Rekan-rekan geologi,

Awal pekan lalu (Senin 21 November 2011) Ketua IAGI Pak Lambok, Saya
sendiri serta Muhammad Syaiful mendapatkan undangan untuk menghadiri acara
diatas yang diadakan oleh Badan Geologi. Dalam acara ini dihadiri dari
berbagai negara termasuk Jepang, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Indonesia.
Hari pertama berisi acara sharing atau berbagi pengalaman dalam hal editing
atau penyusunan penerbitan di kawasan Asia Timur dan Asia tenggara. Pada
hari berikutnya ada workshop diantara peserta serta juga ada fieldtrip.
Kagiatan ini juga merupakan bagian dari CCOP yang beranggotakan Cambodia,
China, Indonesia, Japan, Korea, Lao PDR, Malaysia, Papua New Guinea,
 Philippines, Singapore, Thailand,  Timor-Leste, Vietnam

Beberapa catatan yang dapat diambil disini antara lain bahwa penerbitan
artikel kebumian (kegeologian) di Indonesia terutama oleh Badan Geologi
memiliki jumlah penerbitan yang jauh lebih baik dibandingkan negara-negara
tetangga lain kecuali dari Jepang yang memang juaranya dalam hal penerbitan
ini.
Badan Geologi selama ini telah menerbitkan beberapa terbitan ilmiah murni
kegeologian namun juga sudah memulai menerbitkan majalah populer yang
dinamakan GeoMagz. Majalah atau terbitan Jurnal dalam dual bahasa ini
tentunya sudah banyak dikenal dan kalau dikelompokkan terdapat beberapa
kelompok Geoscientific Journal, Semi Popular Scientific Magazine,
Geological Album, Special Publication, Popular Geoscience Book.

*Sumber bahan bacaan di internet*
CCOP (  Coordinating Committee for Geoscience Programmes ) adalah kumpulan
badan atau lembaga geologi di negara anggota. Jadi keanggotaannya adalah
negara bukan personal. Untuk periode saat ini dipimpin oleh Pak Sukhyar
dari Badan Geologi (Indonesia). Dalam pidatonya Pak Sukhyar sangat
mendukung publikasi dan penyebaran ilmu serta data-data yang diambil dari
state budget (APBN) masing2 negara. Karena itu dana dari rakyat mestilah
dikembalikan ke rakyat. Dan memang diBG saat ini sudah banyak publikasi
serta usaha membuka data-data ini. Ini juga di'amini' oleh peserta yang
lain (dari hasil ngobrol dengan delegasi negara-negara ini. Bahkan Dari
Vietnam memberikan satu CD tentang kajian geologi Vietnam
Dalam hal penyebaran informasinya, Jepang tentulah yang paling juara.
Mereka mempublikasikan banyak artikel dan juga paper serta journal.
(sayangnya banyak dalam bahasa Jepun, smoga bisa dibaca dg google
translate). Dan yang tidak kalah menarik tentang program dijitasi ini
adalah, "Mulai tahun 2012 Jepang akan memprioritaskan publikasi dijital
ketimbang publikasi cetak !". Wah ini merupakan trend baru. Karena selama
ini program akreditasi di Indonesia untuk makalah dijital masih dihargai
lebih rendah ketimbang publikasi cetak. Ini perlu digagas lebih lanjut di
lembaga akreditasi tentunya.

Karena sudah mulai banyak yang dijitalkan, publikasi-publikasi yang
dibiayai oleh negara ini dibuka bebas dan gratis di dunia maya internet.
Berbeda dengan publikasi bayaran sprti Springer Verlaag, maupun publikasi
organisasi profesi AAPG, SEG, IUGE dll yang kebanyakan harus membayar kalau
mengambil paper/artikel publikasinya.
Berikut beberapa website yg sempat saya rekam yg menyediakan publikasi
gratis:
- CCOP http://www.ccop.or.th/
Salah satu buku ttg geoheritage di Asia
http://www.ccop.or.th/download/pub/CCOP-geoheritage-book.pdf
Dan ini yang perlu dimiliki bagi yang suka kamus istilah geologi
http://www.ccop.or.th/download/pub/AMTG_2006.pdf Asian Multilingual
Thesaurus of Geoscience
(*siapa tahu anda dapet proyek ke Vietnam atau Phillipines perlu
penerjemahan istilah geologi yang sulit dicari di kamus biasa*) Karena
berupa digital file tentunya mudah dibawa di IPad atau Tablet Galaxy dll.

Website Anggota CCOP
      CAMBODIA - General Department of Mineral Resources, MIME     URL:
http://www.gdmr.gov.kh/
      CHINA - China Geological Survey    URL: http://www.cgs.gov.cn/
      CHINA - Ministry of Land and Resources     URL: http://www.mlr.gov.cn
      INDONESIA - Geological Agency, MEMR     URL:
http://www.djgsm.esdm.go.id/home/index-en.html
      JAPAN - Geological Survey of Japan, AIST     URL:
http://www.aist.go.jp/
      KOREA - Korea Institute of Geoscience and Mineral Resources (KIGAM)
  URL: http://www.kigam.re.kr/
      MALAYSIA - Minerals and Geoscience Department Malaysia (JMG)     URL:
http://jmg.gov.my/
      PHILIPPINES - Mines and Geosciences Bureau (MGB), DENR     URL:
http://www.mgb.gov.ph/
      PHILIPPINES - Department of Energy (DOE)     URL:
http://www.doe.gov.ph
      THAILAND - Deparment of Mineral Resources (DMR)     URL:
http://www.dmr.go.th/
      VIETNAM - Vietnam Oil and Gas Corporation, PETROVIETNAM     URL:
http://www.petrovietnam.com.vn
Publikasi-publikasi ini banyak yg dapat didolod gratis. Termasuk majalah
populer Badan Geologi Geomagz edisi 2011 disini :
http://www.bgl.esdm.go.id/dmdocuments/GEOMAGZ201103.pdf

*Plagiarism*
Beberapa issue berkembang saat presentasi diantaranya adalah plagiarism.
Salah satu konsekuensi dari era dijital adalah mudahnya mengopi-paste isi
dari sebuah tulisan. Namun masih sulit dijelaskan seberapa besar (jumlah
kalimat atau alinea) boleh disebut sebagai karya plagiat. Dalam dunia musik
mengkopi lebih dari 7 bar adalah plagiat. Kalau kurang dari itu masih
diperbolehkan (tidak dikategorikan plagiat).  Saat ini juga belum ada
"alat" bantu bagi editor untuk memeriksa hal ini, tentunya semakin banyak
membaca semakin mudah. Juga ada cara lain karena kebiasaan memeriksa
makalah atau karya mahasiswa, Pak Hil (dosen dari Jogja) sering menemukan
penjiplakan dengan menggunakan "rasa" dalam kata-kata kalimat-kalimat yg
dituliskan mahasiswanya, konon kata beliau kita akan tahu bahwa alinea
jiplakan atau buatannya sendiri. Masalah plagiarism ini terjadi
damana-mana. Walau masih dulit memberikan kategori plagiat tanda ukuran yg
pasti dalam jumlah kata, jumlah baris, jumlah kalimat ataukah "rasa" dan
isi tulisan sebagai kriterianya.

Tentusaja issue ini akan selalu valid karena berhubungan dengan kepemilikan
hak itelektual dan atau authorship.

*Sulitnya mencari penulis juga sama dengan sulitnya mencari editor*
Ternyata mencari editor yg mengerti dan kompeten akan tugas dan
kewajibannya juga tidak mudah. Sama halnya dengan keluhan sedikitnya
penulis artikel, paper atau makalah. Selama ini para peneliti lebih
tertarik menulis laporan ketimbang menulis artikel. bahkan salah satu
pembicara menuliskan "its easier to write a report than article".

Sekian dulu bagi-bagi info dan catatan dari kepesertaan workshop.

Salam,
RDP
-- 
"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"

Kirim email ke