Waduh, kalo saya sbg sekjen dianggap 'lancang' dan di luar kapasitas, mohon maaf saja.
Sbg info saja, moderator milis ini adalah komandan Biro Dunia Maya PP IAGI. 'Teguran' yg saya lontarkan kepada mang Okim, dikarenakan ada yg protes dengan mengirimkan email kepada saya (tampaknya karena dianggap sekjen IAGI). Jika ini memang dianggap tak pantas (paling tidak sudah ada dua kawan, pak Jojok dan cak Noor), maka untuk waktu saelanjutnya, saya tidak akan melakukan ketidak-pantasan ini. Mohon utk kawan2 yg merasa 'tidak nyaman' dengan postingan mang Okim (yang katanya lebih baik via OOT aja), agar secara langsung menyatakannya di milis (tidak perlu japri kepada saya). Secara pribadi sih, saya juga tidak masalah kok. Mohon maaf kepada mang Okim, pak Jok, dan cak Noor, serta kawan2 lainnya yg kurang berkenan dengan tindakan saya berkaitan hal ini. Terimakasih dan salam, Syaiful * bukan moderator milis Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: noor syarifuddin <[email protected]> Date: Wed, 13 Jul 2011 00:26:08 To: <[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Re: OOT: Re: [iagi-net-l] GEM-LOVERS : MENGUKUR KEJUJURAN DENGAN CINCIN BATUMULIA mungkin ada hal yang perlu diklarifikasi di sini: - saya kira teguran atas isi posting adalah hak dari moderator IAGInet dan bukan dari pengurus IAGI (IAGInet adalah milis TIDAK RESMI dari IAGI). Jadi bukan kapasitas Sekjend untuk memberi teguran kepada peserta milis. - teguran diberikan kalau memang isi posting yang berlarut-larut, menimbulkan polemik dan mengganggu lalulintas milis atau ada unsur SARA atau ketidakpatutan umum - IMHO, tulisan Mang Okim -walaupun OOT- sama sekali tidak mengganggu, bahkan memberikan inspirasi untuk kita semua...apa sudah demikian parah kondisinya. salam, NSy (pernah jadi moderator IAGInet) ________________________________ From: mohammad syaiful <[email protected]> To: [email protected] Sent: Mon, July 11, 2011 10:06:12 AM Subject: OOT: Re: [iagi-net-l] GEM-LOVERS : MENGUKUR KEJUJURAN DENGAN CINCIN BATUMULIA mang okim, cerita yg sebenarnya sangat menarik. namun sebaiknya tidak dilantunkan di milis iagi-net, melainkan cukup di OOT-IAGI-NET. mungkin om allo dan/atau om rovicky dapat sekali lagi memberi-tahukan bagaimana alamat milis iagi-net yg OOT (out of topic) ini agar mang okim dkk lainnya bisa mempergunakannya. agar tidak berkepanjangan, silakan langsung berpindah ke milis OOT tsb. salam, syaiful * sebelum pengurus disemprit lagi oleh anggota lainnya... 2011/7/11 Sujatmiko (Miko) <[email protected]> >Rekan-rekan Gem-Lovers yang budiman, > >Beberapa waktu yang lalu, mang Okim bersama Pak Ari sepedahan menyusuri Jalan >Dago Bandung, dari mulai Taman Cikapayang sampai ke Terminal Dago Atas. Acara >sepedahan ini merupakan acara tetap mang Okim setiap Minggu pagi ( Kadin >Jabar >Fun Bike ) . Taman Cikapayang adalah titik rendez-vous yang dapat dicapai >sekitar 25 menit dari Serambi Batumulia di Jalan Pajajaran . Setelah melewati >tanjakan berat di kawasan Hotel Jayakarta dan sesudah memutar di Terminal Dago >Atas, kami istirahat sejenak di dekat sebuah gerobak dorong Pedagang Kaki >Lima >(PKL). Di tempat inilah mang Okim mencoba memanfaatkan cincin batumulia yang >mang Okim bawa dari rumah untuk menguji kejujuran Pak PKL. > >Yang mang Okim lakukan sangat sederhana, berpura-pura jongkok sambil >mengambil >cincin yang mang Okim geletakkan di bawah tempat duduk yang disediakan oleh >Pak >PKL untuk yang jajan. Setelah itu mang Okim membawa dan menunjukkan cincin >tersebut ke Pak PKL disaksikan oleh Pak Ari. Dialog kemudian berlangsung >antara >mang Okim dan Pak PKL sebagai berikut ( dalam bahasa Sunda , diterjemahkan ) : > >Mang Okim :Pak , saya menemukan cincin ini di bawah bangku duduk. Kira-kira >punya siapa ya Pak ? > >PKL :Oh, itu punya saya Pak, sejak tadi saya cari-cari.! > >Mang Okim :Apa benar punya Bapak, bukan punya orang lain yang jajan disini ? > >PKL :Betul Pak, punya saya. Cincin ini kebesaran, karena itu sering jatuh ( >sambil mencobakan cincin tersebut ke jarinya dan ternyata memang kebesaran >) >. > >Mang Okim :Ooh , ya sudah, kalau cincin ini memang punya Bapak, maka saya >serahkan . Rupanya cincin ini memang tidak mau pisah dengan Bapak, walaupun >sudah hilang tetapi masih ketemu juga. > >Setelah dialog singkat di atas, mang Okim menyalami tangan Pak PKL dan pamit >untuk melanjutkan perjalanan. > > >Cermin masyarakat kita dewasa ini > >Mang Okim dan Pak Ari kemudian meluncur turun dengan kecepatan tinggi dan >berhenti di Restoran Eternity untuk jajan Yan Mien Bakso Manis. Sementara >menunggu pesanan, mang Okim menyinggung ke Pak Ari tentang peristiwa cincin >tersebut. Pak Ari ternyata mengira bahwa cincin berhiaskan batu karnelian itu >benar-benar milik Pak PKL . Setelah mang Okim jelaskan kejadian sebenarnya , >maka Pak Ari sependapat dengan mang Okim bahwa di negeri kita tercinta ini >sedang terjadi krisis moral yang sangat mengkhawatirkan, krisis moral yang >tidak saja menimpa para pejabat dan politisi tingkat tinggi , tetapi juga >sampai >ke lapisan akar rumput. Kejujuran sudah banyak dilupakan orang, apalagi >keadilan >- - - ta’ iya ! > >Di Minggu pagi berikutnya, mang Okim dan Pak Ari menyempatkan diri mampir lagi >ke Pak PKL . Cincin karnelian tersebut ternyata telah dikecilkan dan tampak >indah menghias jari manis kiri Pak PKL, berpasangan serasi dengan cincin lain >yang menghias jari manis kanannya. Mang Okim sempat memuji langsung kedua >cincin Pak PKL ini. Gambar di bawah ini memperlihatkan betapa bangganya Pak >PKL >dengan sepasang cincin yang dipakainya. Tanpa sedikitpun menyimpan guilty >feeling, Pak PKL berpose khusus untuk memperlihatkan kedua cincin >kebanggaannya, >sementara Pak Ari dan mang Okim hanya tersenyum sambil mengabadikannya. > >Itulah rekan-rekan, kisah sebuah cincin karnelian yang ternyata bisa juga >mengukur derajat kejujuran dari seseorang. Mang Okim tidak tahu siiih, apakah >cincin dengan hiasan berlian, mirah delima, safir, mata kucing krisoberil, >atau >zamrud Kolombia yang sering terlihat dipakai oleh banyak pejabat dan politisi >tingkat tinggi didapat dari membeli dengan uang hasil keringat mereka , atau >dari warisan, atau hadiah dari antah berantah - - - wallahualam. Yang penting >, >semoga kita semua tidak berhenti berupaya agar selalu berada di jalan yang >benar dan lurus, jalan yang diridhoi oleh Allah SWT., jalan yang akan membawa >kita ke arah kebabahagiaan dunia dan akherat. Memang tidak mudah, tetapi >dengan >ikhtiar yang sungguh-sungguh, insyaallah kita bisa - - - ta’ iya ! Amiin. > >Salam Cinta Batumulia, > >Mang Okim > > >LAMPIRAN GAMBAR > >Gambar 1 :Mang Okim tampak akrab dengan Pak PKL. > >Gambar 2 :Pak PKL begitu bangga dengan sepasang cincinnya > ( yang di jari manis kiri adalah cincin uji coba ). > > > > > > > -- Mohammad Syaiful - Explorationist, Consultant Geologist Mobile: 62-812-9372808 Emails: [email protected] (business) [email protected] Technical Manager of Exploration Think Tank Indonesia (ETTI)

