Rovicky,

 

Komentar saya:

Regenerasi IAGI - sudah bagus ada Paulus yang me-regenerasikan Rovicky.
Sekarang cari juniornya Paulus. Kasih kesempatan dan langsung tunjuk
saja. Kalau kita tawarkan, mungkin ada yang malu-malu dan kurang percaya
diri. Tapi kalau 'diundang'  dan 'diminta' mungkin bisa dapat lebih dari
satu kandidat. Ini tergantung cara para senior melibatkan anggota yang
lebih muda. Cari orang-orang aktif dari AAPG Student Chapter. Mereka
punya energi ekstra, motivasi dan pengalaman. Pendekatan pribadi, ini
mungkin kuncinya.

 

IAGI terlalu kebarat-baratan - cukup maklum karena penelitian dan
eksplorasi di Indonesia Timur jauh lebih sedikit dibandingkan Indonesia
Barat. Pendidikan geologi di Indonesia Timur juga kurang. Kalau IAGI
mengadakan PIT di KTI, saya rasa yang datang sedikit sekali.  Menurut
saya KanWil Geologi KTI yang bisa merintis dengan mengadakan field trip
dan mengundang pembicara.

 

Anggota IAGI malas menulis - anggota IAGI ada lebih dari 3000 orang.
Tentunya tidak semua malas. Untuk majalah IAGI, menurut saya "editorial
board"-nya yang perlu ditambah. Seperti urusan regenerasi, "editorial
board" perlu jadi tukang todong. Rajin menghubungi calon penulis, aktif
kirim woro-woro, kasih semangat, memberikan peringatan, dan membantu
menulis. Kalau kita hanya pasif, minta artikel, memang susah untuk
mendapatkan tulisan. IAGI juga tidak memberikan insenfif kepada penulis.
Memang kalau bukan orang Indonesia yang menulis, orang asingpun mau
menulis. Sejauh ini publikasi FOSI #20 dan #21 mendapat kontribusi dan
respon yang cukup baik. Mudah-mudahan berlangsung terus untuk terbitan
berikutnya.

 

Salam,

 

Herman

 

From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[email protected]] 
Sent: Monday, July 25, 2011 12:35 PM
To: IAGI; [email protected]; [email protected]
Subject: [iagi-net-l] IAGI, apanya yang perlu ditingkatkan ?

 

Untuk meramaikan pemilu Ketum IAGI 2011-2014 ini barangkali perlu
dikipasi dengan sebuah tinjauan ringan tentang apa saja yang sudah ada
di IAGI kita dan apa saja perlu ditingkatkan untuk memberikan peran IAGI
supaya menjadi IAGI yang "Indonesia bangget !".
Banyak kasak dan kusuk yang sering terdengar dibelakang obrolan mailist
kita ini. Tentusaja, perlu dilihat sebagai hal yg positip bila
dibicarakan secara terbuka. Nah dibawah ini ada beberapa item yang
mungkin perlu kita jabarkan dan diobrolkan. Ndak usah terlalu serius,
tetapi dipikirkan sebagai hal yang perlu kita lakukan bersama secara
terbuka.

IAGI terlalu berbau migas !
Tidak jarang ungkapan diatas muncul dalam obrolan di pojokan ketika
sedang ada PIT, ataupun ketika ada lunch talk. Baik sebagai ungkapan
untuk meningkatkan peran IAGI, namun juga sebagai ungkapan untuk
mengeluhkan kurangnya porsi Non Migas di IAGI. Mungkin bener, mungkin
juga tidak. Pada kenyataannya MGEI justru jauh lebih maju dalam hal
penyiapan sertifikasi keprofesian ketimbang Migas. Bicara MIGAS di di
IAGI lebih rame dalam hal ngobrol tapi sdikit mewarnai IAGI.
Bagimana dengan kebencanaan, bagimana dengan keteknikan, dan bagimana
dengan pendidikan, sudah cukupkah IAGI mengamodir kebutuhan ini selama
ini ?
Nah bagaimana menurut anda ? Apa yang harus dilakukan IAGI ?

Regenerasi IAGI mandeg !
Whaddduh, saya bisa disalahkan paling duluan dalam hal ini. Sejak lama
adanya internet terutama sejak adanya domain khusus iagi.or.id ini saya
dan Paulus Allo selalu mengelola mailist ini berdua. Saya pun gagal
mencari generasi muda untuk menggantikan. Ntah karena kupernya saya pada
gaulnya generasi muda, atau kurangnya generasi muda untuk proaktif
merbut kursi kumel yang saya duduki sejak adanya iagi.or.id ini. Saya
sudah menahan Paulus sejak lama untuk tidak mengundurkan diri. Lah kalau
Paulus merasa dirinya terlalu senior memegang mailist lah saya udah uzur
tentunya. 
Jadi, adakah yang mau menggantikan saya disini ? Demi IAGI kita bersama
untuk regenerasi ! 

IAGI terlalu kebarat-baratan
Ya selama ini memang Indonesia juga terlalu banyak memberikan porsi
pemikiran tentang Indonesia barat. Ini bukan soal JAwa Barat dan Jawa
Timur, tetai memikirkan Indonesia barat dan dan Indonesia timur. Secara
geologi kita semua tahu bahwa Indonesia Timur geologinya berbeda jauh
dengan geologi Indonesia barat. Hampir semua kegiatan terlalu
kebarat-baratan. Perlu penyemibangan supaya semua pelosok negari ini
mendapatkan porsi pemikiran yang sesuai.
Apakah perlu memiliki kantor khusus IAGI di Indonesia Timur ? (pssst
barangkali bisa dimulai dengan adanya JC Makassar nanti. Kita galakkan
gaung Indonesia di Indonesia timur ...
Tapi bisa nggak ? Atau ... ada konsen lain ?

Anggota IAGI malas menulis !
Ah masak sih ? Wong kalau diskusi di IAGI net kita mampu berpanjang
lebar menuliskannya. 
Tetapi yang dimaksud menulis ini adalah pertanyaan pengelola Majalah
IAGI "....mengapa Majalah IAGI sampai kekurangan bahan tulisan ?"

:( "Ah Pakdhe aja maunya nulis di Blog bukan di Majalah gitu kok!"
:D "Thole, kalau tulisan ringan yang masuk http://geologi.iagi.or.id/
sudah cukup banyak. Ini untuk majalah IAGI yang harus lebih serius"


Itu baru beberapa pint saja yang tercatat .... Adakah konsen-konsen
kritik atau justru pujian lain rekan-rekan IAGI tercinta yang perlu kita
benahi untuk IAGI dimasa mendatang.
Paling tidak konsen ini akan tercatat oleh siapapun yang akan
mencalonkan atau dicalonkan dalam Pemilu Ketum IAGI 2011-2014

Speak UP !!
Indonesia need YOU !!

RDP

Kirim email ke