Saya pikir ekspedisi ini boleh jadi membawa pengaruh terhadap para pengambil keputusan plus para pemerhati masalah ini karena distribusi yang luas dari harian ini.
Setelah harian ini mengupas masalah ekspedisi mencari sisa sisa kerjaan Majapahit, beberapa lama kemudian pemerintah bermaksud membangun museum kerajaan Majapahit. Banyak pihak memberikan masukan kepada pemerintah mengingat pondasi museum tersebut dibangun tepat diatas pondasi dari artefak artefak bekas kerajaan Majapahit itu sendiri. Ada yang lebih penting lagi sebenarnya, tapi ini diluar wewenang para ahli geologi yaitu masalah recovery setelah gempa. Entah bagaimana sekarang kondisi desa Bantul setelah diterjang gempa, juga daerah lain yang seperti Aceh, Padang dan lain sebagainya. Semoga saja pemerintah kita memperhatikan masalah recovery ini. Salam, Shofi 2011/9/19 iwan septeriansyah <[email protected]>: > 1000% setuju dgn RDP. > Sebelumnya perkenalkan diri saya, saya alumni T. Geologi UGM (Angk. 93, > bareng Mas Sulastomo Raharjo), gabung dgn Pemda Kab. Lombok Barat Prov. NTB > pada Dinas Pertambangan tahun 2002, sekarang dinas di Badan Penanggulangan > Bencana Daerah (BPBD) Kab. Lombok Barat sejak Juli 2010, tepatnya setelah > kembali dari mengikuti Program Double Degree GIS for Disaster Management and > Spatial Planning UGM-ITC dgn biaya dari Bappenas. > BPBD di kabupaten kami baru dibentuk bulan Februari 2010, dan termasuk > "lebih awal" dibanding kabupaten2 lain di Indonesia. Kebetulan saat ini > daerah kami sedang menggodok RTRW dan saya kebagian tugas memberi masukan > dalam penentuan kawasan rawan bencana (KRB) dan jalur evakuasinya. > Kendala yang saya rasakan selama ini, tentu saja adalah "perhatian" dari > pemda terhadap masalah bencana. Sewaktu masih mengikuti program DD baik di > UGM dan di ITC, untuk menentukan jalur evakuasi bukanlah pekerjaan yang > 'asal2an', tetapi memerlukan kajian yang menyeluruh/komprehensif. Diperlukan > data2 yang cukup menyangkut infrastruktur, sosial kependudukan, serta > geologi terkait penentuan KRB, jalur evakuasi dan tempat penampungan > sementara (TPS) dan tempat penampungan aman (TPA). Nah, oleh Bappeda selaku > instansi yang bertugas menyusun RTRW, saya diminta menentukan KRB dan jalur > evakuasi dalam waktu hanya 2 hari! Bisa dibayangkan sebuah pekerjaan yang > seharusnya dikerjakan dalam minimal 3 bulan dan harus rampung dalam 2 > hari....uedannn tenannn!!! > Untung saja (khas Indonesia :) )....sewaktu kuliah S1 'sudah dilatih' > menyelesaikan tugas2 ala kerja rodi....dengan segala keterbatasan yang ada, > tugas tsb rampung juga (meski masih dalam bentuk tulisan dan peta2 > seadanya....belum dilengkapi peta2 yg 'representatif'....Dari sini saya > melihat bahwa masalah bencana masih 'amat sangat' dianaktirikan oleh > pemerintah (sengaja ditulis dalam tanda kurung, karena ada juga yang > mendapat perhatian cukup besar, misalnya sewaktu bencana Aceh, Nias, Merapi, > dan Wasior)....namun secara umum memang kita masih lalai dalam hal > sosialisasi sehingga kesiapan masyarakat dan pemerintah kita dalam > menghadapi bencana masih sangat kurang....karena itu saya sangat mendukung > apabila masalah bencana dapat lebih diberikan porsi yang memadai dalam > perundang-undangan kita (saat ini baru dalam bentuk peraturan > pemerintah/PP).... > Salam... > Imul > ________________________________ > From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> > To: [email protected] > Sent: Monday, September 19, 2011 11:23 AM > Subject: Re: [iagi-net-l] Ekspedisi Cincin Api - Kompas > > Sewaktu saya mengisi pembekalan ttg proses2 geologi di Muhammadiyah > sby beberapa bulan lalu kebetulan bersamaan dg Pak Maarif komandan > BNPB. Beliau menyampaikan bahwa semestinya istilah kebencanaan atau > bahkan istilah cincin api masuk dalam UUD45. Saat ini hampir semua > rakyat Indonesia mengerti hal ini dan sadar bagaimana dan betapa > besarnya dampak dari bencana selama ini di Indonesia. Namun sering > (hampir selalu) mitigasi kebencanaan dikesampingkan dalam kebijakan. > Hal ini tentusaja dasar legitimasi mitigasi ada dibawah ekstraksi. > Saya baru melihat model Pak Hamzah Latief ttg tsunami Sunda. Kalau hal > ini terjedi tentusaja kerugian materiil maupun non material sangat > besar. Trutama dg adanya pelabuhan serta sentra industri di Cilegon. > Saya ngga yakin mitigasi kebencanaan utk daerah ini sudah cukup, > mungkin sangatlah minim usaha mitigasi dalam artian persiapan fisik. > Secara preliminary riset dan penelitian sudah sering dilakukan namun > jarang dipakai secara riil utk peningkatan usaha fisik. Misal > membuatan tanggul atau usaha tata ruang dalam mengurangi dampak bila > terjadi bencana. > Sekali terjadi bencana maka musnahlah hasil kerja bertahun-tahun. > Musnahlah jerihpayah pembangunan. Dan pasti menguras APBN maupun milik > rakyat dalam pemulihannya. > > Dengan demikian bisa jadi bukanlah hal yg muluk bila kita merevisi > UUD45 dengan memasukkan kalimat "Bahwa sesungguhnya Indonesia berada > didaerah Cincin Api ... Sehingga diperlukan aturan khusus ttg mitigasi > yg perlu dikedapankan dalam stiap kebijakan. > > Salam waspada. > Rdp > > On 19/09/2011, Awang Satyana <[email protected]> wrote: >> Baguslah kalau kita sendiri menghargai kekayaan dan sejarah alam serta >> budaya Indonesia, semoga makin meluas ketertarikan masyarakat kita kepada >> alam dan budayanya sendiri. >> >> Cincin Api (ring of fire) sebenarnya julukan buat semua jalur gunungapi >> yang >> memagari Cekungan Samudera Pasifik, mulai dari selatan di tepi-tepi barat >> Chile-Peru, Amerika Tengah, California, Canada sebelah barat, Alaska >> sebelah >> selatan, menyeberang ke Asia melalui jembatan daratan Aleut, memasuki >> batas >> timur Eropa-Asia melalui Kuril, lalu Jepang, menghunjam ke selatan melalui >> Mariana, lalu menyusuri tepi utara Papua New Guinea dan gugusan kepulauan >> mikronesia, lalu berakhir di selatan kembali melalui Tonga, Kermadec dan >> akhirnya Selandia Baru. Istilah lain buat Cincin Api ini adalah Andesitic >> Line, mengingat hampir semua komposisi gunungapinya andesitik karena hasil >> subduksi lempeng samudera Pasifik menunjam ke semua lempeng-lempeng benua >> atau samudera yang mengelilinginya. Sebuah teori kontroversial pernah >> dikemukakan oleh para ahli kosmologi, bahwa Bulan kita adalah massa Bumi >> yang tercabut dari Cekungan Samudera Pasifik, dan Cincin Api adalah sisa >> paling luar bekas luka cabutan itu. >> >> Bagaimana dengan gunung-gunungapi di Indonesia dari Sumatra-Jawa-Nusa >> Tenggara-Banda-Halmahera dan Sulawesi Utara? Banyak literatur >> menggolongkannya juga sebagai jalur Cincin Api, Ring of Fire. Tetapi >> gunung2api Indonesia tidak duduk di “proper ring of fire”. Posisi >> Indonesia >> justru unik dan sangat menarik sebab ia duduk di junction, sambungan, >> jalur-jalur gunungapi di dunia, dan kemudian membuat jalur sendiri. >> Gunung-gunungapi di Sumatra-Jawa-Nusa Tenggara-Banda adalah jalur paling >> akhir “Jalur Alpide”, yang memanjang dari tepi barat Atlantik ke Laut >> Tengah >> ke Iran ke Himalaya, menghunjam ke selatan melalui Burma dan masuk ke >> Sumatra lalu membusur melalui Jawa-Nusa Tenggara dan Laut Banda. >> >> Adakah gunung2api aktif di sini, tentu saja ada, tetapi umumnya pada masa >> lalu dan sekarang telah mati. Ingat saja gunungapi di Pulau Thera, >> Santorini >> yang memunahkan kebudayaan Creta pada abad2 sebelum Masehi (dari mana >> legenda Atlantis berasal), atau ingat juga Vesuvius yang memunahkan kota >> Pompeii dan Herculaneum pada AD 79, yang lalu pada AD 1815 punya >> padananannya masih di Jalur Alpide, yaitu “Pompeii of the East” Tambora >> 1815. Bila gunung2 api lain di Jalur Alpina sudah berhenti aktif, di >> Indonesia justru aktif terus karena lempeng samudera Hindia masih menunjam >> di bawahnya. Kemudian, jalur baru dibuat pula di Indonesia, Jalur >> Halmahera >> dan Sulawesi Utara, hasil double subduction ke sisi barat dan timur yang >> tak >> ada duanya di dunia. >> >> Di Indonesialah bertemu jalur-jalur gunuapi dunia, Cincin Api Pasifik dan >> Cincin Api Alpina. Dan statusnya aktif ! Benar-benar kita seperti duduk >> di >> dua ‘tungku’ mantel Bumi yang luar biasa aktif dalam kejapan skala waktu >> geologi. Maka, tiga ranking VEI (volcanic explosivity index) tertinggi di >> dunia pun dipegang oleh tiga gunungapi Indonesia: Toba 74.000 tyl (VEI >> 8)yang membuat populasi manusia tinggal 20 % saja, Tambora 1815 M (VEI 7) >> yang meniadakan musim panas setahun berikutnya di belahan dunia utara, dan >> Krakatau 1883 (VEI 6) yang teriakannya paling dahsyat di Bumi. Lalu jangan >> lupakan Merapi , gunungapi teraktif di dunia, a decade volcano; yang ikut >> mempengaruh jalannya sejarah kebudayaan di Jawa . >> >> Salam, >> Awang >> >> --- Pada Sen, 19/9/11, Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> menulis: >> >> >> Dari: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> >> Judul: Re: [iagi-net-l] Ekspedisi Cincin Api - Kompas >> Kepada: [email protected] >> Tanggal: Senin, 19 September, 2011, 7:41 AM >> >> >> Dapat dibaca disini : >> >> >> http://nasional.kompas.com/read/2011/09/16/18584012/Berdebar.Nobar.Ekspedisi.Cincin.Api >> >> TERKAIT: >> >> >> Mencintai Cincin Api, Mencintai Indonesia >> Kita Hidup di Daerah Bencana >> Sejarah Berhenti di Kebun Kopi >> LIVE Report: Peluncuran Ekspedisi Cincin Api >> Jalur Ekspedisi Cincin Api "Kompas" >> RDP >> >> >> 2011/9/19 Shofiyuddin <[email protected]> >> >> >> Sabtu kemarin iseng iseng beli koran Kompas ... dan waw ... saya dibuatnya >> surprise sekali dimana harian ini mengulas perjalanan Ekspedisi Cincin Api >> yang dimulai dari Gunung Tambora di Nusa Tenggara Sana. Ekspedisi akan >> dilanjutkan ke banyak gunung api lainnya seperti Toba di Sumatra dsb. >> >> >> Ini adalah ekspedisi gabungan yang melibatkan ilmu volkanologi, geologi >> dan >> arkeologi. Gunung Tambora dijadikan sebagai titik awal ekspedisi. Cukup >> mencengangkan ternyata gunung yang satu ini diperkirakan meletus pada >> April >> 1815. Kedahsyatan letusannya sanggup mengubah iklim di sebagai belahan >> dunia >> dan diperkirakan berada 1 tingkat di bawah letusan super Toba di Sumatra. >> Saya belum pernah mendengar ini sebelumnya. Diameter kaldera sepanjang 7 >> km >> barangkali bisa bercerita kehebatan letusannya dan penemuan sisa sisa >> gelontoran awan panas membumi hanguskan desa desa di sekitarnya. >> Diperkirakan dua kerajaan terkubur hidup hidup karena letusan ini >> dibuktikan >> dengan penemuan mayat mayat yang terbakar hangus. >> >> >> Tulisan lengkap bisa liat langsung di Kompas edisi sabtu kemarin. >> >> >> Saya tidak tahu apakah ada rekan rekan IAGI yang terlibat ekspedisi ini. >> >> >> Maaf tidak bermaksud promosi, tapi tulisan itu bagus sekali. Dulu harian >> ini >> juga melakukan ekspedisi menelusuri sisa sisa kerajaan Majapahit, yang >> menurut saya luar biasa. Jadi inget novelnya nya Majapahit karangan LKH >> terbitan Gramedia. >> >> >> >> >> Shofi >> >> >> >> >> >> >> -- >> "Everybody is safety leader, You can stop any unsafe operation !" >> >> >> >> >> >> -------------------------------------------------------------------------------- >> PP-IAGI 2008-2011: >> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] >> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] >> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... >> >> -------------------------------------------------------------------------------- >> Ayo siapkan diri....!!!!! >> Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29 >> September 2011 >> >> ----------------------------------------------------------------------------- >> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id >> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id >> >> For topics not directly related to Geology, users are advised to post the >> email to: [email protected] >> >> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id >> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta >> No. Rek: 123 0085005314 >> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) >> Bank BCA KCP. Manara Mulia >> No. Rekening: 255-1088580 >> A/n: Shinta Damayanti >> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ >> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi >> --------------------------------------------------------------------- >> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information >> posted >> on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall >> IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct >> or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from >> loss >> of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of >> any >> information posted on IAGI mailing list. >> --------------------------------------------------------------------- >> >> > > -- > Sent from my mobile device > > *"Everybody is safety leader, You can stop any unsafe operation !"* > > -------------------------------------------------------------------------------- > PP-IAGI 2008-2011: > ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] > sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] > * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... > -------------------------------------------------------------------------------- > Ayo siapkan diri....!!!!! > Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29 > September 2011 > ----------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > > For topics not directly related to Geology, users are advised to post the > email to: [email protected] > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted > on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall > IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct > or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss > of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any > information posted on IAGI mailing list. > --------------------------------------------------------------------- > > > > -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2008-2011: ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... -------------------------------------------------------------------------------- Ayo siapkan diri....!!!!! Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29 September 2011 ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email to: [email protected] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

