VIta,
Pertanyaanya rada misleading, karena besarnya overpressure tidak hanya 
ditentukan oleh (regional) geological settingnya thok tapi juga oleh komponen 
lain: misalnya berapa tinggi tutupan/ closurenya. Sumur di puncak struktur akan 
punya OVP lebih besar dibanidng dengan yang di flank karena ada efek 
pengapungan 
HC (buoyancy). Jadi untuk tahu berapa ppg besar OVP-nya itu harus jelas posisi 
sumurnya di mana dengan tinggi tutupan berapa dst.

Kalau pertanyaan kamu berkaitan dengan rencana pemboran, standarnya 
harus dilakukan PPP (pore pressure prediction) di lokasi yang akan dipilih. 
Data 
yang digunakan bisa dari seismik serta log data (pressure, sonic, density) dan 
data pemboran (LOT dll) dari sumur sekitar lokasi. Berdasar hasil PPP, maka 
design casing serta strategi ngebornya bisa dibuat.

Secara general ke arah timur (di Kutei) OVPnya bukan semakin kecil, tapi 
semakin 
dangkal kedalamannya. Ini berkaitan dengan proses progradasi dari Mahakam delta 
itu sendiri.

Ada beberapa paper di IPA (a/l John Bates) yang membahas soal OVP di Kutei. 
Kalau perlu konsultan lokal, di ITB ada PhD baru yang punya spesialisasi di 
bidang ini (Agus Ramdhan).

Mudah-mudahan membantu (atau malah tambah bingung...:-)

salam,
NSy


________________________________
From: Parvita Siregar <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tue, March 1, 2011 5:04:03 PM
Subject: [iagi-net-l] Over pressuring di toe thrust area


Rekans, 
 
Saya mau buka diskusi nih, yang rada ngegeologi.  
 
Untuk di wilayah yang under compression, dalam hal ini karena toe thrusting, 
semestinya overpressuring itu sangat wajar ya.  Yang saya ingin tanyakan, 
apakah 
ada yang tahu sebesar apakah overpressuring di Kutai Basin untuk toe thrust 
zone?  Berapa ppg untuk di L. Miocene?    Apakah semakin muda (ke timur) 
semakin 
lebih kecil overpressurenya?  

 
Moga2 tidak ada yang confidential yang bisa dishare ya.  
 
Tabik, Parvita


      

Kirim email ke