Wida,
Kalo boleh saya punya saran, lebih baik anda mendalami dulu basic tool
response sebelum melangkah lebih jauh. Seperti misalnya pemahamam terhadap
kurva kurva sederhana dari gamma ray, spectral gamma, density, neutron dan
sebagainya, sehingga diharapkan nantinya ada pemahamam menyeluruh. Kalo ini
sudah difahami, nantinya menjadi lebih mudah.

Sebagai contoh, penerapan rumus rumus Volume Of Shale sangat tergantung
asumsi asumsi yang ada (kalo tidak ada petrographic data).

Perhitungan saturasi air melibatkan begitu banyak hal yang tingkat
ketidakmenentuannya besar yang melibatkan perhitungan porosity dan penetapan
beberapa exponent parameter yang hanya bisa didapat dari core. Perhitungan
porositipun begitu.

Jadi kalo ditanyakan rumus apa yang cocok, itu sangat tergantung dari data
yang anda punya dan bagaimana asumsi asumsi yang dipakai. Rumus hanyalah
kumpulan variable variable untuk menentukan besarny nilai yang kita cari.

Untuk bacaan, mungkin ada gunanya buka buku bukunya George Asquith untuk
analisa batu pasir dengan kandungan serpih.

Semoga membantu
2010/5/4 dyah kusuma <[email protected]>

> Mungkin ada bapak atau ibu yang bisa membantu?
>
> Dalam menentukan nilai saturasi air, banyak cara yang bisa dilakukan,
> umumnya dengan menggunakan rumurs archi. Tetapi, untuk lapangan yang ada di
> indonesia bisa mengguankan rumus indonesia.
>
> Nah... kapankah harus digunakan rumus indonesia, simandoux, dualwater dll?.
> apakah ada syarat2 tertentunya? dan apa yang membedakan rumus indonesia
> dengan rumus lainnya?
>
>
>
> Terimakasih,
> Wida
>
>
>


-- 
Salam hangat

Shofi

Kirim email ke