mungkinkah (kalau menurut para ahli geologi indonesia)?
salam,
amb
Kamis, 15/07/2010 15:16 WIB
BIN Diminta Segera Selidiki Isu Freeport Gali Uranium
Muhammad Nur Hayid - detikNews
Jakarta
- Isu penggalian uranium oleh PT Freeport Indonesia terus mendapatkan
perhatian luas elite Jakarta. Badan Intelijen Negara (BIN) diminta
segera turun tangan untuk mengecek kebenaran informasi tersebut dan
menindaklanjuti jika memang terbukti.
"Menurut
saya, BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) dan BIN harus segera bikin
tim untuk membuktikan ini. Karena walaupun secara geologi struktur yang
menghantarkan emas dan tembaga sulit bercampur dengan struktur yang
menghasilkan uranium, faktanya di Australia ada, dan ditambang
bersamaan," kata anggota DPR Zulkieflimansyah kepada detikcom, Kamis
(15/7/2010).
Menurut anggota Komisi Pertambangan ini, jika
melihat sejarah masa lalu yang mana antara Papua dan Australia pernah
tersambung oleh lempeng bumi yang sama dan menyatu, bukan tidak mungkin
penggalian uranium memang terjadi. Namun untuk membuktikan semua ini,
perlu penelitian yang jeli dan bebas intervensi dan kepentingan.
"Di
Freeport mungkin (penambangan emas dan uranium bersamaan) kalau melihat
sejarah bahwa dulu lempeng Australia dan Papua itu memang sama dan
menyatu. Jadi walaupun secara geologis mustahil, tapi faktanya ada di
Australia. Jadi sangat mungkin juga di Papua ini ada," tegas politisi
muda PKS ini.
Politisi muda potensial yang ikut Research Fellow
di Harvard University di Kennedy School of Government ini menilai jika
memang informasi yang diungkap anggota DPRD Papua soal penggalian
uranium ini benar, akan menjadi isu panas dan menarik. Karena itu
pemerintah harus bertindak cepat dan tegas.
"Ini tentu temuan
yang menarik. Karena kalau benar ini ada, secara geopolitik, menjadi
sangat strategis isunya. Jadi pemerintah jangan terlambat lagi bergerak
dan mengambil keputusan," tegasnya.
Sejumlah media
memberitakan protes dari beberapa anggota DPRD Papua soal dugaan
penggalian bahan baku uranium secara diam-diam yang dilakukan oleh
Freeport.
Sementara itu, Freeport membantah telah menambang uranium di Papua. Mereka pun
siap jika diminta klarifikasi ke DPR.
"Berita
itu tidak benar, kami perusahaan tambang umum dengan produk akhir
berupa konsentrat yang mengandung tembaga, emas dan perak," kata Humas
PT Freeport Budiman Moerdijat kepada detikcom.
Menurut Budiman, Freeport terikat dengan kontrak karya. Mereka mengaku tidak
berani menambang di luar kontrak yang disepakati.
(yid/nrl)
<a
href='http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a59ecd1b&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE'
target='_blank'><img
src='http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=24&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a59ecd1b'
border='0' alt='' /></a>