Betul Pak Kartiko,

Yang dimaksud CCS di sini ialah Carbon Capture and Storage.

Saat ini sudah diujicobakan CCS-EOR. Jadi, CO2 yang dihasilkan dari industri, 
gas fields, dll ditangkap (dikumpulkan), kemudian dimasukkan ke dalam reservoir 
migas. Jadi, selain menghindari venting CO2 ke udara (sehingga mengurangi 
carbon emission), juga membantu menambah produksi migas. Ini yang ideal.

CCS di Gundih area lebih kepada CO2-storage saja, belum dikaitkan dengan EOR. 


Oleh karena itu, datanglah ke symposim nanti...... tidak dipungut biaya... 
alias gratis.....
Ditunggu kehadirannya.


Wassalam,





________________________________
From: kartiko samodro <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Friday, September 16, 2011 3:12 PM
Subject: [iagi-net-l] CCS


Apa yang dimaksud ini 
 
http://en.wikipedia.org/wiki/Carbon_capture_and_storage
 
Mas Herman sudah beralih ke geologi teknikkah ? 

2011/9/16 <[email protected]>

Maaf, CCS itu apa yha?
>
>Herman
>
>
>-----Original Message-----
>From: Awang Satyana [mailto:[email protected]]
>
>Sent: Friday, September 16, 2011 3:47 AM
>To: [email protected]
>Cc: Forum HAGI; Geo Unpad; Eksplorasi BPMIGAS
>Subject: Re: [iagi-net-l] Sulawesi: "Stegoland" & Island Dwarfism
>
>Pak Rimbawan,
> 
>Saya tak pernah menyaksikan tayangan NG channel tersebut, tetapi bahwa komodo 
>mungkin berasal dari spesies yang justru berukuran lebih besar, sehingga di 
>tempatnya sekarang ia mengalami dwarfism bukan gigantism seperti yang saya 
>tulis, adalah memang merupakan sedikit perdebatan di seputar komodo ini.
> 
>Komodo (Varanus komodoensis) baru terbuka kepada dunia ilmu pengetahuan pada 
>tahun 1912 ditandai dengan munculnya deskripsi fauna ini dalam sebuah jurnal 
>ilmu pengetahuan oleh Ouwens seorang penelitti di Kebun Raya Bogor. 
>Deskripsinya itu didasarkan atas penemuan komodo untuk pertama kalinya (bagi 
>dunia barat mestinya) oleh seorang tentara Belanda yang ditugaskan di Flores 
>pada tahun 1910. Kini komodo hidup di beberapa pulau kecil yang terletak 
>antara Sumbawa dan Flores, yaitu: Pulau Komodo, Rinca, Padar, Gili Motang dan 
>Flores bagian barat dan utara.
> 
>Seekor komodo dewasa yang tumbuh maksimum dapat mencapai panjang hampir 3 
>meter dan berat 70-90 kg. Komodo adalah kadal/biawak terbesar di dunia. Bahwa 
>komodo berasal dari fauna yang lebih besar lagi, pernah diduga, yaitu berasal 
>dari kadal/biawak raksasa berukuran 7 meter, berat 650 kg, yang pada 30.000 
>tahun lalu berkeliaran  di Australia bagian timur, yaitu Megalania prisca. 
>Tetapi, para peneliti menganggap komodo-komodo yang ditemukan di pulau2 
>sebelah barat Flores, adalah berasal dari Flores.
> 
>Apakah komodo produk gigantisme dari biawak atau produk dwarfism dari 
>Megalania Australia belum diketahui dengan jelas. MacKinnon (1986) mengatakan 
>komodo2 di pulau2 kecil di sebelah barat Flores berasal dari Flores pada waktu 
>Plistosen, atau produk gigantisme dari biawak2 yang banyak ditemukan di 
>kawasan Australasia atau Oriental (Asiatik), di luar wilayah Wallacea, biawak 
>ini mengalami gigantisme di wilayah Wallacea. Pendapat lain yang mungkin juga, 
>adalah justru komodo produk dwarfism dari Megalania prisca yang hidup di 
>Australia bagian timur (Ciofi, 1997). Langkanya fosil2 Megalania dalam jalur 
>migrasi dari Australia ke Flores merupakan faktor yang menyulitkan pendapat 
>ini, di samping genus yang berbeda antara Varanus (komodo) dan Megalania.
>
>Apa pun itu, daerah Wallacea di Indonesia bagian tengah mengakomodasi baik 
>dwarfism maupun gigantism, berlaku bagi spesies fauna maupun hominid.
>
>salam,
>Awang
>
>--- Pada Kam, 15/9/11, rimbawan prathidina <[email protected]> 
>menulis:
>
>
>Dari: rimbawan prathidina <[email protected]>
>Judul: Re: [iagi-net-l] Sulawesi: "Stegoland" & Island Dwarfism
>Kepada: [email protected]
>Cc: "Forum HAGI" <[email protected]>, "Geo Unpad" <[email protected]>, 
>"Eksplorasi BPMIGAS" <[email protected]>
>Tanggal: Kamis, 15 September, 2011, 1:30 PM
>
>
>Pak Awang
>
>Hanya mau Cross Check saja pak Awang, saya pernah lihat tayangan di National 
>Geographic Channel bahwa Komodo itu dulunya lebih besar dari ukuran nya 
>sekarang dan dikarenakan jembatan darat tadi tertutup maka para komodo 
>tersebut terisolasi sehingga terjadi penurunan kuantitas (jumlah dan ukuran 
>binatang buruan)  makanan sehingga mereka berbadan kecil (Dwarfism) seperti 
>saat ini. Tapi tentu saja ini perlu di cross cek juga bila ditemukan fosil - 
>fosil komodo purba.
>
>salam
>Rimbawan
>
>
>2011/9/15 Awang Satyana <[email protected]>
>
>Sulawesi, yang sepuluh hari lagi akan banyak dikunjungi para geoscientists 
>yang mengikuti pertemuan ilmiah gabungan antara HAGI dan IAGI (JCM- Joint 
>Convention Makassar, 26-29 September 2011), merupakan wilayah yang sangat 
>unik-menarik-namun rumit secara geologi maupun biologi. Sulawesi adalah 
>wilayah benturan antara berbagai terrane (mintakat) geologi, sekaligus 
>merupakan wilayah benturan antara dunia fauna. Kedua benturan geologi dan 
>biologi ini 'klop' alias saling mendukung dan saling berhubungan sebab-akibat. 
> Fenomena ini bukan barang baru, tetapi saya ingin mengangkatnya lagi 
>menggunakan analisis dan sintesis baru dalam rangka menghargai sebuah pulau 
>unik di Indonesia dalam sebuah makalah yang akan dipresentasikan di JCM 
>berjudul,"Sulawesi: Where Two Worlds Collided - Geologic Controls on 
>Biogeographic Wallace's Line." Tujuannya adalah semoga kita makin menghargai 
>bagian Tanah Air kita yang unik-menarik-walaupun rumit ini. Abstrak makalahnya 
>ada
> di
> bawah tulisan ini.
>
>Sulawesi menduduki daerah Wallacea paling barat. Wallacea adalah suatu nama 
>wilayah di bagian tengah Indonesia gagasan Dickerson (1928) yang di sebelah 
>barat dibatasi oleh Garis Wallace (1863), di sebelah timur dibatasi Garis 
>Lydekker (1896). Garis Wallace membatasi tepi timur penyebaran fauna Asiatik, 
>sedangkan Garis Lydekker membatasi tepi barat fauna Australis. Secara geologi 
>tepi-tepi ini masing-masing berhubungan dengan tepi Sunda Land dan Sahul Land. 
>Di daerah Wallacea-lah terjadi percampuran dua dunia fauna Asiatik dan 
>Australis. Nama Wallacea tentu kita bisa duga, yaitu berasal dari Alfred 
>Russel Wallace, naturalist  Inggris yang menjelajah alam Indonesia selama 
>delapan tahun (1854-1862). Daerah Wallacea adalah daerah yang sangat rumit 
>dalam geologi Indonesia, banyak mikrokontinen, sliver, oceanic plateaux,  
>ofiolit, baik secara in-situ maupun ex-situ yang berasal dari berbagai area 
>asal dipindahkan ke sini. Laut-laut paling dalam Indonesia dan
> pembusuran (arching) Banda terjadi  di sini juga. Endemisme fauna Indonesia 
>paling tinggi berasal dari daerah Wallacea, sebut saja misalnya keberadaan 
>komodo, babirusa, anoa, dan maleo; yang berasal dan hidup hanya di daerah 
>Wallacea, tidak ada di bagian dunia yang lain.
>
>Dalam tulisan kali ini, saya ingin mengulas sedikit tentang gagasan terkenal 
>dalam dunia paleontologi vertebrata/mamalia Indonesia berasal dari D.A. 
>Hooijer (1957, 1967), ahli paleontologi vertebrata berkebangsaan Belanda yang 
>pernah bekerja di Indonesia, yang konsepnya bernama "Stegoland". Hooijer 
>menemukan fosil-fosil gajah kerdil Stegodon di berbagai pulau di Indonesia 
>(Sangihe, Sulawesi, Jawa, Flores, Sumba, Timor). Bagaimana Stegodon yang 
>berumur Pliosen Akhir-Plistosen Awal ini (1,2-1,0 Ma) ditemukan di berbagai 
>pulau tersebut yang sekarang terpisah cukup jauh satu sama lain? Hooijer 
>berpendapat bahwa dahulu Nusa Tenggara-Jawa-Sulawesi dihubungkan oleh suatu 
>jembatan daratan yang disebutnya "Stegoland", di sepanjang jembatan daratan 
>itulah Stegodon berjalan. Lalu karena aktivitas tektonik dan fluktuasi muka 
>laut pada Plistosen, jembatan ini tenggelam. Konsep Hooijer ini mendapat 
>tantangan dari beberapa ahli paleontologi yang datang lebih kemudian,
> misalnya Gert van den Bergh (yang juga beberapa kali berkarya di Indonesia). 
>Gert yang belum lama ini (2009) membantu Tim Paleontologi Vertebrata Badan 
>Geologi dalam penelitian penemuan gajah purba di Blora menyebutkan bahwa 
>konsep Hooijer tak bisa diterima, gajah-gajah itu berenang, bukan berjalan 
>melalui jembatan daratan. Begitulah Stegoland, setiap konsep yang diajukan, 
>ada yang mendukungnya (pro) tetapi selalu ada juga yang menentangnya (kontra).
>
>Dalam makalah saya, saya memuat model paleogeografi Sulawesi dan sekitarnya 
>yang dibuat oleh Moss dan Wilson (1998) serta fluktuasi muka laut di 
>pulau-pulau Indonesia Timur dari Tjia (1996) pada Pliosen-Holosen, lalu 
>menggunakannya untuk meneliti konsep Hooijer (1957) tentang Stegoland. 
>Beberapa citra satelit yang dalam zaman Hooijer (1957) belum ada, saya lihat 
>juga untuk memeriksa adakah jembatan daratan antara 
>Timor-Sumba-Flores-Jawa-Sulawesi-Sangihe pada sekitar Pliosen-Plistosen - 
>Holosen. Dari model-model dan data satelit itu dapat diketahui bahwa 
>kemungkinan jembatan seperti yang dimaksud Hooijer (1957) kelihatannya ada 
>walaupun memang sekarang sudah tenggelam. Dari model ini, bisa diduga pola 
>migrasi Stegodon di sepanjang Stegoland, kalau kita meyakininya ada.
>
>Wilayah penemuan fosil-fosil Stegodon atau spesies sejenisnya (Stegoloxodon 
>celebensis, Fachroel Aziz dkk, 2009) di Sulawesi terjadi di Lembah Walanae, 
>Sulawesi Selatan. Dan, ini bisa dipahami kalau melihat peta paleogeografi dari 
>Tjia (1996) atau Moss dan Wilson (1998). Ada jembatan daratan pada Plistosen 
>Awal dari Jawa timurlaut ke Sulawesi Selatan. Jawa sendiri saat itu bergabung 
>menjadi satu dengan Kalimantan dan Sumatra sebagai Sunda Land. Dari Jawa ada 
>jembatan daratan ke timur ke sepanjang Nusa Tenggara dan ke timurlaut ke 
>Sulawesi. Dalam kondisi tersebut, dapatlah berlaku prinsip island biogeography 
>(teori biogeografi pulau) yang dua komponennya adalah: island dwarfism 
>(pengerdilan di pulau) dan island gigantism (peraksasaan di pulau). Secara 
>sederhana, islad dwarfism mengatakan bahwa hewan besar dari wilayah induk yang 
>pindah ke pulau lebih kecil akan mengalami pengerdilan karena keterbatasan 
>makanan dan ruang gerak; sementara itu hewan-hewan
> kecil di pulau itu lalu akan membesar (island gigantism) karena ketiadaan 
>pemangsa. Kedua komponen ini telah dipenuhi secara memuaskan di Flores dan 
>sekitarnya. Homo floresiensis, jenis hominid kerdil yang ditemukan di Flores 
>pada tahun 2004 adalah produk island dwarfism Homo ngandongensis yang 
>bermigrasi ke sana, sementara komodo di sekitarnya adalah produk gigantisme 
>kadal. Kemudian pulau-pulau ini terisolasi, sehingga membatasi aliran gen 
>(genetic drift) yang akan mengganggu endemismenya. Maka Stegodon di Flores, 
>Sumba, Timor, Walanae, dan Sangihe mungkin adalah produk genetic drift dari 
>gajah besar Asia (Siwalik-India) dari Jawa dan Kalimantan melalui jembatan 
>daratan Stegoland lalu mengalami pengerdilan di pulau baru yang ditempati yang 
>lebih kecil dan terisolasi. Pengerdilan juga terjadi atas kerbau dari 
>Jawa/Kalimantan yang menjadi anoa di Sulawesi.
>
>Demikian, Sulawesi adalah tempat ideal untuk menguji: plate tectonics, 
>amalgamation of terranes by collision, collision of faunal worlds, genetic 
>drift and island dwarfism.
>
>Salam,
>Awang
>
>LAMPIRAN
>
>PROCEEDINGS JCM MAKASSAR 2011
>The 36th HAGI and 40th IAGI Annual Convention and Exhibition
>
>SULAWESI: WHERE TWO WORLDS COLLIDED -
>GEOLOGIC CONTROLS ON BIOGEOGRAPHIC WALLACE'S LINE
>
>Awang Harun Satyana (BPMIGAS, Jakarta)
>
>ABSTRACT
>
>"Wallace's Line", line of dividing faunal distribution in central Indonesia, 
>came into being in 1863 and was named after Alfred Russel Wallace, the great 
>English naturalist travelled Indonesian islands from 1854-1862. This was all 
>biologic line but since the beginning, Wallace thought that the line could 
>have geologic background. Currently, it is known that the position of the line 
>is geologically-dependent, a result of plate tectonic movements. The Wallace's 
>Line separates the Oriental (Asian) and the Australian fauna and flora. 
>Original Wallace's Line ran between Bali and Lombok, extending between Borneo/ 
>Kalimantan and Sulawesi, and between Philippines and Indonesia. The revised 
>Wallace Line (1910) lies more eastward than the original line to the east of 
>Sulawesi.
>
>Two faunal assemblages from Asian and Australian worlds meet in Sulawesi side 
>by side with the endemic faunas of Sulawesi. Two faunal worlds, meeting in 
>Sulawesi was controlled by geologic processes. Two "geologic worlds" of 
>Sundaland (Asian) and Australian crustal masses/ microcontinents collided in 
>Miocene to Pliocene making Sulawesi and adjacent islands. Living creatures are 
>passive passengers on drifted microcontinents. When the microcontinents 
>collided, the faunal and floral assemblages from two areas met. The Miocene to 
>Pliocene collision of Australian microcontinents with Sundaland from 20-5 Ma, 
>occurred in the region of Wallace's Line. The collision brought two originally 
>separate faunas and floras into direct contact, ultimately giving rise to the 
>present-day distribution of plants and animals.
>
>It is observed that in Sulawesi there were four types of geologic events could 
>have significant biogeographic consequences, called here as: (1) longitudinal 
>displacement, (2) land connections and sea barriers, (3) sea level history and 
>speciation and (4) island dwarfism.
>
>
>--------------------------------------------------------------------------------
>PP-IAGI 2008-2011:
>ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
>sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
>* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
>--------------------------------------------------------------------------------
>Ayo siapkan diri....!!!!!
>Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29
>September 2011
>-----------------------------------------------------------------------------
>To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>
>For topics not directly related to Geology, users are advised to post the 
>email to: [email protected]
>
>Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>No. Rek: 123 0085005314
>Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>Bank BCA KCP. Manara Mulia
>No. Rekening: 255-1088580
>A/n: Shinta Damayanti
>IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>---------------------------------------------------------------------
>DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
>its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
>its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
>damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data 
>or profits, arising out of or in connection with the use of any information 
>posted on IAGI mailing list.
>---------------------------------------------------------------------
>
>
>
>
>--------------------------------------------------------------------------------
>PP-IAGI 2008-2011:
>ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
>sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
>* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
>--------------------------------------------------------------------------------
>Ayo siapkan diri....!!!!!
>Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29
>September 2011
>-----------------------------------------------------------------------------
>To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>
>For topics not directly related to Geology, users are advised to post the 
>email to: [email protected]
>
>Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>No. Rek: 123 0085005314
>Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>Bank BCA KCP. Manara Mulia
>No. Rekening: 255-1088580
>A/n: Shinta Damayanti
>IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>---------------------------------------------------------------------
>DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
>its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
>its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
>damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data 
>or profits, arising out of or in connection with the use of any information 
>posted on IAGI mailing list.
>---------------------------------------------------------------------
>
>
>
>
>--------------------------------------------------------------------------------
>PP-IAGI 2008-2011:
>ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
>sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
>* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
>--------------------------------------------------------------------------------
>Ayo siapkan diri....!!!!!
>Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29
>September 2011
>-----------------------------------------------------------------------------
>To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>
>For topics not directly related to Geology, users are advised to post the 
>email to: [email protected]
>
>Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>No. Rek: 123 0085005314
>Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>Bank BCA KCP. Manara Mulia
>No. Rekening: 255-1088580
>A/n: Shinta Damayanti
>IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>---------------------------------------------------------------------
>DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
>its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
>its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
>damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data 
>or profits, arising out of or in connection with the use of any information 
>posted on IAGI mailing list.
>---------------------------------------------------------------------
>
>

Kirim email ke