Mas Agus, apa para wartawan bisa bisa millis kita iagi dan langsung 
mengkonsumsi tanda diklarifikasi dulu?? Wah....repot jadinya ya. 

salam
hill 

--- On Tue, 11/9/10, Hendratno Agus <[email protected]> wrote:

From: Hendratno Agus <[email protected]>
Subject: [iagi-net-l] Deformasi Merapi : tafisran2x
To: [email protected]
Date: Tuesday, November 9, 2010, 6:51 PM

Interpretasi / tafsiran yang masih debatable dan data-data saintifik yang belum 
matang, tapi terlanjur terekspose di milist, akan menjadi bacaan orang awam 
(atau diekspose di media/ koran) dan itu yang menjadikan sebaran sms yang 
mencekam di warga kawasan Merapi selama 1 minggu ini. Kalau toch ada berbagai 
skenario tsb supaya dibahas diinternal saja (para saintifik) tidak terekspose 
diluar, yang justru malah meresahkan masyarakat, sekalipun menggunakan kata 
akhir "semoga tidak demikian". 

Kita seyogyanya menghormati kawan-kawan kita yang ada di BPPTK dan PVMBG ESDM 
yang punya otoritas penuh mencermati alat yang sedang merekam aktivitas Merapi, 
karena mereka pun sangat "capek dan lelah" mengklarifikasi" berbagai spekulasi 
Merapi yang justru keluar dari "ahli geologi" yang tidak direct pada alat dan 
data rekaman seismik gunungapi secara detik per detik.

Ada etika bahasa komunikasi massa / psikologi massa untuk menjelaskan fenomena 
yang sangat saintifik (sekalipun berbasis data aktual, atau berbasis tafsiran 
spekulasi, basis data-data lama) kepada publik, dimana publiknya bukan seperti 
kita-kita yang mudah maklum dan bisa berbeda dalam tafsiran geologi, seperti 
selama ini. Bisa dibayangkan, spekulasi hal itu diekspose media/ koran, lalu 
dibaca mereka, ditelan semua informasi tsb, dan yang terjadi "kecemasan, 
eksodus, egoisme, lunturnya toleransi untuk ber-empati pada kisruh pengungsi 
yang termakan info tafsiran spekulasi tsb".

Semoga tetap ada kearifan kita dalam melihat krisis bencana kebumian sekarang 
ini, yang memang menjadi ranah diskusi kita sebagai ahli kebumian..

salam, gus hend.89




________________________________
From: wahyu budi <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thu, November 4, 2010 9:13:44 PM
Subject: Bls: [iagi-net-l] Deformasi Merapi

Intensitas erupsi Merapi terus meningkat, dan saya yakin telah ada tambahan 
magma ke dapur magma dangkal. Dengan kecenderungan intensitas erupsi yang terus 
meningkat, dan keasaman magma yang telah bertambah, yang saya khawatirkan 
adalah 
kelanjutan skenario erupsi Merapi sekarang. Akankah erupsi Merapi kali ini akan 
mengikuti skenario erupsi Krakatau tahun 1883 yang menghancurkan sebagai 
puncaknya dan lalu collapse?Semoga tidak demikian.
WBS

--- Pada Jum, 5/11/10, Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> menulis:

Dari: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
Judul: [iagi-net-l] Deformasi Merapi
Kepada: "IAGI" <[email protected]>, "Forum HAGI" <[email protected]>, 
[email protected]
Tanggal: Jumat, 5 November, 2010, 8:23 AM

Salah satu cara melihat seberapa besar jumlah magma yang akan keluar dapat
dilihat dari deformasi gunung. Namun yang sulit diduga tambahan dari magma
dalam ke dapur dangkal. Awal waktu dinyatakan AWAS, diperkirakan 30 juta yg
akan dimuntahkan. Hingga kini sudah 50 juta keluar. Yakin kalau ada supply
baru dari magma dalam.
Apakah mungkin dengan dGPS memperkirakan deformasi ini ?


Pray For Jogja
RDP


      


      

Kirim email ke