Pak Awang,

menariknya selat makasar itu terbentuknya dengan  pengaruh batuan paleozoic
dan mesozoic dari sunda land dan late tertiary volcanic arc sulawesi di
timur (bagian dari continental pacific margin?), kalau dari interpretasi
seismic sequence yg dilakukan (Guntoro 1999, dan Situmorang 1982), accoustc
basement ditafsirkan sebagai Igneous Basement, Crateous Dolerite dan Gabro.
Apakah basement ini menerus sampai Pasir Basement (Kalimantan), drilling
Anadarko Popodi tersebut sangat menarik untuk ditunggu (kalau mereka
berencana drilling sampai basement)..

2010/6/25 Awang Satyana <[email protected]>

> Vita,
>
> Mangkalihat Fault adalah sesar mendatar besar, banyak penulis
> menggambarkannya sebagai sinistral (misalnya Tongkul, 1991; Rangin,1991;
> Satyana et al., 1999; Hemmes et al, 2001). Sebagian penulis menggambarkannya
> berhubungan dengan Sesar Palu-Koro di Sulawesi dan Tinjar Fault dan West
> Baram Line di Sarawak membentuk sesar mendatar regional (megashear) (Hemmes
> et al, 2001; Baillie et al, 2004). Keberadaan sesar ini terutama ditunjukkan
> oleh terhentinya Tinggian Suikerbrood (tinggian di sebelah barat
> Mangkalihat) secara tegas di sepanjang pantai utara Mangkalihat bagian
> barat,sehingga Sesar Mangkalihat digambarkan di sepanjang pantai utara
> Semenanjung Mangkalihat.
>
> Sangkulirang Fault adalah sesar mendatar besar juga  yang terletak di
> sebelah selatan Sesar Mangkalihat sepanjang Sungai Karangan di sebelah utara
> Cekungan Kutei. Sesar Sangkulirang banyak digambarkan para penulis juga
> sebagai sesar sinistral. Keberadaan sesar ini ditunjukkan oleh arah
> lipatan-lipatan di sebelah utara (trend Saka, Paridan) dan sebelah selatan
> sesar (trend Keraitan, Sembulu, Sekurau) yang menunjukkan perubahan yang
> tajam saling tegak lurus satu sama lain. Bengkokan dogleg semacam itu
> menunjukkan keberadaan Sesar Sangkulirang di bawahnya.
>
> Hubungan antara Sesar Mangkalihat dan Sesar Sangkulirang tak mudah
> ditafsirkan. Kalau Sesar Mangkalihat lokal saja, maka genetika kedua sesar
> ini sama-sama sebagai transverse faults arah BL-Tenggara yang banyak
> diidentifikasi dari data gravity di sisi barat Selat Makassar (transversal
> terhadap arah Makassar Strait yang hampir U-S). Hubungan yang jelas adalah
> bahwa Sesar Sangkulirang karena ia terjadi di sisi yang indentasi terhadap
> Semenanjung Mangkalihat, maka sesar ini suka disebut (dulu) sebagai
> Sangkulirang Re-Entrant.
>
> Mangkalihat ditafsirkan Metcalfe (1996) sebagai sebuah mikrokontinen yang
> berasal dari Gondwana sebelah utara, lepas dari sana pada Late Jurassic dan
> berjalan menuju equator oleh pembukaan samudera Ceno-Tethys; lalu
> beramalgamasi pada Late Cretaceous dengan terrane lain dari baratlaut yaitu
> Kelabit-Longbowan. Amalgamasi kedua terrane ini menghasilkan suture Adio,
> atau kita kenal sebagai Tinggian Suikerbrood di sebelah barat Mangkalihat.
> Suture ini disusun oleh rijang radiolaria (chert), spilite (lava basal) dan
> kompleks ofiolit - asosiasi khas suture sebagai remnant of oceanic crust
> yang berlokasi di antara dua terrane sebelum kedua terrane berbenturan.
>
> Apakah Mangkalihat benar sebuah mikrokontinen seperti dikatakan Metcalfe
> (1996), kita tak tahu sebab basement Mangkalihat tidak tersingkap dan tidak
> ada sumur di Mangkalihat dan sekitarnya yang pernah menembusnya. Tetapi
> berdasarkan asosiasi tektoniknya dan keberadaan suture di sebelah baratnya,
> mungkin pendapat Metcalfe (1996) benar. Komposisi Sembulu volcanics di atas
> Mangkalihat yang ditembus oleh beberapa sumur bisa dipakai untuk menafsir
> basement Mangkalihat. Anadarko Popodi sedang mengebor sebuah sumur
> eksplorasi di sisi tenggara Mangkalihat offshore, bila ia berhasil menembus
> basement-nya, maka ini akan merupakan data yang sangat baik untuk memahami
> basement Mangkalihat.
>
> Mangkalihat lebih sebagai mikrokontinen daripada sliver sebab ia menduduki
> posisinya sekarang tidak diantar oleh sesar mendatar besar, tetapi melalui
> drifting di atas Ceno-Tethys sea floor spreading. Contoh continental sliver
> adalah Obi dan Bacan, yang diantar splay Sesar Sorong setelah diambil dari
> Kepala Burung melalui tectonic shaving ke tempatnya sekarang di selatan
> Halmahera.
>
> salam,
> Awang
>
> --- Pada Jum, 25/6/10, Parvita Siregar <
> [email protected]> menulis:
>
>
> Dari: Parvita Siregar <[email protected]>
> Judul: [iagi-net-l] Mangkalihat Peninsula
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Jumat, 25 Juni, 2010, 10:54 AM
>
>
> Rekans,
>
>
>
> Saya sedang mengumpulkan paper mengenai Tanjung Mangkalihat (Mangkalihat
> Peninsula).  Saya lihat Moira Wilson pernah publikasi paper yang
> judulnya Sedimentology and diagenesis of Tertiary carbonates on the
> Mangkalihat Peninsula, Borneo: implications for subsurface reservoir
> quality.   Apakah ada yang punya?  Saya boleh minta copynya?
>
>
>
> Nature dari Mangkalihat fault itu apa ya?  Kemudian bedanya dengan
> Sangkulirang fault apa?  Apakah suture?  Apakah Mangkalihat Peninsula
> itu 'sliver' dari lempeng benua lain?
>
>
>
> Mohon pencerahan, terimakasih.
>
>
>
> Parvita H. Siregar
>
> Chief Geologist
>
> Salamander Energy Indonesia
>
>
>
> P Please consider the environment before you print
>
> Disclamer:  This email (including any attachments to it) is confidential
> and is sent for the personal attention of the intended recipient only
> and may contain information that is priviledged, confidential or exempt
> from disclosure.  If you have received this email in error, please
> advise us immediately and delete it.  You are notified that using,
> disclosing, copying, distributing or taking any action in reliance on
> the contents of this information is strictly prohibited.
>
>
>
>


-- 
Sent from my Computer®

Kirim email ke