Saya sendiri baru mendengarnya dalam sebuah seminar di tanah Arab tanggal 30 Oktober 2010 kemarin. Jadi belum banyak tahu bagaimana dan apanya mengenai metode ini. Saya melihat potensinya yang besar bahwa jika kita bisa menggunakan metode kalkulasi ini, tentunya akan sangat berguna ketika kita drilling well kemudian kita tidak bisa running any wireline logs karena suatu hal, atau dalam usaha untuk meminimalkan lifting cost. Semua O&G companies mesti punya mud log data kan?
Dugaan Kang Shofi bener sekali bahwa prinsip dasar yang dipakai adalah bahwa data sumuran sesungguhnya mencerminkan sifat dari formasi yang bersangkutan. Oleh sebab itu, secara umum bisa dikatakan bahwa metode ini seperti kita melakukan back calculation, misalnya dari gas reading yang mencerminkan saturasi gas dalam formasi, kita coba menghitung berapa besar container-nya (porosity, permeability). ROP yang merupakan fungsi dari beberapa parameter drilling bisa mencerminkan geomechanic formasinya dll. Dalam kalkulasi ini mereka bilang bahwa C1, Total gas, ROP dan WOB yang menjadi komponen utama dalam algorithm mereka. Karena metode kalkulasi ini adalah metode baru yang tengah dicoba di Arab Saudi, sehingga belum banyak (bahkan belum ada) publikasinya. Oleh sebab itu saya ingin tahu apakah teknik ini ada yang tengah mencobanya di Indonesia, sehingga saya bisa menjadikannya sebagai komparasi. Menarik memang ..... wassalam Abdoerrias . 2010/11/1 Shofiyuddin <[email protected]> > Sekedar share aja. Saya belum mendengar teori ini, tapi secara kualitatif > bisa digunakan dengan beberapa pra-kondisi tentunya. > > Rate of penetration (ROP) sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor > - Jenis bit (insert vs PDC) dimana memberikan pengaruh yang sangat besar > terhadp pattern dan magnitude dari ROP. Insert bit adalah indikator yang > sangat baik bagi batuan batuan yang permeable, terutama klastik. Saya > sering > menggunakan data ROP ini sebagai Gamma Ray dan hasilnya memuaskan bisa > untuk > membedakan antara shale dan sandstone dengan sangat baik. Sementara PDC itu > bekerja dengan prinsip sebaliknya dan bahkan dalam banyak kasus sama sekali > tidak berpola sehingga tidak bisa dijadikan rujukan sama sekali. > - Differential pressure between tekanan formasi dan tekanan hidrostatik > lumpur (deviasi antara tekanan hidrostatis dan tekanan formasi). Semakin > kecil perbedaan akan semakin menaikkan ROP. Underbalance drilling adalah > updaya untuk membuat berat lumpur (tekanan hidrostatic lebih kecil dari > tekanan formasi) akan menghasilkan ROP yang maksimum. > - Jenis formasi (sandstone vs karbonat) akan memberikan respon yang > berbeda, > termasuk didalamnya tingkat kekerasan. > > Sementara itu total gas adalah fungsi langsung dari jumlah total volume gas > yang bisa dibakar oleh alat (bisa berupa elemen atau Flame Ionization > Devices - FID, cmimw) dimana volume ini berbanding lurus dengan jumlah > liberated gas yang dibor. Kualitas total gas sangat dipengaruhi oleh: > - komposisi gas itu sendiri. Semakin ringan gas, semakin mudah terbakar, > semakin tinggi bacaan total gas nya. Kandungan gas yang tidak terbakar > seperti CO2 akan mempengaruhi kualitas gas yang direkam karena ada efek > pendinginan. > - Volume dari agitated gas yang diliberalisasi dari gas trap. Kestabilan > volume gas trap akan lebih mencerminkan kondisi reservoir. Perkembangan > terakhir teknologi ini adalah diciptakannya fixed gas trap volume. > Teknology > lama tidak menganut system ini. > - Teknology dari alat perekam total gas, sensitifitas terhadap jenis gas > gas > tertentu. > > Kalo dari uraian diatas, ROP sangat berguna dan bisa disejajarkan dengan > Gamma ray sementara Total Gas Reading boleh jadi bisa menjadi indikasi > kualitatif dari saturasi hidrokarbon asal kondisi ideal tercapai. > Sebenarnya, sensor gas kromatografi memiliki manfaat jaih lebih besar > ketimbang total gas karena bisa untuk menentukan karakter fluida reservoir > itu sendiri. > > Sekedar share, barangkali berguna. > > > 2010/10/31 raden abdoerrias <[email protected]> > > > Rekan-rekan IAGI, > > > > Baru-baru ini saya mendengar bahwa kita bisa menghitung Total Porosity > dan > > SW dari data-data Mud Gas dan Drilling (ROP, WOB dll). Teknik ini sudah > > mulai dikembangkan untuk menghitung Por dan SW dalam Real Time Mode > karena > > kedua data ini selalu tersedia. Pada akhirnya teknik ini mungkin bisa > > digabung dengan hasil Formation Evaluation yang lain. > > Saya tertarik dengan teknik ini, dan oleh sebab itu kalau diantara > > Rekan-rekan IAGI pernah melakukan hal ini (baik di klastik atau karbonat) > > atau mengetahui ada halaman web yang bisa saya browse, mohon bantuannya > > untuk sharing. > > > > Terima kasih banyak atas "sharing"-nya > > > > Wassalam, > > Abdoerrias Mohd Noer > > > -- Abdoerrias Mohd Noer

