Jgn lupa meninjau sistem quorum musyawarah iagi yg ditunda 24 jam. Lbh banyak 
yg menunda hanya bbrp jam bahkan menit, yg penting bhn dan pemberitahuan 
resminya sdh jauh hari sblmnya. Skrg IAGI selalu membuat undgn pelaksanaan 
Musyawarah dgn jadwal 2 hari, dimana hari 1 utk buka resmi kmdn tunda krn tdk 
quorum. Terasa sdkt tdk tegas shg anggota akan dtg pd hari ke 2 saja. Trims 
Abah. MAS, 1218
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "Yanto R.Sumantri" <[email protected]>
Date: Tue, 22 Nov 2011 21:57:50 
To: iagi-net<[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Program jangka panjang moderenisasi organisasi 
 melalui perubahan AD/ART. [ KCMI dan CPI]




Vicky , Ndaru dan Rekan IAGI

Saya sependapat dengan
pemikiran Ketum<.
Sebagai salah satu pemakrasa AD/ART  dan
Kode Etik  dan setelah melihat beberapa kasus yang  dialami oleh
IAGI teraknir  , maka saya melihat ada beberapa hal  yang harus
dicantumkan/disempurnakan dalam AD/ART kita.

Saya sedang
menyusun beberapa pemikiran , yang Insya Allah akan saya posting besok ,
sebagai bahan pemikiran., penguatan kewenangan PP dalam  memutuskan
suatu aturan agar dapat bererak sesuai dengan dinamika organisasi.

Salah satu  adalah adanya klausa MUNAS LUB , pelaksanaan
sertifilkasi , sangsi dsb 

Perihal tata waktu , saya kira ,
dalam AD/ART yang berlaku sekarang ada pengaurn yang bisa mempercepat ,
APABILA memang diperlukan.

si Abah


On Tue,
November 22, 2011 4:58 pm, Rovicky Dwi Putrohari wrote:
> Mas Daru
dan kawan-kawan MGEI serta IAGI,
> 
> Apa yang diuraikan
Mas Daru ini semoga memberikan penjelasan yang lebih
> mendalam
yang cukup gamblang akan perlunya sertifikasi. Persoalan
>
peristilahan ini mestinya bukan menjadi hal yang esensial dalam hal
ini.
> Walaupun tetap perlu kita pelajari dan cermati saat ini.
Saya selaku ketua
> umum (presiden) terpilih IAGI 2011-2014 sangat
mendukung program
> peluncuran
> sertifikasi ini dapat
segera diaplikasikan didalam kehidupan profesional
> dikalangan
anggota IAGI. Tentusaja semua ini akan dengan mudah ditetapkan
>
setelah kita menyelesaikan kebutuhan administrasinya terutama dalam
> penyempurnaan AD/ART.
> 
> Sertifikasi dalam
program KCMI dan CPI yang dimotori oleh MGEI ini semoga
> menjadi
pemicu dan pemacu untuk sertifikasi bidang-bidang profesi lainnya.
> Sebagai organisasi profesi IAGI tentusaja sangat mendukung,
memfasilitasi
> serta akan ikut serta menjaga profesionalisme
melalui program sertifikasi
> ini. Saat ini IAGI sudah memiliki
sertifikasi untuk Profesi Wellsite
> Geologist yang sudah lama di
luncurkan oleh IAGI, Sertifikasi ini sudah
> berjalan namun perlu
penyempurnaan karena belum memiliki Kode etik serta
> sangsi yang
mengikat seperti yang ada dalam KCMI (CPI). Profesi bidang
>
lain
> yang saat ini membutuhkan sertifikasi diantaranya untuk
kebutuhan Geologi
> Tehnik (Engineering Geology). Saya akin KCMI
dengan CPI ini akan menjadi
> bentuk sertifikasi yang akan
dikembangkan oleh IAGI.
> *Program jangka panjang moderenisasi
organisasi melalui perubahan AD/ART.*
> 
> Sudah beberapa
kali dijelaskan Pak Daru bahwa permasalahan AD/ART IAGI yg
> perlu
disempurnakan ini bukan disebabkan peluncuran KCMI/CPI saja, namun
> banyak hal yang perlu kita sempurnakan. Sebagai contoh sederhana
adalah
> belum adanya pasal yang menyebutkan "link"
antara Kode Etik IAGI dengan
> Batang Tubuh AD/ART. Demikian juga
belum dimasukkannya penetapan Logo
> IAGI,
> serta nama
Majalah IAGI. Hal-hal ini sudah dikerjakan dengan kerja keras
>
oleh Pak Lambok dan kawan-kawan PP IAGI selama ini. Dan untuk mengikuti
> tertib administrasi yang sering kita diskusikan bersama maka
hal-hal yang
> krusial ini perlu diselesaikan secepatnya dengan
benar.
> 
> AD/ART IAGI yang berlaku saat ini adalah
AD/ART yang disahkan dan
> ditetapkan di Yogyakarta, pada tanggal
11 September 2001, dan diterbitkan
> pada tahun 2002. Tentunya
kita melihat bagaimana perubahan tata atur dan
> tata nilai di
Indonesia berkembang sangat pesat saat ini, dan tentusaja
> perlu
diakomodir dan disesuaikan dengan AD/ART yang sudah kita tetapkan
> ini. Dalam beberapa hal yang lain AD/ART IAGI pun juga perlu
disesuaikan
> dengan dinamika organisasi moderen di era demokrasi
saat ini, Dimana
> sebuah
> organisasi profesi di
Indonesia sudah semestinya mengikuti hukum dan
> aturan
>
perundangan yang berlaku di Indonesia. Banyak aturan dan
>
perundang-undangan
> baru yang tidak dapat diabaikan begitu saja.
Layaknya sebuah organisme
> dengan species yang harus mampu
beradaptasi dan berubah, maka IAGI pun
> harus mampu mnegikuti dan
beradaptasi dengan kondisi dinamika lingkungan
> yang baru.
> 
> Pekerjaan moderenitas organisasi profesi melalui
perubahan AD/ART ini akan
> menjadi salah satu program utama di
kepengurusan IAGI 2011-2014 mendatang.
> Tentusaja IAGI perlu
membentu Pokja AD/ART yang akan bekerja selama
> kepengurusan ini
meliputi penggodokan dalam tahun pertama, kemudian
> sosialisasi
selama setahun berikutnya dan akan disyahkan pada tahun
>
ketiga.
> Langkah ini perlu dilakukan sesuai AD/ART yang berlaku
bahwa Munas dengan
> perubahan AD/ART hanya dapat dilakukan sekali
dalam tiga tahun. Dengan
> demikian semua berjalan sesuai dengan
AD/ART yang masih berlaku dan
> disepakati demikian juga
kepengurusan ini masih tetap konsisten dengan
> komitmen untuk
tetap mengikuti tertib administrasi.
> 
> Salam
>

> Rovicky Dwi Putrohari
> Presiden IAGI terpilih
2011-2014
> 2011/11/22 S. (Daru) Prihatmoko
<[email protected]>
> 
>>  Pak Sonny dan rekan2
IAGI/ MGEI,****
>>
>> ** **
>>
>> Kalau merujuk ke Kamus Besar Bahasa Indonesia (2011) terbitan
Pusat
>> Bahasa
>> Depdiknas RI (saya kutipkan
dibawah ini):****
>>
>> ** **
>>
>> *ko·de:* *1)* tanda (kata-kata, tulisan) yg disepakati
untuk maksud
>> tertentu (untuk menjamin kerahasiaan berita,
pemerintah, dsb);
>> *2)*kumpulan peraturan yg bersistem;
>> *3)* kumpulan prinsip yg bersistem****
>>
>> ** **
>>
>> sedangkan untuk kata
&ldquo;sandi&rdquo; adalah sbb:****
>>
>> ** **
>>
>> *1san·di*: rahasia; kode****
>>
>> ** **
>>
>> Nampaknya, kata
&ldquo;kode&rdquo; (yang artinya sama dengan &ldquo;sandi&rdquo;) sudah
diterima
>> sebagai bahasa Indonesia, malahan
&ldquo;kode&rdquo; didefinisikan lebih lengkap
>> dalam
>> kamus tsb. Saya bukan ahli bahasa, mohon pencerahan dari yg
lebih
>> kompeten.
>> ****
>>
>> ** **
>>
>> Mengenai KCMI (Kode Cadangan
Mineral Indonesia) dan CPI (Competent
>> Person
>>
Indonesia), program ini telah disosialisasikan paling tidak sejak PIT
>> IAGI
>> Semarang (Luncheon Talk), juga di PIT
Mataram, dan kemarin di PIT
>> Makasar,
>> ditambah
diskusi/ postingan di milist. Jadi sudah 2 tahun lebih info dan
>> update tentang KCMI dan CPI beredar. ****
>>
>> ** **
>>
>> KCMI dan system CPI merupakan
program kerja bareng IAGI dan Perhapi yang
>> dilegalisir
melalui SKB Ketua Umum IAGI dan Perhapi, yg dilaksanakan
>>
dengan
>> membentuk Komite Bersama IAGI-Perhapi . Pada
pelaksanaannya IAGI secara
>> resmi menunjuk MGEI sebagai
komisi geologi ekonomi di bawah IAGI, yang
>> telah menjalankan
program ini hingga tahap finalisasi sekarang ini. 
>> ****
>>
>> ** **
>>
>> Bagi yang belum
mengikuti infonya, KCMI berisikan petunjuk/ kode
>>
pelaporan
>> hasil eksplorasi, estimasi sumberdaya dan cadangan
(mineral dan
>> batubara),
>> atau semacam JORC-nya
Indonesia. Laporan berstandard JORC (kita harap di
>> Indonesia
nantinya menjadi &ldquo;berstandard KCMI&rdquo;) ini diperlukan pada
>> umumnya
>> berhubungan dengan investasi, baik oleh
pencari investor maupun
>> investor-nya sendiri (bursa efek,
bank, BKPM dll). Secara umum poin-poin
>> dalam KCMI
mencakup:****
>>
>> ** **
>>
>> **1.       **Menunjukkan standard minimum Pelaporan (di
Indonesia)
>> tentang Hasil Eksplorasi, Sumberdaya Mineral dan
Cadangan Bijih****
>>
>> **2.       **Memberikan
sistem klasifikasi estimasi tonase dan kadar
>> yang
>> &ldquo;wajib&rdquo; diacu berdasar tingkat keyakinan geologi
dan pertimbangan teknis
>> penambangan dan keekonomian****
>>
>> **3.       **Mengharuskan Laporan Publik dibuat
berdasar hasil kerja
>> Competent Person Indonesia (CPI), yang
menguraikan juga kualifikasi dan
>> pengalaman dari CPI ****
>>
>> **4.       **Memberikan pedoman lengkap tentang
kriteria yang perlu
>> dipertimbangkan pada saat menyusun
Laporan Hasil Eksplorasi, Sumberdaya
>> Mineral dan Cadangan
Bijih ****
>>
>> ** **
>>
>>
Sistem Competent Person Indonesia (CPI) sendiri disiapkan tak lepas
dari
>> KCMI. CPI adalah orang yg tercatat (registered) atau
tersertifikasi
>> (certified) yang mempunyai hak dan kemampuan
untuk menyusun laporan
>> berstandard KCMI. Syarat menjadi CPI
ada bbrp spt tercantum dalam
>> dokumen
>> system
CPI, tetapi yang paling utama adalah &ldquo;anggota IAGI/ MGEI atau
>> Perhapi dengan kualifikasi (pendidikan) yang sesuai dan 
memiliki
>> pengalaman minimal 5 tahun pada bidang yang
relevan&rdquo;.  ****
>>
>> ** **
>>
>> Pada implementasinya, Perhapi dan IAGI/ MGEI akan/ telah
menggunakan
>> template yg sama untuk KCMI dan CPI ini, tetapi
penerapannya secara
>> sendiri-sendiri, artinya Perhapi akan
mengakomodasi CPI yang anggota
>> Perhapi, sedangkan IAGI/ MGEI
akan mengurus CPI yang anggota IAGI/ MGEI.
>>  Hal yang penting
lainnya adalah bahwa organisasi profesi (PERHAPI dan
>> IAGI/
MGEI) harus memiliki standard profesi, kode etik dan sistem
>>
penegakan
>> disiplin termasuk  mendisiplinkan anggotanya yang
melanggar kode etik.
>> Hal
>> ini harus tertulis
jelas baik dalam Kode Etik maupun AD/ ART &ndash; oleh
>>
karenanya MGEI mengusulkan penyesuaian AD/ ART dan Kode Etik IAGI
>> (seperti
>> yang sedang disiapkan oleh PP IAGI saat
ini) agar KCMI dan CPI bisa
>> diimplementasikan. Tanpa
penyesuaian AD/ ART dan Kode Etik, maka KCMI
>> dan
>> CPI tidak akan bisa diimplementasikan oleh IAGI/ MGEI.****
>>
>> ** **
>>
>> Update terkini,
Perhapi telah meresmikan pemakaian KCMI dan CPI Perhapi
>>
sejak September 2011 (mereka tidak ada permasalahan AD/ ART dan Kode
>> Etik
>> nampaknya), dan kita lihat telah beberapa
kali melakukan sosialisasi/
>> pelatihan paska implementasi.
Sementara IAGI belum bisa
>> mengimplementasikannya karena
menunggu penyesuaian AD/ ART dan Kode Etik
>> yang dijadwalkan
akhir Des 2011.****
>>
>> ** **
>>
>> Catatan tambahan sebagai info: KCMI produk Komite Bersama IAGI
&ndash; Perhapi
>> ini telah juga diadopsi sebagian besarknya
oleh RSNI Pedoman Pelporan
>> Sumberdaya dan Cadangan Mineral
yg disusun atas koordinasi Ditjen
>> Minerba,
>>
ESDM.  ****
>>
>> ** **
>>
>>
Di milis ini ada pak Chairul Nas dan pak Iwan Munajat (Ketua Komite
>> Implementasi KCMI dan CPI) yang bisa menambahkan penjelasan
mengenai hal
>> ini.****
>>
>> ** **
>>
>> Salam - Daru   ****
>>
>>
** **
>>
>> *From:* sonny t pangestu
[mailto:[email protected]]
>> *Sent:* Friday, November
11, 2011 2:09 PM
>> *To:* IAGI
>> *Subject:*
[iagi-net-l] ganti saja menjadi SCMI****
>>
>> **
**
>>
>> kalau kita mencintai indonesia.****
>>
>> tentu termasuk bahasa indonesianya.****
>>
>> alangkah baiknya kalau huruf K dalam KCMI diganti
dengan S.****
>>
>> sehingga KCMI menjadi
SCMI.****
>>
>> huruf S di sini dari kata
sandi.****
>>
>> serupa dengan yang sudah kita pakai
yaitu pada Sandi Stratigrafi
>> Indonesia
>> ****
>>
>> (bukan kode stratigrafi indonesia).****
>>
>> utamakan peristilahan berbahasa indonesia.****
>>
>>  ****
>>
>>  ****
>>
>> salam.****
>>
>>
(sonny)****
>>
>> ** **
>>
> 
> 
> 
> --
> *"Sejarah itu tidak pernah
usang untuk terus dipelajari"*
> 


-- 
_______________________________________________
Nganyerikeun hate
batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate jalma hirupna pada
ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan.

Kirim email ke