Tetap bagi saya belum jelas dan mungkin tidak jelas bahwa apapun dilakukan
manusia masih ditentukan oleh cyclus salamologi, seolah olah sudah jadi
takdir. Bahwasanya manusia tidak dapat melawan Hukum Alam, saya bisa
terima
itu, tetapi usaha/ikhtiar manusia itu seperti melakukan usaha memperbaiki
iklim investment itu tidak bertentangan dengan hukum alam.
Untuk anggota IAGI net mailing list, saya mohon maaf, karena saya
ngelantur
ke filsafat mengenai adanya "free will" bagi manusia
Wassalam
RPK
----- Original Message -----
From: Maryanto
To: [email protected]
Sent: Tuesday, April 05, 2011 6:47 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] Parah! Kondisi Investasi Migas RI
TermasukTerburuk di Dunia - Salamology
Ass wr wb.
Pak Koesoema, usaha manusia tidak akan sia-sia. Itu selama manusia yang
bisa di pengaruhinya. Yang di mampui di rubah manusia misalnya adalah
ukuran
berat yang lebih kecil dari berat manusia. Manusia mempunyai keterbatasan
kemampuan. Manusia tak bisa mempengaruhi berat misal yang lebih besar dari
ukuran Bumi. Sering faktor Bumi amat dominan pengaruhnya pada suatu
kebijakan manusia. Secara global, manusia cenderung lebih kecil
pengaruhnya
di banding usaha lokal.
Salamologi bukan penentu nansib manusia. Salamology memprediksi kemauan
Alam, tatanan Sunnatullah. Tentu ada errornya dari prediksi manusia itu.
Semoga sudah lebih jelas apa yang menjadi pendapat kami. Kami senang
dengan pertannyaan-pertanyaannya. Terimakasih. Kami tunggu pertanyaan
lainnya. Semoga bermanfaat.
Oh iya, yang benar adalah Mas Agung P. Widodo, bukan Mas Agus Widodo.
Terimakasih atas data PSCnya.
Wass,
Maryanto.
------------------------------------------------------------------------------
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, April 4, 2011 4:37:29 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Parah! Kondisi Investasi Migas RI
TermasukTerburuk di Dunia - Salamology
Jadi nasib manusia itu sdh ditakdirkan cyclus salamologi, usaha apapun
manusia akan sia2? Apa demikian? RPK
Powered by Telkomsel BlackBerry®
------------------------------------------------------------------------------
From: Maryanto <[email protected]>
Date: Mon, 4 Apr 2011 16:28:50 -0700 (PDT)
To: <[email protected]>; Forum Himpunan Ahli Geofisika
Indonesia<[email protected]>
ReplyTo: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Parah! Kondisi Investasi Migas RI
TermasukTerburuk di Dunia - Salamology
Walaikumus salam Pak Koesoema,
Senang dengan pertanyaan Pak Koesoema yang amat excellent ini.
Usaha Departement MIGAS-Bpmigas telah menaikkan PSC Awarded sejak 2006
hingga 30 % di banding trend 1960-2005. Salamology bisa dengan baik
(excellenTE) memprediksi amat banyak sekali gejala Alam termasuk hasil
kebijakan manusia.
Gambar dan isi lengkap, bisa di lihat pada link berikut:
http://salamology.wordpress.com/2011/04/05/salamology-psc-awarded/
RPK:
Apakah Salamology itu berlaku untuk meramalkan kejadian-kejadian yang
dilakukan kebijakan manusia juga? Saya kira hanya untuk gejala alam saja.
Kalau memang demikian maka manusia itu ditakdirkan mengikuti pola
salamologi, apapun usaha/ikhtiar yang dia lakukan akan percuma saja..
MYT (Maryanto):
Inti: Salamology adalah ilmu "unified many versions of data all Alam".
Ini
adalah ilmu se-Alam (semampunya). Alam adalah semua yang ada di Bumi
hingga
Langit ke-7. Manusia adalah bagian dari Alam. Kebijakan manusia adalah
termasuk yang mau di prediksi oleh Salamologist. Manusia di takdirkan bisa
memepengaruhi Alam. Manusia mempunyai pengaruh yang terbatas. Usaha
manusia
akan percuma untuk merubah hal yang tidak di mampui. Manusia amat tidak
sia-sia bila mengerjakan yang dalam kemampuannya. Setiap suatu ukuran,
akan
mempunyai gelombang ukuran lebih kecilnya. Manusia berukuran (0.3-3)x10^0
meter, atau 30 cm hingga 3 meter. Manusia mengandung ukuran gelombang
lebih
kecilnya dari 3 meter. Manusia mampu mengubah yang lebih kecil dari
ukurannya beratnya. Manusia jua bisa mengubah sedikit ukuran yang lebih
besarnya, tapi manusia tak bisa mengubah ukuran massa (beratnya) yang amat
jauh lebih besar darinya.Manusia tak bisa mengubah n lebih besar dari 7
(Bumi). Misal manusia tak bisa mengubah kecepatan gerak Bumi dan benda
lebih
besarnya.
Terimakasih Mas Agus Widodo PNG yang kemarin telah susah payah mengirim
data "PSC awrded annually 1960-2010.Kebikajan sejak 2006 Migas-Bpmigas,
telah menaikkan 30% dari rata-rata "PSC Awarded annually" sebelumnya.
Amat
menarik temuan Salamology tentang Tingkat Ekonomi Global.
Ulasan:
Salamology.
Hukun Alam sering di sebut sebagai Sunnatullah. Salamology mendekati
Sunnatullah dengan persamaan sederhana Masmar Salam Wave. Dan di tambah
standar deviasi error, yakni sebesar I(x,t), dimana x adalah koordinat,
dan
t adalah waktu, dan I singkatan InsyaAllah. Alam sebagai Gelombang Massa
yang bergerak menurut Gelombang Waktu. Gelombang Waktunya adalah Gelombang
Salam "Seven to the n-th power of ten Annum Long of Age and Minor" cycle.
Ini adalah Jumlahan sinusoidal fungsi waktu untuk pereode 7x10^n, dimana
n=0
samapi 10 dalam satuan tahun, serta Minornya adalah setahun, sebulan,
seminggu, sehari. Gelombang ini adalah menurut Kalender Salam. Gelombang
Massanya adalah Gelombang Masmar "Mass Assigned Size in Meter Along the
Mass
Rolling in "Salam wave"". Ini adalah Jumlahan gelombang-gelombang massa
menurut sinusoidal compresi-extensi, dengan pereode 7x10^n satuan meter,
untuk n dari n=-42 hingga +28 pada Langit ke-1, dan hingga n=488 untuk
hingga Langit ke-7. Manusia ukuran n=0, atau Cosmos manusia ukurannya
(0.3-3)x10^0meter. Ini juga Cosmos ukuran butir sedimen Bolder. Besarnya
n,
berturut-turut, 7 Cosmos ukuran butir sedimen adalah untuk n=0 bolder, -1
krakal, -2 kerikil, -3 pasirkasar, -4 pasir halus, -5 lanau, -6 lempung.
Kebetulan berselisih pangkat 7, berikut isi Langit ke-1. Langit ke-1
berukuran n= 28 Jagadraya, 21 Galaksi, 14 Tatasurya, 7 Bumi, 0 manusi, -7
gene, -14 nuklei, -21 (pre elementer), -28 (pre-pre elementer), -35
konstanta Plank (naar bhs Arab, juga jin), -42 nur(bahasa Arab), malaikat.
Mungkin ruh pada ukuran ini juga atau lebih kecil.
Pengetahuan kini sebut bahwa IPS "Ilmu Pengetahuan Sosial" adalah bukan
IPA "Ilmu Pengetahuan Alam", IPA bukan IPS. Salamologist berfikir, sosial
berarti hubungan antar manusia dan tempatnya. Manusia ada di Alam.
Kebijakan
manusia akan terpengaruh dari kondisi Alam. Semua benda di Alam mempunyai
ukuran, termasuk kebijakan manusia akan mempunyai ukuran. Yang berukuran
juga di sebut "fisika". Ini bahasa yang berkaitan dengan empiris Alam.
Bahwa Alam tak hanya bergelombang 7x10^n, maka Salamology akan
menggunakan
dominan gelombang MasmarSalam, lalu melihat selisih gelombang itu dengan
empiris grafik suatu properti Alam. Gelombang Alam ada juga yg berpereode
lain, misal 2, 3, 5, 9, 11, 19, dll. Selisih tadi akan melihat seberapa
besar pengaruh gelombang selain berpereode 7x10^n itu. Dicarinya persamaan
Propertis.Salam yang mempunyai akurasi paling tinggi terhadap sejarah
properti itu. Untuk selanjutnya, persamaan ini akan di gunakan untuk
prediksi kedepan.
Kesejahteraanlah tujuan manusia. Dengan begitu, semua manusia berfikir
menuju salam. Mereka adalah Salamologist. Salamology berusaha mengabung
semua ilmu di alam.
PSC Awarded.
Empiris Jumlah PSC Awarded pertahun di Indonesia, dari th 1960-2010,
ternyata sudah kecil standar deviasinya dengan Kalender Salam, yakni
sekitar
20 %. Besarnya itu adalah untuk th 1960-2010, maka Jumlah PSC Awrded
Anually,
Y= 7 + 10xSin(2x3.14x(T-1995)/7) + 2xSin(2x3.14(T-1995)/70) +
0.2x(T-1961)
untuk th 1960-2005
= 7 + 10xSin(2x3.14x(T-1995)/7) + 2xSin(2x3.14(T-1995)/70) +
0.2x(T-1961) + 6, untuk th 2006-2010.
Dimana T= Tahun Masehi.
.
Ekonomi.
Amat menarik temuan Salamology tentang Tingkat Ekonomi Global. Salah
satu
unsur dari tingkat ekonomi adalah bunga bank, inflasi, besar anggaran
negara
tahunan. Banyak hal lain untuk menilai tingkat ekonomi. Empiris global
dari
bunga bank suatu negara ternyata amat mendekati persamaan sinusoidal 7 th
+70 th, minimum bunga pada th 1882 ( terulang lagi th 1952), akan lagi th
2022, serta maximum th 1913, 1983, 2053, dst.
Bunga Bank Canada, 1919-2000, sesuai dengan sinusoidal BungaBankSalam
itu
dengan standar deviasi error 0.2 % saja. Ternyata, adanya Perang dunia I,
II, serta Perang Timur Tengah, Afganistan, Irak-Iran, dll, tak signifikan
pengaruhi tingkat bunga bank. Artinya perang-perang itu tidak menjadikan
bunga bank menyimpang jauh dari rumus sederhana BungaBankSalam tadi.
BungaBank Amerika begitu juga. Data 1960-2000, teryata juga dengan
kalendar BungaBankSalam itu error 7 %. Meenariknya, juga Inflasi tahunan,
jumlah anggaran negara tahunan pada kurun waktu yang sama itu, semuanya
dengan kurva sinusoidal 7 th 70 th itu. Anggaran itu di kenal dengan Five
Year Treasure. Ya ada InfasiSalam Curve, Juga TreasureSalam Curve.
Errornya
sekitar 10 % saja. Tingkat suju bunga Bank Inggris, MEE juga begitu. Masa
kedepan ekonomi global terus merosot hingga 2022, dan baru naik kemudian.
Dari sekitar 200 negara di dunia, trend bunga bank adalah mirip. Usaha
manusia, perubahan mendadak suku bunga menjadi melonjak tajam, seperti
Indonesia (1998), Venesuela, Argentina, melonjakkan sukubunga, dan
bertahan
sebentar saja, lalu menuju normal lagi. Tingkat suku bunga sekitar 0.0 -
1.0 % kini, akan bisa negatif di tahun kedepan. Apa artinya? Banyak uang
"puso", banyak sedekah di perlukan untuk melancarkan kehidupan. Enaknya di
bidang energi (minyak, batubara, biodiesel, sawit, dll), malah kebutuhan
terus naik sejak 2004. Ini bisa menimbulkan gejolak demonstrasi di setiap
negara.
Banyak curve telah di buatnya. termasuk LINDU Curve yg menunjukkan
jumlah
gempa lebih besar skala 6 SR Indonesia tahunan sejak 200 th lalu datanya.
Muka laut atau ALON.Curve, PergerakanverticalLempengCurve sejak Radiana,
Pangea, SejarahPangeaCurve, dan seratusanCurve lain. Ternyata mereka
dengan
Kalender Salam akan sudah kecil errornya.
Kembali ke pertanyaan Guru Besar yang amat kami cintai Prof
Koesoemadinata: Apakah Salamology itu berlaku untuk meramalkan
kejadian-kejadian yang dilakukan kebijakan manusia juga? Saya kira hanya
untuk gejala alam saja. Kalau memang demikian maka manusia itu ditakdirkan
mengikuti pola salamologi, apapun usaha/ikhtiar yang dia lakukan akan
percuma saja.
Salamology bisa dengan baik (excellenTE) memprediksi amat banyak sekali
gejala Alam termasuk hasil kebijakan manusia.
Wass,
Maryanto.
Geophysicist, Geologist, Physicist, Salamologist.
------------------------------------------------------------------------------
From: R.P.Koesoemadinata <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sun, April 3, 2011 9:53:06 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] Re: [Forum-HAGI] [iagi-net-l] RE: [OOT]
[eksplorasi_BPMIGAS] Bls:[iagi-net-l] Parah! Kondisi Investasi Migas RI
TermasukTerburuk di Dunia
Apakah Salamology itu berlaku untuk meramalkan kejadian-kejadian yang
dilakukan kebijakan manusia juga? Saya kira hanya untuk gejala alam saja.
Kalau memang demikian maka manusia itu ditakdirkan mengikuti pola
salamologi, apapun usaha/ikhtiar yang dia lakukan akan percuma saja
heheheh
Wassalam
RPK
----- Original Message -----
From: Maryanto
To: Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia ; [email protected]
Sent: Friday, April 01, 2011 6:08 AM
Subject: [iagi-net-l] Re: [Forum-HAGI] [iagi-net-l] RE: [OOT]
[eksplorasi_BPMIGAS] Bls:[iagi-net-l] Parah! Kondisi Investasi Migas RI
TermasukTerburuk di Dunia
Salam,
Dimana saya akan bisa mendapatkan data jumlah "PSC Awarded" tahunan
Indonesia 1945-2010 ?
Data jumlah PSC Awrdsed itu 1960-2000, memperlihatkan bahwa rata-rata
akan 14 (error) +/- 20 % untuk tahun 2001-2010 (Maryanto, 2005). Bahwa
selama 2000-2010 di awarded 149 PSC, atau 15 pertahun, maka ini sesuai
dengan prediksi model Salamology itu. Dan amat bagus prediksinya. Dan kami
malah bingung kalau jumlahnya PSC Awarded perahun itu di luar itu, misal
maunya 70 an. Alam, dengan segala macam ritme orkestra suatu "Alam
properties", termasuk supply and demand, mengarahkan umlah PSC sebesar itu
kini.
Supply-demand energi juga tercermin pada jumlah "annual discovered
giant
oil field", dan "annual discovered hydrocarbon" sejak awal ditemukan,
perlihatkan bahwa mengikuti siklus 70 th, minimum pd th 1934, maximum pd
th
1969, minimum lagi th 2004. Lalu di prediksi akan meningkat hingga 2039,
lalu minimum lagi th 2074.
Evaluasi jumlah minyak yang ditemukan di 7 "planetary Earth Cyclone",
(6
dipermukan bumi), maka Banda Ocean Basin Tectonic Center (BOBTC), bisa
berpotensi sebesar Caribian Tectonic Center dengan 550 BBOE discovered.
Atau
BOBTC undiscovered reserve bisa p90% 500 BBOE. Indonesia, wilayah terluas
dari BOBTC itu akan menjadi Pusat explorasi minyak dunia kedepan
2004-2074.
Wass,
Maryanto.