Terimakasih atas update informasinya Pak Bosman.

Wassalamualaikum wr.wb
Saatnya doa sepertiga malam di sini

Sent from my iPad 

On Jun 8, 2011, at 2:36, bosman batubara <[email protected]> wrote:

> Kisah Penolakan Tambang Emas (Bagian 1) 
> Warga Huta Godang Muda Tak Bisa Minum Air Bersih
> Mandailing Natal  | Selasa, 7 Jun 2011
> Roby Karokaro
> SUASANA di Desa Huta Godang Muda, Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal 
> (Madina), Sumatera Utara (Sumut), hingga Senin (6/6), masih mencekam 
> pasca-bentrokan antara warga dengan anggota Brimob Kompi C Mapolresta 
> Tapanuli Selatan, pada Minggu (29/5). Warga menolak eksplorasi tambang emas 
> dilakukan oleh Perusahaan Tambang Mas PT Sorik Mas Maining, yang berada di 
> Kawasan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG). 
> 
> 
> 
> Protes warga berujung tertembaknya Sholat Batubara (20) warga Huta Godang 
> Muda, membuat warga mengamuk dan membakar barak perusahaan serta merusak 
> fasilitas kantor. Selain Sholat, seorang perwira polisi, juga terluka karena 
> hantaman pukulan pengunjuk rasa. 
> 
> 
> 
> Protes warga dianggap cukup beralasan. Selain eksplorasi tambang dilakukan di 
> lahan negara, dampak dari eksplorasi itu juga menyebabkan perusakan 
> lingkungan. Wakil Kepala Desa Huta Godang Muda, Syarifuddin Lubis, kepada 
> Jurnal Nasional, mengatakan akibat eksplorasi dilakukan oleh PT Sorik Mas 
> Maining, Sungai Aek Garut, satu-satunya sumber air yang biasa digunakan warga 
> untuk diminum dan kebutuhan sehari-hari saat ini sudah tidak lagi dapat 
> dipergunakan.
> 
> Penyebabnya, penggunaan bahan kimia untuk eksplorasi tambang emas tersebut, 
> mencemari aliran sungai. Kejadian tersebut sudah berlangsung sejak 1998. 
> Dampak ini sedikit banyak membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih. 
> Sehingga terpaksa membuat sumur air baru atau kembali menggunakan sumur bor 
> yang sebelumnya sudah lama mereka tinggalkan. 
> 
> 
> 
> "Rasa air sedikit asam dan sepat. Kami duga berasal dari eksplorasi tambang 
> itu," jelasnya. 
> 
> 
> 
> Masalah tersebut sebenarnya sudah mereka sampaikan kepada Pemkab Madina. 
> Namun solusi yang diberikan pemerintah setempat adalah mencari sumber mata 
> air baru. 
> 
> 
> 
> Solusi ini tidak begitu bermanfaat bagi warga, karena sumber mata air baru 
> itu terletak jauh dari pemukiman mereka. Sejak saat itulah gejolak protes dan 
> penolakan eksplorasi terjadi. 
> 
> 
> 
> Dampak akibat eksplorasi tersebut, empat desa tidak lagi bisa mengonsumsi air 
> bersih, dan hasil panen kebunnya menurun drastis. Empat desa yang paling 
> merasakan dampak eksplorasi tambang emas tersebut, adalah Desa Aek Garut, 
> dengan jumlah warga yang bermukim sebanyak 118 KK. Di Desa Tanjung Sialang 
> terdapat 250 KK, Desa Huta Godang Muda terdapat 600 KK, dan Desa Muara Batang 
> Angkola warga yang bermukim sebanyak 200 KK. 
> 
> 
> 
> Selain tercemarnya sumber mata air, hasil panen kebun warga juga jauh 
> berkurang. Syarifuddin contohnya.  Hasil panen kebun cokelatnya terus menurun 
> setiap tahun. Dua tahun terakhir dirinya hanya bisa memanen cokelat 50 
> kilogram (kg) setiap 10 hari. Angka ini terus menurun. Bahkan dalam setahun 
> terakhir, dirinya cuma bisa memanen cokelat seberat 10 kg setiap 10 harinya. 
> Warga juga menyesalkan sikap perusahaan yang dianggap tidak memberikan 
> bantuan dana pembinaan pada masyarakat sekitar. 
> 
> 
> 
> "Sudah melakukan penambangan di areal hutan lindung, tanggung jawab 
> perusahaan atas pencemaran air dan dampak lainnya seperti menurunnya hasil 
> kebun, dibiarkan saja. Ini namanya mau enaknya," katanya. n 
> 
> 
> 
> sumber: http://nasional.jurnas.com/halaman/2/2011-06-07/172230
> 
>  
> tabik
> bosman batubara 
> weblog: http://usirsorikmasmining.wordpress.com/
> 

Kirim email ke