ESC menarik di Iran (baca ME pada umumnya) karena chances untuk menemukan
Big Reserves masih ada (diatas 500 MMBO recoverable), apa lagi di Lybia post
Kadafi turun tahta dan Iraq post Saddam Husien, tapi kalo buat di Indonesia
yg chances untuk menemukan Big Reserves agak susah, karena kompleksitas
geologi Indonesia Bagian Timur yg relatively "under explore but lack of
data" mungkin agak sulit dapat buy-in dari IOC (International Oil Companies)

Kalau saya lebih suka di pake simtim kaya Royalty tapi yg modified, shg pada
saat akan di bikin New Contract atau Contract Extension, sistim baru itu
saatnya untuk di apply tapi TIDAK untuk kontrak yg sedang berjalan.

Salam
Avi NPA 0666

2011/10/6 Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>

> Trims Mas Benny
> Keberadaan ESC memang bukan hal baru di dunia industry. Artinya
> pemain-pemain migas sudah mengerti akan adanya jenis kontrak pengusahaan
> seperti ini, sehingga mudah untuk penetrate pasar (investor). walaupun
> tentunya akan ada persaingan antar 'penjual'. "harga" yang pas sewaktu
> menjual menjadi penting dal am rangka mengundang investor.
>
> Saya yakin kontrak ini pun masih sejalan dengan UUD45.
>
>  RDP
>
> Sent from my iPad
>
> On Oct 6, 2011, at 4:07 PM, Benny Lubiantara <[email protected]> wrote:
>
>
>
> Mas RDP,
>
> Saya copy paste contoh Exploration contract Iran, Untuk case RI, karena
> geilogical prospectivity beda, perlu di "adjustment".
>
>
> *Exploration Service Contract (ESC)*
> The first Exploration Service Contract was concluded in 2000 and since then
> 6 more have been signed to the end of 2005. The legal framework of this
> contract can be summarized as follows:
> •     NIOC hires and obtains the services of a contractor, with all rights
> to oil and gas belongs to NIOC
> •      After conclusion of a contract through the tender process or
> negotiations, the IOC registers a branch office in Iran for the purpose of
> complying with local laws and regulations.
> •      IOC conducts all necessary activities relating to exploration
> operations in the agreement area
> •      IOC provides all funds required to initiate and complete
> exploration activities
> •      In case of a commercial discovery, the IOC is entitled to be
> reimbursed for its costs and investments for the exploration expenditure,
> however the IOC bears all risk should exploration fail to yield a commercial
> discovery
> •     Upon a commercial discovery, *NIOC and IOC shall enter into
> negotiations* to reach an agreement for the development phase, failing
> which NIOC invites interested applicants and the IOC (who has priorityin the
> tender) to submit tender proposals for the development phase
> •      *Should the exploration contractor fail to be awarded the
> Development Service Contract*, the development *contractor shall be
> offered a minimum 30% share* of the Development Contract.
>
> Source: W. A Otman, *The Iranian Petroleum Contract - Past, Present and
> Future Perspective,* OGEL, 2007
>
> Salam,
>
>
>  *From:* Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
> *To:* IAGI <[email protected]>; Indoenergy <[email protected]>;
> <[email protected]>[email protected]
> *Sent:* Thursday, October 6, 2011 5:54 AM
> *Subject:* [IndoEnergy] Bukan sekedar muter keran - Perlu "Exploration
> Sharing Contract" [1 Attachment]
>
>
> *Bukan sekedar muter keran.*
> **
> Gambar terlampir ini merupakan salah satu slide yang saya presentasikan
> kemarin diacara Panelis Discussion di Makassar. Slide menunjukkan bahwa jeda
> waktu (time lag) sejak diketemukan hingga mencapai puncak produksi migas itu
> berkisar 15-30 tahun !! (tercepat saat ini masih 5 tahun, dan untuk lapangan
> raksasa (Duri) memerlukan 50 tahun !) Jadi keputusan strategis itu ndak bisa
> dipakai untuk mendongkrak popularitas politis. Yang diperlukan saat ini
> adalah seorang negarawan sejati untuk memikirkan strategi masa depan negeri
> !!
> Saat ini untuk satu lapangan saja detilnya mungkin rata-rata sejak
> discovery hingga first oil 5-10 tahun, namun kebanyakan bahkan lebih dari 10
> tahun. Untuk yang super cepat mengikuti prosedur POP (Put on Production)
> diamana dahulu sering disebut "prolong test", statusnya mirip ngetest
> produksi (DST) tetapi prinsipnya sebenarnya sudah memproduksikan. Menurut
> pengamatan selintas POP ini secara nasional mungkin dampak produksinya kecil
> (cmiiw). Walaupun memberikan nilai keekonomian lebih baik pada kontraktor
> sebagai insentif.
>
> *Minyak*
> Kita lihat dahulu untuk minyak (oil). Gambar terlampir ini menunjukkan
> lebih kepada dampak sebuah kebijakan strategis kedalam aggregat produksi
> untuk keseluruhan Indonesia. Memang tidak bisa dianggap hanya dampak
> kebijakan *thok* yang berpengaruh, harga minyak serta iklim investasi juga
> mempengaruhinya. Yang dapat dilihat disini antara lain adalah produksi yang
> langsung anjlok 30 tahun setelah PSC dicanangkan. Kalau melihat bahwa
> backgrond produksi dibaliknya ada Minas dan Duri yang merupakan andalan
> utama selama ini. Ini tidak bisa dipungkiri bahwa keputusan besar akan di
> 'drive' oleh lapangan besar ini. Dan tentunya kita tahun bahwa satu periode
> produksi adalah 30 tahun. Tentusaja setiap investor akan mengoptimasi
> produksinya untuk masa 30 tahun ini. Wajar saja. Dan inilah yang saya
> maksudkan sebagai konsekuensi logis dari PSC adalah merosotnya produksi
> setelah habis satu masa PSC.
>
> *Gas* memiliki latar belakang sedikit berbeda, namun kalau dilihat dari *
> lagtime* sejak penemuan (discovery) hingga produksi juga memerlukan waktu
> yang sama (sama lamanya). Tentunya gas merupakan andalan masa depan. Hanya
> saja perlu difikirkan supaya pelajaran dari kisah anjloknya produksi minyak
> tidak berulang (yang mengagetkan) pada produksi gas nantinya. Perlu dibuat
> pemikiran lain supaya ada usaha eksplorasi menggantikan gas yang diproduksi
> dikenal dengan istilah penyeimbangan R/P (RtP - Reserves to production).
>
> *EKSPLORASI*
> Secara sederhana kita tahu bahwa saat ini yang diperlukan adalah
> meningkatkan kegiatan eksplorasi untuk mengganti migas yang diproduksi,
> sehingga industri migas tetap dan mampu berkesinambungan. Saat ini kontrak
> pengusahaan migas yang ada saat ini memang disebut sebagai PSC (PRODUCTION
> sharing contract) saat ini kita tahu bahwa eksplorasinya yg kurang berhasil,
> karena itu barangkali perlu EXPLORATION Sharing contract (ESC) !
>
> Bagaimana kalau dibuat kontrak pengusahaan eksplorasi (ESC), bila lapangan
> yg diketemukan saat eksplorasi tsb tidak diproduksikan maka akan dibeli oleh
> negara seharga (sebagai contoh saja) 10% dari harga wajar saat itu. Artnya
> perusahaan yg melakukan eksplorasi tidak benar-benar rugi 100% bila
> eksplorasinya gagal mencapai nilai keekonomian. Karena bagaimanapun
> sumberdaya yang diketemukan suatu saat dapat dimanfaatkan oleh negara (suatu
> saat nanti). Dan pembelian cadangan "kecil" (marginal) ini suatu saat akan
> dimanfaatkan oleh negara (host country).
>
> *Lets discuss and brain storm here !*
>
> Salam
> RDP
>
> --
> *"Everybody is safety leader, You can stop any unsafe operation !"*
>
>
>  __._,_.___
>   Reply to 
> sender<[email protected]?subject=Re%3A%20%5BIndoEnergy%5D%20Bukan%20sekedar%20muter%20keran%20-%20Perlu%20%22Exploration%20Sharing%20Contract%22%20%5B1%20Attachment%5D>|
>  Reply
> to 
> group<[email protected]?subject=Re%3A%20%5BIndoEnergy%5D%20Bukan%20sekedar%20muter%20keran%20-%20Perlu%20%22Exploration%20Sharing%20Contract%22%20%5B1%20Attachment%5D>|
>  Reply
> via web 
> post<http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy/post;_ylc=X3oDMTJxZzNzc2g3BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzYwNTgzMzYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTcxNDY0BG1zZ0lkAzEzMTU5BHNlYwNmdHIEc2xrA3JwbHkEc3RpbWUDMTMxNzg5MjAzMQ--?act=reply&messageNum=13159>|
>  Start
> a New 
> Topic<http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy/post;_ylc=X3oDMTJlZjNpcG9zBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzYwNTgzMzYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTcxNDY0BHNlYwNmdHIEc2xrA250cGMEc3RpbWUDMTMxNzg5MjAzMQ-->
> Messages in this 
> topic<http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy/message/13158;_ylc=X3oDMTM2dDhiZXNyBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzYwNTgzMzYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTcxNDY0BG1zZ0lkAzEzMTU5BHNlYwNmdHIEc2xrA3Z0cGMEc3RpbWUDMTMxNzg5MjAzMQR0cGNJZAMxMzE1OA-->(
> 2)
>  Recent Activity:
>
>    - New 
> Members<http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy/members;_ylc=X3oDMTJmYWdkdjNlBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzYwNTgzMzYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTcxNDY0BHNlYwN2dGwEc2xrA3ZtYnJzBHN0aW1lAzEzMTc4OTIwMzE-?o=6>
>    5
>
>  Visit Your 
> Group<http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy;_ylc=X3oDMTJlMXRqZG1xBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzYwNTgzMzYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTcxNDY0BHNlYwN2dGwEc2xrA3ZnaHAEc3RpbWUDMTMxNzg5MjAzMQ-->
>  TAHUKAH ANDA:
> - Geothermal memiliki 28,54 GWe sedangkan yang sudah dmanfaatkan HANYA 1,2
> GW, HANYA 4,2% dari total potensi ! (status 2011)
> - Potensi geothermal Indonesia 40% dari Potensi geothermal dunia !
> - DIMOHON TIDAK MEMASANG IKLAN DI MAILIST INI !!
>  MARKETPLACE
>
> Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get
> the Yahoo! Toolbar 
> now.<http://global.ard.yahoo.com/SIG=15o312cv1/M=493064.14543979.14562481.13298430/D=groups/S=1705171464:MKP1/Y=YAHOO/EXP=1317899231/L=9364c0ca-effa-11e0-b335-7707d735e281/B=pIAPBkoGYzw-/J=1317892031506833/K=GCQ7kqU3FLtSrFm0N6K1pA/A=6060255/R=0/SIG=1194m4keh/*http://us.toolbar.yahoo.com/?.cpdl=grpj>
>    [image: Yahoo! 
> Groups]<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJkdmJwb3JqBF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzYwNTgzMzYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTcxNDY0BHNlYwNmdHIEc2xrA2dmcARzdGltZQMxMzE3ODkyMDMx>
> Switch to: 
> Text-Only<[email protected]?subject=Change+Delivery+Format:+Traditional>,
> Daily 
> Digest<[email protected]?subject=Email+Delivery:+Digest>•
> Unsubscribe <[email protected]?subject=Unsubscribe> •
> Terms of Use <http://docs.yahoo.com/info/terms/>
>    .
>
> __,_._,___
>
>

Kirim email ke