Pak Awang dan para IAGI Netters YTH.,
 
Mengevaluasi potensi Hydrocarbon (HC) di Indonesia Timur, dalam hal ini pada 
wilayah antara NW shelf of Australia s/d Kepala Burung, Papua; saya ingin 
mengajukan beberapa pertanyaan :
 
1. Dalam beberapa literature (Bradshaw, et al, PESA 1994; Tyler, GSWA, 
2005); disebutkan bahwa petroleum system di Australia, bisa dibagi dalam 
beberapa fase petroleum supersystems, yaitu : 
 
a. Proterozoic (McArthur, Urapungan, Centralian), belum menjadi economic 
petroleum production, namun di beberapa tempat, seperti di Dingo-Amadeus basin, 
McArthur basin, Officer basin, terdapat oil dan gas show; dan juga TOC >5% 
(Urapungan)
b. Larapintine 1 (Middle Cambrian), terdapat oil show di Officer & Amadeus 
basins, terdapat source potential TOC > 5% di Arafura basin.
c. Larapintine 2 (Ordovician), terdapat oil & gas discovery di Amadeous & 
Canning basins
d. Larapintine 3 (Late Devonian), terdapat oil discovery di Canning basin, dan 
gas discovery di Bonaparte basin
e. Gondwanaland 1 (kadang disebut juga sebagai transisi dari Larapintine 3, 
Early-Middle Carboniferous), oil discovery di Canning dan Bonaparte basins, dan 
gas discovery di Perth basin
f. Gondwanaland 2 (Late Permian-Early Triassic) oil & gas discovery di Perth 
basin, gas discovery di Bonaparte basin
g. Westralian (Middle-Late Triassic s/d Cretaceous), gas discovery di NW shelf, 
di bagian selatan (?) seperti di Perth basin diklasifikasikan menjadi Austral 
supersystem.
 
Klasifikasi yang mirip dan lebih sederhana bisa ditemukan di Longley, Bradshaw, 
dan Hebberger; AAPG Memoir 2001; dimana disebutkan terdapat beberapa pembagian 
supersystem (dan era nya juga), menjadi :
 
a. Proterozoic, meliputi a1. McArthur (evaporitic rifts, 1700-1500 
Ma, lacustrine dolomites shales source facies), a2. Urapungan (marine shelf and 
slope, foreland basin, 1400 Ma, marine shale), a3. Centralian (Centralian 
superbasin-intracratonic basin dalam Rodinia, marine, evaporitic, glacial, 
750-650-600 Ma, carbonate evaporites shales, post glacial marine shale)
 
b. Paleozoic, meliputi b1. Larapintine (Lower Paleozoic tropical climate, 
carbonate, evaporites, marine clastics, Cambrian s/d Early Carboniferous, 
marine calcareous shale), b2. Gondwanan (Late Carboniferous-Early Triassic 
glaciation, clastic, Early Permian-Late Triassic, dari non marine-delta s/d 
marine source facies)
 
c. Mesozoic, meliputi : c1. Westralian (Triassic-Cenozoic break-up dari 
northern & western margin, marine environment, sub-unit Sahul, Late 
Triassic-Early Cretaceous, deltaic-marine anoxic, marine carbonate), c2. 
Austral (Late Jurassic-Cenozoic break-up dari southern & Southwestern margin, 
terrestrial rift environments, Late Jurassic-Early Cretaceous, fluvio-deltaic, 
fluvio lacustrine shale-dan fluvial-coaly), dan c3. Murta (Cretaceous interior 
sag, fluvial-lacustrine to marine, Late Jurassic, Late Albian, fluvial 
lacustrine shale, lacustrine/marginal marine, anoxic marine oil shale.
 
d. Cenozoic, meliputi : Capricorn (Late Cretaceous-Cenozoic rifts, northeast 
Australia, tropical break-up dari laut Coral, Eocene, lacustrine oil shale.
 
Kemudian bila dikombinasikan dengan beberapa literature seperti antara lain 
Barber et al, 2003 & 2006; Myra Keep, GSA 2008; JJ Veevers 2005, Hill & Hall 
2002; dll,..bahwa NW shelf Australia-Timor-Tanimbar-Kai-Kepala Burung-dan pulau 
Seram; terdapat beberapa pola petroleum system, yang mirip dengan Paleozoic 
Gondwana dan Mesozoic Westralian supersystem. Dan sepertinya juga berkaitan 
dengan proses rifting yang terjadi di daerah ini, yang mana kalau saya amati, 
ternyata terdapat 2 pola : 1. Paleozoic (Late Devonian-Permian) NE-SW 
extensional direction, basin2 nya meliputi : Carnarvon, 
Canning/Fitzroy/Willara, Petrel sub-basin/Bonaparte basin, Money shoal, South 
Aru graben, Georgina, Amadeous, dan Officers basins; dan 2. Mesozoic (Mid-Late 
Carboniferous-Jurassic) NW-SE extensional direction, meliputi basin2 al. : 
Barrow, Bedout, Dampier, Browse-Vulcan, Malita graben, Lengguru depocentre. 
 
Pertanyaan saya, apakah ada kemungkinan ditemukan di sepanjang NW Australia s/d 
kepala burung, adanya supersystem2 dan petroleum system2 yang lain, mengingat 
minimal Arafura, kepala burung dan Papua sendiri pernah merupakan bagian dari 
Gondwana...?
 
2. Berbicara tentang source rock, bila saya perhatikan terdapat pola Paleozoic 
di south Aru, yang mana diharapkan akan memiliki kualitas seperti di rifting2 
yang seumur dan setipe, bagaimanakah sebenarnya tipe source rock ini di daerah 
Arafura ini...?, karena bila saya lihat al. di Livsey, 1992; Nayoan et al, 
1991; dll; terdapat kemiripan paleogeography di NW Australia, Arafura s/d 
kepala burung, baik pada umur Pemian, maupun Triassic/Lower Jurassic. 
 
Bila kita melihat dari beberapa literature, nampak bahwa Mesozoic maupun 
Paleozoic sediment dari Australian, akan menunjam di bawah prisma akresi di 
sepanjang inner-outer Banda arc, bagaimana pak Awang melihat potensi kualitas 
dan kuantitas source rock di sepanjang daerah2 ini, karena diharapkan dengan 
ada nya al. overburden yang cukup tebal dibawah prisma akresi ini, tingkat 
kematangan HC akan bisa dicapai...
 
....namun yang menjadi pertanyaan saya juga, sebenarnya bagaimana perkiraan 
kualitas & preservasi dari 'kandidat' source rock di sepanjang bagian bawah 
dari prisma akresi ini, bila kita bandingkan dengan tectonic history dan 
aktifitas s/d sekarang dari Banda sea ini sendiri...?
 
3. Mengenai reservoir, dalam hal ini pada Early-Middle Jurassic sandstone; saya 
ingin menghubungkan nya dengan konsep terranes di wilayah ini. Menurut beberapa 
literature, kepala burung adalah merupakan terranes, yang terpisah dari badan 
burung nya; yang mana ada 3 kemungkinan posisi dari Kepala burung di waktu 
lampau, yaitu :
 
a. Lebih kurang akan sudah berada di posisi yang sama dengan posisi sekarang, 
minimal sejak Jurassic, dsn mungkin sejak Paleozoic (Metcalfe 1996, Dow & 
Sukamto 1984, Charlton 2001).
 
b. Datang dari SW direction (NW Australian shelf margin) lewat proses drifting 
pada Late Cretaceous s/d Late Tertiary (Robert Hall..?)
 
c. Datang dari Eastern Australia, lepas dan drifting pada Early Cretaceous, 
drifting ke utara kemudian ke barat, dan mencapai posisi sekarang pada Miocene 
s/d Pliocene (Struckmeyer 1993, Charlton 2000, Pigram & Panggabean 1984).
 
Bila kita lihat reservoir di Sunrise-Troubador-Evan shoal-dan Abadi, nampak ada 
nya pola pengendapan Jurassic Plover sandstone yang mirip, dan juga terdapat 
pola fluvial-deltaic melalui pola rifting trend Paleozoic yang ber arah NW-SE. 
Kemudian bila dibandingkan dengan Tangguh Jurasssic Roabiba sandstone, terdapat 
kemungkinan facies yang agak lebih marine (marginal marine ?), dan akan semakin 
marine (distal) ke arah barat, misal ke sumur Onin East-1. 
 
Pertanyaan saya, bagaimanakah sebenar nya korelasi antara NW shelf s/d Tangguh 
area, dan daerah di antara nya....?, bila kita melihat 3 kemungkinan dari 
posisi awal s/d sekarang dari Kepala burung...? 
 
Bila memang kepala burung pernah mengalami rifting/drifting dari SW maupun SE, 
apakah akan berpengaruh juga pada reservoir ini di tempat lain, bila kita 
ketahui ternyata juga terdapat terranes2 yang lain selain Kepala burung, misal 
East Seram, Misool-Onin-Kumawa, Tamrau/Netoni, East Kai, Banda para-auchtonous, 
Papua foldbelt, Yapen, dsb...?
 
4. Bila melihat pada keterdapatan Early-Middle Jurassic reservoir di wilayah 
ini, rupa nya tidak semua sumur didapatkan Jurassic sandstone, ada juga yang 
tidak ada, bila saya amati, rupa nya ada beberapa fase erosi di daerah ini, 
seperti Early Devonian, Early Permian, Early Triassic, Late Triassic, Late 
jurassic-Early Cretaceous, Late Cretaceous, Early Paleocene, Early Oligocene, 
Early Pliocene. Dan nampak nya erosional phase di Late Jurassic-Early 
Cretaceous (Base Albian s/d Base Valangian) lah yang paling berpengaruh pada 
tidak ada nya Early-Middle Jurassic sandstone di sekitar Arafura platform.
 
Yang ingin saya tanyakan, apakah fenomena uplift kah yang menyebabkan erosi 
ini, atau kah memang Arafura platform sudah pada paleohigh, minimal s/d sebelum 
Jurassic...? Seberapa luas wilayah dari erosional phase ini, bila memang 
sediment ini adalah eroded dari sediment yang lebih tua, kemudian ter erosi, 
tentu nya akan menuju ke tempat yang bisa dia terkumpul..., ....dimanakah 
sebener nya tempat2 tersebut, apakah di Mesozoic2 graben yang ber arah relatif 
NE-SW, dan membentuk seperti marginal marine sandstone...?
 
...ataukah sebener nya dia pernah pada NW-SE Paleozoic rift trend graben, yang 
menjadi sediment 'fairway' dengan fluvio-deltaic-shallow marine environment, 
seperti di Sunrise-Troubador-Evan shoal (Plover delta) pada 
Sinemurian-Callovian age, Legendre delta, Perth delta, dan juga Arafura delta...
 
Bila memang begitu, dengan kata lain seharus nya di Arafura platform, 
Early-Middle Jurassic ini akan juga bisa ditemukan dengan kualitas dan 
kuantitas yang mirip dengan NW shelf Australia, dan Kepala Burung...
 
5. Bila melihat pada Lengguru foldbelt dan Papua (juga PNG) fold belt 
(al. dalam Kevin C Hill et al, 2001 & 2003), nampak adanya Jurassic-Early 
Cretaceous sediment di wilayah ini, bahkan sudah ada beberapa sumur yang 
menemukan oil dan gas (Kutubu dan Hydes fields, PNG). Bila memang demikian saya 
menjadi ingat pada proses kematangan oil di Bintuni basin, dimana sediment yang 
tererosi karena uplift nya Lengguru fold belt ini, kemudian mengisi ke Bintuni 
basin di sebalah barat nya, sehingga oil menjadi matang pada Pliocene. Apakah 
analog ini, tentu dengan melihat komponen2 lain nya..., juga bisa dipakai di 
cekungan2 foreland dan di sekitar fold belt ini pak...?
 
6. Untuk carbonate reservoir sendiri, seperti misalkan Jurassic Manusela di 
Seram, apakah juga akan ada hubungan nya dengan misalkan : Late Triassic Bogal 
limestone di Misool, Kuma limestone di pulau Buru, Triassic Cribas limestone & 
Cretaceous Ofu di Timor, Late Cretaceous Tobelo FM di Buton, Jurassic limestone 
di Banggai-Sula...?
 
Sedangkan untuk potensi Miocene Kais, melihat peta paleogeography nya di C & C 
reservoir report, nampak nya akan bisa lebih ke arah NW-SE, benarkah demikian 
pak...?... kalo menurut pendapat pak Awang, prakiraan penyebaran nya seperti 
apa pak, mencapai daerah mana saja, ...apakah hal ini ada hubungan nya dengan 
aktifitas tektonik di umur2 tersebut, misalkan dengan Sorong fault dan 
Tarera-Aiduna fault..., dan ataukah dengan pergerakan dari terranes2 di wilayah 
ini...?
 
Mohon pencerahan nya pak...
 
Terimakasih
 
Best Regards
Sigit Ari Prabowo
 
 
 
 


      

Kirim email ke