Saya setuju  dengan pendapat bapak, memang demikian adanya.

Menurut pendapat saya.
Kadang kita terlalu egois dengan keinginan kita masing2 tanpa berfikir
dengan bijak dan maap memikirkan pendapat atau keinginan orang seperti
apa.

Kepada teman2 LSM sekarang saatnya membuktikan bahwa pendirian dan
pendapat teman2 memang sesuai dengan kehendak masyarakat untuk
menyelamatkan mereka dengan lingkungannya. Jangan tinggalkan mereka,
jangan lalaikan mereka setelah semua  yg mereka capai, mereka memerlukan
lebih dari hanya sekedar yang telah dicapai saat ini. Ayo buktikan dan
dampingi mereka bahwa mereka bisa hidup dan meningkatkan taraf hidupnya
dengan tetap menjaga lingkungannya.

regards

syaeful


On Sat, July 25, 2009 4:34 pm, budi santoso wrote:
>
>
>
> Pak Bibit berhak geram tapi mestinya tidak lalu 'mutung' lepas tangan
> terhadap persoalan masyarakat Pati ke depan.
>
> rekans LSM, tidak lalu merasa 'menang' hanya karena merasa telah
> 'menyelamatkan' lingkungan dan masyarakat Pati dari dampak akan adanya
> pabrik semen tersebut . . tantangan lebih lanjut adalah bagaimana rekan
> LSM juga mampu 'mengganti' katakanlah manfaat bagi masyarakat jika pabrik
> itu jadi berdiri.
>
> semua pekerjaan 'penambangan intinya akan mengubah bentang alam, kasarnya
> 'merusak' . . hampir tidak ada kegiatan jenis ini yang tak 'merusak' . .
> masalahnya adalah hitungan manfaat dan mudharatnya . . . boleh menambang
> tapi tidak merusak = omong kosong . . .   tidak boleh menambang (karena
> merusak) tapi masih giat menggunakan bahan-bahan hasil penambangan baik
> langsung maupun tidak = tidak kurang dari omong kosongnya dengan
> pernyataan sebelumnya . . .
>
> menurut saya menambang boleh; dengan cara-cara yang "ramah" lingkungan
> dengan mengaplikasikan teknik dan teknologi terkini, . . . . . kegiatan
> ini bisa dikurangi maupun dihentikan sepenuhnya jika suatu saat
> ketika kebutuhan manusia akan bahan tambang tersebut bisa tergantikan oleh
> bahan lain (non tambang) atau hasil daur ulang . . selama manusia masih
> perlu bahan-bahan tambang tersebut (satu hal yang sering luput dari
> kesadaran sebagian orang) maka kegiatan penambangan akan terus ada  . . .
>
>
> Salam,
> STJ
>
>
>
>
> ________________________________
> From: Sulastama Raharja <[email protected]>
> To: [email protected]; [email protected]
> Sent: Saturday, July 25, 2009 10:49:26 AM
> Subject: [iagi-net-l] Bibit Waluyo Geram, LSM Sontoloyo Bubarkan Proyek Rp
> 5 Triliun
>
> Bibit Waluyo Geram, LSM Sontoloyo Bubarkan Proyek Rp 5 Triliun
>
> Sabtu, 25 Juli 2009 | 06:26 WIB
>
>
> TEMPO Interaktif, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengakui
> dirinya telah gagal membangun pabrik PT Semen Gresik di Sukolilo, Pati.
> "Harga diri saya sudah terinjak-injak karena masalah ini," kata Bibit di
> sela-sela acara pelantikan Dewan Pengupahan Jawa Tengah di kantor Gubernur
> Jawa Tengah kemarin.
>
> Bahkan Bibit mengatakan harga dirinya sudah dijual rendah sekali untuk
> merealisasikan pendirian pabrik semen. Kegagalan merealisasikan proyek
> senilai hampir Rp 5 triliun ini, kata Bibit, sungguh membuat malu di depan
> publik. "Aku isin, proyek bernilai hingga Rp 5 triliun hilang," ujar
> mantan
> Panglima Kodam IV Diponegoro ini.
>
> Ia menambahkan, kegagalan pendirian pabrik semen hanya karena adanya
> provokasi dari sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM). "Itu LSM
> sontoloyo, edan itu namanya."
>
> Bibit menuduh LSM yang datang ke Pati dari berbagai daerah memprovokasi
> masyarakat sekitar agar menolak pendirian pabrik Semen Gresik di
> wilayahnya.
> Padahal, kata Bibit, berbagai kajian akademik dan lingkungan sudah
> dilakukan
> oleh berbagai pakar. Hasilnya, pendirian pabrik semen sudah memenuhi
> standar
> kelayakan lingkungan dan akan berdampak positif terhadap perkembangan
> ekonomi di Pati dan Jawa Tengah.
>
> Bibit mengaku, karena ada pro-kontra di masyarakat, dirinya tak akan
> memaksakan kehendak dan ngotot untuk mendirikan pabrik. "Saya mengalah
> karena mereka (yang menolak) juga sedulur sendiri."
>
> Ia juga menyatakan dalam beberapa waktu ke depan dirinya tak akan datang
> ke
> Pati. Hal ini karena dirinya merasa sangat kecewa dengan sikap beberapa
> masyarakat di wilayah itu yang menolak kehadiran pabrik semen. Bibit
> menambahkan, dirinya tidak akan mau ikut menyelesaikan berbagai persoalan
> yang muncul di Pati, tidak tahu sampai kapan. "Kalau ada kekurangan pupuk,
> jangan meminta ke saya, minta saja ke LSM," katanya.
>
> Salah satu LSM yang melakukan pendampingan kepada warga penolak pabrik
> semen, Society for Health, Education, Environment, and Peace (SHEEP),
> menolak jika disalahkan. "Kami hanya mengontrol kebijakan-kebijakan
> pemerintah," kata Husain, Koordinator SHEEP. Husain menegaskan, kalau
> memang
> kebijakan Gubernur Jawa Tengah berdampak positif terhadap masyarakat, LSM
> juga akan mendukung.
>
> Selama ini, kata Husain, pemerintah tak pernah memberikan jaminan bahwa
> pendirian pabrik semen memang tidak akan merusak lingkungan. "Kalau memang
> menjamin, kami tidak akan menolak," katanya. Husain menilai, kegagalan
> pendirian pabrik semen lebih dikarenakan kegagalan komunikasi Bupati Pati
> Tasiman dan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dengan masyarakat.
>
> ROFIUDDIN
> sumber:
> http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2009/07/25/brk,20090725-188974,id.html?page=2
>
>
>
>



--

http://www.its.ac.id 

--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
ayo meriahkan PIT ke-38 IAGI!!!
yg akan dilaksanakan di Hotel Gumaya, Semarang
13-14 Oktober 2009
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke