> Dari perspektif agama Islam, barangkali apa yang
> dinyatakan oleh Tifatul memang benar adanya.  Tifatul tentulah lebih tahu 
> soal ini. Bagi
> saya yang menarik adalah bahwa pembahasan mengenai bencana melebar, sehingga
> kalangan agamawan seperti salah satu pegiat Majelis Ulama Indonesia (MUI) 
> merasa
> perlu mendukung pendapat Tifatul tersebut. Dengan demikian, bencana telah
> menjadi fenomenon sosial.

Masih dengan perspektif yang sama (agama Islam), lebih percaya Tifatul
atau percaya Imam Masjidil Haram ?

Imam Masjidil Haram: Bencana Bukan Hukuman
Sabtu, 23 Januari 2010, 11:57 WIB

MAKKAH--Imam dan khatib Masjidil Haram, Dr Saleh bin Humaid,
mengingatkan umat Islam untuk tidak gampang menghakimi atau menuduh
orang lain terkait fenomena bencana alam. Menurutnya, bukan akhlak
Rasulullah SAW melakukan perbuatan itu, karena Nabi Muhammad SAW
sepanjang hidupnya tak pernah berprasangka.

"Nabi masyarakat adalah salah satu masyarakat yang paling saleh yang
pernah dikenal dalam sejarah Islam," kata bin Humaid Bin saat
memberikan Khotbah Jumat pekan ini. "Apakah dia pernah menuduh
teman-temannya menjadi jahat dan berdosa setelah bencana datang?"

Menurut bin Humaid wabah dan bencana juga terjadi pada masa
pemerintahan khalifah dan sahabat Nabi. Bencana juga terjadi pada kaum
Muhajirin saat mereka berhijrah, kaum Anshar, juga para pejuang Islam.
Bencana, katanya, bukan hukuman Allah, melainkan cobaan.

"Orang-orang kuat dalam keyakinan mereka akan semakin dekat dengan
Allah Yang Mahakuasa. Ia berbalik takut mereka menjadi keamanan,
kemiskinan menjadi kekayaan dan perpecahan ke dalam kesatuan,"
tambahnya.

Para ulama terdahulu, katanya, juga menganggap bencana ini bukan
sebagai hukuman, tetapi sebagai ujian dari Allah Yang Mahakuasa agar
mereka tunduk kepada kehendak-Nya. "Dia menjadi peringatan bagi
orang-orang untuk memperbaiki cara hidupnya," katanya. Menghakimi atau
menuduh, katanya, justru menunjukkan bahwa dia berkeberatan dengan
takdir Allah dan kebijaksanaan-Nya. "
Redaksi - Reporter
Red:
siwi
Sumber Berita: arabnews

--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
Ayo siapkan makalah....!!!!!
Untuk dipresentasikan di PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 4-6 Oktober 2010
Deadline penyerahan makalah - 15 Februari 2010
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke