Mas Daru dan kawan-kawan MGEI serta IAGI, Apa yang diuraikan Mas Daru ini semoga memberikan penjelasan yang lebih mendalam yang cukup gamblang akan perlunya sertifikasi. Persoalan peristilahan ini mestinya bukan menjadi hal yang esensial dalam hal ini. Walaupun tetap perlu kita pelajari dan cermati saat ini. Saya selaku ketua umum (presiden) terpilih IAGI 2011-2014 sangat mendukung program peluncuran sertifikasi ini dapat segera diaplikasikan didalam kehidupan profesional dikalangan anggota IAGI. Tentusaja semua ini akan dengan mudah ditetapkan setelah kita menyelesaikan kebutuhan administrasinya terutama dalam penyempurnaan AD/ART.
Sertifikasi dalam program KCMI dan CPI yang dimotori oleh MGEI ini semoga menjadi pemicu dan pemacu untuk sertifikasi bidang-bidang profesi lainnya. Sebagai organisasi profesi IAGI tentusaja sangat mendukung, memfasilitasi serta akan ikut serta menjaga profesionalisme melalui program sertifikasi ini. Saat ini IAGI sudah memiliki sertifikasi untuk Profesi Wellsite Geologist yang sudah lama di luncurkan oleh IAGI, Sertifikasi ini sudah berjalan namun perlu penyempurnaan karena belum memiliki Kode etik serta sangsi yang mengikat seperti yang ada dalam KCMI (CPI). Profesi bidang lain yang saat ini membutuhkan sertifikasi diantaranya untuk kebutuhan Geologi Tehnik (Engineering Geology). Saya akin KCMI dengan CPI ini akan menjadi bentuk sertifikasi yang akan dikembangkan oleh IAGI. *Program jangka panjang moderenisasi organisasi melalui perubahan AD/ART.* Sudah beberapa kali dijelaskan Pak Daru bahwa permasalahan AD/ART IAGI yg perlu disempurnakan ini bukan disebabkan peluncuran KCMI/CPI saja, namun banyak hal yang perlu kita sempurnakan. Sebagai contoh sederhana adalah belum adanya pasal yang menyebutkan "link" antara Kode Etik IAGI dengan Batang Tubuh AD/ART. Demikian juga belum dimasukkannya penetapan Logo IAGI, serta nama Majalah IAGI. Hal-hal ini sudah dikerjakan dengan kerja keras oleh Pak Lambok dan kawan-kawan PP IAGI selama ini. Dan untuk mengikuti tertib administrasi yang sering kita diskusikan bersama maka hal-hal yang krusial ini perlu diselesaikan secepatnya dengan benar. AD/ART IAGI yang berlaku saat ini adalah AD/ART yang disahkan dan ditetapkan di Yogyakarta, pada tanggal 11 September 2001, dan diterbitkan pada tahun 2002. Tentunya kita melihat bagaimana perubahan tata atur dan tata nilai di Indonesia berkembang sangat pesat saat ini, dan tentusaja perlu diakomodir dan disesuaikan dengan AD/ART yang sudah kita tetapkan ini. Dalam beberapa hal yang lain AD/ART IAGI pun juga perlu disesuaikan dengan dinamika organisasi moderen di era demokrasi saat ini, Dimana sebuah organisasi profesi di Indonesia sudah semestinya mengikuti hukum dan aturan perundangan yang berlaku di Indonesia. Banyak aturan dan perundang-undangan baru yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Layaknya sebuah organisme dengan species yang harus mampu beradaptasi dan berubah, maka IAGI pun harus mampu mnegikuti dan beradaptasi dengan kondisi dinamika lingkungan yang baru. Pekerjaan moderenitas organisasi profesi melalui perubahan AD/ART ini akan menjadi salah satu program utama di kepengurusan IAGI 2011-2014 mendatang. Tentusaja IAGI perlu membentu Pokja AD/ART yang akan bekerja selama kepengurusan ini meliputi penggodokan dalam tahun pertama, kemudian sosialisasi selama setahun berikutnya dan akan disyahkan pada tahun ketiga. Langkah ini perlu dilakukan sesuai AD/ART yang berlaku bahwa Munas dengan perubahan AD/ART hanya dapat dilakukan sekali dalam tiga tahun. Dengan demikian semua berjalan sesuai dengan AD/ART yang masih berlaku dan disepakati demikian juga kepengurusan ini masih tetap konsisten dengan komitmen untuk tetap mengikuti tertib administrasi. Salam Rovicky Dwi Putrohari Presiden IAGI terpilih 2011-2014 2011/11/22 S. (Daru) Prihatmoko <[email protected]> > Pak Sonny dan rekan2 IAGI/ MGEI,**** > > ** ** > > Kalau merujuk ke Kamus Besar Bahasa Indonesia (2011) terbitan Pusat Bahasa > Depdiknas RI (saya kutipkan dibawah ini):**** > > ** ** > > *ko·de:* *1)* tanda (kata-kata, tulisan) yg disepakati untuk maksud > tertentu (untuk menjamin kerahasiaan berita, pemerintah, dsb); *2)*kumpulan > peraturan yg bersistem; > *3)* kumpulan prinsip yg bersistem**** > > ** ** > > sedangkan untuk kata “sandi” adalah sbb:**** > > ** ** > > *1san·di*: rahasia; kode**** > > ** ** > > Nampaknya, kata “kode” (yang artinya sama dengan “sandi”) sudah diterima > sebagai bahasa Indonesia, malahan “kode” didefinisikan lebih lengkap dalam > kamus tsb. Saya bukan ahli bahasa, mohon pencerahan dari yg lebih kompeten. > **** > > ** ** > > Mengenai KCMI (Kode Cadangan Mineral Indonesia) dan CPI (Competent Person > Indonesia), program ini telah disosialisasikan paling tidak sejak PIT IAGI > Semarang (Luncheon Talk), juga di PIT Mataram, dan kemarin di PIT Makasar, > ditambah diskusi/ postingan di milist. Jadi sudah 2 tahun lebih info dan > update tentang KCMI dan CPI beredar. **** > > ** ** > > KCMI dan system CPI merupakan program kerja bareng IAGI dan Perhapi yang > dilegalisir melalui SKB Ketua Umum IAGI dan Perhapi, yg dilaksanakan dengan > membentuk Komite Bersama IAGI-Perhapi . Pada pelaksanaannya IAGI secara > resmi menunjuk MGEI sebagai komisi geologi ekonomi di bawah IAGI, yang > telah menjalankan program ini hingga tahap finalisasi sekarang ini. **** > > ** ** > > Bagi yang belum mengikuti infonya, KCMI berisikan petunjuk/ kode pelaporan > hasil eksplorasi, estimasi sumberdaya dan cadangan (mineral dan batubara), > atau semacam JORC-nya Indonesia. Laporan berstandard JORC (kita harap di > Indonesia nantinya menjadi “berstandard KCMI”) ini diperlukan pada umumnya > berhubungan dengan investasi, baik oleh pencari investor maupun > investor-nya sendiri (bursa efek, bank, BKPM dll). Secara umum poin-poin > dalam KCMI mencakup:**** > > ** ** > > **1. **Menunjukkan standard minimum Pelaporan (di Indonesia) > tentang Hasil Eksplorasi, Sumberdaya Mineral dan Cadangan Bijih**** > > **2. **Memberikan sistem klasifikasi estimasi tonase dan kadar yang > “wajib” diacu berdasar tingkat keyakinan geologi dan pertimbangan teknis > penambangan dan keekonomian**** > > **3. **Mengharuskan Laporan Publik dibuat berdasar hasil kerja > Competent Person Indonesia (CPI), yang menguraikan juga kualifikasi dan > pengalaman dari CPI **** > > **4. **Memberikan pedoman lengkap tentang kriteria yang perlu > dipertimbangkan pada saat menyusun Laporan Hasil Eksplorasi, Sumberdaya > Mineral dan Cadangan Bijih **** > > ** ** > > Sistem Competent Person Indonesia (CPI) sendiri disiapkan tak lepas dari > KCMI. CPI adalah orang yg tercatat (registered) atau tersertifikasi > (certified) yang mempunyai hak dan kemampuan untuk menyusun laporan > berstandard KCMI. Syarat menjadi CPI ada bbrp spt tercantum dalam dokumen > system CPI, tetapi yang paling utama adalah “anggota IAGI/ MGEI atau > Perhapi dengan kualifikasi (pendidikan) yang sesuai dan memiliki > pengalaman minimal 5 tahun pada bidang yang relevan”. **** > > ** ** > > Pada implementasinya, Perhapi dan IAGI/ MGEI akan/ telah menggunakan > template yg sama untuk KCMI dan CPI ini, tetapi penerapannya secara > sendiri-sendiri, artinya Perhapi akan mengakomodasi CPI yang anggota > Perhapi, sedangkan IAGI/ MGEI akan mengurus CPI yang anggota IAGI/ MGEI. > Hal yang penting lainnya adalah bahwa organisasi profesi (PERHAPI dan > IAGI/ MGEI) harus memiliki standard profesi, kode etik dan sistem penegakan > disiplin termasuk mendisiplinkan anggotanya yang melanggar kode etik. Hal > ini harus tertulis jelas baik dalam Kode Etik maupun AD/ ART – oleh > karenanya MGEI mengusulkan penyesuaian AD/ ART dan Kode Etik IAGI (seperti > yang sedang disiapkan oleh PP IAGI saat ini) agar KCMI dan CPI bisa > diimplementasikan. Tanpa penyesuaian AD/ ART dan Kode Etik, maka KCMI dan > CPI tidak akan bisa diimplementasikan oleh IAGI/ MGEI.**** > > ** ** > > Update terkini, Perhapi telah meresmikan pemakaian KCMI dan CPI Perhapi > sejak September 2011 (mereka tidak ada permasalahan AD/ ART dan Kode Etik > nampaknya), dan kita lihat telah beberapa kali melakukan sosialisasi/ > pelatihan paska implementasi. Sementara IAGI belum bisa > mengimplementasikannya karena menunggu penyesuaian AD/ ART dan Kode Etik > yang dijadwalkan akhir Des 2011.**** > > ** ** > > Catatan tambahan sebagai info: KCMI produk Komite Bersama IAGI – Perhapi > ini telah juga diadopsi sebagian besarknya oleh RSNI Pedoman Pelporan > Sumberdaya dan Cadangan Mineral yg disusun atas koordinasi Ditjen Minerba, > ESDM. **** > > ** ** > > Di milis ini ada pak Chairul Nas dan pak Iwan Munajat (Ketua Komite > Implementasi KCMI dan CPI) yang bisa menambahkan penjelasan mengenai hal > ini.**** > > ** ** > > Salam - Daru **** > > ** ** > > *From:* sonny t pangestu [mailto:[email protected]] > *Sent:* Friday, November 11, 2011 2:09 PM > *To:* IAGI > *Subject:* [iagi-net-l] ganti saja menjadi SCMI**** > > ** ** > > kalau kita mencintai indonesia.**** > > tentu termasuk bahasa indonesianya.**** > > alangkah baiknya kalau huruf K dalam KCMI diganti dengan S.**** > > sehingga KCMI menjadi SCMI.**** > > huruf S di sini dari kata sandi.**** > > serupa dengan yang sudah kita pakai yaitu pada Sandi Stratigrafi Indonesia > **** > > (bukan kode stratigrafi indonesia).**** > > utamakan peristilahan berbahasa indonesia.**** > > **** > > **** > > salam.**** > > (sonny)**** > > ** ** > -- *"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"*

