Mas Anto Boleh tahu di mana lokasi field anda ? Umumnya bitumen di karbonat berasosiasi dengan endapan bitumen sand diatasnya yang jumlahnya cukup besar , bisa berupa karbonate yang miring, tererosi dan kemudian diendapkan sand tebal di atasnya yang kemudian karena proses leaching menjadi bitumen. Mungkin bisa dicek regional geologinya apakah ada reservoir sand yang memiliki bitumen juga yang berasosiasi dengan carbonate tersebut. Biasanya bitumen tersebut masuk ke dalam karbonat melalui proses karst karst atau disolution yang terbentuk jadi wajar kalau penyebarannya jadi random kecuali anda punya attribute seismic yang bisa menunjukkan lokasi lokasi karst/disolutionnya. Dari log bisa dicek melalui grnya , terutama di top karbonatnya.
Kemudian bitumen yang berasosiasi dengan light oil ? , kalau memang itu bitumen dan berasosiasi dengan light oil..ada kemungkinan bahwa ada source hc lain yang berbeda (mungkin tektonik settingnya berubah sehingga source rocknya berubah ) mungkin bisa dicek melalui geokimianya ( mungkin Pak Awang bisa membantu ?) Untuk identifikasi anda bisa lihat semua logs yang anda punya, bandingkan apakah di daerah yang memiliki bitumen memiliki log respon yang berbeda dengan daerah yang tidak memiliki bitumen...dari situ baru bisa ditarik kesimpulan kira kira parameter apa yang bisa digunakan untuk membedakannya. Untuk modeling juga tergantung seberapa data yang anda punya, bagaimana sistem geology, sedimentology, penyebaran karbonate serta karstnya dan sedeterministik / sedetail apa anda mau membuat modelnya dsb. Akurasi well result dan model juga sangat tergantung dengan pengetahuan dan pemahaman anda terhadap lapangan tersebut pada saat anda membuat modelnya yang akan mempengaruhi akurasi well dengan model anda. salam kartiko 2011/2/16 anto sugiharto <[email protected]> > Rekan2 IAGI ysh, > Adakah diantara rekan2 yg mengetahui atau pernah mengerjakan 3D modeling > utk bitumen (tar-mat) yg berasosiasi dgn light oil di complex carbonate > reservoir. > Sekedar informasi, core utk data bitumen yg kami miliki hanya dari sejumlah > sumur lama (tua) sedangkan interpretasi dari logs masih blm valid dan > dianggap sbg data sekunder saja. > Lalu jika data bitumen corenya di plot di peta terlihat distribusinya > random dan tdk menunjukan korelasi geologi yg jelas baik thd profil dan pola > struktur ataupun dgn RRT/ facies trend. > > Mohon sharing pengalaman dlm melakukan "best practice" modeling > utk subsurface bitumen di carbonate tsb : > 1. Kira2 gimana ya sejarah HC migrasinya sehingga bisa terjadi > "lokal" bitumen di dalam light oil column (baik yg di crest structure atau > yg berdekatan dgn FWL) ? > 2. Adakah metode lain utk meng-investigasi kehadiran si tarmat selain lewat > core/cutting, logs : Rt/Rxo? mudlogging chromatography ? other? > 3. Dengan availability data yg minimum, metode mana yg sebaiknya dipakai > utk melakukan populasi data di model : object modeling atau indicator > simulation (SIS), other? > 4. Manakah constraint terbaik utk extrapolasi cored well data > tsb ke seluruh field structure baik lateral maupun vertikal: NTG, RockType, > or seismic AI (?), other ? > 5. Bagaimana dgn akurasi dari prediksi (model) vs hasil aktual (new well > drilling data), jikalau punya real case nya ? > > Terima Kasih sebelumnya, > > Tabik, > Anto S >

