Sekedar share aja. Saya belum mendengar teori ini, tapi secara kualitatif
bisa digunakan dengan beberapa pra-kondisi tentunya.

Rate of penetration (ROP) sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor
- Jenis bit (insert vs PDC) dimana memberikan pengaruh yang sangat besar
terhadp pattern dan magnitude dari ROP. Insert bit adalah indikator yang
sangat baik bagi batuan batuan yang permeable, terutama klastik. Saya sering
menggunakan data ROP ini sebagai Gamma Ray dan hasilnya memuaskan bisa untuk
membedakan antara shale dan sandstone dengan sangat baik. Sementara PDC itu
bekerja dengan prinsip sebaliknya dan bahkan dalam banyak kasus sama sekali
tidak berpola sehingga tidak bisa dijadikan rujukan sama sekali.
- Differential pressure between tekanan formasi dan tekanan hidrostatik
lumpur (deviasi antara tekanan hidrostatis dan tekanan formasi). Semakin
kecil perbedaan akan semakin menaikkan ROP. Underbalance drilling adalah
updaya untuk membuat berat lumpur (tekanan hidrostatic lebih kecil dari
tekanan formasi) akan menghasilkan ROP yang maksimum.
- Jenis formasi (sandstone vs karbonat) akan memberikan respon yang berbeda,
termasuk didalamnya tingkat kekerasan.

Sementara itu total gas adalah fungsi langsung dari jumlah total volume gas
yang bisa dibakar oleh alat (bisa berupa elemen atau Flame Ionization
Devices - FID, cmimw) dimana volume ini berbanding lurus dengan jumlah
liberated gas yang dibor. Kualitas total gas sangat dipengaruhi oleh:
- komposisi gas itu sendiri. Semakin ringan gas, semakin mudah terbakar,
semakin tinggi bacaan total gas nya. Kandungan gas yang tidak terbakar
seperti CO2 akan mempengaruhi kualitas gas yang direkam karena ada efek
pendinginan.
- Volume dari agitated gas yang diliberalisasi dari gas trap. Kestabilan
volume gas trap akan lebih mencerminkan kondisi reservoir. Perkembangan
terakhir teknologi ini adalah diciptakannya fixed gas trap volume. Teknology
lama tidak menganut system ini.
- Teknology dari alat perekam total gas, sensitifitas terhadap jenis gas gas
tertentu.

Kalo dari uraian diatas, ROP sangat berguna dan bisa disejajarkan dengan
Gamma ray sementara Total Gas Reading boleh jadi bisa menjadi indikasi
kualitatif dari saturasi hidrokarbon asal kondisi ideal tercapai.
Sebenarnya, sensor gas kromatografi memiliki manfaat jaih lebih besar
ketimbang total gas karena bisa untuk menentukan karakter fluida reservoir
itu sendiri.

Sekedar share, barangkali berguna.


2010/10/31 raden abdoerrias <[email protected]>

> Rekan-rekan IAGI,
>
> Baru-baru ini saya mendengar bahwa kita bisa menghitung Total Porosity dan
> SW dari data-data Mud Gas dan Drilling (ROP, WOB dll). Teknik ini sudah
> mulai dikembangkan untuk menghitung Por dan SW dalam Real Time Mode karena
> kedua data ini selalu tersedia. Pada akhirnya teknik ini mungkin bisa
> digabung dengan hasil Formation Evaluation yang lain.
> Saya tertarik dengan teknik ini, dan oleh sebab itu kalau diantara
> Rekan-rekan IAGI pernah melakukan hal ini (baik di klastik atau karbonat)
> atau mengetahui ada halaman web yang bisa saya browse, mohon bantuannya
> untuk sharing.
>
> Terima kasih banyak atas "sharing"-nya
>
> Wassalam,
> Abdoerrias Mohd Noer
>

Kirim email ke