Bisa aja mbak, dan justru ini kewajiban pemerintah untuk total memback up kepentingan nasional.
perdana menteri cina sampe dateng ke eropa untuk support mobil nasionalnya yg di produksi di eropa, padahal mobil negeri panda ini banyak yg numpuk di gudang sana dan jadi barang tak bertuan, tapi tetep aja pede.
kuncinya ada di pengembangan R&D => Research & Development (bisa juga Replicate & Duplicate) dan dukungan penuh dari stake holder, termasuk pemerintah dan kita.
rgds,
seno
To: [email protected]
From: [email protected]
Date: 06/27/2011 03:17PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Lokal Wireline Nasional Co
Apakah bisa menggunakan akses G to G, pemerintah ke pemerintah?
Bukankanh Oil dan Gas , menyangkust sistem Hankam Nas, bukankah banyak ahli bumi juga bagian dari HanKam Nas
Terimakasih Pak Arya atas informasinya.
Wassalam,
Dini
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!From: Arya Nuhan <[email protected]>Date: Mon, 27 Jun 2011 00:04:01 -0700 (PDT)ReplyTo: <[email protected]>Subject: Re: [iagi-net-l] Lokal Wireline Nasional CoBerat juga kalau misal, Elnusa harus fight head to head dengan market leader di teknologi wireline yang hanya Anggaran Risetnya saja sudah sekitar 4-5 trilyun rupiah pertahun. Sementara Nilai Keseluruhan (Market Cap) Perusahaan Elnusa hari ini saja tidak sampai 2 trilyun rupiah.
Namun untuk mengejar-atau minimal mempersempit jarak- ketertinggalan kan tak musti meniti ulang jalan yang sama (sundanya: reinvent the wheel). Adalah prosedur yang biasa untuk beli teknologi dari perusahaan/negara lain, diaku milik sendiri, lalu dipreteli, diplototi, didesain ulang, dimanufaktur, diujicoba di pasar, diambil masukan dari pelanggan yang marah-marah, diperbaiki, dilempar lagi ke pasar, dst. Itu prosedur rekayasa terbalik, jurus yang biasa digunakan untuk mengejar ketertinggalan. Industri otomotif Jepang menerapkannya pada tahun 60-80an, sementara seluruh industri China dari 80an hingga sekarang (banyak sekali buku tentang ini, rekomendasi saya: Miracle, Asian Quest for Wealth).
Untuk melakukan semua prosedur itu, kita tahu, perusahaan lokal harus memiliki pemasukan dan dengan dukungan kebijakan pemerintah. Teknologi yang bisa dibeli dari perusahaan/negara lain tidak mungkin yang paling mutakhir. Kalau di wireline nggak mungkinlah rumus campuran blue dye di lumpur pemboran yang dikombinasikan dengan pembacaan fluid analyzer di jual ke perusahaan lain, atau teknologi star imager dilepas saat2 ini. Sehingga teknologi yang dijual ke entitas lain selalu beberapa generasi di belakang.
Banyak kasus pemboran di Indonesia, dimana tak perlu selalu memakai tool yang top of the line. Lain halnya tentu pada kasus eksplorasi di daerah frontir. Mustinya BP Migas memfatwakan penggunaan perusahaan jasa wireline lokal untuk afe2 pemboran development/infill well. Ngga usah ngomong inovasi perusahaan lokal kalau pemasukan aja ngga punya. Tentunya harus juga dibarengi dengan kontrol bahwa setelah sekian waktu bisa dibuktikan bahwa perusahaan lokal tersebut benar2 melakukan tahapan2 inovasi yang nyata, hingga berangsur2 "local content" tool mereka jadi 100% made in Indonesia.
Contoh saja, perusahaan logging batubara Recsalog dari Bandung kini telah memanufaktur dan mengoperasikan lebih dari 50 downhole tool beserta operating system pendukungnya. Walaupun teknologinya masih jauh dari persyaratan di migas dan geothermal, ini bukti bahwa dalam kondisi yang kondusif, industri lokal berbasis teknologi bisa tumbuh.
Tapi memang selalu menarik untuk mendengarkan presentasi teknologi hardware dan software terbaru sambil dijamu makan siang di hotel bintang lima. Kapan ada jadwal makan-makan lagi ya?Salam,
Arya Nuhan
From: OK Taufik <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Monday, June 27, 2011 9:33 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] Lokal Wireline Nasional Cosama juga lah mas Shofi yg dilakukan Snopec IPM di ethiopia itu, semua wireline tool beli dari Halliburton, Mudlogging juga bekas ILO punya, unit-teknologi beli semua, hanya ada penambahan sedikit sana-sini yg tidak menambah keunggulan.
Jadi susah ya mau menilai wireline atau mudlogging China, dibandingkan wireline company lain..analoginya kira-kira lomba F1 dengan mesin Ferrari, yg satu Team Ferrari yg lainnya Torro roso.
Apakah Torro roso local content, tentu tidaklah..pabrikannya kan tetap ferrari2011/6/27 Shofiyuddin < [email protected] >Maaf, setahu saya tool yang dipakai adalah punya Schlumberger. kalo
benar, apa bisa disebut local content?
shofi
2011/6/27 Made Sulitra < [email protected] >:> Baguslah, moving forward as a Local Content!
>
> ----- Original Message -----
> From: ari nurcahyo
> To: [email protected]
> Sent: Sunday, June 26, 2011 12:39 PM
> Subject: Re: [iagi-net-l] Lokal Wireline Nasional Co
> Pak Made,
>
> Elnusa Wireline Logging sampai saat ini masih ada dibeberapa lokasi antara
> lain di Pendopo, Rantau, Cirebon, Cepu mungkin juga di Tanjung dengan
> beberapa kontrak dengan Pertamina EP dan beberapa perusahaan minyak lain
> TAC/ UBEP.
> Sekedar informasi saja.
>
> Salam,
>
> Ari
>
>________________________________
> From: Made Sulitra < [email protected] >
> To: [email protected]
> Sent: Fri, June 24, 2011 8:01:12 AM
> Subject: [iagi-net-l] Lokal Wireline Nasional Co
>
>
> Pak Arya,
> Mengenai Lokal Wireline National Co itu udah ada, salah satunya namanya
> ELNUSA Wirelina dimana dulu pernah mencuat, tapi setelah joint partner
> dengan External kok malah manurung, barangkali yang tahu Elnusa WL
> Services, bisa sharing komentar please!
>
> Yang perlu ditiru dari Chino WL adalah terobosannnya ("Simultaneous
> Breakthroughs") baik dari Incentive GOChina, Oiler Technokrat(with limit
> English) maupun $$$ Businessman sambut bergayung dalam kurun waktu kurang
> dari 10thn jatuh bangun, sedangkan kita udah mulai lebih dari 40thn yang
> lalu (Minas & Arun), emang perlu, BANGKITlah spt acara Metro TV.
>
>
> ----- Original Message -----
> From: Arya Nuhan
> To: [email protected]
> Sent: Thursday, June 23, 2011 11:38 PM
> Subject: Re: [iagi-net-l] Sharing pengalaman mengenai
> wirelinelogging/LWD/mudlogging company China
> Sorry Om Bow, jadi agak2 OOT.
>
> Diskusi ttg perusahaan WL Log services China ini membuat saya teringat nasib
> WL Log nasional, terutama yg bergerak di minyak, gas dan geothermal.
> Bagaimana nasib mereka? Siapa saja pemainnya sekarang? Bisa dishare
> pengalaman menggunakan jasa WL Lokal untuk oil/gas/gethermal?
>
> (Syukurlah) Hingga kini untuk batubara praktis logging services di kuasai
> oleh pemain lokal. Namun, nilai kontraknya kecil sekali dibandingkan di
> oil/gas/gthermal. Daily rate 2 hari untuk service setara PEX ekuivalen
> dengan rental sebulan jasa logging di pemboran batubara. Hingga agak sulit
> mengharapkan terobosan teknologi canggih dengan margin yg tipis itu.
> Walaupun mudah2an usaha mereka tetap dapat pahala.
>
> Kembali ke WL company China, pemerintah mereka sekitar 10 tahun lalu sempat
> berkelahi dengan WTO perihal proteksi WTO thd hak cipta teknologi utk
> perusahaan investor asing(baca:us & eur) di China. Singkat cerita, China
> akhirnya berhasil "memaksa" perusahaan yg investasi di sana utk membuka
> blueprint design mereka. Itu salah satu sebab dekade terakhir ini dipenuhi
> dengan perusahaan2 teknologi china yg mengandalkan teknologi "pampasan
> perang" yg sudah di reverse engineered. Tak lupa negara membuat aturan dan
> (ini yg terpenting) memastikan bahwa penyedia jasa nasional china harus
> selalu didahulukan.
>
> Kebijakan terakhir ttg penggunaan komponen dan jasa lokal tak asing di
> Indonesia, sudah digadang2 mungkin sejak zaman pangea belum berpisah. Namun
> tindak lanjutnya mana?
>
> Dimana peran regulator dalam rapat AFE pemboran misalnya,ketika melihat
> rencana pemboran development atau infill well (yg tentu diikuti logging dan
> perforasi) untuk target di section2 yg dangkal, reservoir klastik,
> sandstone, tebal lebih dari 10 ft, berdasarkan log density/porosity
> terdahulu cross overnya besar dan jelas betul, dengan oil/gas show yg
> kentara dari cutting dan mudlog. Dalam situasi demikian seharusnya regulator
> yg pro industri dalam negeri mempromosikan wl lokal.Tak apalah run triple
> combo, bisa diakali dengan tambah rathole 10-15 ft, atau bongkar pasang
> probe, lalu run 2 kali. Formation testernya masih ngga ada pompanya, cincay
> lah, kalau ngga tight2 bgt dari pressure gradien juga insyaAllah ketahuan
> mana yang hak serta yang mana yg air. Dengan demikian titik perforasi tetap
> bisa ditentukan. Geologist2 kita banyak yg handal.
>
> Tentu skenario di atas hanya berlaku untuk sumur hafalan di section yg
> jinak. Tapi mustinya masih banyak sumur/section klasifikasi demikian dalam
> rencana2 pemboran di Indonesia utk saat ini. Ini juga berarti seharusnya
> masih banyak porsi kue utk perusahaan logging lokal kita.
>
> Sorry lagi Om Bow jadi membajak topik.
>
> Habisan benci aku.
>
> Salam,
> Arya Nuhan
>
> Salam, Nuhan
>
>________________________________
> From: Bowo Pangarso < [email protected] >
> Date: Thu, 23 Jun 2011 10:36:58 +0700
> To: < [email protected] >
> ReplyTo: < [email protected] >
> Subject: Re: [iagi-net-l] Sharing pengalaman mengenai wireline
> logging/LWD/mudlogging company China
> Pak Made terimakasih atas sharingnya.
> Mungkin kalau tidak keberatan boleh disharing secara teknikal apakah mereka
> hanya provide tool standard seperti Triple Combo (GR-Res-ND) saja, atau
> mereka juga punya special tool lain? seperti misalnya NMR/CMR atau yang
> ekuivalen? MDT/RDT/RCI, dual packer capabilities? Image log? HPHT tools?
>
> Pengalaman mereka di onshore dan atau offshore bagaimana pak?
>
> dari sisi non teknikal, apakah support untuk post processing analysis, akses
> ke expert dari masing-masing log dan teknologi, tingkat safety standard
> mereka juga cukup tinggi?
>
> Maaf kalau jadi terlalu detail, lebih karena memang saya belum pernah
> berinteraksi dengan perusahaan logging asal China, sehingga hanya
> dengar-dengar saja, apalagi kelihatannya mereka baru lebih kurang 10 tahun
> beroperasi di Indonesia (CMIIW), seiring dengan masuknya perusahaan minyak
> asal China.
> Untuk kawan-kawan lain yang sudah kirim via Japri terimakasih....
>
> salam,
> Bowo
> 2011/6/22 Made Sulitra < [email protected] >
>>
>> All,
>> Dari segi non-technical (English) and price sangat competive.
>> Technically OK (meet our bussines requirement to flow the well) dan
>> sekarang Citic Seram Energy Ltd pake Chinese WL.
>>
>> ----- Original Message -----
>>
>> From: Bowo Pangarso
>> To: IAGI
>> Sent: Wednesday, June 22, 2011 1:56 PM
>> Subject: [iagi-net-l] Sharing pengalaman mengenai wireline
>> logging/LWD/mudlogging company China
>> Rekan-rekan IAGI yang budiman,
>> Kalau tidak keberatan saya mohon sharingnya dari rekan-rekan sekalian
>> mengenai pengalaman berinteraksi dengan perusahaan wireline logging/LWD
>> company China.
>> Untuk segala aspek baik teknikal, non teknikal, maupun harga. Salah satu
>> yang bisa saya dapatkan melalui browsing di internet adalah
>> http://www.cnlc.cn/cnlcWeb/Index.htm, saya pernah dengar juga ada Da Qing?
>>
>> Akan lebih baik kalau bisa japri saja, tapi saya mohon kalaupun melalui
>> jalur umum, opini yang keluar tidak mendiskreditkan satu perusahaan
>> tertentu.
>>
>> terimakasih,
>> Bowo
>>
>>________________________________
>>
>> “Save a Tree” – Please consider the environment before printing this
>> email.
>>
>>________________________________
>> “Save a Tree” – Please consider the environment before printing this
>> email.
>
>________________________________
>
> “Save a Tree” – Please consider the environment before printing this email.
>
>________________________________
> “Save a Tree” – Please consider the environment before printing this email.
>
> ________________________________
>
> “Save a Tree” – Please consider the environment before printing this email.
>
>________________________________
> “Save a Tree” – Please consider the environment before printing this email.--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
Ayo siapkan diri....!!!!!
Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29
September 2011
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at] iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at] iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/%0AIAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------
--
Sent from my Computer®
The information contained in this communication is intended solely for the use of the individual or entity to whom it is addressed and others authorized to receive it. It may contain confidential or legally privileged information. If you are not the intended recipient you are hereby notified that any disclosure, copying, distribution or taking any action in reliance on the contents of this information is strictly prohibited and may be unlawful. If you have received this communication in error, please notify us immediately by responding to this email and then delete it from your system. CNOOC is neither liable for the proper and complete transmission of the information contained in this communication nor for any delay in its receipt.
-------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2008-2011: ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... -------------------------------------------------------------------------------- Ayo siapkan diri....!!!!! Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29 September 2011 ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

