Ferdi dkk. Sesar Lembang, mungkin perlu kembali melihat apa sifat sesar ini. Di peta satelit seperti SPOT atau landsat, juga DEM sesar sepanjang 22 km di utara Bandung (dari Bukit Tunggul/Manglayang di timur ke Cisarua di barat) ini hanya nampak sebagai kelurusuan. Di google 3D, Sesar Lembang nampak sebagai normal fault-strike slip fault, oblique/scissors fault dengan blok turun sisi utara dan throw dari timur ke barat semakin mengecil, throw sekitar 460 m di area Bukit Tunggul dan hampir tidak ada throw di area Cisarua. Kalau kita berdiri di Kampung Cibodas, Lembang dan melihat ke arah timur, gawir Sesar Lembang yang turun ke arah utara dari sekitar Bukit Tunggul akan jelas terlihat. Pak Budi Brahmantyo dan Pak Bachtiar (KRCB) suka membawa rombongan fieldtrip Cekungan Bandung ke tempat ini untuk mengamati Sesar Lembang. Sesar Lembang sudah dikenal sejak van Bemmelen memetakan Bandung area pada tahun 1934. Van Bemmelen (1934) meyakini Sesar Lembang sebagai akibat runtuhan akibat pembubungan magma dan letusan kompleks Gunung Sunda (Bukit Tunggul dan Canggak). Sesar Lembang mengakomodasi runtuhan kerakbumi ke arah utara. Lebih lanjut lagi pada tahun 1949, van Bemmelen menaruh Sesar Lembang di zona engsel (hinge zone) antara Zona Bandung dan Zona Bogor. Sesar Lembang terjadi di perbatasan fisiografi antara Zona Bandung dan Zona Bogor. Zona Bogor merupakan depresi tengah Jawa Barat, sedangkan Zona Bandung relatif lebih terangkat daripada Zona Bogor karena Zona Bandung kemudian ditempati banyak gunungapi Kuarter. Kemudian, di utara Sesar Lembang lahir Gunung Tangkuban Parahu yang rempah volkaniknya menutupi tepi selatan Zona Bogor, maka umur Sesar Lembang lebih tua dari umur Gunung Tangkuban Parahu, tetapi lebih muda dari Gunung Sunda. Dari peta geologi Bandung dan sekitarnya, Sesar Lembang membatasi dua satuan batuan volkanik tua Qpv –Plistosen (blok naik, selatan) dan batuan volkanik muda Qv‐Holosen(blok turun, utara). Ke arah barat, lompatan sesar minimal‐tidak ada, sehingga tidak menggeser satuan batuan. Dari penjelasan fisiografi di atas, cukup meyakinkan bahwa Sesar Lembang merupakan sesar dip-slip, sesar normal baik bentuk pergawirannya sekarang, maupun kejadiannya di antara dua zona fisiografi yang satu depresi yang lain tinggian. Tetapi data momen tesnsor solution dari analisis historis data gempa, bila ada, dapat mengklarifikasi hal ini, sejauh mana komponen strike-slip-nya (bila ada), dan sejauh mana dominasi dip-slip-nya (normal fault). Sesar Lembang bila komponen strike-slip-nya kuat, dan secara regional memang bisa bersentuhan dengan sesar-sesar di Jawa Barat yang lebih besar yaitu Sesar Cimandiri dan Sesar Pamanukan-Cilacap, yang keduanya merupakan sesar besar dan masih membuka ke pusat2 konvergensi lempeng di selatan Jawa (Cimandiri ke baratdaya Teluk Palabuhanratu, Cilacap ke selatan Nusa Kambangan), maka gerakan di Sesar Lembang bisa saja merupakan relay dari pergerakan salah satu sesar-sesar besar yang mengapitnya. Untuk meneliti lebih jauh akan hal ini, memang diperlukan penelitian jaringan sesar-sesar aktif di Jawa Barat dan kegempaannya. Kalau saya tak salah, Pak Danny Hilman dan Pak Irwan Meilano, dkk peneliti lain di LIPI dan institusi lainnya pernah melakukan penelitian ini atau paling tidak mengarah ke situ. Hubungan supervolcano dengan strike-slip akan saya komentari menggunakan subjek diskusi baru. Salam, Awang
--- Pada Rab, 7/9/11, kartiko samodro <[email protected]> menulis: Dari: kartiko samodro <[email protected]> Judul: Re: [iagi-net-l] Sesar Lembang Bergerak: IAGI/HAGI Jangan Diam Saja! Kepada: [email protected] Tanggal: Rabu, 7 September, 2011, 8:44 AM Mungkin untuk studi bisa dilihat juga apakah pergerakan sesar lembang ini ada hubungannya dengan pergerakan zona patahan strike slip sukabumi - padalarang di sebelah baratnya atau patahan strike slip cilacap - kuningan di timurnya. mungkin juga perlu diamati aktivitas gunung burangrang, tangkuban perahu , bukit nunggal yang tepat berada di jalur patahan lembang dan di antara zona patahan strike slip sukabumi padalarang dan patahan cilacap kuningan ...apakah ada peningkatan aktivitas ? kalau melihat supervolcano toba / yellowstone...sepertinya gunung api besar banyak berhubungan dengan strike slip 2011/9/7 <[email protected]> Gempa Bandung Barat alias Gempa cisarua 28 Agustus 2011 yg lalu (3hari sebelum hari raya) telah mengakibatkan 103 rumah rusak (retak2, genteng somplak dsb) khususnya di sekitar daerah Jambudwipa, dan bahkan sampai akhir minggu lalu beberapa keluarga masih tidak berani kembali tidur di rumah malam hari karena takut masih akan terjadi gempa susulan (dan karena rumahnya masih belum diperbaiki: takut keambrukan atap/genteng dsb). Sbg orang Bekasi (Arema yg tinggal di Bekasi, tepatnya) saya ingatkan kawan2 Bandung: inilah saatnya mitigasi sesar lembang untuk diangkat dan terus dikobarkan dg melibatkan multi-kelompok: ada KRCB, MBI, MPPBI, IAGI/HAGI dsb. Mari kita seriusi sesar lembang spt kita serius dg Padang. Pakar2 gempa &atektoniknya khan tinggalnya juga disekitar garis sesar Lembang, ..dan aba2 sdh diberikan lwt gempa Bandung Barat akhir Agustus lalu. Jadi sgt wajar mitigasi& sosialisasi diprioritaskan u/Lembang!! Informasi dr kawan2 ITB menyebutkan bahwa ada 2 riset yg sdg jalan di S2 GREAT (Graduate Research for Earthquake and Tectonics) u/sesar Lembang: Didik dg peta hazard-risk & Pretty dg riset patahannya. Plus GPS-surveynya Dr Irwan Meilano, plus paleoseismologi trenchingnya Dr Eko & juga geolistrik-georadar Dr Dany Hilman & puluhan studi S1-S2 kawan2 kebumian ITB sblmnya. (Rencana) mikroiseismik dr grupnya Dr. Surono (mbah Rono) juga sdh in-place. Basic ingridient mitigasi u/sesar Lembang sdh ideal. Tinggal konduktor yg meramunya dg aspek infrastruktur - sosial-ekonomi - kebijakan di lapangan. Ayo sama2 hadapi sesar Lembang, jgn sampai kecolongan spt sesar Opak di gempa Yogja 2006!!! Dalam rangka mewaspadai terus sesar Lembang, ada 2 kemungkinan implikasi dr kejadian gempa Cikalong Wetan Juni & gempa Bandung Barat akhir Agustus lalu: 1) pelepasan energi bertahap sampai akhirnya hilang potensi kuncian geraknya, tapi bsa jg 2) itu smua merupakan precursor/pendahulu dr gempa yg lebih besar. Kalau kwn2 ahli bisa bikin analisis time-series dr sifat dan besaran gempa2 di daerah tsb 5 tahun terakhir, mungkin bisa keliatan polanya! Apapun yg terjadi, sbnarnya kita bisa menghindari dr nasib kecolongan spt di kasus Gempa yogja 2006 dg: 1)memobilisasi tenaga2 penyuluh pelatih u/earthquake drill berkala di daerah tsb, 2)membantu masy memeriksa kesiapan bangunan2 mrk thdp kmungkinan goyangan gempa dan memberi bantuan konsultasi bgmn menguatkan strukturnya atau ke arah / zona mana mrk hrs berlindung apabila terjadi gempa (kalau blm sempat selesai penguatan struktur rumahnya, dsb,...). Silakan, IAGI/HAGI! ADB Arema di Bekasi IAGI-0800 Powered by Telkomsel BlackBerry® -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2008-2011: ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... -------------------------------------------------------------------------------- Ayo siapkan diri....!!!!! Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29 September 2011 ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email to: [email protected] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

