Oki 

Pemerintah SUDAH mengeluarkan (PP atau apa saya
lupa) , yang pada prinsipnya membagi dua tanggung jawab thd kerusakan yang
terjadi yi : 1. Untuk perumahan dan parasarana penduduk dianggung oleh
Lapindo , sedangkan prasarana umum ditanggung oleh Pemerintah.
Secara
teoritis , penyelesaian sudah ada payung hukumnya , bahwa dilapangan
terjadi hal yang sebaliknya , yaaa namanya juga ngeluarinl uang 
pasti siapapun kurang rela hehehe

si Abah


On
Fri, May 27, 2011 11:37 am, o - musakti wrote:
> Setahu saya di
Indonesia yang bisa menentukan siapa yang salah (dan harus
>
bayar) itu hanya pengadilan. Itupun dengan embel-embel 'berkekuatan
hukum
> tetap'.
> Vonis pengadilan harus berdasar
fakta-fakta yang tidak terbantahkan dan
> tidak ada keraguan
(bahasa LA Law nya 'beyond reasonable doubts').
> 
>
Apakah kita sudah sampai pada tahap 'beyond reasonable doubts' untuk
> masalah penyebab Lusi ini ?
> 
> Itu baru soal
hukumnya, belum kalau soal politik, ekonomi dll ikut
> masuk...
> 
> Buat saya, harusnya pemerintah mengambil alih masalah 
(sudah?) Dan dengan
> tegas menyatakan dan memperlakukan Lusi
sebagai BENCANA ALAM dan melakukan
> segala usaha mitigasi tanpa
harus mempedulikan Lapindo atau Minarak.
> 
> Silahkan
kalau dikemudian hari Pemerintah ingin (harus) membawa Lapindo ke
> pengadilan dan menjalani proses yang diperkirakan bakal panjang
nan
> berliku. At least saat itu  mereka yang dipermukaan sudah
terselamatkan
> semua.
> Jangan seperti sekarang, kesannya
masyarakat yang harus berhadapan
> langsung dengan Lapindo.....
> 
> Wallahu a'lam
> 
> On Fri, 27 May 2011
09:12 ICT Amir Al Amin wrote:
> 
>>Saya kurang setuju
pendapat "Lupakan soal pemicu"
>>
>>Justru
"apa yang memicu itu" yang bisa menjustifikasi, siapa yang
>>bertanggung-jawab.
>>Alias siapa yang harus membayar
dampak bencana ini.
>>
>>Kalau karena murni
kesalahan pemboran-->Bakrie grup, bayar semua ganti
>>
rugi.
>>
>>Kalau karena gempa
-->Pemerintah+Bakrie.
>>
>>2011/5/27 Leonard
Lisapaly <[email protected]>
>>
>>>
 Kalau judul simposiumnya â&euro;&oelig;Humanitus
Symposiumâ&euro; tapi masih membahas
>>> penyebab
terjadinya bencana ini, ya agak aneh juga sih.
>>>
>>>
>>>
>>> Mari kita garis bawahi
quote di bawah ini:
>>>
>>>
>>>
>>> Lupakanlah soal pemicu, jauh lebih
penting saat ini menangani para
>>> korban,"
>>> kata Direktur Eksekutif Humanitus, Jeffrey Richards.
>>>
>>>  LL
>>>
>>>
>>>
>>>
>>> 
------------------------------
>>>
>>> *From:*
Sasongko, Yogi [mailto:[email protected]]
>>> *Sent:*
Friday, May 27, 2011 6:47 AM
>>>
>>> *To:*
[email protected]
>>> *Subject:* RE: [iagi-net-l] Andang
Protes
>>>
>>>
>>>
>>> Mungkin pepatahnya bisa begini untuk kasus LUSI  : WES,
SENG WARAS
>>> NGALAH
>>> WAE
â&euro;¦..
>>>
>>>
>>>
>>> *From:* R.P.Koesoemadinata
[mailto:[email protected]]
>>> *Sent:* Friday, May 27,
2011 2:20 AM
>>> *To:* [email protected]
>>>
*Subject:* Re: [iagi-net-l] Andang Protes
>>>
>>>
>>>
>>> Yang 'pro-kesalahan
pemboran' tidak punya vested interest apa2 dalam
>>> 
masalah Lumpur Lapindo ini, mengapa harus melakukan apa2?, dan 
>>> mengapa
>>> harus ngotot soal pendapatnya?
>>>
>>>
>>>
>>>
Biarkan lah  pihak yang mempunyai vested interest  untuk berjuang untuk
>>> melindungi kepentingannya.
>>>
>>> Kalau untuk saya pribadi masalah ini sudah selesai. Jika
masih ada
>>> pihak
>>> yang belum merasa
berhasil meyakinkan masyarakat (ilmiah), dan masih
>>>
merasa
>>> terancam kepentingannya ya silahkan saja ,
melakukan research dan
>>> mencari
>>> data
baru,  menyelenggarakan  seminar untuk menunjang pendapatnya
>>> sampai
>>> yakin bahwa kepentingannya tidak
lagi terancam.
>>>
>>> Wassalam
>>>
>>> RPK
>>>
>>> 
----- Original Message -----
>>>
>>> *From:*
Nataniel Mangiwa <[email protected]>
>>>
>>> *To:* [email protected]
>>>
>>> *Sent:* Thursday, May 26, 2011 9:47 PM
>>>
>>> *Subject:* Re: [iagi-net-l] Andang Protes
>>>
>>>
>>>
>>> Saya
sampai detik ini tidak bisa melihat, cara apa yang bisa dilakukan
>>> oleh
>>> kaum 'pro pemboran' untuk melawan
pendapat dari 'pro gempa/sesar'. Pak
>>> Koesoema sudah
pernah membuat protes terbuka, Pak Andang juga sudah di
>>>
artikel ini, tapi tidak ada yang berubah.
>>>
>>>
>>>
>>> Pada titik seperti ini
mungkin sebagai manusia yang punya banyak sekali
>>>
keterbatasan, yang bisa dilakukan cuma berdoa, semoga suatu saat IAGI
>>> bisa
>>> netral. Karena yang paling
menyedihkan adalah IAGI belum melakukan
>>> revisi
>>> pendapat terhadap keputusan yang lalu jaman Pak Ahmad
Lutfi, yang kalau
>>> bahasa kasarnya IAGI pendapatnya lebih
pro gempa/sesar.
>>>
>>>
>>>
>>> Pandangan wartawan dll sebenarnya tidak merisaukan tetapi
pendapat IAGI
>>> itu
>>> adalah bottom line
dari keprihatinan ini, dan saya lebih respect ke
>>> IAGI
>>> lebih baik abstain (tidak pro gempa/pro pemboran) daripada
mendukung
>>> Lusi
>>> karena
gempa/sesar/reaktivasi dll.
>>>
>>>
>>>
>>> Dari lubuk hati terdalam, cuma bisa
merasakan dan menyampaikan salam
>>> prihatin.
>>>
>>>
>>>
>>>
Salam,
>>>
>>> Natan
>>>
>>> 2011/5/26 R.P.Koesoemadinata
<[email protected]>
>>>
>>> Apakah
betul mengirimkan surat protes atas terselenggaranya Symposium
>>> on
>>> Indonesia's mud volcano yang
berlangsung pada 25-26 Mei 2011 di
>>> Sidoarjo
>>> sebagai mana dikutip Wartawan Tempo di Tempo Online hari
ini?
>>>
http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2011/05/26/brk,20110526-336947,id.html
>>>
>>>
>>>
>>>
Wassalam
>>>
>>> RPK
>>>
>>>
>>>
>>>
>>
>>
>>--
>>***********************************
>>Amir Al Amin
>>Operations/ Wellsite Geologist
>>(62)811592902
>>amir13120[at]yahoo.com
>>amir.al.amin[at]gmail.com
>>************************************
> 
> 
>
--------------------------------------------------------------------------------
> PP-IAGI 2008-2011:
> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT,
[email protected]
> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL,
[email protected]
> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5
departemen, banyak biro...
>
--------------------------------------------------------------------------------
> Ayo siapkan diri....!!!!!
> Hadirilah Joint Convention
Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29
> September 2011
>
-----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to:
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to:
iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website:
http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123
0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net
Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
information
> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI
or others. In no event
> shall IAGI or its members be liable for
any, including but not limited to
> direct or indirect damages, or
damages of any kind whatsoever, resulting
> from loss of use, data
or profits, arising out of or in connection with
> the use of any
information posted on IAGI mailing list.
>
---------------------------------------------------------------------
> 
> 


-- 
_______________________________________________
Nganyerikeun hate
batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate jalma hirupna pada
ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan.

Kirim email ke