Kang ADB dan kawan-kawan IAGI.

Point 1.
Saat ini memang kita sudah memiliki Badan Geologi. Tapi kalau memang ESDM
ngga ngeh keberadaannya sebenernya ini saat tepat bagi BG utk melepaskan
diri dari ESDM. Seperti design awalnya dulu, dimana BG semestinya menjadi
Badan Independent dibawah Presiden seperti Badan-badan nasional lainnya.

Utk soal Mitigasi, supaya tidak tumpang-tindih dengan BNPB yang menjadi
Badan Nasional dibawah Presiden
sesuai Peraturan Presiden No. 8 Tahun 2008 tentang Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB).
Selama ini BNPB melakukan mitigasi sendiri. Kalau saja BNPB dan BG menjadi
dua badan yang sama-sama dibawah Presiden mungkin kita memotong satu jalur
kementrian yang semoga semakin memebrikan arti kepada proses penanggulangan
bencana.

Btw, BNPB sejak Desember lalu sudah memiliki Tim Reaksi Cepat. Saya dengar
mereka juga menyiagakan 2 Hercules plus personilnya. Mereka siap
diterbangkan bila ada kejadian bencana di negeri ini. Idealnya memang mirip
FEMA-nya Amrik. Dimana personilnya termasuk pasukan militer yang memiliki
fasilitas khusus menangani kondisi darurat.
Jadi, sudah proaktif ... ndak perlu nunggu-nunggu laporan korban :)

Point 3.
Hehehe ... soal data spec kok sama dengan komentarku di Majalah Eksplo dua
bulan lalu :)

Salam

RDP


2010/1/4 Andang Bachtiar <[email protected]>

> Dalam kesempatan menghadiri undangan ngopi pagi2 (coffe morning) bersama
> menteri esdm dan stakeholdernya 8:00-10:00 31/12/09 skaligus membahas
> kinerja dan target esdm (2009 & next 5 years), dan atas seijin pak Presiden
> & Sekjen IAGI, aku coba sampaikan 3 hal:
>
> 1) Mitigasi bencana geologi mohon dimasukkan dlm laporan kinerja dan target
> ESDM, ... krn dr berbagai uraian yg dipaparkan sama sekali tdk disinggung
> ttg besaran dana, pencapaian program dan target mitigasi tahun2 mendatang,
> pdhl di bawah esdm ada badan geologi yg tupoksinya mitigasi bencana... dan
> selama ini kita tau bhw mitigasi selalu sepi dr riuh rendah program dan
> budget, sementara kalau dilakukan mitigasi yg benar (baik program maupun
> bujetnya) maka pencapaian2 portofolio esdm lainnya (bahkan pencapaian dept
> lainpun) akan terlindungi dan terkurangi risikonya dari kerugian akibat
> bencana...Menanggapi ungkapan tsb, seolah2 Menteri dan segenap jajaran
> dirjen dan sekjennya di depan agak tersadar (saling berbisik satu dg
> lainnya) dan menyatakan bhw "kritikan" dr IAGI itu sangat diapresiasi dan
> mrk sngt berterimakasih... Akan dipertimbangkan untuk me-reformat pelaporan
> kinerja dan target esdm dg memasukkan juga hal2 trkait dg mitigasi - Badan
> Geologi di dalamnya....(Beberapa orang setelah acara berkomentar: untung ada
> IAGI yg mengingatkan menteri esdm baru bhw ada Badan Geologi di
> bawahnya,...jadi dia akan ingat terus bhw dia punya stakeholder ahli geologi
> juga, termasuk yg bergerak di bidang mitigasi)
>
> 2) Mengingatkan ESDM untuk segera membuat aturan2 pembuangan air dewatering
> cbm yg sdh akan mulai tahun depan ini, jgn sampai terlambat, krn toxic
> nature dr air cbm dan massive volumenya bisa jadi masalah lingkungan.
> Menanggapi hal ini, Dirjen Migas menyatakan bhw aturan-aturan tsb sdg
> disiapkan di Direktorat Keteknikan, dan mudah2an pas mulai pilot2 project
> dewatering dilakukan tahun depan 2010, aturan2 tsb sdh siap
> diimplementasikan (KLH regulasi umumnya, ESDM regulasi teknisnya). Dukungan
> - kontribusi IAGI dlm pembuatan aturan2 tsb sangat diperlukan.
>
> 3) Perjuangkan plow back signature bonus kembali ke sektor ESDM untuk
> meningkatkan perolehan data eksplorasi migas indonesia, spec survei dsb...
> Dengan demikian bargaining kita kepada investor dan calon investor migas
> akan jadi lebih kuat. Bukan hanya sekedarmengutak-utik term PSC saja yg
> perlu kita lakukan u/menarik investor, tapi menambah data & informasi
> potensi migas Indonesia lwt survei umum dan eksplorasi pendahuluan (remote
> sending, gravity, magnetic, seismik regional, studi2 cekungan, dsb..juga
> perlu dilakukan oleh pemerintah. Bukan semata2 mengandalkan investor (asing)
> u/mendapatkan data negeri kita sendiri, tapi juga menggunakan dana plow-back
> signature bonus tadi u/melakukannya. Dalam tanggapannya, Menteri maupun
> Dirjen ESDM (terutama) mengharapkan dukungan smua pihak u/bisa
> memperjuangkan anggaran tsb ke Dept Keuangan (?)... (ke Presiden
> brgkali...=)...
>
> Mudah2an ada gaungnya
>
> #adb#

Kirim email ke