Refleksi akhir tahunnya ada yang kelupaan...pak De-2x. Hajat hidup manusia ditentukan dari geologi yang dihuninya. Sedangkan yang mengelola "ruang hunian masyarakat dan hunian ekonomi" (dari ekonomi yang ecek-ecek sampai strategis) di republik ini tugas pokok dan fungsi (tupoksi) ada di PU dan Bappenas, bukan di ESDM. Memang ESDM hanya urun rembug atau bagian dari tim BKTRN (badan koordinasi tata ruang nasional) atau tim perekonomian republik ini. Regulasi sudah ada dan OK baunget (walau perlu juga dikritisi...), tapi tragisnya (di level provinsi atau kabupaten) masih ada yang belum paham dan dibiarkannya konsultan-konsultan tata ruang dalam memahami unsur kegeologian dalam ekonomi daerah. Bahkan untuk urusan luar Jawa, tata ruang itu banyak yang belum clear..., sementara antrian ijin IUP Eksplorasi / IUP Produksi numpuk undung di Kabupaten!! atau WK Migas di on-shore yang menunda-nunda 3 th komitmen eksplorasi (/pengalihan komitmen ekpslorasi). Hal itu terjadi salah satunya adalah permasalahan dana (KKS tsb) juga permasalahan tata guna lahan / tata ruang. Sementara masyarakat makin kritis kalau ada industri (ekstraksi sumberdaya bumi) di sekitarnya yang mempunyai dampak penting dalam aktivitasnya. Alih fungsi lahan non.pertambangan menjadi lahan eksplorasi (apa pun yang dieksplorasi), selalu alot di level pemda, hehehe..., apalagi jika dilihat pemahaman regulasi (yang terkait dengan migas, tambang, tata ruang, mitigasi bencana, air tanah, pertahanan, infrastruktur, kesehatan lingkungan yang terkait dengan kondisi geologi wilayah, kemiskinan kultural dan struktural yang terkait dengan kondisi geologi wilayah), bagi pejabat publik di tingkat nasional seringkali kurang macth dengan pemahaman regulasi bagi pejabat publik di tingkat pemda!!.
Terkesan semua regulasi-regulasi yang terkait dengan bumi (baca : geologi dan implikasinya terhadap ekonomi, lingkungan, dan masyarakat) saat ini seperti berada pada "Puncak Kesunyian" saja!!!. Yang berada di "Puncak Keramaian" hanya diskusi-diskusi di berbagai forum,media, dan milist..tapi "sepi dan sunyi" di level implementasi regulasi atau tidak ada koneksitas yang signifikan antara regulasi dengan implementasi di lapangan. Makanya saya menganggap ada sisi geologi sekarang berada di tepian dari "Puncak Kesunyian" itu, sementara sektor geologi yang lain, sedang menuju "Puncak Keramaian" khususnya "keramaian" yang bersinggungan dengan urusan politik.., hehehe... Saatnya komunitas geologi indonesia "menyiapkan kapal NUH" bagi bangsa dan peradaban bangsa indonesia (yang katanya sudah merdeka lebih dari 64th) untuk menghindarkan asset geologi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia dari terjangan "banjir bandang" (dalam arti seluas-luasnya, karena tekanan ekonomi global, tekanan mafia hukum, tekanan perubahan iklim global, tekanan konflik-konflik sosial karena rebutan sumberdaya bumi, tekanan bahaya geologi yang datang tanpa kulo nuwun..., dll).. Salam, agus hendratno.89 ugm. ________________________________ From: ET Paripurno <[email protected]> To: [email protected] Sent: Mon, January 4, 2010 3:18:04 PM Subject: Re: [iagi-net-l] dialog akhir tahun 2009: 3 UNGKAPAN IAGI KE MENTERI ESDM YG BARU Paklik Andang Yayang & Paklik Vick yang baek. Perkara reaksi cepat, rehabilitasi dan rekontruksi, bukan hanya masalah uang, tapi memang masih seperti itu padigma penanggulangan bencana yang ada di kepalanya. Artinya, pencegahan, mitigasi, peringatan dini dan kesiapsiagaan tidak terlalu melekat. Artinya lagi, beliau2 itu (walaupun pemilik mandat penanggulangan bencana) ngga terlalu mendarah-dagigi ruh undang-undang penanggulangan bencana kita yang berprinsip perlindungan dengan menekankan ke upaya pra bencana.... Aku sepakat agar kita tidak henti kampanye mitigasi (juga pencegahan dan kesiapsiagaan). Pokoknya.... prinsip perlindungan dalam penanggulangan bencana mesti dikobarkan... Setuju juga kalo dibuat motto: "Mari kita buat mitigasi dahsyat untuk menganggurkan reaksi cepat". Salam ET Paripurno Andang Bachtiar wrote: > RDP,...bukan ESDM yang nggak ngeh, Vick,.. tapi paradigma yang dibentuk oleh > sistim kementrian portofolio-lah yang membuat pembicaraan tentang Badan > Geologi atau Survei Geologi atau Djawatan Geologi atau IGS (Indonesian > Geological Survey) menjadi hilang dari wacana .... dan itu terasa sekali di > suasana temu muka kemaren sampai akhirnya aku coba ... memecahkan hal tsb > lewat ungkapan tentang mitigasi, badan geologi, dsbnya itu..... > > Untuk bicara lebih jauh tentang BG yang melepaskan diri menjadi lembaga > langsung di bawah presiden, nampaknya kurang cocok forum tsb dijejali dg hal2 > dimaksud,..walaupun sebenarnya hal tsb sdh jadi usulan formal IAGI 2005 (5 > tahun yg lalu),..yaitu memasukkan Konsep Badan Geologi Indonesia ke Presiden > lewat Sekneg. Soal apakah ini saatnya melepaskan diri atau tidak,..itu > sepenuhnya adalah gerakan politik birokrasi,..diluar kuasa kita2 yang ada di > luar birokrasi.... > > Soal Tim Reaksi Cepat,..hehehehe.. itulah yang seringkali digembar-gemborkan > (dan memang yg banyak duitnya disitu: tanggap darurat dan rehabilitasi > recovery).... padahal domain yang musti kita advokasi terus menerus: MITIGAS > dan MITIGASI.... mitigasi jadi kalah pamor dg tim reaksi cepat.... Mitigasi > yang baik akan membuat tim reaksi cepat nganggur, broer..... > > Soal data spec: Sippppp.... hal yang sama juga sudah diungkapkan tertulis > baik oleh IAGI (2002, 2005),..maupun lwt MMGI (2007, 2008) ke Menteri yang > sama dirjen yang berbeda-beda..... Kita hrs gak bosen-bosennya teriak ke > mereka.....sippp suwun infot tambahn e > > Salam > > ADB > > ----- Original Message ----- From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[email protected]> > To: <[email protected]> > Sent: Monday, January 04, 2010 9:19 AM > Subject: Re: [iagi-net-l] dialog akhir tahun 2009: 3 UNGKAPAN IAGI KE MENTERI > ESDM YG BARU > > >> Kang ADB dan kawan-kawan IAGI. >> >> Point 1. >> Saat ini memang kita sudah memiliki Badan Geologi. Tapi kalau memang ESDM >> ngga ngeh keberadaannya sebenernya ini saat tepat bagi BG utk melepaskan >> diri dari ESDM. Seperti design awalnya dulu, dimana BG semestinya menjadi >> Badan Independent dibawah Presiden seperti Badan-badan nasional lainnya. >> >> Utk soal Mitigasi, supaya tidak tumpang-tindih dengan BNPB yang menjadi >> Badan Nasional dibawah Presiden >> sesuai Peraturan Presiden No. 8 Tahun 2008 tentang Badan Nasional >> Penanggulangan Bencana (BNPB). >> Selama ini BNPB melakukan mitigasi sendiri. Kalau saja BNPB dan BG menjadi >> dua badan yang sama-sama dibawah Presiden mungkin kita memotong satu jalur >> kementrian yang semoga semakin memebrikan arti kepada proses penanggulangan >> bencana. >> >> Btw, BNPB sejak Desember lalu sudah memiliki Tim Reaksi Cepat. Saya dengar >> mereka juga menyiagakan 2 Hercules plus personilnya. Mereka siap >> diterbangkan bila ada kejadian bencana di negeri ini. Idealnya memang mirip >> FEMA-nya Amrik. Dimana personilnya termasuk pasukan militer yang memiliki >> fasilitas khusus menangani kondisi darurat. >> Jadi, sudah proaktif ... ndak perlu nunggu-nunggu laporan korban :) >> >> Point 3. >> Hehehe ... soal data spec kok sama dengan komentarku di Majalah Eksplo dua >> bulan lalu :) >> >> Salam >> >> RDP >> >> >> 2010/1/4 Andang Bachtiar <[email protected]> >> >>> Dalam kesempatan menghadiri undangan ngopi pagi2 (coffe morning) bersama >>> menteri esdm dan stakeholdernya 8:00-10:00 31/12/09 skaligus membahas >>> kinerja dan target esdm (2009 & next 5 years), dan atas seijin pak Presiden >>> & Sekjen IAGI, aku coba sampaikan 3 hal: >>> >>> 1) Mitigasi bencana geologi mohon dimasukkan dlm laporan kinerja dan target >>> ESDM, ... krn dr berbagai uraian yg dipaparkan sama sekali tdk disinggung >>> ttg besaran dana, pencapaian program dan target mitigasi tahun2 mendatang, >>> pdhl di bawah esdm ada badan geologi yg tupoksinya mitigasi bencana... dan >>> selama ini kita tau bhw mitigasi selalu sepi dr riuh rendah program dan >>> budget, sementara kalau dilakukan mitigasi yg benar (baik program maupun >>> bujetnya) maka pencapaian2 portofolio esdm lainnya (bahkan pencapaian dept >>> lainpun) akan terlindungi dan terkurangi risikonya dari kerugian akibat >>> bencana...Menanggapi ungkapan tsb, seolah2 Menteri dan segenap jajaran >>> dirjen dan sekjennya di depan agak tersadar (saling berbisik satu dg >>> lainnya) dan menyatakan bhw "kritikan" dr IAGI itu sangat diapresiasi dan >>> mrk sngt berterimakasih... Akan dipertimbangkan untuk me-reformat pelaporan >>> kinerja dan target esdm dg memasukkan juga hal2 trkait dg mitigasi - Badan >>> Geologi di dalamnya....(Beberapa orang setelah acara berkomentar: untung ada >>> IAGI yg mengingatkan menteri esdm baru bhw ada Badan Geologi di >>> bawahnya,...jadi dia akan ingat terus bhw dia punya stakeholder ahli geologi >>> juga, termasuk yg bergerak di bidang mitigasi) >>> >>> 2) Mengingatkan ESDM untuk segera membuat aturan2 pembuangan air dewatering >>> cbm yg sdh akan mulai tahun depan ini, jgn sampai terlambat, krn toxic >>> nature dr air cbm dan massive volumenya bisa jadi masalah lingkungan. >>> Menanggapi hal ini, Dirjen Migas menyatakan bhw aturan-aturan tsb sdg >>> disiapkan di Direktorat Keteknikan, dan mudah2an pas mulai pilot2 project >>> dewatering dilakukan tahun depan 2010, aturan2 tsb sdh siap >>> diimplementasikan (KLH regulasi umumnya, ESDM regulasi teknisnya). Dukungan >>> - kontribusi IAGI dlm pembuatan aturan2 tsb sangat diperlukan. >>> >>> 3) Perjuangkan plow back signature bonus kembali ke sektor ESDM untuk >>> meningkatkan perolehan data eksplorasi migas indonesia, spec survei dsb... >>> Dengan demikian bargaining kita kepada investor dan calon investor migas >>> akan jadi lebih kuat. Bukan hanya sekedarmengutak-utik term PSC saja yg >>> perlu kita lakukan u/menarik investor, tapi menambah data & informasi >>> potensi migas Indonesia lwt survei umum dan eksplorasi pendahuluan (remote >>> sending, gravity, magnetic, seismik regional, studi2 cekungan, dsb..juga >>> perlu dilakukan oleh pemerintah. Bukan semata2 mengandalkan investor (asing) >>> u/mendapatkan data negeri kita sendiri, tapi juga menggunakan dana plow-back >>> signature bonus tadi u/melakukannya. Dalam tanggapannya, Menteri maupun >>> Dirjen ESDM (terutama) mengharapkan dukungan smua pihak u/bisa >>> memperjuangkan anggaran tsb ke Dept Keuangan (?)... (ke Presiden >>> brgkali...=)... >>> >>> Mudah2an ada gaungnya >>> >>> #adb# >> > > > -------------------------------------------------------------------------------- > > PP-IAGI 2008-2011: > ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] > sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] > * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... > -------------------------------------------------------------------------------- > > Ayo siapkan makalah....!!!!! > Untuk dipresentasikan di PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 4-6 Oktober > 2010 > Deadline penyerahan makalah - 15 Februari 2010 > ----------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted > on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall > IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or > indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of > use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any > information posted on IAGI mailing list. > --------------------------------------------------------------------- > > -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2008-2011: ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... -------------------------------------------------------------------------------- Ayo siapkan makalah....!!!!! Untuk dipresentasikan di PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 4-6 Oktober 2010 Deadline penyerahan makalah - 15 Februari 2010 ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

