Memang tidak terasa akhirnya kitapun akhirnya menjadi "berpolemik"
atas sebuah postingan. Saya rasa polemik atau bukan, juga tidak mudah
didefinisikan. Dan sependek pengetahuanku berdiskusi atau polemik
tipis saja batasnya. Dan banyak juga yg menikmatinya.

Prinsip atau alasan dibuatnya forum OOT (dengan alamat [email protected])
bukan karena ingin menghindari polemik tetapi untuk mengelompokkan
diskusi. OOT dimaksudkan utk memberikan ruang bicara utk segala hal
diluar tehnis keilmubumian (kegeologian). Menentukan jauh-deketnya
sebuah diskusi atau tulisan dengan keilmubumian saya kira menjadi
tanggung jawab kedewasaan masing-masing anggota. Di [email protected].
Siapa saja diperbolehkan berbicara apa saja termasuk politik, bahkan
mungkin bisa saja berbicara agama dan suku asalkan tidak berupa
flaming atau ejekan, atau pertengkaran. Sekali lagi definisi ejekan
atau flaming menurut saya sebaiknya juga diserahkan pada kedewasaan
dan tanggung jawab anggota.

Juga sebenarnya milist iagi-net ini menjadi RESMI miliknya IAGI karena
menggunakan alamat domain iagi.or.id. Memang betul anggotanya tidak
semuanya anggota iagi, tetapi pengelolaannya tetap dibawah
kepengurusan PP-IAGI.  Jadi menurut saya iagi-net menjadi RESMI
miliknya PP-IAGI.

"Teguran", saya rasa bisa saja diberikan oleh pengurus PP-IAGI,
ataupun moderator, atau administrator yg ditunjuk. Walaupun perlu
diketahui bahwa IAGI hingga kini "belum" memiliki aturan baku
NETTIKETnya. Yg perlu dimengerti adalah, belum adanya aturan baku
bukan berarti segalanya menjadi bebas takberaturan, bukan?

Postingan yg kita "polemikkan" ini jelas sebuah tulisan bagus dan
bermanfaat. Hanya saja bisa masuk kategori OOT sehingga sebaiknya
masuk ke [email protected]. Ingat OOT bukan berarti sampah atau "spam",
kan?.
Walaupun masih bisa dipolemikkan, lah wong bicara soal "batu" akik. :) jjj

Btwn jangan kuwatir bahwa yg kita lalui dan didiskusikan ttg OOT
selama ini tak berguna. Saya sedang mengumpulkan diskusi kali ini dan
sebelumnya ttg OOT, utk menjadi bahan untuk dibakukan dalam aturan
NETTIKET Iagi-net.

Silahkan dilanjut.
Salam sukses

RDP

On 13/07/2011, Wahyudi Adhiutomo <[email protected]> wrote:
> Kita kembalikan ke hal yg paling dasar. Apa itu "netiket"? Dan apa netiket
> milis ini.
>
> Jangan mbulet di cerita ini bagus, cerita ini kurang pas tempatnya, dsb.
> Sudah nggak pas lah masih mbulet disitu aja.
>
> Cheers,
> WA
> Sent from my BlackBerry® smartphone
>
> -----Original Message-----
> From: "Iwan B" <[email protected]>
> Date: Wed, 13 Jul 2011 09:42:27
> To: <[email protected]>
> Reply-To: <[email protected]>
> Subject: Re: OOT: Re: [iagi-net-l] GEM-LOVERS : MENGUKUR KEJUJURAN DENGAN
> CINCIN BATUMULIA
> Buat saya sih tulisan Mang Okim bagus & tdk mengganggu...justru ada tulisan2
> lain yg membawa kepentingan pribadi atau perorangan tp tdk pernah
> ditegur...
>
>
> Sent from MyDevice®
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> Date: Wed, 13 Jul 2011 07:55:44
> To: <[email protected]>
> Reply-To: <[email protected]>
> Subject: Re: OOT: Re: [iagi-net-l] GEM-LOVERS : MENGUKUR KEJUJURAN DENGAN
> CINCIN BATUMULIA
> Waduh, kalo saya sbg sekjen dianggap 'lancang' dan di luar kapasitas, mohon
> maaf saja.
>
> Sbg info saja, moderator milis ini adalah komandan Biro Dunia Maya PP IAGI.
>
> 'Teguran' yg saya lontarkan kepada mang Okim, dikarenakan ada yg protes
> dengan mengirimkan email kepada saya (tampaknya karena dianggap sekjen
> IAGI). Jika ini memang dianggap tak pantas (paling tidak sudah ada dua
> kawan, pak Jojok dan cak Noor), maka untuk waktu saelanjutnya, saya tidak
> akan melakukan ketidak-pantasan ini. Mohon utk kawan2 yg merasa 'tidak
> nyaman' dengan postingan mang Okim (yang katanya lebih baik via OOT aja),
> agar secara langsung menyatakannya di milis (tidak perlu japri kepada saya).
> Secara pribadi sih, saya juga tidak masalah kok.
>
> Mohon maaf kepada mang Okim, pak Jok, dan cak Noor, serta kawan2 lainnya yg
> kurang berkenan dengan tindakan saya berkaitan hal ini.
>
> Terimakasih dan salam,
> Syaiful
> * bukan moderator milis
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: noor syarifuddin <[email protected]>
> Date: Wed, 13 Jul 2011 00:26:08
> To: <[email protected]>
> Reply-To: <[email protected]>
> Subject: Re: OOT: Re: [iagi-net-l] GEM-LOVERS : MENGUKUR KEJUJURAN DENGAN
> CINCIN BATUMULIA
> mungkin ada hal yang perlu diklarifikasi di sini:
>
> - saya kira teguran atas isi posting adalah hak dari moderator IAGInet dan
> bukan
> dari pengurus IAGI (IAGInet adalah milis TIDAK RESMI dari IAGI). Jadi bukan
> kapasitas Sekjend untuk memberi teguran kepada peserta milis.
>
> - teguran diberikan kalau memang isi posting yang berlarut-larut,
> menimbulkan
> polemik dan mengganggu lalulintas milis atau ada unsur SARA atau
> ketidakpatutan
> umum
>
> - IMHO, tulisan Mang Okim -walaupun OOT- sama sekali tidak mengganggu,
> bahkan
> memberikan inspirasi untuk kita semua...apa sudah demikian parah kondisinya.
>
>
>
> salam,
>
> NSy
> (pernah jadi moderator IAGInet)
>
>
>
> ________________________________
> From: mohammad syaiful <[email protected]>
> To: [email protected]
> Sent: Mon, July 11, 2011 10:06:12 AM
> Subject: OOT: Re: [iagi-net-l] GEM-LOVERS : MENGUKUR KEJUJURAN DENGAN CINCIN
> BATUMULIA
>
>
> mang okim,
>
> cerita yg sebenarnya sangat menarik. namun sebaiknya tidak dilantunkan di
> milis
> iagi-net, melainkan cukup di OOT-IAGI-NET. mungkin om allo dan/atau om
> rovicky
> dapat sekali lagi memberi-tahukan bagaimana alamat milis iagi-net yg OOT
> (out of
> topic) ini agar mang okim dkk lainnya bisa mempergunakannya.
>
> agar tidak berkepanjangan, silakan langsung berpindah ke milis OOT tsb.
>
> salam,
> syaiful
> * sebelum pengurus disemprit lagi oleh anggota lainnya...
>
> 2011/7/11 Sujatmiko (Miko) <[email protected]>
>
>
>>Rekan-rekan Gem-Lovers yang budiman,
>>
>>Beberapa waktu yang lalu, mang Okim bersama Pak Ari sepedahan menyusuri
>> Jalan
>>Dago Bandung, dari mulai Taman Cikapayang sampai ke Terminal Dago Atas.
>> Acara
>>sepedahan ini merupakan acara tetap mang Okim setiap  Minggu pagi ( Kadin
>> Jabar
>>Fun Bike ) . Taman Cikapayang adalah titik rendez-vous yang dapat dicapai
>>sekitar 25 menit dari Serambi Batumulia di Jalan Pajajaran  . Setelah
>> melewati
>>tanjakan berat di kawasan Hotel Jayakarta dan sesudah memutar di Terminal
>> Dago
>>Atas, kami istirahat sejenak di dekat  sebuah gerobak dorong Pedagang Kaki
>> Lima
>>(PKL). Di tempat inilah mang Okim mencoba memanfaatkan  cincin batumulia
>> yang
>>mang Okim bawa dari rumah untuk menguji kejujuran Pak PKL.
>>
>>Yang mang Okim lakukan sangat sederhana,  berpura-pura jongkok  sambil
>> mengambil
>>cincin yang mang Okim geletakkan di bawah tempat duduk yang disediakan oleh
>> Pak
>>PKL untuk yang jajan.  Setelah itu mang Okim membawa dan menunjukkan cincin
>>
>>tersebut ke Pak PKL disaksikan oleh Pak Ari. Dialog kemudian berlangsung
>> antara
>>mang Okim dan Pak PKL sebagai berikut ( dalam bahasa Sunda , diterjemahkan
>> ) :
>>
>>Mang Okim :Pak , saya menemukan cincin ini di bawah bangku duduk. Kira-kira
>>
>>punya siapa ya Pak ?
>>
>>PKL :Oh, itu punya saya Pak, sejak tadi saya cari-cari.!
>>
>>Mang Okim :Apa benar punya Bapak, bukan punya orang lain yang jajan disini
>> ?
>>
>>PKL :Betul Pak, punya saya. Cincin ini kebesaran, karena itu sering jatuh (
>>
>>sambil mencobakan  cincin tersebut ke jarinya dan ternyata   memang
>> kebesaran )
>>.
>>
>>Mang Okim :Ooh , ya sudah, kalau cincin ini memang punya Bapak, maka saya
>>serahkan  . Rupanya cincin ini memang tidak mau pisah dengan Bapak,
>> walaupun
>>sudah hilang tetapi  masih ketemu juga.
>>
>>Setelah dialog singkat di atas, mang Okim menyalami tangan Pak PKL dan
>> pamit
>>untuk melanjutkan perjalanan.
>>
>>
>>Cermin  masyarakat kita dewasa ini
>>
>>Mang Okim dan Pak Ari kemudian meluncur turun dengan kecepatan tinggi dan
>>berhenti di Restoran Eternity untuk jajan Yan Mien Bakso Manis. Sementara
>>menunggu pesanan,  mang Okim menyinggung ke Pak Ari  tentang peristiwa
>> cincin
>>tersebut. Pak Ari ternyata mengira bahwa cincin berhiaskan batu karnelian
>> itu
>>benar-benar  milik Pak PKL .  Setelah mang Okim jelaskan kejadian
>> sebenarnya ,
>>maka Pak Ari sependapat dengan mang Okim bahwa di negeri kita tercinta ini
>>sedang terjadi krisis moral yang  sangat mengkhawatirkan, krisis moral yang
>>
>>tidak saja menimpa para pejabat dan politisi tingkat tinggi , tetapi juga
>> sampai
>>ke lapisan akar rumput. Kejujuran sudah banyak dilupakan orang, apalagi
>> keadilan
>>- - - ta’ iya !
>>
>>Di Minggu pagi berikutnya, mang Okim dan Pak Ari menyempatkan diri mampir
>> lagi
>>ke Pak PKL . Cincin karnelian tersebut ternyata telah dikecilkan dan tampak
>>
>>indah menghias jari manis kiri Pak PKL,  berpasangan serasi dengan cincin
>> lain
>>yang menghias  jari manis kanannya.  Mang Okim sempat memuji langsung kedua
>>
>>cincin Pak PKL ini. Gambar di bawah ini memperlihatkan betapa bangganya Pak
>> PKL
>>dengan sepasang cincin yang dipakainya. Tanpa sedikitpun menyimpan guilty
>>feeling, Pak PKL berpose khusus untuk memperlihatkan kedua cincin
>> kebanggaannya,
>>sementara Pak Ari dan mang Okim hanya tersenyum sambil mengabadikannya.
>>
>>Itulah rekan-rekan, kisah sebuah cincin karnelian yang ternyata bisa juga
>>mengukur derajat  kejujuran dari seseorang. Mang Okim tidak tahu siiih,
>> apakah
>>cincin dengan hiasan berlian, mirah delima, safir, mata kucing krisoberil,
>> atau
>>zamrud Kolombia yang sering terlihat dipakai oleh banyak pejabat dan
>> politisi
>>tingkat tinggi didapat dari membeli dengan uang hasil keringat mereka  ,
>> atau
>>dari warisan, atau hadiah dari antah berantah - - - wallahualam.  Yang
>> penting ,
>>semoga kita semua  tidak berhenti berupaya agar selalu berada di jalan yang
>>
>>benar dan lurus, jalan yang diridhoi oleh Allah SWT., jalan yang akan
>> membawa
>>kita ke arah kebabahagiaan dunia dan akherat. Memang tidak mudah, tetapi
>> dengan
>>ikhtiar yang sungguh-sungguh, insyaallah  kita bisa - - - ta’ iya ! Amiin.
>>
>>Salam Cinta Batumulia,
>>
>>Mang Okim
>>
>>
>>LAMPIRAN  GAMBAR
>>
>>Gambar 1 :Mang Okim tampak akrab dengan  Pak PKL.
>>
>>Gambar 2 :Pak PKL begitu bangga dengan sepasang cincinnya
>> ( yang di jari manis kiri adalah cincin uji coba ).
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>
>
> --
> Mohammad Syaiful - Explorationist, Consultant Geologist
> Mobile: 62-812-9372808
> Emails:
> [email protected] (business)
> [email protected]
>
> Technical Manager of
> Exploration Think Tank Indonesia (ETTI)
>
>

-- 
Sent from my mobile device

*"Everybody is safety leader, You can stop any unsafe operation !"*

--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
Ayo siapkan diri....!!!!!
Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29
September 2011
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id

For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email 
to: [email protected]

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke