Untuk sdr / anak kali ya Iwan
"Selamat bekerja dan
teguhlah pada profeesionalisme yan Anda pilih dan semoga berhasil
menjadi pioneer.
si Abah
On Mon,
September 19, 2011 11:16 am, iwan septeriansyah wrote:
> 1000%
setuju dgn RDP.Â
> Sebelumnya perkenalkan diri saya,
saya alumni T. Geologi UGM (Angk. 93,
> bareng Mas Sulastomo
Raharjo), gabung dgn Pemda Kab. Lombok Barat Prov.
> NTB pada
Dinas Pertambangan tahun 2002, sekarang dinas di Badan
>
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Lombok Barat sejak Juli 2010,
> tepatnya setelah kembali dari mengikuti Program Double Degree GIS
for
> Disaster Management and Spatial Planning UGM-ITC dgn biaya
dari
> Bappenas.Â
> BPBD di kabupaten kami
baru dibentuk bulan Februari 2010, dan termasuk
> "lebih
awal" dibanding kabupaten2 lain di Indonesia. Kebetulan saat ini
> daerah kami sedang menggodok RTRW dan saya kebagian tugas memberi
masukan
> dalam penentuan kawasan rawan bencana (KRB) dan jalur
evakuasinya.Â
> Kendala yang saya rasakan selama ini,
tentu saja adalah "perhatian" dari
> pemda terhadap
masalah bencana. Sewaktu masih mengikuti program DD baik di
> UGM
dan di ITC, untuk menentukan jalur evakuasi bukanlah pekerjaan yang
> 'asal2an', tetapi memerlukan kajian yang
menyeluruh/komprehensif.
> Diperlukan data2 yang cukup menyangkut
infrastruktur, sosial kependudukan,
> serta geologi terkait
penentuan KRB, jalur evakuasi dan tempat penampungan
> sementara
(TPS) dan tempat penampungan aman (TPA). Nah, oleh Bappeda
>
selaku instansi yang bertugas menyusun RTRW, saya diminta menentukan
KRB
> dan jalur evakuasi dalam waktu hanya 2 hari! Bisa
dibayangkan sebuah
> pekerjaan yang seharusnya dikerjakan dalam
minimal 3 bulan dan harus
> rampung dalam 2 hari....uedannn
tenannn!!!
> Untung saja (khas Indonesia :) )....sewaktu kuliah S1
'sudah dilatih'
> menyelesaikan tugas2 ala kerja rodi....dengan
segala keterbatasan yang
> ada, tugas tsb rampung juga (meski
masih dalam bentuk tulisan dan peta2
> seadanya....belum
dilengkapi peta2 yg 'representatif'....Dari sini saya
> melihat
bahwa masalah bencana masih 'amat sangat' dianaktirikan oleh
>
pemerintah (sengaja ditulis dalam tanda kurung, karena ada juga yang
> mendapat perhatian cukup besar, misalnya sewaktu bencana Aceh,
Nias,
> Merapi, dan Wasior)....namun secara umum memang kita masih
lalai dalam hal
> sosialisasi sehingga kesiapan masyarakat dan
pemerintah kita dalam
> menghadapi bencana masih sangat
kurang....karena itu saya sangat mendukung
> apabila masalah
bencana dapat lebih diberikan porsi yang memadai dalam
>
perundang-undangan kita (saat ini baru dalam bentuk peraturan
>
pemerintah/PP)....
>
> Salam...
>
ImulÂ
>
>
>
________________________________
>
From: Rovicky Dwi
Putrohari <[email protected]>
> To: [email protected]
> Sent: Monday, September 19, 2011 11:23 AM
> Subject: Re:
[iagi-net-l] Ekspedisi Cincin Api - Kompas
>
> Sewaktu
saya mengisi pembekalan ttg proses2 geologi di Muhammadiyah
> sby
beberapa bulan lalu kebetulan bersamaan dg Pak Maarif komandan
>
BNPB. Beliau menyampaikan bahwa semestinya istilah kebencanaan atau
> bahkan istilah cincin api masuk dalam UUD45. Saat ini hampir
semua
> rakyat Indonesia mengerti hal ini dan sadar bagaimana dan
betapa
> besarnya dampak dari bencana selama ini di Indonesia.
Namun sering
> (hampir selalu) mitigasi kebencanaan dikesampingkan
dalam kebijakan.
> Hal ini tentusaja dasar legitimasi mitigasi ada
dibawah ekstraksi.
> Saya baru melihat model Pak Hamzah Latief ttg
tsunami Sunda. Kalau hal
> ini terjedi tentusaja kerugian materiil
maupun non material sangat
> besar. Trutama dg adanya pelabuhan
serta sentra industri di Cilegon.
> Saya ngga yakin mitigasi
kebencanaan utk daerah ini sudah cukup,
> mungkin sangatlah minim
usaha mitigasi dalam artian persiapan fisik.
> Secara preliminary
riset dan penelitian sudah sering dilakukan namun
> jarang dipakai
secara riil utk peningkatan usaha fisik. Misal
> membuatan tanggul
atau usaha tata ruang dalam mengurangi dampak bila
> terjadi
bencana.
> Sekali terjadi bencana maka musnahlah hasil kerja
bertahun-tahun.
> Musnahlah jerihpayah pembangunan. Dan pasti
menguras APBN maupun milik
> rakyat dalam pemulihannya.
>
> Dengan demikian bisa jadi bukanlah hal yg muluk bila kita
merevisi
> UUD45 dengan memasukkan kalimat "Bahwa
sesungguhnya Indonesia berada
> didaerah Cincin Api ... Sehingga
diperlukan aturan khusus ttg mitigasi
> yg perlu dikedapankan
dalam stiap kebijakan.
>
> Salam waspada.
>
Rdp
>
> On 19/09/2011, Awang Satyana
<[email protected]> wrote:
>> Baguslah kalau kita
sendiri menghargai kekayaan dan sejarah alam serta
>> budaya
Indonesia, semoga makin meluas ketertarikan masyarakat kita
>>
kepada
>> alam dan budayanya sendiri.
>>
>> Cincin Api (ring of fire) sebenarnya julukan buat semua jalur
gunungapi
>> yang
>> memagari Cekungan Samudera
Pasifik, mulai dari selatan di tepi-tepi
>> barat
>>
Chile-Peru, Amerika Tengah, California, Canada sebelah barat, Alaska
>> sebelah
>> selatan, menyeberang ke Asia melalui
jembatan daratan Aleut, memasuki
>> batas
>> timur
Eropa-Asia melalui Kuril, lalu Jepang, menghunjam ke selatan
>>
melalui
>> Mariana, lalu menyusuri tepi utara Papua New Guinea
dan gugusan
>> kepulauan
>> mikronesia, lalu
berakhir di selatan kembali melalui Tonga, Kermadec dan
>>
akhirnya Selandia Baru. Istilah lain buat Cincin Api ini adalah
>> Andesitic
>> Line, mengingat hampir semua komposisi
gunungapinya andesitik karena
>> hasil
>> subduksi
lempeng samudera Pasifik menunjam ke semua lempeng-lempeng
>>
benua
>> atau samudera yang mengelilinginya. Sebuah teori
kontroversial pernah
>> dikemukakan oleh para ahli kosmologi,
bahwa Bulan kita adalah massa Bumi
>> yang tercabut dari
Cekungan Samudera Pasifik, dan Cincin Api adalah sisa
>>Â paling luar bekas luka cabutan itu.
>>
>> Bagaimana dengan gunung-gunungapi di Indonesia
dari Sumatra-Jawa-Nusa
>> Tenggara-Banda-Halmahera dan Sulawesi
Utara? Banyak literatur
>> menggolongkannya juga
sebagai jalur Cincin Api, Ring of Fire. Tetapi
>> gunung2api
Indonesia tidak duduk di “proper ring of
fireâ€. Posisi
>> Indonesia
>> justru
unik dan sangat menarik sebab ia duduk di junction, sambungan,
>> jalur-jalur gunungapi di dunia, dan kemudian membuat jalur
sendiri.
>> Gunung-gunungapi di Sumatra-Jawa-Nusa
Tenggara-Banda adalah jalur paling
>> akhir
“Jalur Alpideâ€, yang memanjang dari tepi
barat Atlantik ke
>> Laut Tengah
>> ke Iran ke
Himalaya, menghunjam ke selatan melalui Burma dan masuk ke
>>
Sumatra lalu membusur melalui Jawa-Nusa Tenggara dan Laut Banda.
>>
>> Adakah gunung2api aktif di sini, tentu saja ada,
tetapi umumnya pada
>> masa
>> lalu dan sekarang
telah mati. Ingat saja gunungapi di Pulau Thera,
>>
Santorini
>> yang memunahkan kebudayaan Creta pada abad2
sebelum Masehi (dari mana
>> legenda Atlantis berasal), atau
ingat juga Vesuvius yang memunahkan kota
>> Pompeii dan
Herculaneum pada AD 79, yang lalu pada AD 1815 punya
>>
padananannya masih di Jalur Alpide, yaitu “Pompeii of
the Eastâ€
>> Tambora
>> 1815. Bila
gunung2 api lain di Jalur Alpina sudah berhenti aktif, di
>> Indonesia justru aktif terus karena lempeng samudera Hindia
masih
>> menunjam
>> di bawahnya. Kemudian, jalur
baru dibuat pula di Indonesia, Jalur
>> Halmahera
>>
dan Sulawesi Utara, hasil double subduction ke sisi barat dan timur
yang
>> tak
>> ada duanya di dunia.
>>
>> Di Indonesialah bertemu jalur-jalur gunuapi dunia, Cincin Api
Pasifik
>> dan
>> Cincin Api Alpina. Dan statusnya
aktif ! Benar-benar kita seperti
>>
 duduk di
>> dua
‘tungku’ mantel Bumi yang luar biasa
aktif dalam kejapan skala
>> waktu
>> geologi. Maka,
tiga ranking VEI (volcanic explosivity index) tertinggi
>>
di
>> dunia pun dipegang oleh tiga gunungapi Indonesia: Toba
74.000 tyl (VEI
>> 8)yang membuat populasi manusia tinggal 20 %
saja, Tambora 1815 M (VEI
>> 7)
>> yang meniadakan
musim panas setahun berikutnya di belahan dunia utara,
>>
dan
>> Krakatau 1883 (VEI 6) yang teriakannya paling dahsyat di
Bumi. Lalu
>> jangan
>> lupakan Merapi , gunungapi
teraktif di dunia, a decade volcano; yang
>> ikut
>>
mempengaruh jalannya sejarah kebudayaan di Jawa .
>>
>> Salam,
>> Awang
>>
>> --- Pada
Sen, 19/9/11, Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
>> menulis:
>>
>>
>> Dari:
Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
>> Judul: Re:
[iagi-net-l] Ekspedisi Cincin Api - Kompas
>> Kepada:
[email protected]
>> Tanggal: Senin, 19 September, 2011, 7:41
AM
>>
>>
>> Dapat dibaca disini :
>>
>>
http://nasional.kompas.com/read/2011/09/16/18584012/Berdebar.Nobar.Ekspedisi.Cincin.Api
>>
>> TERKAIT:
>>
>>
>> Mencintai Cincin Api, Mencintai Indonesia
>> Kita
Hidup di Daerah Bencana
>> Sejarah Berhenti di Kebun Kopi
>> LIVE Report: Peluncuran Ekspedisi Cincin Api
>>
Jalur Ekspedisi Cincin Api "Kompas"
>> RDP
>>
>>
>> 2011/9/19 Shofiyuddin
<[email protected]>
>>
>>
>>
Sabtu kemarin iseng iseng beli koran Kompas ... dan waw ... saya
>> dibuatnya
>> surprise sekali dimana harian ini
mengulas perjalanan Ekspedisi Cincin
>> Api
>> yang
dimulai dari Gunung Tambora di Nusa Tenggara Sana. Ekspedisi akan
>> dilanjutkan ke banyak gunung api lainnya seperti Toba di
Sumatra dsb.
>>
>>
>> Ini adalah
ekspedisi gabungan yang melibatkan ilmu volkanologi, geologi
>>
dan
>> arkeologi. Gunung Tambora dijadikan sebagai titik awal
ekspedisi. Cukup
>> mencengangkan ternyata gunung yang satu ini
diperkirakan meletus pada
>> April
>> 1815.
Kedahsyatan letusannya sanggup mengubah iklim di sebagai belahan
>> dunia
>> dan diperkirakan berada 1 tingkat di bawah
letusan super Toba di
>> Sumatra.
>> Saya belum
pernah mendengar ini sebelumnya. Diameter kaldera sepanjang 7
>> km
>> barangkali bisa bercerita kehebatan letusannya
dan penemuan sisa sisa
>> gelontoran awan panas membumi
hanguskan desa desa di sekitarnya.
>> Diperkirakan dua kerajaan
terkubur hidup hidup karena letusan ini
>> dibuktikan
>> dengan penemuan mayat mayat yang terbakar hangus.
>>
>>
>> Tulisan lengkap bisa liat langsung
di Kompas edisi sabtu kemarin.
>>
>>
>>
Saya tidak tahu apakah ada rekan rekan IAGI yang terlibat ekspedisi
ini.
>>
>>
>> Maaf tidak bermaksud
promosi, tapi tulisan itu bagus sekali. Dulu harian
>> ini
>> juga melakukan ekspedisi menelusuri sisa sisa kerajaan
Majapahit, yang
>> menurut saya luar biasa. Jadi inget novelnya
nya Majapahit karangan LKH
>> terbitan Gramedia.
>>
>>
>>
>>
>>
Shofi
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> --
>> "Everybody is
safety leader, You can stop any unsafe operation !"
>>
>>
>>
>>
>>
--------------------------------------------------------------------------------
>> PP-IAGI 2008-2011:
>> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT,
[email protected]
>> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL,
[email protected]
>> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5
departemen, banyak biro...
>>
--------------------------------------------------------------------------------
>> Ayo siapkan diri....!!!!!
>> Hadirilah Joint
Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29
>>
September 2011
>>
-----------------------------------------------------------------------------
>> To unsubscribe, send email to:
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> To subscribe, send email
to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>>
>> For
topics not directly related to Geology, users are advised to post
>> the
>> email to: [email protected]
>>
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> Pembayaran
iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia
Jakarta
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas nama:
Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> Bank BCA KCP. Manara
Mulia
>> No. Rekening: 255-1088580
>> A/n: Shinta
Damayanti
>> IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> IAGI-net
Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>>
---------------------------------------------------------------------
>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
information
>> posted
>> on its mailing lists,
whether posted by IAGI or others. In no event
>> shall
>> IAGI or its members be liable for any, including but not
limited to
>> direct
>> or indirect damages, or
damages of any kind whatsoever, resulting from
>> loss
>> of use, data or profits, arising out of or in connection with
the use of
>> any
>> information posted on IAGI
mailing list.
>>
---------------------------------------------------------------------
>>
>>
>
> --
> Sent from my
mobile device
>
> *"Everybody is safety leader, You
can stop any unsafe operation !"*
>
>
--------------------------------------------------------------------------------
> PP-IAGI 2008-2011:
> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT,
[email protected]
> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL,
[email protected]
> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5
departemen, banyak biro...
>
--------------------------------------------------------------------------------
> Ayo siapkan diri....!!!!!
> Hadirilah Joint Convention
Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29
> September 2011
>
-----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to:
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to:
iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>
> For topics not
directly related to Geology, users are advised to post the
> email
to: [email protected]
>
> Visit IAGI Website:
http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123
0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net
Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
information
> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI
or others. In no event
> shall IAGI or its members be liable for
any, including but not limited to
> direct or indirect damages, or
damages of any kind whatsoever, resulting
> from loss of use, data
or profits, arising out of or in connection with
> the use of any
information posted on IAGI mailing list.
>
---------------------------------------------------------------------
--
_______________________________________________
Nganyerikeun hate batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate
jalma hirupna pada ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu
lakonan.
--
_______________________________________________
Nganyerikeun hate
batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate jalma hirupna pada
ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan.