Apakah ada rencana IAGI akan turun kelapangan bersama kantor ESDM setempat utk 
memberi penjelasan pada masyarakat?
 
edison

--- Pada Isn, 22/6/09, Paulus Tangke Allo <[email protected]> menulis:


Daripada: Paulus Tangke Allo <[email protected]>
Subjek: [iagi-net-l] Fwd: gambar2.....Re: [iagi-net-l] Semburan Gas-Lumpur di 
Serang
Kepada: [email protected]
Tarikh: Isnin, 22 Jun, 2009, 12:33 AM


---------- Forwarded message ----------

From: Andang Bachtiar <[email protected]>
Date: 2009/6/22
Subject: gambar2.....Re: [iagi-net-l] Semburan Gas-Lumpur di Serang
To: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>



----- Original Message ----- From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[email protected]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, June 22, 2009 1:52 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Semburan Gas-Lumpur di Serang


bisa dikirim gambarnya japri kang ?

rdp

2009/6/22 Andang Bachtiar <[email protected]>:
>
> Mudah-mudahan ada manfaatnya bagi yang membaca. Saya coba tampilkan 3 gambar 
> yang menjelaskan apa yang kemungkinan terjadi dengan pemboran air di 
> Walikukun, Carenang, Serang Banten yg akhirnya hari Sabtu yg lalu 
> mengeluarkan gas dan lumpur sampai sekarang (lihat berita terlampir).
>
> Lokasi Kampung Astana Anyar tersebut di peta geologi terletak di daerah 
> dataran alluvial Sungai Ciujung - Cidurian, yaitu sungai2 Holocene yang 
> mengalir selatan utara dr daerah tinggian gunung api Jawa Barat ke arah 
> pantai utara Jawa. Selain itu dari setting tektoniknya, dia juga berada di 
> daerah Tinggian Tangerang yang di beberapa literatur juga disebut menerus 
> dengan Platform Seribu di utaranya. Di bagian timurnya kita dapati Ciputat 
> Low dan di Selatannya kita dapati Rangkas Low. Sungai Ciujung sendiri 
> kemungkinan dikontrol oleh pola bidang lemah kelurusan patahan utara-selatan 
> yang menjadi ciri khas pola cekungan di daerah tersebut. Sumur2 yang pernah 
> dibor di sekitar daerah ini adalah Cileles-1, Rangkasbitung-1, dan 
> Tangerang-1 di selatan dan tenggara daerah "rembesan" gas-lumpur Serang ini. 
> Cileles punya oil/gas show, sementara Rangkasbitung-1 dan Tangerang-1 
> laporannya dry hole saja. Tangerang-1 (dan Rangkasbitung-1 juga) dibor di 
> daerah yang
 dianggap tinggian, walaupun delineasinya masih masuk di dalam bagian tepi dari 
cekungan NWJava Basin. Di sebelah barat dari lokasi Gas-Mudflow Serang juga 
didapatkan data rembesan minyak dari data Belanda (didaptkan waktu survey 
permukaan Pertamina-Repsol tahun 90-an). Meskipun di daerah tinggian, besar 
kemungkinan rembesan2 minyak (seperti yang dilaporkan oleh Belanda tersebut) 
juga menggejala di sekitar daerah Tangerang High- Seribu Platform ini. Artinya, 
komponen petroleum system: SR, maturity, migrasi ===> semuanya sudah terpenuhi. 
Tinggal dicari reservoir, seal dan trapping nya yang suitable, apakah ada di 
daerah tersebut?
>
> Pemboran air yang akhirnya mengeluarkan gas dan lumpur di Serang ini 
> nampaknya kemungkinan bisa berasal dari dua sumber: 1) dari lapisan alluvial 
> Ciujung Holocene yang kemungkinan merupakan gas rawa biogenic yang 
> diakibatkan oleh proses fermentasi suhu rendah tapi kaya organik dan kondisi 
> reduksi,.. dan kemungkinan no 2) dari lapisan Parigi Limestone yang 
> mengandung isi BIOGENIC GAS seperti yang didapatkan di lapangan2 BP di 
> offshore. Di daerah tinggian Tanggerang - Seribu Platform ini begitu anda 
> mengebor permukaannya maka dibawah alluvial akan anda temukan lempung tebal 
> Formasi Cisubuh yang merupakan batuan penutup yang ideal. Masalahnya adalah: 
> seberapa tebal alluvial recent-nya? Apakah 30-40 meter sudah habis alluvial 
> Ciujungnya, kemudian langsung masuk ke lempung Cisubuh s/d 70 meter kemudian 
> di 70 meter menembus Gamping Parigi yang berisi Gas Biogenic? Kalau memang 
> begitu kasusnya maka gas yang sekarang keluar akan terus menerus keluar karena
 resourcesnya akan jauh lebih besar dari sekedar gas rawa endapan alluvial 
biasa yang dalam 1-2 minggupun kemungkinan akan depleted. Apalagi kemungkinan 
adanya tekanan yang direpresentasikan dengan tingginya semburan s/d 15 meter 
kemudian terjadi intermittent variation dari tinggi semburan, kesemuanya 
mengindikasikan adanya sistim tekanan yang kemungkinan lebih besar daripada 
sekedar tekanan fasa gas di sistim terbuka gas rawa alluvial,... itu lebih 
mengindikasikan sisstim tekanan tertutup dari reservoir Parigi.
>
> Dua-dua alternatif interpretasi sama-sama mengindikasikan biogenic gas, 
> bedanya adalah: kalau berasal dari alluvial, maka sistem tekanannya akan 
> ringan (terbuka, cepat habis),...sementara kalau berasal dari Parigi, maka 
> sistim tekanannya tinggi, tertutup dan akan long-lasting. Bisa jadi lubang 
> akan bertambah besar untuk mengkompensasi sistim tekanan yang besar tersebut.
>
> Apakah kasus bawah permukaannya sama dengan Lumpur Sidoardjo? Less likely. 
> Kalau di luSi, kita berhadapan dengan mud-diapir,... ada lapisan 
> lempung/lumpur tekanan tinggi Kalibeng Atas yang terus menerus aktif 
> mengeluarkan lumpur ke permukaan. Sementara itu di Serang sini, tidak pernah 
> tercatat analogi Cisubuh sebagai overpressure shale yang significant apalagi 
> mud-diapir. Jadi,.. kemungkinan lumpur yang keluar merupakan hasil 
> penggerusan dari lempung Cisubuh oleh gas dan air yang berasal dari Parigi 
> Formation. Skenario hipotesis ini semua masih perlu dibuktikan dengan 
> analisis lumpur (umur, kematangan, komposisi dsb), analisis air (asin 
> tidaknya, dsb), dan tentunya analisis gas dan batuan lain yg keluar dr 
> semburan (kalau2 memang ada bongkah gamping di dalamnya kemungkinan Parigi 
> terlibat).
>
> Apapun penyebabnya, semburan tersebut harus ditutup untuk menyelmatkan 
> kehidupan masyarakat di sekitarnya. Memang masih belum terbayang efeknya akan 
> sebesar daerah Banjar Panji, akrena tipenya juga berbeda dan kedalamannya 
> berbeda, tetapi bukan berarti kita bisa santai2 saja. TUTUP segera!!! 
> Tentunya dengan menggunakan metodologi dan peralatan yang sesuai kaedah2 
> keteknikan di Oil&Gas. Pertamina punya operasi di daerah Bekasi. CNOOC dan BP 
> juga punya daerah operasi berdekatan di offshore daerah tersebut. Mudah2an 
> lewat BPMigas - ESDM Pusat dan ESDM Provinsi bisa diusahakan untuk membantu 
> masyarakat disana segera menangani semburan tersebut dengan menutupnya. 
> Mumpung baru 3 hari.
>
>
>
> Lebih cepat ditangani lebih baik. Jangan hanya dijadikan komoditi perdebatan 
> politik dan unjuk janji. Yang urusan di Porong saja belum 
> selesai-selesai,.... jangan lagilah di Serang ini dijadikan ajang pertunjukan 
> semata. Kasusnya mungkin ada kemiripan dengan yang di KalSel 2 tahun yg lalu. 
> Yang jelas, dalam hal ini tidak ada E&P Company yang terlibat seperti di 
> Lengowangi (Petrochina), SumSel (Pertamina) == yang keduanya berhasil 
> dijinakkan, dan di Porong (Lapindo) == yang masih berlangsung ..... Dan yang 
> jelas, gak mungkinlah selesai hanya dengan ngejar2 kumpeni yang ngebor air 
> untuk bertanggung-jawab. Semua pihak yang concern harus terlibat.
>
>
>
> Salam
>
> ADB
>
> =============================================
> Minggu, 21/06/2009 15:56 WIB
> Lumpur di Serang Sempat Menyembur Setinggi 15 Meter
> Hery Winarno - detikNews
>
> Serang - Warga Kampung Astana Agung, Desa Walikukun, Kecamatan Carenang, 
> Kabupaten Serang, Banten panik pada Sabtu (20/6/2009) dini hari. Mereka 
> dikejutkan dengan semburan lumpur dan gas methan yang muncul tiba-tiba. 
> Tinggi semburan lumpur itu sempat mencapai 15 meter.
>
> Salah seorang warga, Ny Laeli Sapuro, saat ditemui detikcom di lokasi 
> semburan, Minggu (21/6/2009) menceritakan semburan lumpur dan gas berbau 
> belerang itu terjadi pertama kali pada pukul 04.00 WIB Sabtu kemarin. Lumpur 
> berpasir ini menyembur sangat tinggi.
>
> "Tinggi semburan bisa lebih dari 15 meter. Dari pohon yang paling tinggi itu, 
> semburannya masih di atasnya itu lagi," kata Laeli sambil menunjuk sebuah 
> pohon yang tingginya sekitar 10 meter.
>
> Laeli dan keluarganya sempat panik ketika mendengar dan melihat semburan itu. 
> Maklum, rumah Laeli hanya berjarak sekitar 8 meter dari lokasi semburan itu.
>
> Menurut dia, semburan lumpur itu berasal dari lubang yang dibor untuk mencari 
> air bersih. "Ada dua lubang yang sudah dibor. Satu lubang mencapai kedalaman 
> 100 meter. Sedangkan satu lubang lagi berkedalaman 70 meter. Nah, semburan 
> lumpur itu berasal dari lubang yang berkedalaman 70 meter itu," ujar dia.
>
> Di kampung Laeli, warga sangat sulit untuk mendapatkan air bersih. Untuk 
> memperoleh air bersih, maka warga harus mencari sumber air hingga kedalaman 
> yang sangat dalam. Bila hanya menggali sumur puluhan meter, maka air yang 
> dihasilkan berasa asin.
>
> "Rencananya akan dibuat sumber air bersih untuk warga," kata Ny Laeli. Sumber 
> air bersih itu juga akan digunakan untuk Pusat Kesehatan Desa (Puskesdes) 
> yang sedang dibangun di samping lokasi semburan lumpur itu.
>
> Kini, pembangunan Puskesdes pun terganggu karena semburan lumpur tersebut. 
> Bahkan, gedung yang sedang dibangun itu juga makin tidak karuan.
>
> (asy/nrl)

--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
ayo meriahkan PIT ke-38 IAGI!!!
yg akan dilaksanakan di Hotel Gumaya, Semarang
13-14 Oktober 2009
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------


      Layari cepat. Internet Explorer 8 terbaik utk Yahoo! automatik lancarkan 
2 halaman kegemaran anda bila pelayar dibuka. Dapatkan IE8 di sini! 
http://downloads.yahoo.com/my/internetexplorer/

Kirim email ke