Mantap Pak Arya ulasannya..

Mungkin IAGI perlu memberikan dukungan, mungkin bisa menjadikan para
pengusaha wireline/mudlogging lokal
sebagai tamu/ presentasi  di dalam event IAGI.
Saya tidak pernah dengar promosi mereka, Atau mereka sudah kewalahan dengan
job yang ada?

Salam,



2011/6/27 Arya Nuhan <[email protected]>

>  Berat juga kalau misal, Elnusa harus fight head to head dengan market
> leader di teknologi wireline yang hanya Anggaran Risetnya saja sudah sekitar
> 4-5 trilyun rupiah pertahun. Sementara Nilai Keseluruhan (Market Cap)
> Perusahaan Elnusa hari ini saja tidak sampai 2 trilyun rupiah.
>
> Namun untuk mengejar-atau minimal mempersempit jarak- ketertinggalan kan
> tak musti meniti ulang jalan yang sama (sundanya: reinvent the wheel).
> Adalah prosedur yang biasa untuk beli teknologi dari perusahaan/negara lain,
> diaku milik sendiri, lalu dipreteli, diplototi, didesain ulang,
> dimanufaktur, diujicoba di pasar, diambil masukan dari pelanggan yang
> marah-marah, diperbaiki, dilempar lagi ke pasar, dst. Itu prosedur rekayasa
> terbalik, jurus yang biasa digunakan untuk mengejar ketertinggalan. Industri
> otomotif Jepang menerapkannya pada tahun 60-80an, sementara seluruh industri
> China dari 80an hingga sekarang (banyak sekali buku tentang ini, rekomendasi
> saya: Miracle, Asian Quest for Wealth).
>
> Untuk melakukan semua prosedur itu, kita tahu, perusahaan lokal harus
> memiliki pemasukan dan dengan dukungan kebijakan pemerintah. Teknologi yang
> bisa dibeli dari perusahaan/negara lain tidak mungkin yang paling mutakhir.
> Kalau di wireline nggak mungkinlah rumus campuran blue dye di lumpur
> pemboran yang dikombinasikan dengan pembacaan fluid analyzer di jual ke
> perusahaan lain, atau teknologi star imager dilepas saat2 ini. Sehingga
> teknologi yang dijual ke entitas lain selalu beberapa generasi di belakang.
>
> Banyak kasus pemboran di Indonesia, dimana tak perlu selalu memakai tool
> yang top of the line. Lain halnya tentu pada kasus eksplorasi di daerah
> frontir. Mustinya BP Migas memfatwakan  penggunaan perusahaan jasa wireline
> lokal untuk afe2 pemboran development/infill well. Ngga usah ngomong
> inovasi  perusahaan lokal kalau pemasukan aja ngga punya.  Tentunya harus
> juga dibarengi dengan kontrol bahwa setelah sekian waktu bisa dibuktikan
> bahwa perusahaan lokal tersebut benar2 melakukan tahapan2 inovasi yang
> nyata, hingga berangsur2 "local content" tool mereka jadi 100% made in
> Indonesia.
>
> Contoh saja, perusahaan logging batubara Recsalog dari Bandung kini telah
> memanufaktur dan mengoperasikan lebih dari 50 downhole tool beserta
> operating system pendukungnya. Walaupun teknologinya masih jauh dari
> persyaratan di migas dan geothermal, ini bukti bahwa dalam kondisi yang
> kondusif, industri lokal berbasis teknologi bisa tumbuh.
>
> Tapi memang selalu menarik untuk  mendengarkan presentasi teknologi
> hardware dan software terbaru sambil dijamu makan siang di hotel bintang
> lima. Kapan ada jadwal makan-makan lagi ya?
>
> Salam,
> Arya Nuhan
>   ------------------------------
> *From:* OK Taufik <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Monday, June 27, 2011 9:33 AM
>
> *Subject:* Re: [iagi-net-l] Lokal Wireline Nasional Co
>
>   sama juga lah mas Shofi yg dilakukan Snopec IPM di ethiopia itu, semua
> wireline tool beli dari Halliburton, Mudlogging juga bekas ILO punya,
> unit-teknologi beli semua, hanya ada penambahan sedikit sana-sini yg tidak
> menambah keunggulan.
>
> Jadi susah ya mau menilai wireline atau mudlogging China, dibandingkan
> wireline company lain..analoginya kira-kira lomba F1 dengan mesin Ferrari,
> yg satu Team Ferrari yg lainnya Torro roso.
>
> Apakah Torro roso local content, tentu tidaklah..pabrikannya kan tetap
> ferrari
>
>   2011/6/27 Shofiyuddin <[email protected]>
>
>  Maaf, setahu saya tool yang dipakai adalah punya Schlumberger. kalo
> benar, apa bisa disebut local content?
>
> shofi
>
> 2011/6/27 Made Sulitra <[email protected]>:
>  > Baguslah, moving forward as a Local Content!
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: ari nurcahyo
> > To: [email protected]
> > Sent: Sunday, June 26, 2011 12:39 PM
> > Subject: Re: [iagi-net-l] Lokal Wireline Nasional Co
> > Pak Made,
> >
> > Elnusa Wireline Logging sampai saat ini masih ada dibeberapa lokasi
> antara
> > lain di Pendopo, Rantau, Cirebon, Cepu mungkin juga di Tanjung dengan
> > beberapa kontrak dengan Pertamina EP dan beberapa perusahaan minyak lain
> > TAC/ UBEP.
> > Sekedar informasi saja.
> >
> > Salam,
> >
> > Ari
> >
> > ________________________________
> > From: Made Sulitra <[email protected]>
> > To: [email protected]
> > Sent: Fri, June 24, 2011 8:01:12 AM
> > Subject: [iagi-net-l] Lokal Wireline Nasional Co
> >
> > 
> > Pak Arya,
> > Mengenai Lokal Wireline National Co itu udah ada, salah satunya namanya
> > ELNUSA Wirelina dimana dulu pernah mencuat, tapi setelah joint partner
> > dengan External kok malah manurung, barangkali yang tahu Elnusa WL
> > Services, bisa sharing komentar please!
> >
> > Yang perlu ditiru dari Chino WL adalah terobosannnya ("Simultaneous
> > Breakthroughs") baik dari Incentive GOChina, Oiler Technokrat(with limit
> > English) maupun $$$ Businessman sambut bergayung dalam kurun waktu kurang
> > dari 10thn jatuh bangun, sedangkan kita udah mulai lebih dari 40thn yang
> > lalu (Minas & Arun), emang perlu, BANGKITlah spt acara Metro TV.
> >
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: Arya Nuhan
> > To: [email protected]
> > Sent: Thursday, June 23, 2011 11:38 PM
> > Subject: Re: [iagi-net-l] Sharing pengalaman mengenai
> > wirelinelogging/LWD/mudlogging company China
> > Sorry Om Bow, jadi agak2 OOT.
> >
> > Diskusi ttg perusahaan WL Log services China ini membuat saya teringat
> nasib
> > WL Log nasional, terutama yg bergerak di minyak, gas dan geothermal.
> > Bagaimana nasib mereka? Siapa saja pemainnya sekarang? Bisa dishare
> > pengalaman menggunakan jasa WL Lokal untuk oil/gas/gethermal?
> >
> > (Syukurlah) Hingga kini untuk batubara praktis logging services di kuasai
> > oleh pemain lokal. Namun, nilai kontraknya kecil sekali dibandingkan di
> > oil/gas/gthermal. Daily rate 2 hari untuk service setara PEX ekuivalen
> > dengan rental sebulan jasa logging di pemboran batubara. Hingga agak
> sulit
> > mengharapkan terobosan teknologi canggih dengan margin yg tipis itu.
> > Walaupun mudah2an usaha mereka tetap dapat pahala.
> >
> > Kembali ke WL company China, pemerintah mereka sekitar 10 tahun lalu
> sempat
> > berkelahi dengan WTO perihal proteksi WTO thd hak cipta teknologi utk
> > perusahaan investor asing(baca:us & eur) di China. Singkat cerita, China
> > akhirnya berhasil "memaksa" perusahaan yg investasi di sana utk membuka
> > blueprint design mereka. Itu salah satu sebab dekade terakhir ini
> dipenuhi
> > dengan perusahaan2 teknologi china yg mengandalkan teknologi "pampasan
> > perang" yg sudah di reverse engineered. Tak lupa negara membuat aturan
> dan
> > (ini yg terpenting) memastikan bahwa penyedia jasa nasional china harus
> > selalu didahulukan.
> >
> > Kebijakan terakhir ttg penggunaan komponen dan jasa lokal tak asing di
> > Indonesia, sudah digadang2 mungkin sejak zaman pangea belum berpisah.
> Namun
> > tindak lanjutnya mana?
> >
> > Dimana peran regulator dalam rapat AFE pemboran misalnya,ketika melihat
> > rencana pemboran development atau infill well (yg tentu diikuti logging
> dan
> > perforasi) untuk target di section2 yg dangkal, reservoir klastik,
> > sandstone, tebal lebih dari 10 ft, berdasarkan log density/porosity
> > terdahulu cross overnya besar dan jelas betul, dengan oil/gas show yg
> > kentara dari cutting dan mudlog. Dalam situasi demikian seharusnya
> regulator
> > yg pro industri dalam negeri mempromosikan wl lokal.Tak apalah run triple
> > combo, bisa diakali dengan tambah rathole 10-15 ft, atau bongkar pasang
> > probe, lalu run 2 kali. Formation testernya masih ngga ada pompanya,
> cincay
> > lah, kalau ngga tight2 bgt dari pressure gradien juga insyaAllah ketahuan
> > mana yang hak serta yang mana yg air. Dengan demikian titik perforasi
> tetap
> > bisa ditentukan. Geologist2 kita banyak yg handal.
> >
> > Tentu skenario di atas hanya berlaku untuk sumur hafalan di section yg
> > jinak. Tapi mustinya masih banyak sumur/section klasifikasi demikian
> dalam
> > rencana2 pemboran di Indonesia utk saat ini. Ini juga berarti seharusnya
> > masih banyak porsi kue utk perusahaan logging lokal kita.
> >
> > Sorry lagi Om Bow jadi membajak topik.
> >
> > Habisan benci aku.
> >
> > Salam,
> > Arya Nuhan
> >
> > Salam, Nuhan
> >
> > ________________________________
> > From: Bowo Pangarso <[email protected]>
> > Date: Thu, 23 Jun 2011 10:36:58 +0700
> > To: <[email protected]>
> > ReplyTo: <[email protected]>
> > Subject: Re: [iagi-net-l] Sharing pengalaman mengenai wireline
> > logging/LWD/mudlogging company China
> > Pak Made terimakasih atas sharingnya.
> > Mungkin kalau tidak keberatan boleh disharing secara teknikal apakah
> mereka
> > hanya provide tool standard seperti Triple Combo (GR-Res-ND) saja, atau
> > mereka juga punya special tool lain? seperti misalnya NMR/CMR atau yang
> > ekuivalen? MDT/RDT/RCI, dual packer capabilities? Image log? HPHT tools?
> >
> > Pengalaman mereka di onshore dan atau offshore bagaimana pak?
> >
> > dari sisi non teknikal, apakah support untuk post processing analysis,
> akses
> > ke expert dari masing-masing log dan teknologi, tingkat safety standard
> > mereka juga cukup tinggi?
> >
> > Maaf kalau jadi terlalu detail, lebih karena memang saya belum pernah
> > berinteraksi dengan perusahaan logging asal China, sehingga hanya
> > dengar-dengar saja, apalagi kelihatannya mereka baru lebih kurang 10
> tahun
> > beroperasi di Indonesia (CMIIW), seiring dengan masuknya perusahaan
> minyak
> > asal China.
> > Untuk kawan-kawan lain yang sudah kirim via Japri terimakasih....
> >
> > salam,
> > Bowo
> > 2011/6/22 Made Sulitra <[email protected]>
> >>
> >> All,
> >> Dari segi non-technical (English) and price sangat competive.
> >> Technically OK (meet our bussines requirement to flow the well) dan
> >> sekarang Citic Seram Energy Ltd pake Chinese WL.
> >>
> >> ----- Original Message -----
> >>
> >> From: Bowo Pangarso
> >> To: IAGI
> >> Sent: Wednesday, June 22, 2011 1:56 PM
> >> Subject: [iagi-net-l] Sharing pengalaman mengenai wireline
> >> logging/LWD/mudlogging company China
> >> Rekan-rekan IAGI yang budiman,
> >> Kalau tidak keberatan saya mohon sharingnya dari rekan-rekan sekalian
> >> mengenai pengalaman berinteraksi dengan perusahaan wireline logging/LWD
> >> company China.
> >> Untuk segala aspek baik teknikal, non teknikal, maupun harga. Salah satu
> >> yang bisa saya dapatkan melalui browsing di internet adalah
> >> http://www.cnlc.cn/cnlcWeb/Index.htm, saya pernah dengar juga ada Da
> Qing?
> >>
> >> Akan lebih baik kalau bisa japri saja, tapi saya mohon kalaupun melalui
> >> jalur umum, opini yang keluar tidak mendiskreditkan satu perusahaan
> >> tertentu.
> >>
> >> terimakasih,
> >> Bowo
> >>
> >> ________________________________
> >>
> >> “Save a Tree” – Please consider the environment before printing this
> >> email.
> >>
> >> ________________________________
> >> “Save a Tree” – Please consider the environment before printing this
> >> email.
> >
> > ________________________________
> >
> > “Save a Tree” – Please consider the environment before printing this
> email.
> >
> > ________________________________
> > “Save a Tree” – Please consider the environment before printing this
> email.
> >
> > ________________________________
> >
> > “Save a Tree” – Please consider the environment before printing this
> email.
> >
> > ________________________________
> > “Save a Tree” – Please consider the environment before printing this
> email.
>
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> PP-IAGI 2008-2011:
> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> Ayo siapkan diri....!!!!!
> Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29
> September 2011
>
> -----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1:
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/%0AIAGI-net Archive 2:
> http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
> on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
> IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct
> or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss
> of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any
> information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
>
> --
> Sent from my Computer®
>
>
>
>


-- 
***********************************
Amir Al Amin
Operations/ Wellsite Geologist
(62)811592902
amir13120[at]yahoo.com
amir.al.amin[at]gmail.com
************************************

Kirim email ke