksanakan di Hotel Gumaya, Semarang
> > 13-14 Oktober 2009
> >
> -----------------------------------------------------------------------------
> > To unsubscribe, send email to:
> > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> > To subscribe, send email to:
> > iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> > No. Rek: 123 0085005314
> > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> > Bank BCA KCP. Manara Mulia
> > No. Rekening: 255-1088580
> > A/n: Shinta Damayanti
> > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> >
> ---------------------------------------------------------------------
> > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard
> to
> > information posted on its mailing lists, whether
> posted by
> > IAGI or others. In no event shall IAGI and its members
> be
> > liable for any, including but not limited to direct
> or
> > indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
> > resulting from loss of use, data or profits, arising
> out of
> > or in connection with the use of any information
> posted on
> > IAGI mailing list.
> >
> ---------------------------------------------------------------------
> > 
> > 
> > 
> > 
> >       
> 
> 
>       
> 
> ______________________________________________
> The Indonesian Assosiation Of Geophysicists mailing list.
> [email protected]
> | www.hagi.or.id
> * PIT HAGI ke 34, 8-13 November 2009, Yogyakarta
> * Kunjungi http://pit34hagi.web.id/ untuk info lebih lanjut
> 
> 
> _____________________________________________________________________
> 
> Note: The information contained in this e-mail is intended
> only for the use of the individual or entity named above and
> may contain information that is privileged, confidential and
> exempt from disclosure under applicable law. If you are not
> the intended party to receive the message and its
> attachment(s), you are hereby notified that any
> dissemination, distribution or copy of the message is
> strictly prohibited. Please immediately notify the sender
> and delete the message as soon as possible. Thank you for
> kind attention.
>  
> Catatan: Informasi yang terdapat dalam e-mail ini ditujukan
> hanya untuk penggunaan individu atau kelompok yang
> disebutkan di atas dan mungkin berisi informasi yang
> istimewa, rahasia dan dikecualikan dari pengungkapan menurut
> hukum yang berlaku. Jika Anda bukan pihak yang ditujukan
> untuk menerima pesan ini beserta lampirannya, dengan ini
> Anda diberitahukan bahwa penyebaran, pendistribusian atau
> penyalinan pesan ini adalah sangat dilarang. Harap segera
> memberitahu pengirim dan menghapus pesan ini secepatnya.
> Terima kasih atas perhatian Anda.
> 
> ______________________________________________
> The Indonesian Assosiation Of Geophysicists mailing list.
> [email protected]
> | www.hagi.or.id
> * PIT HAGI ke 34, 8-13 November 2009, Yogyakarta
> * Kunjungi http://pit34hagi.web.id/ untuk info lebih lanjut


     

--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
ayo meriahkan PIT ke-38 IAGI!!!
yg akan dilaksanakan di Hotel Gumaya, Semarang
13-14 Oktober 2009
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke