Pak Sule
Apalagi kalau disediakan "lucky
draw" ya hahahaa
Insya Alllah saya akan hadir.
si
Abah
On Sat, September 17, 2011 7:32 pm, Mohammad Sule
wrote:
> Betul Pak Kartiko,
>
> Yang dimaksud CCS
di sini ialah Carbon Capture and Storage.
>
> Saat ini
sudah diujicobakan CCS-EOR. Jadi, CO2 yang dihasilkan dari
>
industri, gas fields, dll ditangkap (dikumpulkan), kemudian dimasukkan
ke
> dalam reservoir migas. Jadi, selain menghindari venting CO2
ke udara
> (sehingga mengurangi carbon emission), juga membantu
menambah produksi
> migas. Ini yang ideal.
>
>
CCS di Gundih area lebih kepada CO2-storage saja, belum dikaitkan
dengan
> EOR.
>
>
> Oleh karena itu,
datanglah ke symposim nanti...... tidak dipungut biaya...
> alias
gratis.....
> Ditunggu kehadirannya.
>
>
> Wassalam,
>
>
>
>
>
> ________________________________
>
From: kartiko
samodro <[email protected]>
> To:
[email protected]
> Sent: Friday, September 16, 2011 3:12 PM
> Subject: [iagi-net-l] CCS
>
>
> Apa yang
dimaksud ini
>
>
http://en.wikipedia.org/wiki/Carbon_capture_and_storage
>
> Mas Herman sudah beralih ke geologi teknikkah ?
>
> 2011/9/16 <[email protected]>
>
> Maaf, CCS itu apa yha?
>>
>>Herman
>>
>>
>>-----Original Message-----
>>From: Awang Satyana [mailto:[email protected]]
>>
>>Sent: Friday, September 16, 2011 3:47 AM
>>To: [email protected]
>>Cc: Forum HAGI; Geo Unpad;
Eksplorasi BPMIGAS
>>Subject: Re: [iagi-net-l] Sulawesi:
"Stegoland" & Island Dwarfism
>>
>>Pak
Rimbawan,
>>
>>Saya tak pernah menyaksikan
tayangan NG channel tersebut, tetapi bahwa
>> komodo mungkin
berasal dari spesies yang justru berukuran lebih besar,
>>
sehingga di tempatnya sekarang ia mengalami dwarfism bukan gigantism
>> seperti yang saya tulis, adalah memang merupakan sedikit
perdebatan di
>> seputar komodo ini.
>>
>>Komodo (Varanus komodoensis) baru terbuka kepada dunia ilmu
pengetahuan
>> pada tahun 1912 ditandai dengan munculnya
deskripsi fauna ini dalam
>> sebuah jurnal ilmu pengetahuan
oleh Ouwens seorang penelitti di Kebun
>> Raya Bogor.
Deskripsinya itu didasarkan atas penemuan komodo untuk
>>
pertama kalinya (bagi dunia barat mestinya) oleh seorang tentara
Belanda
>> yang ditugaskan di Flores pada tahun 1910. Kini
komodo hidup di beberapa
>> pulau kecil yang terletak antara
Sumbawa dan Flores, yaitu: Pulau Komodo,
>> Rinca, Padar, Gili
Motang dan Flores bagian barat dan utara.
>>
>>Seekor komodo dewasa yang tumbuh maksimum dapat mencapai panjang
hampir 3
>> meter dan berat 70-90 kg. Komodo adalah
kadal/biawak terbesar di dunia.
>> Bahwa komodo berasal dari
fauna yang lebih besar lagi, pernah diduga,
>> yaitu berasal
dari kadal/biawak raksasa berukuran 7 meter, berat 650 kg,
>>
yang pada 30.000 tahun lalu berkeliaran di Australia bagian timur,
yaitu
>> Megalania prisca. Tetapi, para peneliti menganggap
komodo-komodo yang
>> ditemukan di pulau2 sebelah barat Flores,
adalah berasal dari Flores.
>>
>>Apakah komodo
produk gigantisme dari biawak atau produk dwarfism dari
>>
Megalania Australia belum diketahui dengan jelas. MacKinnon (1986)
>> mengatakan komodo2 di pulau2 kecil di sebelah barat Flores
berasal dari
>> Flores pada waktu Plistosen, atau produk
gigantisme dari biawak2 yang
>> banyak ditemukan di kawasan
Australasia atau Oriental (Asiatik), di luar
>> wilayah
Wallacea, biawak ini mengalami gigantisme di wilayah Wallacea.
>> Pendapat lain yang mungkin juga, adalah justru komodo produk
dwarfism
>> dari Megalania prisca yang hidup di Australia
bagian timur (Ciofi, 1997).
>> Langkanya fosil2 Megalania dalam
jalur migrasi dari Australia ke Flores
>> merupakan faktor yang
menyulitkan pendapat ini, di samping genus yang
>> berbeda
antara Varanus (komodo) dan Megalania.
>>
>>Apa pun
itu, daerah Wallacea di Indonesia bagian tengah mengakomodasi
>> baik dwarfism maupun gigantism, berlaku bagi spesies fauna
maupun
>> hominid.
>>
>>salam,
>>Awang
>>
>>--- Pada Kam, 15/9/11, rimbawan
prathidina <[email protected]>
>> menulis:
>>
>>
>>Dari: rimbawan prathidina
<[email protected]>
>>Judul: Re: [iagi-net-l]
Sulawesi: "Stegoland" & Island Dwarfism
>>Kepada:
[email protected]
>>Cc: "Forum HAGI"
<[email protected]>, "Geo Unpad"
>>
<[email protected]>, "Eksplorasi BPMIGAS"
>> <[email protected]>
>>Tanggal: Kamis, 15 September, 2011, 1:30 PM
>>
>>
>>Pak Awang
>>
>>Hanya mau
Cross Check saja pak Awang, saya pernah lihat tayangan di
>>
National Geographic Channel bahwa Komodo itu dulunya lebih besar dari
>> ukuran nya sekarang dan dikarenakan jembatan darat tadi
tertutup maka
>> para komodo tersebut terisolasi sehingga
terjadi penurunan kuantitas
>> (jumlah dan ukuran binatang
buruan) makanan sehingga mereka berbadan
>> kecil
(Dwarfism) seperti saat ini. Tapi tentu saja ini perlu di cross cek
>> juga bila ditemukan fosil - fosil komodo purba.
>>
>>salam
>>Rimbawan
>>
>>
>>2011/9/15 Awang Satyana
<[email protected]>
>>
>>Sulawesi, yang
sepuluh hari lagi akan banyak dikunjungi para
>> geoscientists
yang mengikuti pertemuan ilmiah gabungan antara HAGI dan
>>
IAGI (JCM- Joint Convention Makassar, 26-29 September 2011), merupakan
>> wilayah yang sangat unik-menarik-namun rumit secara geologi
maupun
>> biologi. Sulawesi adalah wilayah benturan antara
berbagai terrane
>> (mintakat) geologi, sekaligus merupakan
wilayah benturan antara dunia
>> fauna. Kedua benturan geologi
dan biologi ini 'klop' alias saling
>> mendukung dan saling
berhubungan sebab-akibat. Fenomena ini bukan barang
>>
baru, tetapi saya ingin mengangkatnya lagi menggunakan analisis dan
>> sintesis baru dalam rangka menghargai sebuah pulau unik di
Indonesia
>> dalam sebuah makalah yang akan dipresentasikan di
JCM berjudul,"Sulawesi:
>> Where Two Worlds Collided -
Geologic Controls on Biogeographic Wallace's
>> Line."
Tujuannya adalah semoga kita makin menghargai bagian Tanah Air
>> kita yang unik-menarik-walaupun rumit ini. Abstrak makalahnya
ada
>> di
>> bawah tulisan ini.
>>
>>Sulawesi menduduki daerah Wallacea paling barat.
Wallacea adalah suatu
>> nama wilayah di bagian tengah
Indonesia gagasan Dickerson (1928) yang di
>> sebelah barat
dibatasi oleh Garis Wallace (1863), di sebelah timur
>>
dibatasi Garis Lydekker (1896). Garis Wallace membatasi tepi timur
>> penyebaran fauna Asiatik, sedangkan Garis Lydekker membatasi
tepi barat
>> fauna Australis. Secara geologi tepi-tepi ini
masing-masing berhubungan
>> dengan tepi Sunda Land dan Sahul
Land. Di daerah Wallacea-lah terjadi
>> percampuran dua dunia
fauna Asiatik dan Australis. Nama Wallacea tentu
>> kita bisa
duga, yaitu berasal dari Alfred Russel Wallace, naturalist
>>
Inggris yang menjelajah alam Indonesia selama delapan tahun
(1854-1862).
>> Daerah Wallacea adalah daerah yang sangat rumit
dalam geologi Indonesia,
>> banyak mikrokontinen, sliver,
oceanic plateaux, ofiolit, baik secara
>> in-situ maupun
ex-situ yang berasal dari berbagai area asal dipindahkan
>> ke
sini. Laut-laut paling dalam Indonesia dan
>> pembusuran
(arching) Banda terjadi di sini juga. Endemisme fauna
>>
Indonesia paling tinggi berasal dari daerah Wallacea, sebut saja
misalnya
>> keberadaan komodo, babirusa, anoa, dan maleo; yang
berasal dan hidup
>> hanya di daerah Wallacea, tidak ada di
bagian dunia yang lain.
>>
>>Dalam tulisan kali ini,
saya ingin mengulas sedikit tentang gagasan
>> terkenal dalam
dunia paleontologi vertebrata/mamalia Indonesia berasal
>> dari
D.A. Hooijer (1957, 1967), ahli paleontologi vertebrata
>>
berkebangsaan Belanda yang pernah bekerja di Indonesia, yang konsepnya
>> bernama "Stegoland". Hooijer menemukan fosil-fosil
gajah kerdil Stegodon
>> di berbagai pulau di Indonesia
(Sangihe, Sulawesi, Jawa, Flores, Sumba,
>> Timor). Bagaimana
Stegodon yang berumur Pliosen Akhir-Plistosen Awal ini
>>
(1,2-1,0 Ma) ditemukan di berbagai pulau tersebut yang sekarang
terpisah
>> cukup jauh satu sama lain? Hooijer berpendapat
bahwa dahulu Nusa
>> Tenggara-Jawa-Sulawesi dihubungkan oleh
suatu jembatan daratan yang
>> disebutnya
"Stegoland", di sepanjang jembatan daratan itulah Stegodon
>> berjalan. Lalu karena aktivitas tektonik dan fluktuasi muka
laut pada
>> Plistosen, jembatan ini tenggelam. Konsep Hooijer
ini mendapat tantangan
>> dari beberapa ahli paleontologi yang
datang lebih kemudian,
>> misalnya Gert van den Bergh
(yang juga beberapa kali berkarya di
>> Indonesia). Gert yang
belum lama ini (2009) membantu Tim Paleontologi
>> Vertebrata
Badan Geologi dalam penelitian penemuan gajah purba di Blora
>>
menyebutkan bahwa konsep Hooijer tak bisa diterima, gajah-gajah itu
>> berenang, bukan berjalan melalui jembatan daratan. Begitulah
Stegoland,
>> setiap konsep yang diajukan, ada yang
mendukungnya (pro) tetapi selalu
>> ada juga yang menentangnya
(kontra).
>>
>>Dalam makalah saya, saya memuat model
paleogeografi Sulawesi dan
>> sekitarnya yang dibuat oleh Moss
dan Wilson (1998) serta fluktuasi muka
>> laut di pulau-pulau
Indonesia Timur dari Tjia (1996) pada
>> Pliosen-Holosen, lalu
menggunakannya untuk meneliti konsep Hooijer (1957)
>> tentang
Stegoland. Beberapa citra satelit yang dalam zaman Hooijer (1957)
>> belum ada, saya lihat juga untuk memeriksa adakah jembatan
daratan antara
>> Timor-Sumba-Flores-Jawa-Sulawesi-Sangihe pada
sekitar Pliosen-Plistosen -
>> Holosen. Dari model-model dan
data satelit itu dapat diketahui bahwa
>> kemungkinan jembatan
seperti yang dimaksud Hooijer (1957) kelihatannya
>> ada
walaupun memang sekarang sudah tenggelam. Dari model ini, bisa diduga
>> pola migrasi Stegodon di sepanjang Stegoland, kalau kita
meyakininya ada.
>>
>>Wilayah penemuan fosil-fosil
Stegodon atau spesies sejenisnya
>> (Stegoloxodon celebensis,
Fachroel Aziz dkk, 2009) di Sulawesi terjadi di
>> Lembah
Walanae, Sulawesi Selatan. Dan, ini bisa dipahami kalau melihat
>> peta paleogeografi dari Tjia (1996) atau Moss dan Wilson
(1998). Ada
>> jembatan daratan pada Plistosen Awal dari Jawa
timurlaut ke Sulawesi
>> Selatan. Jawa sendiri saat itu
bergabung menjadi satu dengan Kalimantan
>> dan Sumatra sebagai
Sunda Land. Dari Jawa ada jembatan daratan ke timur
>> ke
sepanjang Nusa Tenggara dan ke timurlaut ke Sulawesi. Dalam kondisi
>> tersebut, dapatlah berlaku prinsip island biogeography (teori
biogeografi
>> pulau) yang dua komponennya adalah: island
dwarfism (pengerdilan di
>> pulau) dan island gigantism
(peraksasaan di pulau). Secara sederhana,
>> islad dwarfism
mengatakan bahwa hewan besar dari wilayah induk yang
>> pindah
ke pulau lebih kecil akan mengalami pengerdilan karena
>>
keterbatasan makanan dan ruang gerak; sementara itu hewan-hewan
>> kecil di pulau itu lalu akan membesar (island gigantism)
karena
>> ketiadaan pemangsa. Kedua komponen ini telah dipenuhi
secara memuaskan di
>> Flores dan sekitarnya. Homo
floresiensis, jenis hominid kerdil yang
>> ditemukan di Flores
pada tahun 2004 adalah produk island dwarfism Homo
>>
ngandongensis yang bermigrasi ke sana, sementara komodo di sekitarnya
>> adalah produk gigantisme kadal. Kemudian pulau-pulau ini
terisolasi,
>> sehingga membatasi aliran gen (genetic drift)
yang akan mengganggu
>> endemismenya. Maka Stegodon di Flores,
Sumba, Timor, Walanae, dan Sangihe
>> mungkin adalah produk
genetic drift dari gajah besar Asia (Siwalik-India)
>> dari
Jawa dan Kalimantan melalui jembatan daratan Stegoland lalu
>>
mengalami pengerdilan di pulau baru yang ditempati yang lebih kecil dan
>> terisolasi. Pengerdilan juga terjadi atas kerbau dari
Jawa/Kalimantan
>> yang menjadi anoa di Sulawesi.
>>
>>Demikian, Sulawesi adalah tempat ideal untuk
menguji: plate tectonics,
>> amalgamation of terranes by
collision, collision of faunal worlds,
>> genetic drift and
island dwarfism.
>>
>>Salam,
>>Awang
>>
>>LAMPIRAN
>>
>>PROCEEDINGS
JCM MAKASSAR 2011
>>The 36th HAGI and 40th IAGI Annual
Convention and Exhibition
>>
>>SULAWESI: WHERE TWO
WORLDS COLLIDED -
>>GEOLOGIC CONTROLS ON BIOGEOGRAPHIC
WALLACE'S LINE
>>
>>Awang Harun Satyana (BPMIGAS,
Jakarta)
>>
>>ABSTRACT
>>
>>"Wallace's Line", line of dividing faunal distribution
in central
>> Indonesia, came into being in 1863 and was named
after Alfred Russel
>> Wallace, the great English naturalist
travelled Indonesian islands from
>> 1854-1862. This was all
biologic line but since the beginning, Wallace
>> thought that
the line could have geologic background. Currently, it is
>>
known that the position of the line is geologically-dependent, a result
>> of plate tectonic movements. The Wallace's Line separates the
Oriental
>> (Asian) and the Australian fauna and flora.
Original Wallace's Line ran
>> between Bali and Lombok,
extending between Borneo/ Kalimantan and
>> Sulawesi, and
between Philippines and Indonesia. The revised Wallace Line
>>
(1910) lies more eastward than the original line to the east of
Sulawesi.
>>
>>Two faunal assemblages from Asian and
Australian worlds meet in Sulawesi
>> side by side with the
endemic faunas of Sulawesi. Two faunal worlds,
>> meeting in
Sulawesi was controlled by geologic processes. Two "geologic
>> worlds" of Sundaland (Asian) and Australian crustal
masses/
>> microcontinents collided in Miocene to Pliocene
making Sulawesi and
>> adjacent islands. Living creatures are
passive passengers on drifted
>> microcontinents. When the
microcontinents collided, the faunal and floral
>> assemblages
from two areas met. The Miocene to Pliocene collision of
>>
Australian microcontinents with Sundaland from 20-5 Ma, occurred in the
>> region of Wallace's Line. The collision brought two originally
separate
>> faunas and floras into direct contact, ultimately
giving rise to the
>> present-day distribution of plants and
animals.
>>
>>It is observed that in Sulawesi there
were four types of geologic events
>> could have significant
biogeographic consequences, called here as: (1)
>> longitudinal
displacement, (2) land connections and sea barriers, (3) sea
>>
level history and speciation and (4) island dwarfism.
>>
>>
>>--------------------------------------------------------------------------------
>>PP-IAGI 2008-2011:
>>ketua umum: LAMBOK HUTASOIT,
[email protected]
>>sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL,
[email protected]
>>* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5
departemen, banyak biro...
>>--------------------------------------------------------------------------------
>>Ayo siapkan diri....!!!!!
>>Hadirilah Joint
Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29
>>September 2011
>>-----------------------------------------------------------------------------
>>To unsubscribe, send email to:
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>>To subscribe, send email
to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>>
>>For topics
not directly related to Geology, users are advised to post the
>> email to: [email protected]
>>
>>Visit IAGI
Website: http://iagi.or.id
>>Pembayaran iuran anggota ditujukan
ke:
>>Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>>No.
Rek: 123 0085005314
>>Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia
(IAGI)
>>Bank BCA KCP. Manara Mulia
>>No. Rekening:
255-1088580
>>A/n: Shinta Damayanti
>>IAGI-net
Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>>IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>>---------------------------------------------------------------------
>>DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
information
>> posted on its mailing lists, whether posted by
IAGI or others. In no
>> event shall IAGI or its members be
liable for any, including but not
>> limited to direct or
indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
>>
resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in
>> connection with the use of any information posted on IAGI
mailing list.
>>---------------------------------------------------------------------
>>
>>
>>
>>
>>--------------------------------------------------------------------------------
>>PP-IAGI 2008-2011:
>>ketua umum: LAMBOK HUTASOIT,
[email protected]
>>sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL,
[email protected]
>>* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5
departemen, banyak biro...
>>--------------------------------------------------------------------------------
>>Ayo siapkan diri....!!!!!
>>Hadirilah Joint
Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29
>>September 2011
>>-----------------------------------------------------------------------------
>>To unsubscribe, send email to:
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>>To subscribe, send email
to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>>
>>For topics
not directly related to Geology, users are advised to post the
>> email to: [email protected]
>>
>>Visit IAGI
Website: http://iagi.or.id
>>Pembayaran iuran anggota ditujukan
ke:
>>Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>>No.
Rek: 123 0085005314
>>Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia
(IAGI)
>>Bank BCA KCP. Manara Mulia
>>No. Rekening:
255-1088580
>>A/n: Shinta Damayanti
>>IAGI-net
Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>>IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>>---------------------------------------------------------------------
>>DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
information
>> posted on its mailing lists, whether posted by
IAGI or others. In no
>> event shall IAGI or its members be
liable for any, including but not
>> limited to direct or
indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
>>
resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in
>> connection with the use of any information posted on IAGI
mailing list.
>>---------------------------------------------------------------------
>>
>>
>>
>>
>>--------------------------------------------------------------------------------
>>PP-IAGI 2008-2011:
>>ketua umum: LAMBOK HUTASOIT,
[email protected]
>>sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL,
[email protected]
>>* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5
departemen, banyak biro...
>>--------------------------------------------------------------------------------
>>Ayo siapkan diri....!!!!!
>>Hadirilah Joint
Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29
>>September 2011
>>-----------------------------------------------------------------------------
>>To unsubscribe, send email to:
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>>To subscribe, send email
to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>>
>>For topics
not directly related to Geology, users are advised to post the
>> email to: [email protected]
>>
>>Visit IAGI
Website: http://iagi.or.id
>>Pembayaran iuran anggota ditujukan
ke:
>>Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>>No.
Rek: 123 0085005314
>>Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia
(IAGI)
>>Bank BCA KCP. Manara Mulia
>>No. Rekening:
255-1088580
>>A/n: Shinta Damayanti
>>IAGI-net
Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>>IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>>---------------------------------------------------------------------
>>DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
information
>> posted on its mailing lists, whether posted by
IAGI or others. In no
>> event shall IAGI or its members be
liable for any, including but not
>> limited to direct or
indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
>>
resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in
>> connection with the use of any information posted on IAGI
mailing list.
>>---------------------------------------------------------------------
>>
>>
--
_______________________________________________
Nganyerikeun hate
batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate jalma hirupna pada
ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan.