Dari dulu saya berpendapat bahwa geologist, karena merupakan ilmu yang observation and synthethizing based dari sononya akan cenderung telat berkembang ketimbang mereka yang punya ilmu exact dan math based sebagaimana para engineer. Untuk bisa mencapai tingkat seperti seorang Henry Posamentier, misalnya perlu waktu begitu lama, lihat begitu banyak singkapan dan core, mengerjakan bermacam project di bermacam setting dan itu semua butuh waktu. Untuk waktu yang sama, seorang engineer (yang bekerja di migas) sudah bisa rotasi di berbagai department, dari simulasi, petrophysic, operation, production dll. Tentunya merekalah yang punya peluang lebih besar untuk terpilih menjadi team leader, subsurface manajer, Ops VP dan seterusnya. Ini kasus untuk mereka yang tinggal di khittah nya sebagai classical practising geologist. Tentunya beda untuk mereka yang sejak awal sudah awal merambah ke bidang geo-business, geo-management apalagi geo-politik alias geo-Parpol. dan geo-aktivis. maa'salamaOki
--- On Sat, 1/5/10, Franciscus B Sinartio <[email protected]> wrote: From: Franciscus B Sinartio <[email protected]> Subject: Re: Fw: Re: [iagi-net-l] Geologist ngga bisa jadi manajer ! To: [email protected] Received: Saturday, 1 May, 2010, 4:10 PM dan ada beberapa orang lagi misalnya Marlan Downey dari ARCO. tetapi memang secara statistik lebih banyak manager )selain manager Geology dan eksplorasi) yang bukan berasal dari pendidikan geology mungkin ini tidak ada hubungannya dengan kemampuan, tetapi dengan minat nya. karena biasanya geologist yang sudah senang mengutak ngatik teka teki )jigsaw puzzle) dari bumi biasanya tidak akan perduli lagi dengan managerial ladder. fbs ---------------------------------

