Saya mengikuti soal mitos-mitos dan kecemasan-kecemasan ini sejak membuat
blog kejadian tsunami di Aceh tahun 2004.
Issue kecemasan ataupun mitos-mitos aneh itu selalu saja ada, bukan hal
aneh. Memang melelahkan dan menyibukkan bahkan menyita waktu sehingga tugas
utama terlewakan. Diskusi di IAGI-net ini memang bisa diakses siapa saja.
Bahkan kalau anda guugling anda akan menemukan diskusi kita tahun 2003 lalu.
Juga masih ada.

Masyarakat itu baru akan diem kalau disuguhi data dan fakta yg dijelaskan
dengan bahasa bolokurowo, bukan bahasa dewo .
Mnurutku ga perlu takut berdiskusi di milist. Dan pasti ada saja yang
"nguping" dan bertingkah ember bocor.
Yang penting adalah memberikan fakta masalalu dan bukan memberikan prediksi
masa depan (sensitif). Kalau dari fakta terus mereka berspekulasi aku rasa
kitapun ga bisa mengontrol pikiran orang lain.

Pelan-pelan masyarakat di Jogja nantinya sudah terbiasa menyebut piroklastik
atau nuee ardentee yg sebelumnya disebut wedusgembel

Kalau cuman cerita mitos saja, ternyata ada di California yg notabene sudah
"educated"
http://rovicky.wordpress.com/2006/08/10/mitos-gempa-di-california/
http://rovicky.wordpress.com/2006/08/05/mitos-seputar-bencana-di-negara-negara-lain/

rdp

2010/11/11 Hiltrudis Gendoet Hartono <[email protected]>

> Mas Agus, apa para wartawan bisa bisa millis kita iagi dan langsung
> mengkonsumsi tanda diklarifikasi dulu?? Wah....repot jadinya ya.
>
> salam
> hill
>
> --- On Tue, 11/9/10, Hendratno Agus <[email protected]> wrote:
>
> From: Hendratno Agus <[email protected]>
> Subject: [iagi-net-l] Deformasi Merapi : tafisran2x
> To: [email protected]
> Date: Tuesday, November 9, 2010, 6:51 PM
>
> Interpretasi / tafsiran yang masih debatable dan data-data saintifik yang
> belum
> matang, tapi terlanjur terekspose di milist, akan menjadi bacaan orang awam
> (atau diekspose di media/ koran) dan itu yang menjadikan sebaran sms yang
> mencekam di warga kawasan Merapi selama 1 minggu ini. Kalau toch ada
> berbagai
> skenario tsb supaya dibahas diinternal saja (para saintifik) tidak
> terekspose
> diluar, yang justru malah meresahkan masyarakat, sekalipun menggunakan kata
> akhir "semoga tidak demikian".
>
> Kita seyogyanya menghormati kawan-kawan kita yang ada di BPPTK dan PVMBG
> ESDM
> yang punya otoritas penuh mencermati alat yang sedang merekam aktivitas
> Merapi,
> karena mereka pun sangat "capek dan lelah" mengklarifikasi" berbagai
> spekulasi
> Merapi yang justru keluar dari "ahli geologi" yang tidak direct pada alat
> dan
> data rekaman seismik gunungapi secara detik per detik.
>
> Ada etika bahasa komunikasi massa / psikologi massa untuk menjelaskan
> fenomena
> yang sangat saintifik (sekalipun berbasis data aktual, atau berbasis
> tafsiran
> spekulasi, basis data-data lama) kepada publik, dimana publiknya bukan
> seperti
> kita-kita yang mudah maklum dan bisa berbeda dalam tafsiran geologi,
> seperti
> selama ini. Bisa dibayangkan, spekulasi hal itu diekspose media/ koran,
> lalu
> dibaca mereka, ditelan semua informasi tsb, dan yang terjadi "kecemasan,
> eksodus, egoisme, lunturnya toleransi untuk ber-empati pada kisruh
> pengungsi
> yang termakan info tafsiran spekulasi tsb".
>
> Semoga tetap ada kearifan kita dalam melihat krisis bencana kebumian
> sekarang
> ini, yang memang menjadi ranah diskusi kita sebagai ahli kebumian..
>
> salam, gus hend.89
>
>
>
>
> ________________________________
> From: wahyu budi <[email protected]>
> To: [email protected]
> Sent: Thu, November 4, 2010 9:13:44 PM
> Subject: Bls: [iagi-net-l] Deformasi Merapi
>
> Intensitas erupsi Merapi terus meningkat, dan saya yakin telah ada tambahan
> magma ke dapur magma dangkal. Dengan kecenderungan intensitas erupsi yang
> terus
> meningkat, dan keasaman magma yang telah bertambah, yang saya khawatirkan
> adalah
> kelanjutan skenario erupsi Merapi sekarang. Akankah erupsi Merapi kali ini
> akan
> mengikuti skenario erupsi Krakatau tahun 1883 yang menghancurkan sebagai
> puncaknya dan lalu collapse?Semoga tidak demikian.
> WBS
>
> --- Pada Jum, 5/11/10, Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> menulis:
>
> Dari: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
> Judul: [iagi-net-l] Deformasi Merapi
> Kepada: "IAGI" <[email protected]>, "Forum HAGI" <[email protected]>,
> [email protected]
> Tanggal: Jumat, 5 November, 2010, 8:23 AM
>
> Salah satu cara melihat seberapa besar jumlah magma yang akan keluar dapat
> dilihat dari deformasi gunung. Namun yang sulit diduga tambahan dari magma
> dalam ke dapur dangkal. Awal waktu dinyatakan AWAS, diperkirakan 30 juta yg
> akan dimuntahkan. Hingga kini sudah 50 juta keluar. Yakin kalau ada supply
> baru dari magma dalam.
> Apakah mungkin dengan dGPS memperkirakan deformasi ini ?
>
>
> Pray For Jogja
> RDP
>
>
>
>
>
>
>



-- 
*Pray for  JOGJA*

Kirim email ke