Selamat pagi para rekan seprofesi dimanapun, Topik ini kami kami angkat atas saran Mas Setiyo Pamungkas (Ketua IAGI Komwil KL) sebagai informasi yang berguna (karena Beliau tidak ikut milis IAGInet. Mohon didaftarkan). Pagi ini kami baru saja menghadiri SKG09 Geoscience Annual Briefing di KL Convention Center KLCC dan saat yang bersamaan di tempat yang terpisah pada KL Convention Center ada Jamuan Makan Siang bagi SBY yang sedang berkunjung ke KL hari ini.
Dari diskusi dari kawan2 yang kerja di KL di sela acara ini antara lain Mas Setiyo, Hendra, dll; saya mewakili mereka membawa topik ini sebagai "trigger" tentang perlukah Sertfikasi IAGI bagi Geosaintis di Indonesia. Saat ini di KL sedang digalakkan meski tidak wajib untuk menjadi anggota Institute Geology Malaysia (IGM) dimana *sertifikasi kenggotaannya* sekitar 2-3 tahun lagi menjadi *dasar legalitas profesi geosaintis (G&G*) yang bekerja di Malaysia. Ini sudah diendorse oleh Parlemen (DPR) nya. Menurut Mas Setiyo (tolong koreksi bila salah), Serifikasi IAGI sudah dibahas sejak beberapa tahun yll dan statusnya masih tertahan di Dikti. Mudah-mudahan ini dapat segera mendapat legalitas sehingga eksistensi dan apresiasi tenaga geosaintis di Indonesia bisa terwujud. Jangan sampai tertinggal dari negeri jiran yang sudah mendapat "lampu hijau" dari pemerintah dan parlemennya untuk sertifikasi profesi geosaintis. Sebagai catatan di Malaysia, ada Institute Geology Malaysia (IGM) dan yang lainnya adalah Geology Society of Malaysia (GSM). Petronas membuka pendaftaran massal dari para geosaintis yang kerja di sana untuk menjadi anggotanya. Saya sendiri dan beberapa rekan2 di KL masih pikir2 dulu untuk ikut jadi anggotanya. Semoga berjaya Indonesia Demikian sekilas info dan salam dari KL TAM dan Mas Setiyo

