Aku sakjane rada bingung.
Yang didesak (terdesak) itu siapa sih ? Jumlah ahli gempa di Indonesia yang
bener-bener ahli, mungkin setingkat doktor dan bergulat dalam riset,
jumlahnya sangat sedikit. Lah kalau ahlinya bilang begini trus yang mestinya
mengerjakan pemetaan gempa itu siapa ?
Pemerintah lagi ?
saya kemain barusan menuliskan begini ....
*
Mengapa penguasa itu semakin "kuat" ?*

*"Itu urusan pemerintah !"*
Kalimat pendek yang diatas itu salah satu yang membuat pemerintah Indonesia
itu "*kuat*", sangat berpengaruh pada rakyatnya ... dalam artian berkuasa (*
powerfull*) !
Karena setiap ada permasalahan kita selalu mengatakan "*itu urusan
pemerintah !*". Lah kalimat ini bagi "*penguasa*" yang memang dicari.
Artinya rakyat menyerahkan mandat sepenuhnya pada pihak lain (pemerintah).
Kalau saja rakyat ndak mau menyerahkan segala urusan ke pemerintah (baca
penguasa) artinya rakyat akan lebih mandiri, maka pemerintah (baca penguasa)
menjadi lemah (less powerful).

*Leader get power because people give it to him !*

jadi jangan terlalu mudah mengatakan bahwa itu urusan pemerintah, pejabat
atau penguasa. Itu artinya anda memberikan kuasa kepada mereka untuk
mengurus dirimu !

rdp

2010/6/29 Djuni Pristiyanto <[email protected]>:
http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/06/28/16142249/mendesak.peta.kegempaan.di.bandung
.
> Mendesak, Peta Kegempaan di Bandung
> Langkah Mitigasi untuk Perubahan Paradigma
>
> Senin, 28 Juni 2010 | 16:14 WIB
>
> BANDUNG, KOMPAS - Kota Bandung belum memiliki peta rawan bencana gempa
bumi.
> Padahal, letak geografis Kota Bandung yang dekat dengan Patahan Lembang
dan
> Patahan Baribis yang rawan bergerak menyebabkan kejadian gempa bumi.
>
> "Tidak ada yang mengetahui kapan patahan itu akan bergerak dan menyebabkan
> gempa bumi. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah berjaga-jaga sebelum
hal
> yang tidak diinginkan itu datang," ujar Wakil Wali Kota Bandung Ayi
> Vivananda di Balai Pertemuan ITB, Sabtu (26/6). Ayi menyampaikan hal
> tersebut seusai menghadiri acara Pidato Ilmiah Guru Besar Seismologi ITB
> Nanang Puspito berjudul "Kontribusi Seismologi pada Riset dan Mitigasi
> Bencana Gempa dan Tsunami".
>
> Patahan Lembang dan Baribis adalah patahan aktif yang dekat dengan Kota
> Bandung. Kondisi itu membuat Kota Bandung salah satu daerah yang rawan
> terkena imbas pergerakan patahan tersebut. Pergerakan patahan lebih
> berbahaya karena tingkat kepadatan penduduk di Kota Bandung sangat tinggi.
>
> Ayi mengatakan, peta bencana gempa bumi di Kota Bandung mendesak dibuat.
> Berdasarkan peta itu dapat dibentuk standar dan prosedur yang membantu
> masyarakat bila terjadi gempa bumi.
>
> Standar itu antara lain mekanisme pengungsian, evakuasi korban, hingga
> metode penanganan pascabencana. Dengan peta kebencanaan yang tepat bisa
> dilihat juga perkiraan kerugian dan korban di daerah rawan.
>
> "Kota Bandung sudah punya peta rawan bencana banjir, kebakaran, dan tanah
> longsor. Akan lebih ideal bila Kota Bandung juga siap menghadapi
kemungkinan
> kejadian gempa bumi," ujar Ayi.
>
> Kerja sama
>
> Dalam waktu dekat Pemerintah Kota Bandung akan menjalin kerja sama dengan
> perguruan tinggi, khususnya ITB, membicarakan langkah yang bisa diambil
guna
> membuat peta kebencanaan. Selain itu, akan dibuat juga kerja sama dengan
> pihak tertentu yang paham soal kegempaan. Dengan lebih banyak ide dan
> masukan bisa dihasilkan solusi yang tepat menghadapi kejadian gempa bumi
di
> Kota Bandung.
>
> "Pidato ilmiah oleh Profesor Nanang Puspito menjadi salah satu masukan
yang
> berguna bagi perencanaan itu," ujar Ayi.
>
> Nanang mengatakan, pihaknya belum menerima ajakan kerja sama pembuatan
peta
> rawan bencana di Kota Bandung. Namun, ia menyambut baik usulan itu karena
> pembuatan peta kebencanaan merupakan salah satu langkah mitigasi yang
harus
> segera dilakukan. Dengan peta kebencanaan berarti ada perubahan paradigma
> dari menunggu bencana menjadi siap sedia menghadapi bencana.
>
> Menurut Nanang, beberapa hal harus diperhatikan dalam menerapkan manajemen
> bencana antara lain pemantauan dan peringatan dini, sistem informasi, dan
> diseminasi. Penting juga diperhatikan pembuatan peta-peta ancaman bahaya,
> infrastruktur berdasarkan jenis bencana, tingkat pengetahuan dan kesiapan
> pemangku kegiatan, dan aturan penanggulangannya.
>
> "Pada dasarnya kami akan selalu membantu semua pihak melakukan mitigasi
> menghadapi bencana alam. Semoga hal itu segera terlaksana," ujar Nanang.
> (CHE)
>
>
>

-- 
You can do hard way or you can do smart way ... both ways need you to do it
any way ... not just discuss it in the hall way.

Kirim email ke