Pak Awang, Maaf baru ada kesempatan kasih respond sekarang... mudah-mudahan belum basi.
Eksplorasi Migas tidak merusak kawasan hutan seperti ilegal logging. Setuju. Tapi ilegal logging banyak memanfaatkan lintasan-lintasan seismik, jalur-jalur truk untuk transportasi rig. Sisa-sisa lintasan seismik di kawasan Sarawak, Brunei dan Kalimantan Timur masih bisa terlihat sampai 10 tahun lebih. Jalur-jalur ini dipakai untuk masyarakat setempat untuk berburu dan logging (yang biasanya ilegal). Jadi kesimpulannya eksplorasi migas, merintis dan mendukung ilegal logging. Mestinya lintasan ini harus ditutup dengan ditanami kembali dengan tanaman sejenis. Teorinya. Prakteknya.. saya tidak begitu paham. Herman -----Original Message----- From: Awang Satyana [mailto:[email protected]] Sent: Friday, May 15, 2009 7:32 AM To: [email protected] Cc: [email protected]; Eksplorasi BPMIGAS; Forum HAGI; Geo Unpad Subject: Re: Fw: [iagi-net-l] Diskusi Paper-Paper IPA 2009 (II) Pak Djoko, Itulah hal yang mungkin akan menyulitkan realisasi eksplorasi ke depan. Kasus lain adalah Gorontalo Basin (Teluk Tomini) yang sangat menarik secara geologi dan petroleum system, mengusik saraf setiap eksplorasionis untuk menjawab tantangannya. Tujuh blok telah dialokasikan Migas di situ untuk ditawarkan pada mid-Juni depan. Konsultasi ke daerah telah dilakukan kawan2 Migas dan mendapat respon positif, para gubernur terkait sangat mendukung. Tetapi Teluk Tomini pun di beberapa wilayahnya merupakan kawasan taman laut. Kawasan konservasi laut Teluk Tomini menggema dalam Worl Ocean Congress di Manado yang baru berakhir kemarin. Bisakah realisasi eksplorasi dilakukan ? Kita lihat ke depan, semoga tak seperti kasus Warim, di mana banyak struktur dengan potensi besar, sebesar lapangan2 minyak di Central Ranges PNG yang cadangan terbuktinya sudah 3.2 BBO, mesti dibiarkan tak tergarap karena di atasnya berposisi Taman National Lorentz yang tak bisa diganggu gugat -the last resort of tropical forest in snowy mountains -warisan dunia ! Namun, kenyataannya ilegal logging yang jelas2 merusak hutan Lorentz terus terjadi, foto udara dengan kuat menampakkannya. Eksplorasi migas tak pernah merusak kawasan hutan seperti ilegal logging tentunya. Tetapi, sungguh tak mudah meyakinkan Departemen Kehutanan akan hal ini. Mekanisme pinjam kawasan hutan atau pinjam kawasan laut mestinya bisa jadi salah satu solusi. Di wilayah Indonesia, yang kaya akan laut, kaya akan hutan, dan kaya akan sumberdaya mineral dan energi -memang masalah tumpang tindih lahan dan kepentingan menjadi issue yang keras. Akan menjadi makin kompleks bila negara2 besar ikut mengatur kita, lalu apabila kita ternyata tak cukup berdaya dengan wilayah kita sendiri... salam, awang --- On Fri, 5/15/09, [email protected] <[email protected]> wrote: > From: [email protected] <[email protected]> > Subject: Fw: [iagi-net-l] Diskusi Paper-Paper IPA 2009 (II) > To: [email protected] > Cc: [email protected] > Date: Friday, May 15, 2009, 9:37 AM > Pak Awang, saya forward email ini ke > alamat yahoo karena yg dikirim lewat > iagi-net di reject. > > Salam, > Djoko RUSDIANTO > telp: +62.21.523 1524 > mobile:+62.811877517 > e-mail:[email protected] > > ----- Forwarded by Djoko RUSDIANTO/EXT/ID/EP/Corp on > 05/15/2009 09:29 AM > ----- > > > > > > > Djoko > > > > > > RUSDIANTO/EXT/ID/ > > > > > EP/Corp > > > To > > > <[email protected]> > > > 05/15/2009 08:51 > > > cc > > AM > [email protected] > > > > > > > Subject > > > RE: [iagi-net-l] > Diskusi > > > Paper-Paper IPA 2009 > (II)(Document > > > link: Djoko RUSDIANTO) > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Pak Awang, posting pak Awang tentang Hydrocarbon > Prospectivity of the Savu > Sea Basin (Toothill & Lamb > -CGG Veritas), Savu Basin : A Case of Frontier Basin Area > in Eastern > Indonesia (Tampubolon & Saamena -ITB & Unpad)sangat > menarik. Namun dengan > ditetapkannya Savu Marine National Park (article berikut), > bagaimana > menurut pak Awang dengan masa depan ekplorasi migas di Savu > sea basin > dikaitkan dengan masalah terjadinya overlap area (seperti > halnya masalah > overlap dengan taman nasional). > > Salam, > DRusdianto > > Indonesia launches Southeast Asia's biggest marine park > Source: Reuters > MANADO, Indonesia (Reuters) – > Indonesia has opened Southeast Asia's > largest marine park in the Savu Sea, a migration route for > almost half the > world's whale species and home to vast tracts of rare > coral, the country's > fisheries minister said. > Environmental groups, The Nature > Conservancy and WWF will help set up > the reserve, where efforts will be made to stamp out > illegal practices such > as dynamite and cyanide fishing. Tourism activities and > subsistence fishing > by locals will be allowed but restricted to certain areas. > The Savu Marine National Park, > launched at the World Ocean Conference > in Manado, Sulawesi, will cover 3.5 million hectares (8.649 > million acres) > in an area of 500 species of coral, 14 species of whales > and 336 species of > fish living in the Savu Sea near Flores in eastern > Indonesia. > "(It is) potentially one of the > largest marine protected areas in the > Coral Triangle," Minister of Marine Affairs and Fisheries > Freddy Numberi > said on Wednesday. > He was referring to the biologically > diverse coral reef network > bounded by Indonesia, Malaysia, the Philippines, Papua New > Guinea, East > Timor and the Solomon Islands. (*) > > > > > > > > > -----Original Message----- > From: Awang Satyana [mailto:[email protected]] > Sent: Tuesday, 12 May, 2009 4:36 PM > To: IAGI; Forum HAGI; Geo Unpad; Eksplorasi BPMIGAS > Subject: [iagi-net-l] Diskusi Paper-Paper IPA 2009 (II) > > > > > > Saya menyambung posting sebelumnya tentang subyek yang > sama, tetapi > bagian II. Semoga berguna untuk rekan-rekan milis yang tak > mengikuti > pertemuan IPA minggu lalu, untuk sekedar tahu beberapa > paper di > antaranya. > > > > Salam, > > awang > > > > 1. Middle-Lower Eocene Turbidites : A New > Deepwater Play Concept, > Kutei Basin, East Kalimantan, Indonesia (Wayne Camp dkk. > -Anadarko > Indonesia). Paper ini menerapkan konsep play turbidit > Miosen yang sudah > terbukti baik memproduksi hidrokarbon di Selat Makassar. > Prosesnya sama, > tetapi diterapkan untuk sekuen sedimen yang lebih tua, > yaitu > Middle-Lower Eocene. Area pembahasan paper adalah Selat > Makassar di > sebelah selatan Tinggian Mangkalihat. Dua tipe fasies > turbidit sekuen > ini bisa dibedakan : (1) thin-bedded, low net to gross > distal > turbidites, dan (2) thick-bedded, high net to gross > proximal turbidites. > Sebagai reservoir, tentu fasies 2 lebih baik sebab : porous > dan > quartzitic, juga tebal. Dua fasies ini dilaporkan ditembus > beberapa > sumur lama. Penelitian di Tinggian Mangkalihat menemukan > oil seeps yang > ketika dikarakterisasi berasal dari non-marine source > rocks. Mengambil > model deepwater play Miosen, diperkirakan bahwa source > rocks-nya > merupakan > > materi transported juga. > > > > KOMENTAR : Paleogen di Kutei Basin dan banyak cekungan di > Indonesia > Barat adalah sekuen transgresif, proses regresi yang akan > menyebabkan > lowstand di updip area diperkirakan tak akan maksimal > seperti pada > Miosen. Sehingga, erosi wilayah updip untuk kemudian > ditransportasi dan > diendapkan kembali di deep water area diperkirakan tak akan > sebaik > Miosen. Oil seeps asal non-marin tak mesti segera > ditafsirkan sebagai > transportes source rocks, bisa saja ia merupakan lacustrine > non-marine > source rocks yang diendapkan di graben-graben sisa rifting > Makassar > Strait saat Selat Makassar baru terbuka. > > > > 2. Hydrocarbon Prospectivity of the Savu Sea > Basin (Toothill & Lamb > -CGG Veritas), Savu Basin : A Case of Frontier Basin Area > in Eastern > Indonesia (Tampubolon & Saamena -ITB & Unpad). Dua > paper ini > membicarakan cekungan yang sama : Sawu (Savu) di antara > Sumba dan Timor. > Yang satu ditulis profesional berdasarkan data seismic baru > (2002, > 2007). Yang satunya lagi paper mahasiswa (S2 & S1) > beradasarkan > publikasi2 yang ada dengan penafsiran baru. Tentu kita tahu > cekungan ini > sangat under-explored. Tebal sedimen hampir 5000 meter di > deposenternya. > Tektonostratigrafinya memperlihatkan efek rifting, uplift > dan erosion, > pengendapan lagi, kemudian syn-collision. Batuan tertua > diperkirakan > Late Triassic menurut Toothill dan Lamb. Seismic baru > menunjukkan banyak > gas chimney dan bright amplitude, mungkin menunjukkan > keberadaan good > reservoirs dan hidrokarbon. Seeps data beradasarkan satelit > muncul di > beberapa tempat, dan berdasarkan seismic tempat2 seeps itu > berkorelasi > dengan deep faults yang sampai ke permukaan. Posisi Sawu > saat ini adalah > forearc basin. Bagian bawahnya diperkirakan mengandung > potensi source > rocks. > > > > KOMENTAR : Perdebatan tektonik Sumba sebagai mikrokontinen > asal > Sundaland atau Australia harus diselesaikan dulu untuk > membangun model > origin Savu Basin. Sumba masuk ke posisinya sekarang > sebelum Neogen, > bila ia mikrokontinen asal Sundaland. Tetapi bila ia produk > escape > tectonism dari collision Australia-Timor, maka ia ke > posisinya sekarang > pada Neogen. Sejarah tektonik ini akan berpengaruh kepada > tektonostratigrafi Savu Basin. Basement cekungan > diperkirakan kontinen, > bukan intermediate apalagi oceanic. Ini akan berpengaruh > kepada heatflow > cekungan ini. Dengan ketebalan sedimen hampir 5000 meter, > mestinya telah > ada generasi hidrokarbon di bawahnya. Sumur Savu-1 di > sekitar wilayah > ini dibor Bocal tahun 1975 dengan kedalaman sekitar 1500 > meter dan > kering. Sumur ini tentu tak mengartikan Savu seabagai tidak > prospek. > Sumur bukan di posisi yang baik dan terlalu dangkal. > Beberapa seismic > terbaru cukup menjanjikan untuk petroleum system berjalan. > > > > 3. Application of Plate Reconstructions and 2D > Gravity Modeling to > Quantify Crustal Stretching during Continental Break-Up : A > South China > Sea Case (A. Mazur dkk -GETECH). Paper ini menceritakan > sejarah > pembukaan Laut Cina Selatan (SCS) berdasarkan dua school of > thought : > tektonik ekstruksi ala Tapponnier atau Molnar sepanjang Red > River Fault, > atau oleh slab pull saat subduksi terjadi di sebelah > baratlaut > Kalimantan. Data utamanya adalah gravity model, didukung > data geologi. > Analisis cenderung menyimpulkan bahwa mekanisme pembukaan > SCS dominan > oleh slab pull subduction proto SCS di bawah NW Kalimantan, > sebab oleh > mekanisme extruksi mestinya pull-apart basin, sementara SCS > bukan > pull-apart. Tetapi kemudian Mazur membuat modifikasi yang > menghubungkan > bahwa opening SCS bisa terjadi oleh dua mekanisme di atas, > hanya Red > River strike-slip displacement-nya dikoreksi menjadi > sekitar 170 km. > > > > KOMENTAR : Escape tectonics (Burke dan Sengor, 1986) atau > extrusion > tectonics (Tapponnier dan Molnar, 1982) mengharuskan dua > gejala terjadi > pasca benturan : regional strike-slip dan crustal opening. > Pada kasus > Asia, hal ideal sebenarnya terjadi. Saat India collided > Eurasia pada > 50-45 Ma, maka terjadi beberapa sesar mendatar regional > besar menjauhi > pusat benturan menuju free oceanic edge saat itu. Sesar2 > besar yang lari > ke SE Asia menjauhi India saat itu adalah Red River Fault > (RRF), > proto-Sumatran Fault, Three Pagoda Fault, Wang Chao Fault > dan banyak > sesar lain. Crustal opening dicirikan oleh pembukaan Laut > Jepang dan > Laut Cina Selatan, terbuka oleh couple strike-slip fault > besar yang > searah. Studi Mazur dkk tak akan menunjukkan hal ini sebab > mereka > membatasi di RRF, padahal SCS terbuka oleh banyak sesar2 > regional. Slab > pull hanyalah suatu mekanisme sea-floor spreading di > samping ridge-push > dalam plate tectonics; tetapi kita harus mencari penyebab > utama > > apa yang membuat SCS opening; dalam hal ini dari segi time > and space, > escape tectonics post India-Eurasia collision memuaskan. > > > > 4. Understanding Hydrocarbon-Bearing > Reservoirs and Their Critical > Factors for Deep Water Exploration in The Tarakan Basin, NE > Kalimantan, > Indonesia (Ukat Sukanta dkk -ENI Indonesia). Paper > menceritakan evolusi > Tarakan Basin, khususnya bagian deepwaternya. Menggunakan > konsep yang > sudah proven tentang deep-water play, paper berdasarkan > data seismic, > sumur, cores, dan biostratigrafi merekonstruksi kapan > pengisian cekungan > dalam ini terjadi. Pak Ukat dkk mengidentifikasi > beberapa periode sea > level drop di updip area sepanjang Middle-Miocene sampai > Pliosen. > Periode lowstand ini menjadi ajang erosi dan transportasi > sedimen2 > deltaik di updip Tarakan untuk kemudian diendapkan ulang > sebagai deposit > turbidit yang kaya akan pasir di wilayah slope dan basin > floor fan. > Penemuan2 hidrokarbon di wilayah slope Tarakan Basin > membuktikan bahwa > deepwater play berjalan di wilayah ini. > > > > KOMENTAR : Evolusi deepwater Tarakan mirip dengan evolusi > deepwater > Kutei, prosesnya sama, dan waktunya juga lebih kurang sama. > Yang sedikit > berbeda adalah deformasinya, terutama di bagian atas. > Meskipun demikian, > harus diamati sumber provenance yang berbeda antara Tarakan > dan Kutei. > Kutei terkenal mengalami maturation of sediments yang > sangat baik dengan > terjadinya beberapa recycle sedimen. Puncak2 antiklin di > Samarinda > antiklinorium telah menjadi sumber provenance sedimen > sendiri melalui > proses kanibalisasi, akibatnya pasir yang sangat kuarsaan > diendapkan > sampai jauh. Hal ini belum cukup diketahui terjadi di Kutei > sebab > deformasi wilayah updip Tarakan dengan deformasi wilayah > updip Kutei > sangat berbeda. > > > > > > > > > > > > ------------------------------------------------------------------------ > -------- > > PP-IAGI 2008-2011: > > ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] > > sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] > > * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak > biro... > > > ------------------------------------------------------------------------ > ----- > > To unsubscribe, send email to: > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > > To subscribe, send email to: > iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > > No. Rek: 123 0085005314 > > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > > No. Rekening: 255-1088580 > > A/n: Shinta Damayanti > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > --------------------------------------------------------------------- > > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to > information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or > others. In no > event shall IAGI and its members be liable for any, > including but not > limited to direct or indirect damages, or damages of any > kind > whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, > arising out of > or in connection with the use of any information posted on > IAGI mailing > list. > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > > This e-mail (including any attached documents) is intended > only for the > recipient(s) named above. It may contain > confidential or legally > privileged information and should not be copied or > disclosed to, or > otherwise used by, any other person. If you are not a > named recipient, > please contact the sender and delete the e-mail from your > system. -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2008-2011: ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... -------------------------------------------------------------------------------- tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!! akan dilaksanakan di Semarang 13-14 Oktober 2009 ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

