Vita, Bila kita bandingkan antara area Sangkulirang dan Semenanjung Mangkalihat, juga antara Muaras (sebelah utara Mangkalihat) dan Semenanjung Mangkalihat, maka baik Sangkulirang dan Muaras posisinya terindentasi (lebih masuk ke arah dalam) relatif terhadap Semenanjung Mangkalihat. Posisi semacam itu dalam struktur geologi disebut "re-entrant". Sehingga, bila kita buka literatur lama (misalnya studi Beicip dan Lemigas tahun 1971 untuk Kalimantan), disebutnyalah Sangkulirang Re-entrant. Wilayah2 terindentasi kebetulan kerap menjadi tempat sesar-sesar mendatar masuk ke dalamnya (misalnya Indentasi Jawa Tengah merupakan tempat dua sesar mendatar besar Pamanukan-Cilacap dan Muria-Kebumen; juga indentasi Teluk pelabuhanratu yang merupakan re-entrant relatif terhadap Bayah dan Jampang menjadi tempat Sesar Cimandiri). Tinggian Suikerbrood (Adio Suture, menurut Hutchison, 1989 dan Metcalfe, 1996) adalah tinggian tua hasil benturan antara terrane Mangkalihat dan terrane Long Bawan-Kelabit; itu terjadi pada Late Cretaceous atau earliest Tertiary, sebelum rifting Makassar Strait. Yang memberikan tranverse faults di sisi Kalimantan Timur adalah rifting Makassar Strait, jadi periode yang lebih baru daripada terbentuknya Suikerbrood ridge. Pembentukan sudut antara Mangkalihat Fault dan Sangkulirang bisa terjadi kalau Sangkulirang merupakan sintetiknya Mangkalihat, sedangkan kalau keduanya sejajar, berarti keduanya remnant transverse faults rifting Makassar Strait. Paper2 yang saya sebutkan tersebar di IPA Proceedings dan (JAES) Journal of Asian Earth Sciences, sebagian ada gambar2nya saja, sebagian full papers; nanti saya kirimkan semuanya via japri. salam, Awang Salam, Awang
--- Pada Jum, 25/6/10, Awang Satyana <[email protected]> menulis: Dari: Awang Satyana <[email protected]> Judul: Bls: [iagi-net-l] Mangkalihat Peninsula Kepada: [email protected] Cc: "Geo Unpad" <[email protected]>, "Forum HAGI" <[email protected]>, "Eksplorasi BPMIGAS" <[email protected]> Tanggal: Jumat, 25 Juni, 2010, 9:05 PM Vita, Mangkalihat Fault adalah sesar mendatar besar, banyak penulis menggambarkannya sebagai sinistral (misalnya Tongkul, 1991; Rangin,1991; Satyana et al., 1999; Hemmes et al, 2001). Sebagian penulis menggambarkannya berhubungan dengan Sesar Palu-Koro di Sulawesi dan Tinjar Fault dan West Baram Line di Sarawak membentuk sesar mendatar regional (megashear) (Hemmes et al, 2001; Baillie et al, 2004). Keberadaan sesar ini terutama ditunjukkan oleh terhentinya Tinggian Suikerbrood (tinggian di sebelah barat Mangkalihat) secara tegas di sepanjang pantai utara Mangkalihat bagian barat,sehingga Sesar Mangkalihat digambarkan di sepanjang pantai utara Semenanjung Mangkalihat. Sangkulirang Fault adalah sesar mendatar besar juga yang terletak di sebelah selatan Sesar Mangkalihat sepanjang Sungai Karangan di sebelah utara Cekungan Kutei. Sesar Sangkulirang banyak digambarkan para penulis juga sebagai sesar sinistral. Keberadaan sesar ini ditunjukkan oleh arah lipatan-lipatan di sebelah utara (trend Saka, Paridan) dan sebelah selatan sesar (trend Keraitan, Sembulu, Sekurau) yang menunjukkan perubahan yang tajam saling tegak lurus satu sama lain. Bengkokan dogleg semacam itu menunjukkan keberadaan Sesar Sangkulirang di bawahnya. Hubungan antara Sesar Mangkalihat dan Sesar Sangkulirang tak mudah ditafsirkan. Kalau Sesar Mangkalihat lokal saja, maka genetika kedua sesar ini sama-sama sebagai transverse faults arah BL-Tenggara yang banyak diidentifikasi dari data gravity di sisi barat Selat Makassar (transversal terhadap arah Makassar Strait yang hampir U-S). Hubungan yang jelas adalah bahwa Sesar Sangkulirang karena ia terjadi di sisi yang indentasi terhadap Semenanjung Mangkalihat, maka sesar ini suka disebut (dulu) sebagai Sangkulirang Re-Entrant. Mangkalihat ditafsirkan Metcalfe (1996) sebagai sebuah mikrokontinen yang berasal dari Gondwana sebelah utara, lepas dari sana pada Late Jurassic dan berjalan menuju equator oleh pembukaan samudera Ceno-Tethys; lalu beramalgamasi pada Late Cretaceous dengan terrane lain dari baratlaut yaitu Kelabit-Longbowan. Amalgamasi kedua terrane ini menghasilkan suture Adio, atau kita kenal sebagai Tinggian Suikerbrood di sebelah barat Mangkalihat. Suture ini disusun oleh rijang radiolaria (chert), spilite (lava basal) dan kompleks ofiolit - asosiasi khas suture sebagai remnant of oceanic crust yang berlokasi di antara dua terrane sebelum kedua terrane berbenturan. Apakah Mangkalihat benar sebuah mikrokontinen seperti dikatakan Metcalfe (1996), kita tak tahu sebab basement Mangkalihat tidak tersingkap dan tidak ada sumur di Mangkalihat dan sekitarnya yang pernah menembusnya. Tetapi berdasarkan asosiasi tektoniknya dan keberadaan suture di sebelah baratnya, mungkin pendapat Metcalfe (1996) benar. Komposisi Sembulu volcanics di atas Mangkalihat yang ditembus oleh beberapa sumur bisa dipakai untuk menafsir basement Mangkalihat. Anadarko Popodi sedang mengebor sebuah sumur eksplorasi di sisi tenggara Mangkalihat offshore, bila ia berhasil menembus basement-nya, maka ini akan merupakan data yang sangat baik untuk memahami basement Mangkalihat. Mangkalihat lebih sebagai mikrokontinen daripada sliver sebab ia menduduki posisinya sekarang tidak diantar oleh sesar mendatar besar, tetapi melalui drifting di atas Ceno-Tethys sea floor spreading. Contoh continental sliver adalah Obi dan Bacan, yang diantar splay Sesar Sorong setelah diambil dari Kepala Burung melalui tectonic shaving ke tempatnya sekarang di selatan Halmahera. salam, Awang --- Pada Jum, 25/6/10, Parvita Siregar <[email protected]> menulis: Dari: Parvita Siregar <[email protected]> Judul: [iagi-net-l] Mangkalihat Peninsula Kepada: [email protected] Tanggal: Jumat, 25 Juni, 2010, 10:54 AM Rekans, Saya sedang mengumpulkan paper mengenai Tanjung Mangkalihat (Mangkalihat Peninsula). Saya lihat Moira Wilson pernah publikasi paper yang judulnya Sedimentology and diagenesis of Tertiary carbonates on the Mangkalihat Peninsula, Borneo: implications for subsurface reservoir quality. Apakah ada yang punya? Saya boleh minta copynya? Nature dari Mangkalihat fault itu apa ya? Kemudian bedanya dengan Sangkulirang fault apa? Apakah suture? Apakah Mangkalihat Peninsula itu 'sliver' dari lempeng benua lain? Mohon pencerahan, terimakasih. Parvita H. Siregar Chief Geologist Salamander Energy Indonesia P Please consider the environment before you print Disclamer: This email (including any attachments to it) is confidential and is sent for the personal attention of the intended recipient only and may contain information that is priviledged, confidential or exempt from disclosure. If you have received this email in error, please advise us immediately and delete it. You are notified that using, disclosing, copying, distributing or taking any action in reliance on the contents of this information is strictly prohibited.

